Bryan (Cinta Lama)

Bryan (Cinta Lama)
Kau atau Ayah


__ADS_3

Sedangkan yang sedang berpelukan di depan mobil di area parkir tak menyadari kalau ada orang lain yang melihat mereka dan pergi dari sana.


Bryan melonggarkan pelukannya dan menatap wajah gadis kecil itu, menghapus air mata yang membasahi pipi gadis itu.


"Kenapa menangis hem? " tanya Bryan lembut.


"Hiks... kenapa om dan papih mengajak ku untuk bertemu dengan mereka? " Zira lirih.


"Zi... aku tahu perasaan mu, kau pasti sangat bersedih dan masih tidak Terima dengan kejadian di masa lalu, tapi mereka sudah menyesali perbuatan mereka, selama ini mereka mencari mu, tapi karena kau tidak pernah memakai kalung yang di tinggal kan ibu mu itu mereka kesulitan menemukan mu" jelas Bryan.


"Tapi apa salah ku om kenapa mereka membuang ku waktu itu, aku juga tidak ingin di lahirkan bila aku memang hanya menyusahkan mereka"


"Karena Tuhan yang menginginkan kau lahir kedunia ini dan kembali bersama mereka"


"Kau tahu ada satu kabar lagi yang kau pasti tidak percaya bila mendengarnya"


"Apa om? " tanya Zira polos.


"Sebenarnya kau itu adik ku adik sepupu ku, ayah mu dan ibu ku itu saudara kembar, jadi Tuhan memang menginginkan kau kembali pada orang tua kandung mu hingga Tuhan mempertemukan kita terlebih dahulu" jelas Bryan.


"Benar kah itu? " tanya Zira tak percaya.


"Benar Zi... apa kau tidak suka menjadi adik ku adik ku yang sebenarnya? " tanya Bryan.


"Aku senang mendengar dan mengetahui bila kau adalah benar-benar kakak ku om... tapi aku masih tidak bisa menerima mereka" ucap Zira lirih.


"Aku tahu perasaan mu, tapi apa kau tidak ingin seperti orang lain yang mempunyai. keluarga sebenarnya? " bujuk Bryan.


Zira nampak berfikir dia memang menginginkan mempunyai keluarga sebenarnya seperti orang lain. tapi hatinya masih sakit bila mengingat kalau dirinya pernah di buang saat bayi.


"Kita temui mereka agar kau tahu mereka benar-benar menyesali perbuatan mereka yang telah mereka lakukan dulu" bujuk Bryan.


Zira masih tidak mau di ajak masuk oleh Bryan. tapi Bryan membujuknya terus dan akhirnya Zira mau menemui kedua orang tuanya.


Bryan memegang tangan Zira, dia yang sibuk. dengan Zira tidak menyadari kalau Yumi dan Andrea tadi berkelahi di restoran yang sama dengannya.


Yumi yang merasa dipermalukan oleh Andrea akhirnya meninggalkan restoran sebelum Bryan dan Zira masuk, hingga mereka pun tidak bertemu.


Bryan membuka pintu dan mengajak Zira bersamanya kedua orang tua Zira terlihat lega saat Bryan berhasil membujuk anak mereka untuk bertemu dengan mereka kembali.

__ADS_1


"Zira... " ucap wanita itu lirih.


saat dirinya ingin memeluk Zira, Zira menggeser kakinya dirinya tidak mau di peluk oleh wanita tersebut.


"Tante maaf Zi masih shock jadi beri dia waktu untuk bisa menerima kalian" jelas Bryan.


Wanita itu pun mundur dan mendekati suaminya.


Suaminya merangkul pinggang wanita itu sambil menatap sedih pada Zira.


"Zi... duduklah nak" ucap Ayah Lexi.


Zira dan Bryan pun akhirnya duduk bersebelahan seperti posisi yang tadi, dan saat mereka sudah duduk dan semuanya sudah berkumpul ayah Lexi langsung memulai pembicaraan.


"Oia Bryan seperti yang ayah bilang tadi siang ayah akan menjodohkan mu dengan seseorang dan ayah rasa ini adalah saatnya"


"Ayah... sudah aku bilang aku tidak mau di jodohkan" Bryan masih berkeras.


"Meski itu dengan Zira? " ucap Ayah Lexi.


kali ini bukan hanya Bryan yang terkejut tapi juga Zira mereka berdua sama-sama terkejut dengan perkataan Lexi.


"Dulu ibu mu juga masih kecil seusia dengan nya sama persis" jelas Lexi.


"Ayah... jangan samakan Aku dengan ayah" Bryan terus mengelak.


"Oke kalau begitu kalau kau tidak mau menikahinya biar ayah yang menikahinya" pernyataan Lexi kali ini benar-benar sangat diluar dugaan mereka berdua.


"Apa?! " Bryan menjerit.


"Apa ayah gila ayah sadar nggak sih ayah itu sudah tua masa mau menikahi anak yang seharusnya lebih pantas jadi cucu ayah?! " Bryan marah.


"Kan kau tidak mau menikahi nya maka. biar ayah saja, biar ayah buat penerus ayah yang baru bersama Zi" ucap Ayah Lexi santai.


"Bagaimana Zi kau mau kan menikah dengan papih?" ucap ayah Lexi sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Ayah... ayah jangan gila yah... om... tante kenapa kalian diam saja anak kalian akan di nikahi oleh kakek-kakek"Bryan kesal.


" Ya kan kau tidak mau dengan dia maka biar ayah saja"

__ADS_1


"Ayah... ck... apa ayah sudah benar-benar gila ayah mau menikahi Zi... " tanya Bryan kesal.


"Hem... bila kau tidak mau dengannya maka ayah siap menggantikan diri mu" ucap Lexi santai.


"Ayah benar-benar tidak tahu malu" Bryan kesal.


"Jadi bagaimana kau atau ayah yang menikahi Zi Hem? " tanya Ayah Lexi.


"Em... Papih" Zira ingin bicara tapi langsung di hentikan oleh Lexi dengan menempelkan jari telunjuk di bibir Zira.


"Aku tidak mau ayah" tolak Bryan.


"Oke berarti sudah deal ya Zira akan menikah dengan ayah dia akan menjadi ibu tiri mu nanti, ayah sudah melamarnya pada orang tuanya kemarin untuk mu tapi karena kau tidak mau maka ayah lah yang menggantikan posisi mu"


Bryan mengepalkan tangannya karena kesal dengan kelakuan ayahnya ini, yang sangat diluar batasan menurut Bryan.


Bryan melihat ke arah Zira melihat wajah gadis yang kebingungan itu.


"Zi... apa kau benar-benar mau menikah. dengan ayah ku? " tanya Bryan akhirnya.


Zira ingin menggeleng tapi tiba-tiba ayah Lexi langsung berbicara lagi.


"Dia pasti mau ya kan sayang... "


"Apa?! sayang astaga ayah sadar lah ayah... dia bukan ibu ayah... dia keponakan ayah" Bryan kesal.


"Maaf Bryan tapi ayah mu serius sejak kemarin ingin menikah kan mu dengan Zira, dan beliau juga bilang kalau kau menolak maka dia siap menggantikan mu" jelas Om Kelvin.


Bryan menghela nafas mencoba menjabarkan Daya nalarnya.


"Om... bila om tidak mau Zi juga tidak akan bersedih kok om" ucap Zira.


Bryan lalu menatap wajah polos gadis itu.


"Oke aku mau menikahi Zi ayah" ucap Bryan akhir nya.


Lexi tersenyum mendengar perkataan anaknya rencananya berhasil kali ini. dia sangat tahu anaknya ini pasti akan menerima pernikahan ini bila dirinya melakukan ini pada Zi, karena Lexi merasa Zi bisa membuat Bryan berpaling dari Andrea, bila wanita lain mungkin tidak akan berhasil, tapi bila dengan Zi entah kenapa Lexi merasa akan berhasil dan itu terbukti, karena Lexi melihat Bryan menyayangi Zi seperti adiknya sendiri, itulah kelemahan Bryan yang di manfaatkan oleh Lexi.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2