Bryan (Cinta Lama)

Bryan (Cinta Lama)
Kejadian di Restoran


__ADS_3

Mobil yang di kendarai Suge melintas ikut meramaikan jalanan yang padat siang itu.


"Ge... elu bisa sabar begitu sih tumben? " tanya Andrea saat mereka masih menikmati kemacetan di kota.


"Heuh... dia itu masih bocah Re... plus dia itu atasan gue ya gue harus sabar ngadepinnya'


Andrea lalu tertawa.


" Apa karena dia cantik jadi elu se sabar itu hehe "


"Ck elu kalo ngomong mana gue demen sama cewe model begitu, cantik doang tapi ya elu tahu sendiri kan tadi sifatnya hadeuh... " keluh Suge.


Andrea tergelak saat Sahabatnya itu mengeluh tentang si cantik Viki.


di sisi lain di mobil yang berbeda Bryan sedang menatap keramian kota dari kaca jendela mobilnya, dirinya melihat sekelompok anak muda mudi yang sepertinya sehabis pulang sekolah.


Bryan tersenyum melihat itu dirinya jadi ingat masa-masa sekolahnya dahulu begitu menyenangkan bermain bersama teman-teman satu gengnya.


jadi rindu mereka.


batinnya.


Bryan lalu mengambil ponselnya yang berada di kantung jasnya, dia lalu menatap layar ponselnya dan mencari beberapa nama-nama sahabatnya sewaktu dirinya masih duduk di bangku SMA.


Dirinya lalu menghubungi seorang teman dan mengajaknya bertemu di sebuah restoran besok malam.


Milo yang mendengar dan melihat tuan mudanya hanya melirik saja dari kaca spion mobil, dirinya merasa agak lega karena tuan mudanya tidak membahas tentang Andrea lagi karena bagaimana pun itu tidak lajim karena Andrea itu adalah istri orang bukan single.


Mobil yang di kendari Milo pun akhirnya tiba di depan pintu perusahaan. Bryan turun dari mobil dan berjalan menuju lift khusus untuknya, Bryan menekan tombol lift menuju lantai dimana ruangannya berada.


Ting...


lift berhenti di pantai yang di tujunya, Bryan keluar dari dalam lift dan berjalan menuju ruangannya.


Saat di ruangannya Bryan mulai bekerja memeriksa dokumen yang sudah berada di mejanya, dirinya sempat tersenyum saat mengingat senyuman Andrea dan melihat raut wajah terkejut Andrea saat dia membelai kepala wanita itu.


"Sampai kapan kau bersabar dan diam saja An... mengahadapi kelakuan suami mu itu, ck sepertinya aku harus berbicara dengan pria itu bagaiamana istrinya itu sangat baik, dan kenapa dirinya harus berhubungan dengan wanita kurang waras itu sih dasar bodoh" gumamnya saat mengingat siapa yang menjadi selingkuhan suaminya Andrea.


Di sisi lain.

__ADS_1


Mobil yang di kendarai Suge telah tiba di depan rumah Andrea, sebelum Andrea turun dia berbicara dengan Suge.


"Ge... sabar ya... kali ajah dia jodoh elu. nantinya hahaha" ledek nya.


"Sialan lu... nggak gue nggak mau sama perempuan yang mulut nya kaya merecon begitu" Suge sewot.


Membuat Andrea tertawa terbahak.


"Hahaha segitunya elu sama atasan elu hati-hati jatuh cinta loh hahaha"


"Idih najdis dah kaya nggak ada perempuan lain lagi ajah Re.... di dunia ini"Suge sewot.


" Dah buru dah elu turun gue masih harus balik ke kantor ini, nanti si cabe ngomel-ngomel lagi sama gue padahal dia yang ninggalin gue dia yang marah-marah dasar perempuan sinting"omel nya pada Andrea.


Tapi Andrea yang mendengar itu malah tertawa semakin menjadi karena baru pertama kali sahabatnya ini sekesal ini dengan perempuan sampai begitu banyak julukan yang diberikan untuk Viki oleh Suge.


"Makasih ya... dah nganterin gue maaf ngerepotin elu" Andrea melepas seat belt nya dan membuka pintu.


"Iya sama-sama"


"Hati-hati jangan ngebut-ngebut"


Andrea tersenyum karena dirinya memang tahu Suge memang tidak bisa ugal-ugalan di jalan entah kenapa tapi dia termasuk pengendara yang tertib berlalulintas.


Mobil mewah berwarna putih itu pun akhirnya meninggalkan halaman rumah Andrea, dan menuju kantor lagi.


...🌞🌞🌞...


Keesokan harinya.


Rembulan menunjukan senyumnya di kegelapan langit malam, Bryan berjalan kedalam restoran untuk bertemu dengan sahabat-sahabatnya semasa sekolah SMA dulu.


Saat Bryan berjalan menuju ruangan yang sudah dipesan sebelumnya, semua sahabatnya menyambut kedatangannya saat. dirinya tiba, semua sahabatnya sudah memiliki keluarga sendiri bahkan dia diantaranya menikah dengan adik angkat Bryan dia adalah Pasha yang menikah dengan Moza dan Dante yang menikah dengan Ribca.


Kedua anak dari mereka yang sudah menganggap Bryan ayah mereka pun. menyambut Bryan dengan antusias bahkan. mereka berdua langsung berlari ke arah Bryan memeluk tubuh pria dewasa itu dengan penuh kasih sayang.


Bryan pun tersenyum saat disambut dengan hangat oleh kedua anak angkatnya ini.


Mereka pun akhirnya berbicang-bincang mulai dari masa sekolah hingga maslah bisnis dan membahas hal yang paling tidak disukai Bryan yaitu menikah.

__ADS_1


"Ayolah kawan... kapan kau akan menikah apa mau aku kenalkan dengan seseorang? " tanya Pasha.


"Ck... males banget deh gue bahas yang begini nih bisa nggak kalian bahas yang lain gitu yang lebih berbobot dan lebih menyenangkan? " jwab Bryan malas.


Semua sahabatnya hanya tersenyum saja, mendengar jawaban dari seorang Bryan yang dari tahun ke tahun selalu menjawab pertanyaan dengan jawaban yang sama pada mereka.


"Suatu saat nanti kita yakin elu bakalan nemuin wanita yang bisa merubah fikiran elu itu"


wajah Bryan langsung terlihat malas saat Dante dan Zevan berkata seperti itu.


"Kita denger elu ketemu sama dia lagi? tapi dia kan udah nikah Yan... masih banyak loh gadis yang mau sama elu" ucap Zevan.


"Iya... siapa juga yang mau ngerebut istri orang sih, udah sih... bisa nggak sih kalian itu ngebahas yang lain gitu nggak bahas gue?! " Bryan kesal.


"Oke... Oke... kita nggak bahas elu lagi dah... " Pasha yang sangat faham dengan sifat dan watak Bryan pun akhirnya menengahi pembicaraan mereka dengan membahas hal lain yang lebih menarik dan lebih menyenangkan.


Malam pun semakin larut anak-anak yang dibawa oleh para sahabat Bryan pun sudah nampak bosan dan lelah hingga mereka pun memutuskan untuk segera pulang dari restoran.


Bryan yang datang seorang diri pun berjalan sendirian, namun sebelum dirinya keluar dari restoran dirinya pergi ke toilet dahulu.


Setelah urusannya selesai di toilet dirinya mendengar sesuatu yang dia rasa tidak beres dekat toilet, merasa curiga Bryan pun memeriksa keadaan disana.


Dan ternyata benar saja dia melihat adegan yang seharusnya hanya ada di film dewasa.


"Woi... apa yang kalian lakukan" bentak Bryan.


Seorang pemuda yang masih terlihat remaja itu langsung berlari saat Bryan membentak nya meninggalkan seorang gadis yang sepertinya telah mabuk.


Bryan mencoba menolong gadis yang mabuk tersebut.


"Hei... sadarlah" Bryan menggoyangkan badan gadis tersebut yang wajahnya di tutupi oleh helaian rambut yang panjang.


"Astaga dia tidak sadar" Bryan menangkap tubuh gadis itu yang sudah lunglai.


Bryan menoleh kesegala arah tapi tak ada yang bisa dia minta bantuan hingga akhirnya Bryan mengangkat tubuh gadis yang telah mabuk itu dan membawanya ke mobilnya.


diletakan tubuh gadis itu di samping kemudian tak lupa dia memasangkan seat belt pada gadis yang masih tertutup wajahnya dengan rambut panjangnya.


"Astaga kenapa kau harus mabuk sih.. dasar bodoh, ck... pasti anak laki-laki itu pacar mu laki-laki yang tidak bertanggung jawab kau pacari dasar bodoh" gerutu Bryan pada gadis mabuk yang sudah tidak sadar itu.

__ADS_1


Bersmabung.


__ADS_2