Bryan (Cinta Lama)

Bryan (Cinta Lama)
Bukti


__ADS_3

Di malam yang cerah itu, langit malam yang bertabur kan bintang dan sinar rembulan yang menyinari sebagian bumi, seorang wanita berjalan ke dalam rumahnya dengan perasaan yang hancur bagai kaca yang sudah pecah dan tak dapat di bentuk kembali.


Langkah kakinya gontai saat melangkah masuk kedalam kamarnya, saat telah tiba di kamar yang sepi itu, dirinya belum mendapati suaminya kembali dari kantornya.


kedua anaknya sedang bermain di kamar mereka, dia tak akan menggangu aktifitas kedua anak tersebut, dia lebih memilih diam dan berganti pakaian sehabis keluar dengan pakain rumahnya.


Tak lama bunyi suara motor terdengar berhenti di depan rumahnya, terdengar anak perempuannya berlari keluar dan memanggil. ayahnya.


Sementara Andrea masih berada di kamarnya tidak menyambut kedatangan sang suami yang selama ini menghianati nya. langkahnya sepatu terdengar memasuki rumah dan langkah kaki terdengar memasuki kamar.


Pintu kamar dibuka oleh Adji, dia melihat istrinya beraura lain.


Kenapa lagi dia.


batin Adji saat melihat aura istrinya tidak bersahabat lagi.


"Kenapa? " tanya Adji dia mencari pakaian gantinya dan ingin mandi terlebih dahulu.


"Mandilah dulu setelah itu kita bicara" ucap Andrea dingin.


Adji menghela nafas dan akhirnya berjalan ke kamar mandi dan membersihkan dirinya terlebih dahulu. setelah aktifitas mandi selesai Adji pun kembali ke kamar dan mendekat pada istrinya.


Adji duduk di sisi ranjang.


"Ada apa sayang? " tanya Adji.


Srek.

__ADS_1


Andrea memberikan selembar kertas berlogo rumah sakit swasta, Adji membaca deretan huruf yang tertera disana, matanya membelalak saat membaca tulisan tersebut.


"Kamu dapat dari mana ini? " tanya Adji panik.


"Dari Yumi" jawab Andrea dingin bahkan dia tidak memandang ke arah suaminya.


"Ini bohong Rea... aku tidak pernah melakukan itu dengannya" elak Adji.


"Tapi itu bukti nyatanya mas... mana mungkin dia bisa memalsukan bukti yang sangat rinci seperti itu mas" Andrea kesal.


"Bagaimana bisa dia mengambil DNA ku hem? aku tidak pernah melakukan itu Rea aku bersumpah" Adji berusaha meyakinkan istrinya.


"Beberapa hari yang lalu aku mengirimkan potongan kuku mu kepada Yumi karena aku pun awalnya tidak percaya kalau anak Yumi itu adalah darah daging mu hingga aku pun memintanya tes DNA dan hasilnya baru keluar tadi siang dan dia memberi tahu ku hasilnya tadi, dan hasilnya... hiks... "Andrea sudah tak bisa menahan air matanya lagi.


" Rea... sayang... percayalah pada ku sayang aku tidak pernah melakukan itu dengannya hanya dengan kamu, dan anak ku hanya Farel. dan Sena Rea percayalah sayang"Adji mengusap pipi Andrea yang sudah basah karena air mata.


"Tapi bukti itu benar-benar jelas mas... jangan bohongi aku lagi mas... ku mohon sudah cukup mas cukup... lepaskan aku mas lepaskan aku aku sudah tidak kuat lagi menahan sakit ini"Andrea histeris.


Sementara Andrea menagis sesegukan dikamarnya hatinya sudah benar-benar hancur kali ini, kemarinnya dia berusaha tak peduli dengan foto-foto yang di kirimkan Yumi padanya karena dia fikir Adji tak akan sampai sejauh ini dengan Yumi tapi bukti yang di tunjukan Yumi malam ini benar-benar membuat hatinya hancur pada suaminya yang selama 15tahun telah bersanding dengannya.


"Aku bersumpah tidak akan ku biarkan kau kali ini Yumi, akan ku hancurkan kamu seperti kau menghancurkan keluarga ku, selama ini aku diam, ku fikir kau akan bosan dengan sendirinya tapi ternyata aku salah, kau benar-benar sudah keterlaluan"ucap Andrea penuh dendam.


Andrea melipat kertas hasil DNA yang di berikan oleh Yumi, dia bertekad untuk menunjukkan bukti itu kepada Antoni besok pagi, dirinya tak ingin hanya dirinya yang hancur tapi dia juga ingin kali ini Yumi ikut hancur bersamanya.


Api dendam dan amarah sudah menguasai hati Andrea, taka ada kata ampun lagi untuk Yumi, kelakuannya kali ini tidak bisa di intoleransi lagi, hingga Andrea harus bertindak tegas pada Mantan teman seprofesi nya itu.


"Dulu kita bekerja di pabrik yang sama, kita berteman tapi Bryan benar kalau kau itu teman yang rela memakan tulang kawan sendiri" mata Andrea sudah menghitam seolah dia sudah gelap mata dirinya benar-benar dikuasai dendam pada Yumi.

__ADS_1


Hingga malam semakin larut Adji baru kembali dari luar rumah, Adji yang kembali dari luar entah dari mana langsung berjalan ke kamar nya dan dia tidak mendapati istrinya disana.


dia pasti tidur dengan anak-anak.


Adji berjalan ke sisi ranjangnya dia duduk dan menundukan Kepala nya disana, dirinya sangat menyesal karena pernah mengenal Yumi, seandainya dulu dia mengabaikan Yumi dan tak meladeni nya maka semua ini mungkin tak akan terjadi, dia sadar istrinya sangat tersakiti karena hal ini.


Maafkan aku sayang karena aku selalu tak bisa menolak dia waktu itu, seandainya aku bisa menolaknya yang terus mengganggu ku, kau pasti tak akan tersakiti seperti ini, akan aku bukti kan pada mu kalau hasil. yang di tunjukan nya itu adalah hasil palsu, aku tak pernah melakukan itu dengannya percayalah Andrea...


Adji frustasi hingga dia mengacak-acak rambutnya sendiri.


Hingga pagi tiba.


Mentari sudah bersinar terang dan memberikan kehangatan pada sebagian penghuni bumi ini, pepohonan yang rindang pun menyambut dengan senang cahaya yang telah di berikan oleh mentari hingga mereka bisa ber fotosintesis dengan nyaman, burung-burung gereja yang bertebangan hinggap dari satu ranting ke ranting lainnya mencari makan di dahan pepohonan yang menghasilkan biji-bijian, suara mereka bersahutan menyambut datangnya pagi ini.


Udara sejuk memasuki rumah di kala pintu dan jendela rumah di buka pergantian suhu dari luar kedalam sungguh menambah energi yang lain di pagi ini.


Namun Energi positif tak bisa digantikan saat seseorang orang sedang dilanda dendam kesumat pada mantan teman nya, yang pagi ini dirinya bertekad untuk menghancurkan orang yang sudah mengganggu nya selama ini.


"Mau kemana kamu? " tanah Adji saat melihat istrinya telah rapih.


"Bukan urusan kamu" jawab Andrea kesal.


"Farel.... Sena tidak usah sekolah dulu ya... mamah ada keperluan keluar jadi mamah nggak bisa antar kalian ke sekolah" Andrea berbicara lembut pada anaknya.


"Kamu mau kemana sampai anak-anak tidak sekolah hah?! " tanya Adji kesal karena istrinya tak bisa di ajak diskusi kali ini.


"Aku mau ke pengadilan agama dan setelah itu aku mau ke kantor Antoni menemui dia dan memberitahu kelakuan murahan istrinya itu dengan suami ku" jawab Andrea dingin.

__ADS_1


"Ke pengadilan agama kamu mau apa kesana aku tidak akan mendatangi apa pun karena aku tidak akan melepaskan mu Rea sampai kapan pun juga" ucap Adji tegas dia langsung pergi tanpa sarapan pagi ini bahkan kopinya yang sudah tersedia pun tak di minumnya karena kesal dia langsung pergi dari rumah dan pergi menuju kantor nya dengan motor matic besarnya itu.


Bersambung.


__ADS_2