Bryan (Cinta Lama)

Bryan (Cinta Lama)
Surat Untuk Antoni


__ADS_3

Pagi itu saat Andrea berjalan ke kantor pengadilan agama, dengan langkah yang tergesa hingga tak sadar kalau ada yang memperhatikan nya dari jarak jauh.


"Untuk apa dia kesana? " fikir Milo yang akan mengurus kelengkapan untuk pernikahan bosnya di kantor catatan sipil, yang jaraknya tidak jauh dari kantor pengadilan agama tersebut.


Tapi Milo tidak mau berfikir macam-macam lagi dirinya terus melajukan mobilnya ke tempat yang seharusnya dia tuju.


Andrea mengurus semua yang harus menjadi syarat dirinya mengajukan perceraian dengan suaminya, setelah selesai dia pun keluar dari kantor tersebut dan menuju kantor Antoni dengan menggunakan taxi Andrea menuju ke sana dia membawa semua bukti penghianatan istrinya itu.


Taxi yang membawa Andrea pun tiba di area perkantoran Antoni dan Andrea pun turun dari taxi dan membayar ongkos taxi tersebut, Andrea pun masuk dan menemui receptionist yang ada di lobi.


"Bisa saya bertemu dengan tuan Antoni?"ucap Andrea lembut.


" Apa anda sudah buat janji sebelumnya dengan tuan muda? "tanya receptionist tersebut.


" Belum tapi katakan saja Andrea ingin bertemu "ucap Andrea tetap ramah dan lembut.


" Tapi maaf Bu bila anda belum membuat janji dengan tuan muda saya tidak bisa memperbolehkan anda menemui beliau"ucap Receptionist itu ramah dan sopan.


akh... pasti dia sibuk dan sulit di temui ya kan?.


"Baiklah Terima kasih" ucap Andrea ramah.


Tapi dia tak menyerah begitu saja Andrea menelpon Suge menanyakan nomor telepon Bryan dia ingin meminta bantuan Bryan untuk bertemu dengan Antoni sekarang juga.


Andrea tetap menunggu kabar dari Suge tentang telpon Bryan.


Sedangkan di kantor Suge yang meminta nomor bis besarnya kepada asistennya Milo. mengalami kendala karena Milo tak langsung memberikan nya pada Suge sebab nomor tuan mudanya itu tida bisa diberikan kesembarangan orang.


"Tuan tolonglah sepertinya teman ku sangat memerlukan bantuan tuan muda, oleh karena itu dia meminta bantuan ku" pinta Suge memohon.


"Maaf Suge aku tidak bisa memberikan nomor tuan muda kesembarangan orang, apa lagi teman mu itu, tuan muda akan segera. menikah jadi jangan sampai dia, berubah fikiran lagi setelah berbicara dengan teman mu itu" ucap Milo ketus.

__ADS_1


"Ya Re... sorry gue nggak bisa bantu elu, ada apa sih tumben banget elu nanyain nomor telpon tuan muda? " ucap Suge lemas.


"Ya udah nggak apa-apa Ge Terima kasih elu dah ngusahain, emang bener kata Milo seharusnya gue nggak ganggu Bryan karena dia udah mau nikah, ya udah Ge... elu kerja lagi sana bentar lagi elu juga bakalan nikah kan" Andrea lalu mematikan saluran telpon nya dia berjalan kembali ke meja receptionist tersebut dan menitipkan amplop dan juga nomornya kepada receptionist tersebut dan memintanya menyerahkan amplop tersebut kepada Antoni karena itu penting.


Setelah Andrea menyerahkan amplop tersebut Andrea pun berjalan keluar dari gedung kantor tersebut, saat Andrea ingin melangkah keluar, dengan kebetulan Antoni keluar dari dalam lift mereka tidak berpapasan tapi receptionist tersebut menghampiri tuan mudanya dan menyerahkan amplop yang Andrea berikan.


Antoni tak langsung membuka isi amplop tersebut dia masih harus mengikuti meeting diluar kantor dan amplop tersebut di simpan oleh asistennya bersamaan dengan berkas lainnya.


Andrea kembali ke rumah nya dengan menggunakan taxi, dirinya berharap agar Antoni secepatnya menghubungi nya, agar dirinya tenang dan juga merasa puas karena sudah memberi tahu kebenaran kepada Antoni dan memberikan hukuman pada Yumi karena sudah berani mengganggu hidupnya.


Hingga sore menyingsing Andrea masih belum mendapatkan berita dari Antoni tentang surat yang dia tinggalkan pada receptionist di kantor nya.


"Gadis itu kasih apa nggak ya ke bosnya amplop yang aku kirim ke dia" gumam Andrea sambil memasak untuk kedua anaknya di rumah.


Di sisi lain Milo yang bertemu dengan Suge di dekat ruangan Bryan pun berbicara sedikit dia memberi tahu Suge kalau tadi pagi dirinya melihat Andrea berjalan memasuki kantor pengandilan agama.


Suge yang mendengar itu langsung terkejut karena Andrea sama sekali tidak bilang apa pun padanya masalah ini.


Suge yang mengerti keadaan pun hanya mengangguk saja. dan Benar saja tak lama mereka berhenti berbicara Bryan keluar dari ruangannya.


"Milo ternyata kau disitu aku menelpon keruangan mu tapi tak kau jawab, ternyata kalian malah bergosip disini" tegur Bryan.


"Ada apa tuan muda? " tanya Milo yang langsung menghampiri Bryan.


"Aku ingin menanyakan kontrak kerja sama kita dengan hotel kemarin itu" Bryan dan Milo pun masuk ke dalam ruangan Bryan.


Suge yang masih berdiri dekat sana pun hanya menghela nafas saja.


Siapa dan wanita seperti apa yang mau di nilai tuan muda ya? jadi penasaran sebab dia mampu menggantikan posisi sahabat gue dihati tuan muda berarti wanita itu hebat kan.


Saat sedang melamun tiba-tiba Suge di kejutkan oleh seseorang dari arah belakang nya.

__ADS_1


"Dor.... "


"Eh... sayang... mengagetkan saja" Suge yang sedang melamun langsung terbangun saat kekasihnya mengejutkannya.


"Ngelamunin apa hayo... " goda Viki.


"Tidak... bukan apa-apa oia kerjaan ku sudah selesai tuh kamu mau lihat hasilnya? " tanya Suge, dia lalu mengajak Viki keruangan nya.


Sementara seorang CEO perusahaan yang lain sedang yang baru kembali ke kantor nya, terduduk di kursi kerjanya meregangkan otot-otot nya yang terasa pegal saat dirinya sedang merentangkan tangannya tak sengaja tangan tersebut menyenggol berkas yang ada di mejanya hingga berkas-berkas tersebut berserakan ke lantai.


Dia pun memunguti dan merapihkan berkas-berkas tersebut tapi ada sesuatu yang mengganggu pandangannya sebuah amplop putih yang sangat asing baginya.


Dia pun mengambil amplop putih tersebut dan melihat sang pengirim.


"Andrea? " gumamnya.


Tanpa fikir panjang lagi Antoni langsung membuka amplop tersebut dan membaca apa yang ada di dalam nya, saat membaca tulisan yang ada di sana Antoni langsung meremas kertas tersebut dia geram.


"Sialan ternyata kalian sampai sejauh ini Yumi... kurang ajar kau wanita sialan" gumamnya kesal. sebenarnya Antoni tahu kalau Yumi selama ini berselingkuh di belakangnya namun dia masih diam saja karena pernikahannya dengan Yumi itu hanya sebatas pembalasan dendam saja dengan Andrea tak ada cinta diantara keduanya, namun dirinya salah Andrea tetap tak berpaling dari ya meski dirinya telah menikahi Yumi. oleh karena itu dirinya membiarkan Yumi berselingkuh tapi dirinya tak menyangka kalau Yumi bisa sejauh ini.


Tak lama Antoni menelpon nomor Andrea, mereka akhirnya mencoba menjebak Yumi di suatu tempat untuk memberikan pelajaran pada wanita yang tukang selingkuh itu.


Untuk sementara Antoni sedang menahan emosinya dan berakting tidak tahu apa-apa, agar istrinya itu masuk ke dalam jebakannya.


Kita lihat sampai mana kau mampu berakting dasar wanita tidak tahu diri, andai saja waktu itu Andrea belum menikah aku lebih memilih wanita setia sepertinya dari pada wanita penggoda seperti mu sialan.


dulu saat Bryan meninggalkan Andrea di pabrik Antoni masih tetap. mendekati Andrea, awalnya memang karena penasaran dan ingin main-main tapi akhirnya dia benar-benar jatuh cinta padanya, karena melihat Andrea yang begitu setia menunggu Bryan kembali, tapi saat Bryan kembali Andrea malah memutuskan untuk menikah dengan Adji.


Akan aku ceraikan wanita kurang ajar itu dan akan ku rebut kembali Andrea ku.


Batin Antoni.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2