
"Dia jatuh dari motor"celetuk Wan.
Tuk... Bryan langsung memukul pundak Wan karena bilang pada Andrea.
"Apa?! Jatuh dari motor? Motor semalam itu?"Andrea langsung panik.
"Oh...elu tahu dia naik motor semalam?"tanya Wan.
Andrea mengangguk.
Wan melihat ke arah Bryan dengan tatapan penuh tanda tanya.
"Udah deh...jangan banyak tanya bentar lagi bel masuk,kita kerja ajah"Bryan mengalihkan pembicaraan.
"Eh...Yan...belum baik betul loh kaki mu ini" Pak Wahyu memberitahu.
"Udah mendingan kok Pak tenang ajah"Bryan sok kuat padahal rasa sakit masih sangat terasa di kakinya.
Dia pun berjalan dengan Andrea ke dalam pabrik dengan kaki terpincang,meski sesekali Andrea menghawatirkannya tapi Bryan tetap berlagak kuat,dia tak ingin cengeng bila di depan kekasihnya ini.
"Oo iya aku tadi buat nasi goreng buat kamu sarapan,nanti dimakan ya...saat break coffe time" Andrea memberikan sebuah kotak makan pada Bryan.
"Oo iya terima kasih jadi merepotkan mu"Bryan menerima kotak makan tersebut.
"Hatchi...uhuk...uhuk..."Andrea bersin dan batuk.
"Eh...kamu flu?"
"Hehe kayanya"
"Kamu nggak mandi air hangat ya semalam?"tanya Bryan.
Andrea hanya menggeleng saja.
"Ck...kamu itu kenapa nggak pernah nurut sih...kamu masuk angin tuh"omel Bryan.
"Nggak apa-apa kok,aku udah biasa nahan sakit"
Perkataan Andrea seolah membuat Bryan semakin merasa bersalah karena telah membohongi dirinya.
Kau ini tegar sekali ya An...
Tak lama bel masuk pun berbunyi dan semua pekerja pun masuk dan mengerjakan pekerjaannya.
Dan saat sedang bekerja Bryan melihat Andrea sedang kerepotan dalam mengepak,barang yang di kerjakan hari ini adalah gear motor,dia melihat kekasihnya itu terus-terusan batuk saat mengepak hingga Andrea keteteran barang-barangnya berjatuhan kelantai,sementara teman-teman satu regunya tak ada yang membantunya.
__ADS_1
Hingga Bryan akhirnya berlari ke arah mejanya.
"Astaga pantas ke teter cara mu salah"omel Bryan.
"Begini caranya aku ajari"Bryan mengambil dus kosong dan langsung membentuknya dan mengambil gear tersebut dan menatanya di dalaam kardus.
"Kamu tata seperti ini jadi kalau kamu lupa menghitung kamu bisa dengan mudahnya menghitung lagi"ucap Bryan.
Andrea hanya tersenyum saja dan mengangguk.
"Coba aku mau lihat kamu kerja"Bryan membiarkan Andrea bekerja mengikuti caranya.
"Sini aku bantu kamu"Bryan langsung membantu Andrea.
Orang-orang semua melihat begitu perhatiannya Bryan pada Andrea membuat mereka sangat yakin kalau Bryan sangat menyangi Andrea,mereka sangat terkesan dengan perhatian yang di berikan Bryan pada Andrea.
"April...mana kardusnya lagi uhuk...uhuk.."suara Andrea berubah serak sekarang.
Bryan mendengar dan melihatnya.
"Kau sakit An...kenapa masih bekerja sih?"tanya Bryan khawatir.
"Lebih baik aku bekerja dari pada di rumah Yan...kalau di sini aku bisa ketemu kamu,kalau di rumah cuma ngedengerin nek lampir ngomel mulu hehe"
Bryan mengehela nafasnya dalam,karena membayangkan begitu kerasnya kehidupan kekasihnya ini.
Dia beneran sakit rupanya. Astaga kenapa orang tuanya sangat ketelaluan sih.
Hingga saat break coffe time,Andrea memilih istirahat dengan April di pojokan pabrik dan duduk di atas palet sedangkan Bryan memilih bersama dengan teman-temannya dan makan bekal yang telah di buat susah payah oleh kekasihnya itu. Di habiskannya nasi goreng tersebut mengingat betapa sulitnya kekasihnya membuatkannya dengan keadaan sedang sakit.
Setelah break selesai semua karyawan pun kembali masuk dan bekerja,Bryan menghampiri Andrea kembali dan memberitahunya agar nanti sepulang bekerja untuk mengkonsumsi vitamin c dan minum obat agar Andrea vit lagi,dan Andrea hanya mengangguk saja karena saat ini suaranya sudah habis,bila berbicara suaranya tidak keluar dengan jelas.
Bagaimana aku bisa meninggalkan mu An...ayah benar-benar memberikan pilihan yang sangat sulit.
Hingga akhirnya waktu terus berlalu.
Ayah Lexi terus mendesak Bryan untuk meninggalkan Andrea karena ini semua demi kebaikan Andrea,hingga terjadi perdebatan lagi malam ini di ruang kerja Lexi,setelah Bryan pulang dari pabrik.
"Ayah...ku mohon jangan begini...aku dan dia saling mencintai ayah"Bryan memohon.
Karena ayahnya mengancam akan menemui Andrea dan memintanya untuk menjauhi Bryan lebih dahulu karena Bryan yang tidak mau menjahui Andrea.
"Bryan ini demi kebaikan gadis itu nak..."bujuk Lexi.
"Apa aku harus seperti ayah yang tidak mau menikah seumur hidup begitu sebelum bertemu dengan ibu? Yah...aku berhak bahagia dengan wanita pilihan ku Yah..."
__ADS_1
"Bila saatnya nanti kau pasti akan lebih mengerti nak...untuk saat ini kalian masih terlalu muda nak...masih belum mengerti tentang bahtera rumah tangga,lagi pula fikirkan baik-baik bagaimana kalau dia tahu latar belakang mu yang sebenarnya nak dia pasti mundur karena takut dekat dengan mu"
Bryan terdiam lagi.
"Sekarang fokus kuliah dan belajar bekerja di perusahaan karena nantinya kau yang akan menggantikan ayah"
Bryan tak menjawab sama sekali omongan Ayahnya,dia hanya terdiam seribu bahasa pertanda dia masih tidak setuju dengan usul ayahnya untuk menjauhi Andrea.
Hingga ke esokan harinya Bryan masih mendiami ayahnya dia masih tidak berbicara dengan ayahnya,saat pamit berangkat bekerja.
Suasana hati yang kacau membuat Bryan lebih banyak diam,itu membuat Andrea jadi khawatir.
"Iyan...kamu kenapa?"tanya Andrea saat mereka sedang beristirahat di atas rumput taman pabrik.
"Eh...tidak apa-apa kok An..."
"Nggak apa-apa kok melamun?"
"An...aku mau tanya sesuatu sama kamu boleh?"
"Tanya apa?"
"Seandainya kamu di sukai oleh anak orang kaya tepatnya anak mantan mafia,apa kamu mau dengannya?"
"Hah...kenapa kamu nanya kaya begitu? Kamu nggak ada niat mau jadi makcomblang lagi kan?"
"Nggak... sekarang jawab misalkan aku adalah laki-laki tersebut apa kau masih mau dengan ku?"
"Pertanyaan mu mengerikan sekali Yan...aku harap itu bukan kenyataan"
Ah benar kata ayah dia pasti takut dan mundur dengan sendirinya,bila tahu kenyataan yang sebenarnya.
"Hehe aku habis nonton film semalam dan judulnya anak mafia meraih cinta"Bryan asal bicara hingga mengundang tawa Andrea.
"Hahaha judulnya konyol banget ya Yan... Tapi kalau aku jadi wanita yang di cintai anak mafia itu,aku tetap bersamanya asalkan anak itu tidak mengikuti jejak ayahnya,aku masih mau dengannya"
"Serius kau mau?bila aku adalah anak itu?"
Andrea hanya tersenyum dan mengangguk.
"Tapi itu hanya cerita kan? Bukan kenyataannya? Kau orang biasa kan sama seperti aku?"
Bryan hanya tersenyum saja.
"Iya aku hanya manusia biasa kok bukan super hero hehe"
__ADS_1
"Ihhh Bryan...kebiasaan deh sukanya bercanda"Andrea memukul pundak Bryan agak keras tapi Bryan hanya tertawa saja.
Bersambung.