Bryan (Cinta Lama)

Bryan (Cinta Lama)
Singgung Menyinggung


__ADS_3

Wajah ayah Lexi nampak berninar saat melihat wajah Zira.


Tapi berbeda dari Lexi wajah Zira nampak ketakutan saat melihat reaksi Lexi yang sangat aneh menurutnya.


"Om... kenapa kakek ini panggil aku sayang" Zira melirik ke arah Bryan.


"Ayah... dia bukan ibu...namanya Zira ayah" Bryan berusaha mengingatkan ayahnya.


"Ah... kau benar ibu mu sudah tiada" Lexi langsung menurunkan tangannya dari wajah Zira.


"Siapa dia dan kau bertemu dimana dengannya? " tanya ayah Lexi.


"Namanya Zira ayah, aku minta ayah untuk mengangkatnya menjadi anak dan aku ingin menyekolahkan nya ayah" jelas Bryan yang masih belum jelas menurut Lexi.


"Bisa kau perjelas maksud mu ini, kenapa kau harus menyekolahkan nya? memangnya dia tidak punya orang tua?" tanya Lexi bingung.


"Iya ayah dia tidak punya orang tua"


Dan Bryan pun menceritakan tentang Zira pada ayahnya, kalau Zira itu di buang sejak bayi dan diurus oleh seorang wanita tuna susila tapi tidak pernah di sekolahkan, pelajaran yang di dapatkan hanya sekedar pelajaran untuk bertahan hidup di dunia yang kejam ini, dan itu pun dengan cara yang salah. bahkan Zira sampai tidak bisa membaca dan menghitung karena tidak pernah di ajarkan sama sekali.


Zira yang berada di kamar Lexi melihat sebuah foto besar yang tepajang di ruangan tersebut, dirinya terkejut saat melihat wajah wanita yang sangat mirip dengannya berada di ruangan tersebut.


"Om.... itu siapa kenapa wajahnya mirip aku? " tanya Zira penasaran.


"Dia almarhum ibu ku, wanita yang paling di cintai ayah dia sudah meninggal saat melahirkan ku" jelas Bryan.


"Oooo...begitu"


"Oia siapa namanya tadi? " tanya ayah Lexi.


"Zira ayah" jawab Bryan.


"Ya itu... apa kau benar-benar mau sekolah dan tinggal disini? " tanya ayah Lexi lembut auranya berubah menjadi hangat tidak sedingin tadi.


Zira hanya mengangguk saja.


"Oke kalau begitu nanti semua akan di urus oleh asisten Bryan, untuk mencari guru privat kamu, anggap lah ini rumah mu sendiri"


"Iya Kek Terima kasih" ucap Zira polos.


Hingga mengundang tawa Bryan.


"Zi... jangan panggil dia kakek hem... panggil dia...apa ya..." Bryan nampak berfikir.


"Gimana kalau Papih, bukankah anda yang akan menjadi orang tua asuh ku nantinya"ucap Zira antusias.


"Hah Papih? " Bryan bingung.

__ADS_1


"Iya kan aku panggil Mamih untuk mamih Elis kerena mamih yang mengurus dan membesarkan ku, dan karena Kakek ini yang akan menjadi orang tua asuh ku berikutnya maka aku akan memanggil anda Papih" ucap Zira polos.


"Hem... boleh juga" ucap Lexi.


"Jadi ayah suka jadi papih-papih" celetuk Bryan.


Lexi hanya tertawa saja melihat ekspresi anaknya yang sepertinya kurang suka dengan panggilan dirinya saat ini.


...🌞🌞🌞...


Beberapa hari kemudian.


Yumi menemui Andrea yang tidak sengaja sedang belanja di minimarket market, Yumi dengan segaja menemui Andrea hanya untuk menggodanya saja.


"Hai... " sapa Yumi dengan angkuhnya.


Wanita yang tidak tahu malu karena terus menggangu suaminya itu menyapanya lebih dahulu.


Andrea tak memperdulikan sapaannya dan memilih cuek dan tak menganggap wanita itu ada.


Andrea berjalan melewati Yumi, tapi Yumi. berhasil menghentikan langkahnya.


"Beberapa hari yang lalu aku bertemu Bryan dia sedang bersama gadis muda, seperti nya dia sudah melupakan mu ya" cibir Yumi.


Andrea menoleh kearah Yumi dan mengangkat dagunya sebelum berbicara dengan wanita yang tidak tahu malu itu, dan tersenyum sinis sebelum berbicara.


"Sialan kau tapi suami mu tertarik pada ku" Yumi tak mau kalah.


Andrea mendekat pada Yumi.


"Apa kau lupa Antoni juga tertarik pada ku" bisik Andrea di telinga Yumi hingga membuat Yumi semakin kesal di buatnya.


Yumi yang kesal langsung melayangkan tangannya untuk menampar pipi Andrea tapi tangannya langsung di pegang dan ditahan oleh Andrea.


"Heuh kau lupa Yumi kau berhadapan dengan siapa heuh... " ucap Andrea sinis.


"Asal kau tahu Mas Adji tak akan pernah melepaskan aku sampai kapan pun meski kau rayu dia seumur hidup mu, tapi aku bisa membuat Antoni melepaskan mu bila aku tunjukan semua bukti yang sudah kau berikan pada ku dengan bodohnya" ancam Andrea dingin.


Andrea melempar tangan Yumi dan langsung berjalan dengan anggunnya dan penuh kemenangan karena dirinya sudah berhasil. menyudutkan Yumi.


Yumi yang kesal dengan Andrea tetap saja tidak Terima dengan perlakuan Andrea padanya, dia masih mencari cara untuk membuat Andrea menderita, dia ingin merebut segalanya dari Andrea, entah kenapa dia selalu tidak senang melihat Andrea bahagia padahal Andrea tidak pernah mengganggu dirinya.


Andrea berjalan keluar dari mini market dengan hati yang lega karena berhasil membuat Yumi terpojok, dia berharap Yumi tidak menggunya lagi, tapi dia salah, Yumi malah akan semakin menjadi karena merasa dirinya belum kalah dari Andrea dari segi mana pun juga, Yumi merasa dirinya lebih cantik, lebih menarik, lebih kaya dari Andrea padahal kekayaannya berasal dari suaminya.


Saat dirinya akan naik ojek untuk menuju rumahnya ponselnya tiba-tiba berdering, dilihatnya layar ponselnya ternyata suaminya yang menelpon.


"Ya mas... " Andrea langsung menjawab telpon dari suaminya.

__ADS_1


"Kamu dimana katanya mau diantar ke tempat kamu wawancara? " tanya Adji yang hari ini sedang libur bekerja karena ini hari minggu.


"Sebentar mas aku sedang belanja susu Sena dan Farel habis ini aku lagi nunggu ojek"


"Kenapa nggak minta antar sama aku sih tadi? " Adji kesal.


"Tadi kamu masih di kamar mandi, jadi aku nggak mau buat kamu buru-buru" jelas Andrea.


"Ya sudah tunggu aku disana aku jemput kamu"


"Ya"


Setelah itu panggilan pun berakhir, dan Andrea menunggu suaminya tak jauh dari mini market tersebut.


Saat dirinya sedang menunggu kedatangannya Adji, Yumi lewat lagi dengan mobilnya dan meledek nya kembali Yumi membuka kaca mobilnya menunjukan wajah tidak tahu malunya itu.


"Nunggu ojek? kemana memangnya suami mu heuh... pasti dia tidak mau antar kamu karena malu punya istri jelek seperti kamu" ledek nya.


"Kemana saja yang jelas tidak bersama dengan mu kan? "singgung Andrea.


Dan tak lama sebuah motor matic besar berhenti di belakang mobil milik Yumi.


" Sayang... hayu... nanti kau telat loh"ucap Adji yang tidak menyedari keberadaan mobil Yumi di depan motornya.


"Eh... iya mas... " Andrea melangkah ke dekat Motor tapi sebelum dirinya mendekati motor suaminya dirinya sempat meledek Yumi terlebih dahulu.


"Aku duluan ya kawan... suami ku sudah menjemput" singgung nya.


Yumi kesal dan mencengkram stir mobilnya dengan keras karena menahan kesal, dirinya tak mungkin marah-marah di depan Adji bisa rusak reputasinya sebagai wanita anggun.


"Siapa? " tanya Adji.


"Yumi" jawab Andrea singkat dan dia pun langsung naik kebelakang motor tersebut.


"Ayo jalan apa kau ingin menyapanya untuk melepaskan rasa rindu? berapa hari sih nggak ketemuan? " singgung Andrea pada Adji.


Setelah istrinya mengatakan itu Adji pun langsung menjalankan motornya menuju rumah mereka, ditengah perjalanan Adji berbicara dengan Andrea kembali.


"Aku tak pernah berhubungan dengan Yumi, meski dia selalu menggoda ku percayalah pada ku sayang... hanya kau istri ku dan tak ada yang lain" ucapnya.


"Tapi bukan aku yang ada di hati mu ya kan mas? " singgung Andrea.


"Iya kau benar karena di hati ku sudah ada Farel, Sena dan juga Andrea" jawab Adji.


Andrea terdiam saat suaminya mengatakan itu, entah dia harus percaya atau tidak karena dirinya sudah tidak bisa mempercayai suaminya setelah suaminya sering membohonginya.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2