
Bryan mengendarai mobilnya untuk mencari Zira dia mendatangi tempat-tempat yang sekiranya di datangi oleh Zira.
Bryan mencari ke semua tempat yang sering Zira ceritakan padanya kalau itu adalah tempat kesukaannya bila dirinya sedang merasa sedih.
"Ah... tinggal satu tempat yang belum aku datangi taman itu" gumam Bryan yang langsung memacu mobilnya ke arah taman yang pernah di ceritakan Zira.
Dan benar saja saat Bryan menuju kesana, dia melihat seorang anak gadis sedang melamun. di depan air mancur dan duduk termenung sendirian sambil berpangku tangan.
"Disini rupanya kamu" Bryan berdiri di depannya.
Zira langsung terbangun dari lamunannya.
"Kak... " Zira terkejut karena keberadaan Bryan yang tiba-tiba di depannya.
Bryan langsung duduk di sisi Zira.
Zira melihat wajah Bryan lebam-lebam.
"Wajah kakak kenapa? " tanya Zira yang melihat wajah Bryan lebam.
"Oh... ini biasa lah namanya juga laki-laki hehe"ucap Bryan santai.
"Kau marah pada ku? " tanya Bryan.
"Maafkan aku ya... tapi kau tahu kan aku tak bisa menjadi pembohong dan itu malah akan menambah rasa sakit dihati mu nantinya Zi... maafkan aku ya... " ucap Bryan sambil menatap air mancur di depan nya.
"Tidak apa-apa kak... maaf kalian pasti khawatir ya... aku hanya mencoba menenangkan diri saja" ucap Zira pelan.
"Hemft beruntungnya wanita itu karena di cintai kakak ku" Zira tertawa hambar.
"Hehehe aku pun beruntung karena selalu di cintai olehnya Zi"
Zira langsung mengernyitkan dahinya dia bingung bagaimana bisa wanita itu sudah menikah dan punya anak tapi masih mencintai Bryan.
"Kami saling mencintai dulu sejak kami beranjak dewasa Zi, dia cinta pertama ku begitu pun dirinya aku lah cinta pertama nya dia, dia menikah karena terpaksa menggantikan kakak tirinya yang seharusnya menikah dengan lak-laki itu, tapi aku datang terlambat andai aku datang lebih cepat mungkin dia tidak akan menikah dengan orang lain Zi tapi menikah dengan ku"Bryan bercerita.
Zira mencoba mendengarkan dan menyimak cerita Bryan, Zira memperhatikan raut wajah Bryan yang sesekali tersenyum dan sesekali terlihat sedih saat menceritakan kisahnya dengan Andrea.
Zira akhirnya tahu kalau Andrea mencintai Bryan sejak dirinya menjadi buruh pabrik, Andrea mencintai Bryan tanpa tahu Bryan adalah seorang pewaris tunggal perusaan besar di negeri ini, yang Andrea tahu Bryan itu sederajat dengannya hanya seorang g buruh pabrik yang bergaji sesuai dengan upah minimum dan ada uang lebih bila itu karena ada jam lembur.
"Cinta kalian sangat tulus ya.. kak, aku ingin deh punya kisah cinta sama seperti kalian, ehm... maksud ku cinta nya gitu kak bukan kisah seperti kalian ini karena cerita cinta kalian ini sangat rumit kak"
"Hehehe aku yakin suatu saat nanti kamu pasti bisa menemukan laki-laki yang mencintaimu dengan tulus dan sepenuh hatinya"
Zira tersenyum.
"Ayo kita pulang sekarang, kau mau pulang kemana hem? " Bryan mengajak Zira pulang dan meninggalkan taman tersebut.
"Antarkan aku ke rumah Mamih Elsa saja Kak, aku rindu padanya" pinta Zira.
__ADS_1
"Baiklah ayo... " mereka berdua pun berjalan ke arah mobil yang di parkir oleh Bryan di sisi taman.
Mobil pun melaju meninggalkan taman tersebut dan menelusuri jalan kota yang ramai, mobil mewah itu pun berbaur dengan keramian kendaraan di kota ini.
Saat mobil Melintas di sebuah rumah sakit yang semalam Bryan dan Zira kunjungi untuk mengantar Andrea karena kecelakaan di hotel keduanya melihat kearah rumah sakit tersebut.
"Kakak ingin menjenguknya? " tanya Zira.
"Eh... tidak pasti ada suami dan anaknya disana" Bryan langsung mengalihkan pandangannya dari pemandangan rumah sakit dimatanya itu.
Tapi saat Bryan mengalihkan pandangan nya dari sana sebuah mobil keluar dari dalam rumah sakit tersebut yang dimana kaca mobil terbuka lebar hingga terlihat jelas siapa yang ada di dalam mobil tersebut, itu adalah Andrea yang dimana di kepala nya masih di lilit oleh perban.
"Andrea... " gumam Bryan saat melihat Andrea di dalam mobil tersebut.
"Dia sudah pulang? secepat itukah dirinya pulih? " gumam Bryan.
"Kakak kalau penasaran kita susul saja kak" ucap Zira dia tahu Bryan penasaran dengan keadaan Andrea.
"Eh... tidak perlu Zi aku bisa menanyakannya nanti pada Suge" ucap Bryan.
"Kenapa kakak tahan rasa kakak itu? " tanya Zira.
"Karena tak pantas Zi karena dia masih bersuami, aku tak ingin menjadi orang ketiga yang membuat rumah tangganya hancur"jelas Bryan.
"Baik nya kakak ku ini" ucap Zi.
Bryan hanya tersenyum saat mendengar perkataan Zira.
...🌞🌞🌞...
Satu minggu berlalu Zira jadi menetap tinggal dengan Mamihnya, dan Bryan tetap menjalani aktivitas seperti bisanya.
Luka di kepala Andrea pun telah membaik, dan malam ini. Andrea dan Antoni langsung menjalankan rencana mereka untuk menjebak Yumi setelah beberapa waktu lalu tertunda karena Andrea mengalami kecelakaan.
Malam ini Antoni mengajak Yumi ke sebuah hotel disana mereka akan menjebak Yumi, dan Antoni berencana menceraikan Yumi dan merebut Andrea dari Adji.
Antoni mengajak Yumi ke sebuah kamar termewah yang ada di hotel tersebut, wajah Yumi berbinar saat di ajak oleh suaminya ke hotel mewah seolah mereka mengulang bulan madu kembali.
Antoni memerankan pernanya dengan baik sebagai suami yang seolah tak tahu kalau istrinya tukang selingkuh.
Antoni mengajak Yumi duduk di sofa di kamar tersebut sofa yang mengarah ke layar televisi, dan.... pip.
Antoni menekan remot TV tersebut dan TV tersebut pun menyala namun mata Yumi terbelalak saat tayangan apa yang berputar di layar televisi tersebut, itu adalah semua bukti perselingkuhan Yumi bukan hanya dengan Adji tapi ada beberapa pria lain, yang menghabiskan waktu bersama nya di sebuah hotel.
"Apa-apaan ini Antoni? " tanya Yumi marah.
"Aku hanya mau menunjukan pada mu kelakuan mu saat tidak bersama ku sayang" ucap Antoni santai.
"Dan ada satu lagi" Antoni lalu melempar kertas yang selama ini di simpan nya kertas hasil DNA yang waktu itu dia berikan pada Andrea.
__ADS_1
"Siapa sebenarnya ayah Qiara? " tanya Antoni dingin aura sudah berubah menjadi mencekam aura hitam sudah terpancar dari tubuh Antoni.
"Kau Antoni" ucap Yumi.
"Aku? hahaha lalu apa bukti yang ada disana itu bohong hah?! " Antoni habis kesabaran dia langsung menarik rambut Yumi hingga kepala Yumi mendengak.
Andrea dan Adji yang sedang bersembunyi di balik dinding ruangan tersebut langsung terlihat miris melihat Yumi di perlakukan sangat kasar oleh Antoni.
"Aku bersumpah Antoni kalau Qiara adalah anak kandung mu" ucap Yumi terbata karena menahan sakit di kepala nya.
"Dasar wanita tidak tahu malu" Antoni melepaskan dan melempar Yumi hingga Yumi tersungkur di lantai.
"Kau pasti akan memalsukan lagi data bila aku minta kau tes DNA aku deng Qiara. karena bisa saja Qiara memang bukan darah daging ku melainkan darah daging salah satu pria selingkuhan mu itu?! " Bentak Antoni.
Yumi langsung memeluk kaki Antoni dia memohon agar Antoni percaya padanya kalau Qiara adalah darah daging Antoni.
Antoni yang sudah jijik dengan wanita yang menjadi istrinya ini akhirnya menggerakkan kakinya dan menendang Yumi hingga Yumi terpental dari kaki Antoni.
Srek...
Antoni langsung melemparkan surat cerai di depan wajah Yumi yang sudah dia persiapkan di dalam map yang dia taruh di meja sejak tadi.
"Tanda tangani itu, bawa anak itu bersama mu karena aku tidak merasa anak itu adalah darah daging ku" ucap Antoni dingin.
Andrea yang melihat itu langsung menutup. mulutnya karena tak percaya kalau Antoni bisa segila dan sekejam itu.
"Pergi kau dari hadapan ku aku tidak mau melihat dirimu lagi sialan" usir Antoni.
Tapi Yumi masih tak menyerah dia masih memohon pada Antoni untuk tidak menceraikan dirinya, tapi Antoni yang sudah terlanjur kecewa dan sakit hati dengan penghianatan Yumi tak bisa membuka hatinya lagi.
"Pergi dari hadapan ku kata ku?! " bentak Antoni hingga ruangan kamar hotel tersebut di penuhi suara Antoni.
Yumi masih berisi keras tidak mau pergi, Antoni kehilangan kesabaran dan akhirnya mengeluarkan pistol yang selalu di simpan di balik jasnya.
Melihat situasi yang bahaya Andrea yang bersembunyi akhirnya keluar dia tak ingin menjadi saksi kejahatan apa lagi saksi pembunuhan.
"Berhenti Antoni hentikan jangan kau membunuh nya karena kau bisa di rugi kan atas ini semua" jerit Andrea.
Yumi langsung membelakakan matanya saat melihat Andrea ada disana bersama Adji.
"Kau... jadi ternyata kau biang keladinya Andrea, dasar wanita kurang ajar" maki Yumi.
"Kau yang kurang ajar Yumi kau selalu ingin merusak rumah tangga ku, kau gila Yumi ternyata bukan hanya mas Adji saja yang kau goda tapi astaga.... aku tak sanggup mengatakannya" ucap Andrea
"Diam kau tutup mulut mu itu dasar wanita sialan" bentak Yumi.
Yumi bangkit dari persimpuhannya dan merebut pistol yang di pegang Antoni dan langsung merangsek dan menyandra Andrea, Yumi membekap Andrea dan mengarahkan pistol ke kepala Andrea.
"Mati kau" ucap Yumi sinis.
__ADS_1
Bersambung.