
"Siapkan pemakaman" perintah Bryan pada semua anak buahnya.
Ke esok anda paginya.
Jasad ayah Lexi di makamkan di sebelah makan Kimberly, semua orang yang datang bersedih terutama para pelayanan yang selama ini menjadi pelayan di rumah Lexi dan para anak buah Lexi yang selama ini mengabdi pada Lexi saat Lexi menjadi ketua mafia.
Selesai pemakaman Bryan yang masih berdiri menatap peristirahatan terakhir ayah dan ibunya dirinya tersenyum melihat mereka akhirnya bisa bersatu kembali selamanya.
"Sekarang tak ada lagi yang memisahkan kalian ayah... ibu... " Bryan tersenyum saat ingin meninggalkan pemakaman tersebut.
namun saat dirinya berbalik badan dirinya di. kejutkan oleh kehadiran Andrea yang berdiri tepat di belakang nya.
"Kau menganggetkan ku saja, sejak kapan kau disana? " tanya Bryan.
"Sejak tadi" Ucap Andrea pelan.
"Ayo... biarkan ayah dan ibu ku sedang memadu kasih kembali" ajak Bryan untuk meninggalkan pemakaman.
Andrea tersenyum saat mendengar kata-kata Bryan.
Bryan menggandeng tangan Andrea hingga mereka menaiki mobil yang sama.
"Anak-anak dengan siapa? " tanya Bryan saat tak melihat kedua anak Andrea.
"Mereka aku titip dengan Viki" jelas Andrea.
"Ooo iya Viki juga sedang mengandung kan ya... "
"Iya... "
Mobil pun berjalan meninggalkan pemakaman dan menelusuri jalanan ibu kota yang mulai padat dengan kendaraan hingga kemacetan pun tak bisa di hindari.
...🌞🌞🌞...
Tiga bulan kemudian.
Si sebuah gedung perkantoran terlihat seorang pria dewasa yang sedang sibuk memeriksa dokumen yang harus di tanda tangani nya.
__ADS_1
Pintu kantor terdengar ada yang mengetuk dari luar, saat Bryan mengatakan kata masuk, pintu ruangannya pun terbuka dan muncullah seseorang dari balik. pintu tersebut yang tak. lain adalah asisten pribadinya yaitu Milo.
"Ada apa Milo? " tanya Bryan masih menatap dokumen di tangannya.
"Tuan saya hanya mencoba mengingatkan anda nanti malam acara makan malam dengan Nona Andrea sudah di persiapkan dengan baik oleh pihak restoran.
" Hemmm bagus lah kalau begitu, aku pun akan mengajaknya kesuatu tempat penuh kenangan dia pasti suka"Bryan tersenyum saat menaruh dokumen tersebut di meja nya.
Milo yang selesai memberikan laporan pun ingin keluar tapi Bryan menahan langkahnya dan memintanya membawa dokumen yang telah selesai dia tanda tangani.
Hingga malam pun tiba Andrea dijemput oleh Milo dia juga memakai gaun dress yang telah di berikan oleh Bryan, kedua anaknya pun di ajak oleh Andrea.
Tuan muda ini aneh katanya mau melamar tapi kenapa harus ajak anak-anak segela sih. dan kenapa restoran juga nggak di booking untuk dikosongkan dan di hias pakai bunga-bunga gitu kaya cerita di drama-drama romantis gitu, apa karena tuan muda itu bukan tipe laki-laki romantis ya? jadi nggak kepikiran kesitu hehe.
Mobil yang di kandarai Milo pun telah tiba di area parkir restoran, Andrea dan anak-anaknya pun turun dari mobil dan di persilahkan masuk ke dalam restoran dengan di dampingi oleh Milo.
Andrea berjalan dengan kedua anaknya dan Bryan yang telah menunggu mereka datang pun berdiri menyambut kedatangan Andrea.
Cantiknya.
Bryan terpesona saat melihat Andrea yang berdandan sangat elegan malam ini.
Bryan hanya tersenyum saat melihat sifat ke ibuan dari Andrea.
Makan malam pun selesai Bryan mengentar Andrea pulang bersama anak-anak dan juga Milo.
di dalam mobil Milo berfikir lagi.
tuan muda ini gimana katanya mau ngelamar nona Andrea tapi kenapa nggak jadi sih ya... apa tuan muda takut di tolak lagi ya haduh... kasian juga tuan muda ku ini.
Mobil akhirnya sampai di depan halaman rumah Andrea anak-anak turun lebih dahulu.
"Milo tolong kau jaga anak-anak dulu ya aku ada urusan lain dengan Andrea" perintah Bryan.
"Eh... kita mau apa Iyan? " tanya Andrea bingung.
"Sudah ikut saja, aku akan bawa kamu kesuatu tempat yang pasti kamu suka" ucoa Bryan.
__ADS_1
"Farel... Sena kalian sama om Milo dulu ya... Daddy mau ada urusan sama mamah mu" ucap Bryan. dia sudah membiasakan kedua anak Andrea memanggilnya dengan sebutan daddy.
"Iya Daddy" Jawab kedua anak itu polos.
"Bagus sekarang masuklah kerumah" ucap Bryan lembut.
Mereka bertiga pun masuk kedalam rumah, setelah memastikan kedua anak Andrea masuk kerumah dengan Milo, Bryan pun meminta Andrea untuk pindah duduk di samping kemudi.
"Pakai ini" Bryan lalu melingkari kepala Andrea dengan sebuah pita hitam besar dan mengikatnya di bagian mata sehingga mata Andrea tertutup.
"Kenapa harus begini sih Iyan... " tanya Andrea bingung.
"Nama nya juga kejutan jadi kau diam saja ya... " ucap Bryan lembut.
Dan Andrea pun menuruti saja apa yang di katakan Bryan.
Bryan pun mengendarai mobilnya kesuatu tempat dimana tempat tersebut menyimpan banyak kenangan antar mereka berdua.
sementara itu di sisi lain.
"Dasar gila orang mau melemar wanita ditempat begini bukannya di tempat yang romantis malah di sini sudah begitu dia maksa lagi pake ngancam segala kalau aku nggak kasih pinjam tempat dasar mafia" gerutu Antoni.
Helena yang sedang bersama Antoni hanya tergelak saja melihat sahabatnya itu ngdumel.
Seminggu yang lalu Bryan mengadakan pertemuan dengan Antoni dan meminta Antoni meminjamkan tempatnya untuk melamar Andrea disana Bryan akan membayar berapa pun pada Antoni asalkan Dia mau meminjam kan tempatnya pada Bryan.
"Kau mau melamar dia disana? tidak akan aku biarkan dia itu milik ku Bryan" ucap Antoni sinis.
Bryan langsung menatap Antoni dengan tatapan membunuh.
"Berani kau menyebut wanita ku milik mu sialan, rupanya kau sudah tidak sayang dengan nyawa mu ya... " ucap Bryan dingin.
"Atau... kau mau ku hancurkan saja klan mu dan markas mu dan kau seketika menjadi gembel di jalan sepertinya begitu lebih menarik hahaha" Bryan tertawa mengejek.
Aura Mafia. yang diturunkan Lexi kepada putra semata wayangnya ini memang sangat kuat aura hitam Bryan bahkan lebih kuat dari ayahnya bila Bryan sedang mengeluarkan aura hitamnya siapa pun yang memandang matanya seolah masuk kedunia lain dan tak akan bisa kembali lagi.
Bahkan aura hitam itu pun sangat kuat dan dingin jiwa Bryan seolah tertukar dengan malaikat kematian saat aura hitam itu sudah di keluarkan oleh Bryan. hingga para musuhnya pun akan ketakutan lebih dahulu bila berhadapan dengannya.
__ADS_1
Sama seperti Antoni saat ini dia itu ketua mafia hanya saja klannya tidak sebesar klan Lexi namun siapa sangka meski sudah pensiun tapi orang-orang Lexi masih tetap setia dan tetap mengikuti Lexi, meski Bryan tidak menjadi seorang mafia tapi aura Bryan lebih menakutkan dari seorang mafia bila dirinya terusik.
Bersambung.