
Bryan berjalan ke arah mobilnya, Milo yang melihat tuan mudanya berjalan ke arah mobilnya langsung membukakan pintu mobil dan mempersilahkan Bryan masuk kedalam mobilnya.
"Kita ke kantor secepatnya, nanti siang ayah akan ke kantor bila ada meeting tolong batalkan aku tak ingin kunjungan ayah ke kantor mejadi berantakan" jelas Bryan saat masuk ke dalam mobilnya.
"Baik tuan muda, tapi ada apa tuan besar ingin ke kantor? " tanya Milo. dia juga penasaran.
"Entahlah aku tanya dia tidak mau menjawab, malah menyuruh ku menikah" keluhnya.
Milo tersenyum melihat tuan mudanya yang kesal karena mood Bryan jadi kurang baik biasanya bila ayahnya sudah menyinggung pernikahan.
"Jangan senyum-senyum kau" Bryan yang tahu Milo senyum-senyum setelah mendengar perkataan Bryan akhirnya kesal. kepada nya.
"Maaf tuan muda"
"Cepat jalan nanti ayah kesini lagi bila tahu aku belum berangkat juga" Bryan sewot.
Milo pun segera menyalakan mesin mobil dan menjalankan mobilnya menuju kantor.
Di tengah perjalanan Bryan terus memikirkan apa yang ingin di bicarain ayahnya padanya, kenapa ayahnya seperti nya sangat mendesak sekali untuk berbicara dengannya di kantor.
Haaaah.... semoga ayah bukan membahas masalah pernikahan dan ingin menjodohkan ku dengan wanita pilihannya, tapi bila ada wanita yang mau di jodohkan oleh ku itu siapa? apa anak teman ayah? argghh masa bodo aku nggak mau dijodohkan, ayah selalu ikut campur dengan urusan asmara ku, aku kesal jadinya.
Bryan terus membatin dalam hatinya, hingga tak terasa mobil yang membawa dirinya pun tiba di area kantor, Bryan turun dari mobil dan langsung berjalan ke lift khusus untuknya.
Ting...
Suara lift yang telah tiba di lantai tempat tujuannya, Bryan pun langsung keluar dari balik pintu besi itu dan berjalan keruangan nya, di depan ruangannya sudah ada Amora, Bryan berhenti sejenak disana dan memberi tahu Amora kalau nanti siang ayahnya akan datang dan langsung saja persilahkan masuk bila beliau sudah tiba, begitulah ucapan Bryan pada Amora.
Amora pun hanya tersenyum dan mengangguk saja, setelah Bryan mengatakan itu dia pun masuk kedalam ruangannya, di atas mejanya sudah menumpuk beberapa map yang berisi dokumen yang harus di tanda tangani oleh Bryan.
Tanpa fikir panjang lagi Bryan duduk di kursi kerjanya dan memeriksa dokumen-dokumen tersebut.
Hingga siang pun tiba mentari semakin tinggi dan panasnya semakin merata dan suhunya semakin bertambah, aura panas yang di pancarkan dari mentari sampai membuat tanah di permukaan sebagian bumi ini kering hingga hanya menyisakan debu halus yang berserakan di jalanan kota tersebut.
Debu-debu halus ikut menempel di roda-roda kendaraan yang melintasi jalanan kota tersebut. termasuk roda mobil tuan besar Lexi Irawan mobil yang melintasi membawanya ke area kantor miliknya, para petugas keamanan yang mengetahui itu mobil tuan besar yang datang langsung bersiap menyambut kedatangan tuan besar mereka, walau tuan besarnya hanya sekedar lewat saja tapi. mereka semua berdiri dan memberi salam. kepada tuan besar mereka, Lexi pun membuka kaca mobilnya dan tersenyum. kepada mereka dia sangat menghargai orang yang sopan kepadanya, oleh karena itu para karyawan yang bekerja dengannya sangat menghormatinya karena tuan besarnya ini sangat baik dan tidak sombong.
Saat Lexi turun dari mobilnya, dirinya langsung disambut oleh para karyawannya, semuanya bersikap. hormat dan santun pada big bos yang sendang berjalan memasuki lobi dan menuju ke lift khusus petinggi tersebut.
__ADS_1
Lexi di temani Rey asistennya selama ini pun menuju lantai dimana ruangan presedir berada. desas-desus langsung bermunculan saat Lexi masuk. ke dalam lift semuanya bertanya-tanya ada apa tuan besar datang ke kantor, apa ada yang tidak beres dengan perusahaan semuanya jadi berspekulasi sendiri saat melihat kemunculan Lexi di perusahaan.
Ting...
suara lift yang telah tiba di lantai yang dituju, pintu lift bergeser dan terbuka Lexi keluar dengan Rey melangkah dengan gagahnya menuju ruangannya dulu, meski sudah tua Lexi masih gagah dan berkharisma.
Amora yang melihat kedatangan tuan besar langsung berdiri menyambut Lexi, Lexi hanya mengangguk saja saat Amora menyambutnya, dan tanpa banyak tanya lagi Lexi pun langsung membuka pintu ruangan presedir.
Saat membuka pintu terlihat anaknya sedang memeriksa berkas yang ada di map yang sudah bertumpuk di mejanya.
"Kau sibuk? " tanya ayah Lexi.
"Ayah... sebentar aku periksa ini, ayah duduk lah dulu, halo... om" Bryan menyapa Rey.
"Hei... Iyan... kau semakin mirip ayah mu saja" ucap Rey.
"Ah...hahaha aku kan memang anak ayah ya wajar aku mirip dengannya" Bryan tertawa saat Rey mengatakan kalau dirinya sangat mirip dengan ayahnya.
Lexi dan Rey pun duduk di sofa ruangan tersebut dan tak lama Bryan pun duduk disana berhadapan dengan mereka.
Lexi menyilangkan kakinya sebelum berbicara dengan anak semata wayangnya ini.
Melihat gaya dan mendengar suara ayahnya yang memulai pembicaraan Bryan dapat menangkap kalau pembicaraan ini sangat serius, dia berharap kalau pembicaraan serius ini bukan pembicaraan mengenai pernikahannya.
"Apa kau sudah menyelidiki latar belakang Zira? " tanya Ayah Lexi.
Bryan langsung mengerutkan dahinya.
"Sudah ayah tapi orang suruhan ku belum memberi kabar" jelas Bryan.
"Jelas dia tak memberi kamu kabar, karena dia mengabari ayah sebab ayah juga menyuruh nya menyelidiki latar belakang gadis itu sebenarnya"
"Lalu apa ayah sudah mendapatkan informasi tentang Zira? " tanya Bryan.
Lexi mengangguk pelan.
"Jadi ayah sudah tahu siapa orang tua kandung Zira? "
__ADS_1
Lexi mengangguk lagi.
"Siapa dan dimana mereka dan kenapa mereka sampai hati membuang Zira saat bayi ayah? " tanya Bryan bertubi-tubi.
"Ayahnya bernama Kelvin dia adalah saudara kembar ibu mu" jelas Lexi.
"Hah... apa?! saudara kembar ibu? jadi ibu punya saudara kembar? " Bryan terkejut.
"Iya ayah juga baru tahu, kakek mu juga tak pernah cerita pada ayah, kalau dia punya anak satu lagi dan anak itu di besar kan oleh saudaranya yang lain karena waktu itu sulit baginya membesarkan dua anak sekaligus sementara ibu kandungnya meninggal" jelas ayah Lexi.
"Lalu kenapa dia membuang anaknya ayah? " tanya Bryan kembali.
"Dia memghamili ibu Zira dan dia tidak tahu kalau wanita itu sedang hamil hingga dia pergi waktu itu keluar negeri untuk berbisnis, wanita yang di hamilinya itu akhirnya melahirkan Zira tanpa suami. oleh karena itu dia akhirnya membuang Zira"
Bryan menutup mulutnya saat mendengar kisah Zira.
"Tapi selang beberapa tahun berlalu Kelvin kembali. ke negeri ini dan mencari lagi wanita itu dan wanita itu pun dia temukan dan bercerita kalau dirinya pernah mempunyai anak namun karena malu membesarkan anak tanpa suami dia pun membuang Zira di suatu tempat, Kelvin berusaha mencari Zira tapi sulit karena semua bukti yang di katakan oleh wanita tersebut saat membuang Zira tak dapat dia temukan sama sekali "
"Apa kalung yang di sebut mamih nya Zira itu adalah bukti kuat kalau Zira adalah anak mereka ayah? "
Ayah Lexi mengangguk lagi.
"Apa ayah ingin mempertemukan Zira dengan mereka? " tanya Bryan.
"Mereka memang ingin bertemu dengan anak itu tapi Zira kan tidak mau bertemu dengan mereka, kita butuh satu rencana agar mereka bisa bertemu karena Kelvin sangat menyesal bila. wanita itu bercerita kalau dia hamil maka Kelvin tak akan pergi meninggalkan nya waktu itu"
"Apa mereka menikah sejak kejadian itu ayah?"tanya Bryan lagi.
Ayah Lexi hanya mengangguk saja.
" Atur rencana agar untuk pertemuan mereka, sekalian aku ingin memperkenalkan mu dengan calon istri mu"
Bryan langsung melotot saat ayah mengatakan akan memperkenalkan dengan calon istrinya.
"Aku tidak mau ayah" tolak Bryan langsung.
"Harus mau... " tekan ayah Lexi.
__ADS_1
Bersambung.