
Akhir pekan di halaman rumah Andrea melihat anak-anak nya sedang bermain. bersama Bryan, sejak Adji tak ada Bryan menjelma menjadi sosok ayah untuk Farel dan Sena.
Namun demi menjaga nama baik Andrea setiap Bryan main kesana dia tak pernah masuk kedalam rumah dan dia selalu mengajak Milo atau Suge dan Viki agar tidak terjadi salah faham di mata masyarakat.
Namun meski begitu tetap saja ada orang yang tidak suka yang selalu mencibir Andrea karena sering kedatangan Bryan, dan contohnya saat ini siang ini tiba-tiba kakak tirinya datang berkunjung saat tahu Adji meninggal dia yang dulu kabur saat ingin di nikahkan oleh Adji makan datang menemui Andrea dan menyalahkan Andrea atas meninggalnya Adji.
Kaka tiri Andrea melihat sinis pada Bryan yang sedang bermain dengan Farel dan Sena di halaman rumah.
"Ternyata cepat juga kau mendapatkan pengganti suami mu! " ucapnya sinis.
"Mau apa kau datang kesini?! " tanya Andrea tak kalah sinis.
"Aku hanya ingin melihat kehidupan mu. setelah laki-laki sialan itu mati" ucapanya ketus.
"Hei... jangan kau bicara seperti itu tentang ayah dari Anak-anak ku! " bentak Andrea.
"Ck... dasar tidak peka apa kau tak sadar juga. kenapa aku begitu membenci kalian. terutama kamu" tunjuk nya.
Bryan mencoba melerai pertikaian diantara mereka tapi di lirik oleh Andrea agar dia menjaga anak-anak nya saja.
Hingga Bryan mbawa anak-anak keluar dari pekarangan rumah dan menyuruh Milo untuk mengajak kedua anak Andrea ke taman dekat rumah mereka.
Sementara Bryan mengawasi mereka di halaman rumah Bryan takut Andrea kanapa-napa.
"Kenapa kau sangat membenci ku apa salah ku hah... seharusnya aku yang membenci mu karena gara-gara kau kabur saat perjodohan aku tidak bisa bersama kekasih ku kurang ajar" maki Andrea.
"Karena semalam sebelum perjodohan itu Adji menemui ku dan mengatakan pada ku kalau dia itu sangat mencintai mu, dia sebenarnya mengiginkan menikah dengan mu bukan dengan ku" ucap Kakak tiri Andrea sinis.
"Oleh karena itu aku kabur saat itu, aku tak terima Adji menolak ku dan lebih memilih kamu, jadi aku tak mau menderita sendirian maka. aku kabur agar kau juga menderita karena tak bisa bersama kekasih mu itu hahaha"
"Dasar gila" gumam Bryan dia langsung berjalan kearah mereka untuk mengusir kakak tirinya itu.
"Pergi kau dari sini atau aku akan laporkan kau kepolisi karena sudah mengganggu ketenangan orang lain"bentak Bryan.
Andrea melihat kearah Bryan baru kali ini dia melihat api kemarahan di wajah Bryan, selama ini dirinya tak pernah melihat Bryan seperti ini.
__ADS_1
" An... kau tidak apa-apa? "tanya Bryan cemas.
Andrea hanya mengangguk saja.
" Tunggu apa lagi cepat pergi "usir Bryan.
" Heuh... dasar laki-laki bodoh kau akan menyesal karena memilih dirinya yang single mom bodoh "cibir Kakak tirinya.
"Aku tak akan menyesal memilih dirinya dan menjadikannya milik ku selamanya karena itulah yang ku ingin kan selama ini, setelah ulah kau yang membuat kami berpisah cukup lama, tapi semesta mengatakan lain mereka menginginkan kami tetap bersatu selama nya" ucap Bryan dingin dan menatap tajam pada kaka tiri tersebut.
"Dasar laki-laki bodoh" maki kakak tirinya sebelum dirinya pergi dari halaman rumah Andrea.
Andrea terus menatap Bryan dengan tatapan tak percaya dengan apa yang dia dengar dari mulut Bryan.
"Kenapa An? kenapa menatap ku seperti itu? " Bryan bingung dan sedikit keki di tatap oleh wanita yang di cintainya seperti itu.
"Tidak hehehe maaf Iyan sebaiknya kau jangan sering kesini dan seperti yang kakak tiri ku katakan jangan jadi pria bodoh, karena masih banyak gadis dan perawan di luar sana untuk apa kau malah memilih diri ku yang seorang janda" ucap Andrea hingga dia menundukan kepala nya.
"Aku tak mau orang lain aku tak perduli kau. janda anak dua, tiga bahkan lima sekaligus aku tak perduli aku hanya ingin menghabiskan waktu tua ku bersama mu" ucap Bryan dengan menatap mata Andrea dalam.
Andrea melangkah dengan cepat ke kamarnya dia lalu duduk di sisi ranjangnya, dan memegangi dadanya yang sedikit sakit dan sesak karena pengakuan Bryan. sebenarnya dirinya sangat senang karena cinta Bryan tak pernah pudar padanya tapi saat ini dirinya merasa sudah tak pantas dengan seorang Bryan Irawan, seorang pewaria tunggal perusahaan terbesar di negeri ini.
"Jangan dengan ku Iyan jangan... kau akan. malu bila beristrikan diri ku ini hiks... hiks... biarlah cinta kita hanya kita simpan di hati saja, hiks... hiks... " Andrea menangis di dalam kamarnya.
Merasakan sesak di dadanya karena dirinya tak ingin orang yang dia cintai menjadi malu bila dia bersamanya.
Bryan yang ditinggalkan Andrea di teras langsung mengeluarkan ponsel nya dari kantung celana nya dan menelpon seseorang,dia menyuruh orang untuk memberi pelajaran pada kakak tiri Andrea. agar tidak mengganggu hidup Andrea lagi.
...🌞🌞🌞...
Hari terus berlalu.
Hari ini Andrea yang di minta oleh Antoni menjadi bintang iklan prodaknya pun mengadakan pertemuan dengannya di sebuah restoran untuk penandatanganan kontrak kerja.
Saat mereka bertemu Antoni menanyakan keadaan Andrea tapi hanya keadaan Andrea saja yang dia tanya kan tidak dengan anak-anaknya.
__ADS_1
"Bagaimana keadaan mu Andrea? " tanya Antoni.
"Baik tuan" jawab Andrea singkat.
"Apa Bryan selalu menemui mu? " tanyanya basa-basi padahal dia sudah tahu kalau Bryan selalu menemui Andrea dan anak-anaknya.
"Iya dia suka datang di akhir pekan meski aku sudah melarangnya datang tapi dia selalu datang dan bermain dengan anak-anak" jelas Andrea.
"Kenapa kau melarangnya Hem? " tanya Antoni penasaran.
"Karena itu tak pantas" Jawab Andrea dengan suara kecil.
"Apa dia tidak langsung melamar mu Hem? " tanya Antoni penuh selidik.
Andrea tersenyum.
"Dia selalu meminta aku menjadi istrinya, namun aku merasa kalau dirinya bisa mendapatkan yang lebih dari ku tuan" jawab Andrea lembut.
"Hahaha astaga Bryan ternyata kau astaga... ckckckck" Antoni tertawa lepas.
"Bila dengan ku bagaimana apa kau mau? " tanya Antoni dengan menatap Andrea dengan tajam.
Andrea bukannya menunduk malu atau tersipu tapi memandang kembali Antoni dengan tatapan menantang namun tetap elegan.
"Kau tahu jawaban ku akan tetap sama seperti 16tahun yang lalu tuan maaf tapi hati ku cuma ada satu dan hanya satu nama yang sudah mengisi hati ku ini"
"Oh astaga come'n Andrea yang kau cintai itu Bryan si buruh pabrik tempat ayah ku" Ucap Antoni mencoba mengingat kan Andrea.
"Iya anda benar aku hanya mencintai Bryan si butuh pabrik, si hitam manis Bryan yang selalu menjaga aku dengan caranya sendiri" ucap Andrea tetap lembut.
astaga wanita ini benar-benar sangat menggemaskan meski sudah sangat matang tapi dia lebih menantang.
Batin Antoni.
Bersambung.
__ADS_1