
Seorang gadis berambut hitam panjang berjalan santai menyusuri daerah pemukiman kumuh membawa kantong plastik berisi berbagai macam makanan dan dia tak lupa dia membagikannya kepada semua teman-teman kecilnya yang memang rata-rata anak jalanan itu.
"Wih... kakak habis dapet mangsa orang kaya nih kayanya semalam" celetuk anak laki-laki berumur sepuluh tahunan.
"Ya... gitu deh hehehe dah pada makan gih, kakak mau setor dulu sama mamih" ucap gadis itu cuek dan dia pun meninggakan anak-anak jalanan tersebut.
Gadis itu melangkah kan kakinya ke sebuah rumah yang berada di kawasan padat penduduk tersebut, sebuah rumah yang kumuh dan terlihat sangat tidak nyaman bila di huni oleh seorang manusia.
Saat dirinya sampai di depan pintu dirinya disambut oleh seorang wanita paruh baya yang berpakaian seksi, beliau hanya memakai baju bertali spageti dan memakai celana pendek bahkan nyaris seperti ****** ***** saja.
Dengan wajah kurang ramah saat menyambut kedatangan gadis tersebut.
"Dari mana saja elu semalam gak pulang? jangan bilang elu balik nggak bawa duit elu tau sendiri hukumannya kalo... "
Srek....
gadis itu menunjukan uang lembaran merah yang dia bentuk seperti kipas di depan wajah wanita paruh baya tersebut, hingga membuat mata wanita tersebut seolah ingin keluar dari tempatnya.
"Wah.... elu dapat mangsa orang kaya semalam? " ucap wanita itu dengan mata berbinar dan saat dirinya ingin mengambil uang tersebut.
Gadis tersebut menariknya lagi.
"Eits... mami janji dulu sama aku, aku bisa libur dahulu selama seminggu kan setoran aku hari ini 10 kali lipat dari biasanya" ucap gadis itu santai.
"Oke... oke... boleh-boleh kalo cuma seminggu mah asal jangan lama-lama nanti kita bisa nggak makan kalo, elu kelamaan libur"
"Oke makacih mamih... " ucap Gadis itu dengan riangnya sambil meberikan uang tersebut pada wanita paruh baya itu.
Sedangkan di sisi lain.
Brak....
Meja di gebrak oleh Bryan karena kesal, suasana ruang kerjanya jadi tegang.
"Cari gadis itu secepatnya... bawa dia kehadapan ku sekarang! " ucap Bryan penuh penekanan.
Beberapa orang penyelidik dia datangkan ke kantornya untuk mencari gadis yang mencuri dompet nya.
__ADS_1
Bukan dia bukan mempermasalahkan dompetnya yang hilang tapi dia sangat. penasaran dengan gadis kecil yang wajahnya sangat mirip dengan almarhum ibunya.
"Tuan muda saldo di rekening debit anda berkurang cukup banyak, kami sudah mengganti pin nya sebelum dananya habis" jelas Milo saat memberikan laporan tentang saldo kepunyaan bosnya itu berkurang.
"Aku tak perduli yang aku inginkan adalah gadis nakal dan kurang ajar tersebut" ucap Bryan kesal.
Bryan yang gelisah akhirnya menjatuhkan dirinya di sofa.
"Oia Milo... apa jangan-jangan ayah ku punya istri lagi dan tidak bilang-bilang ya? " tanya Bryan tiba-tiba saat dirinya merebahkan badannya di sofa panjang tersebut.
"Tidak mungkin tuan muda ,Tuan besar tidak menikah lagi" jelas Milo.
"Lalu kenapa ada orang yang wajahnya mirip dengan ibu ku? " tanyanya kesal.
"Maaf tuan seharusnya yang anda curigai itu bukan ayah anda tapi kakek anda, karena wajah gadis itu mirip dengan wajah ibu anda bila wajahnya mirip dengan anda baru anda boleh curiga kalau ayah anda punya anak dari wanita lain" jelas Milo.
"Ah... iya kau benar... tapi kakek ku meninggal saat aku berusia 5tahun, sedangkan anak itu usianya sepertinya sama dengan ibu ku sebelum dia meninggal" Bryan terlihat berfikir.
"Mungkin ini hanya kebenaran saja tuan muda" jelas Milo.
dan mungkin anak gadis itu adalah kiriman Tuhan untuk anda agar anda tidak menyukai istri orang lagi tuan muda.
Hingga hari berganti malam, Bryan yang masih menunggu informasi tentang gadis tersebut pun memilih untuk pulang kerumahnya karena sejak kemarin dirinya belum menapakan kakinya dirumah ayahnya tersebut.
Dan karena terlalu penasaran dengan gadis tersebut dirinya sampai lupa dengan Andrea, dia sama sekali tidak mengingat cintanya tersebut, seolah gadis itu membuatnya benar-benar melupakan cinta lamanya tersebut.
Saat sampai rumah pun Bryan tidak langsung masuk ke kamar nya melainkan ke kamar ayahya.
"Hei... ada apa tumben kau ke kamar ayah? " tanya ayah Lexi bingung, yang melihat anaknya tiba-tiba muncul. dari balik pintu kamarnya.
Bryan lalu menatap sebuah bingkai foto yang terpajang di kamar ayahnya, dia melihat dengan penuh penasaran.
"Bryan ada apa? " tanya Ayahnya, yang langsung menghampiri Bryan yang berdiri di depan bingkai foto besar yang bergambar foto ibu dan ayahnya saat menikah dulu.
"Eh... tidak ayah aku hanya sedang menatap wajah ibu saja"
"Kau rindu dengan ibu mu? " tanya Ayahnya.
__ADS_1
Bryan hanya tersenyum saja.
"Ayah... bila ada wanita yang wajahnya dengan ibu apa ayah akan melupakan cinta ayah pada ibu? " tanya Bryan.
Ayah Lexi nampak bingung dengan pertanyaan anak semata wayangnya ini.
"Apa maksud mu nak? "
"Ck...sudahlah jawab saja, apa ayah akan melupakan ibu bila ayah bertemu dengan wanita yang wajahnya mirip dengan ibu? " tanya Bryan sekali lagi.
"Kau ini aneh cinta ayah itu hanya untuk ibu mu, tak ada yang lain meski ada wanita yang berwajah mirip dengan ibu mu tapi tak ada yang bisa menggantikannya di hati ayah karena dia dan hanya dia yang rela mengorbankan nyawanya demi melahirkan mu Bryan" jelas ayah Lexi.
Bryan langsung tersenyum saat mendengar perkataan ayahnya.
"Seharusnya pertanyaan itu di tunjukan pada mu, apa kau akan melupakan cinta lama mu itu bila kau bertemu dengan gadis yang berwajah mirip dengan ibu mu? " singgung Ayah Lexi.
Deg...
Bryan baru sadar perkataan ayahnya benar, dia benar-benar lupa dengan Andrea saat ini karena begitu penasaran dengan gadis yang berwajah mirip dengan ibunya itu.
"Bryan... bagaimana? apa kau akan berpaling dari Andrea bila bertemu dengan wanita yang wajahnya mirip dengan ibu mu Hem? " tanya ayah Lexi sekali lagi.
Bryan mengusap wajahnya kasar dan menghela nafasnya dalam sebelum menjawab pertanyaan ayahnya.
"Aku tidak tahu ayah... apa aku bisa jatuh cinta lagi atau tidak aku tidak tahu" Bryan pasrah.
Puk.
Ayah Lexi menepuk pundak anak semata wayangnya itu, mencoba memberikan semangat.
"Kau pasti bisa nak... bila kau mencoba membuka hati mu perlahan saja untuk wanita lain, ayah bukan bermaksud jahat pada diri mu dan Andrea tapi ingat nak... dirinya kini sudah mempunyai keluarga sendiri, dan kau pun berhak bahagia, ayah yakin Andrea juga mengharapkan kalau kau bahagia meski tak bersamanya"
Bryan hanya tersenyum saja pada ayahnya, dia jadi teringat Andrea lagi saat Ayahnya menyinggung namanya, apa lagi menyinggung rumah tangga Andrea, sebab dirinya tak rela bila Andrea selalu disakiti dan di khianati oleh suaminya dan temannya yang benar-benar tak tahu malu itu.
Tapi Bryan juga tak bisa berbuat apa-apa, karena Andrea memilih tetap bertahan menjalin rumah tangganya dengan suaminya, dia tak ingin menghancurkan rumah tangga orang lain demi egonya semata.
"Bryan ke kamar dulu ayah, ayah istirahatlah maaf mengganggu istirahat ayah" ucap Bryan yang menurunkan tangan ayahnya dari pundaknya.
__ADS_1
Lexi pun tersenyum melihat anaknya yang saat ini sudah benar-benar dewasa dirinya jadi teringat dengan dirinya sendiri di kala itu, di saat dirinya di minta segera menikah oleh mendiang ibunya, hingga dia harus menculik Kimberly ibunya Bryan (Baca Runtuhnya Bentang Hati Sang Mafia, bila ingin tahu sejarah ayah dan ibunya Bryan menikah seperti apa ya 😄). untuk yang belum tahu cerita awalnya silahkan baca tapi kalo yang sudah baca lanjutkan baca cerita yang ini oke... Terima kasih sudah baca.
Bersambung.