Bryan (Cinta Lama)

Bryan (Cinta Lama)
Obat Penyembuh Part 2


__ADS_3

"Hah... apa?! " Suge berteriak.


Viki langsung berdecak.


"Kalo nggak mau nggak usah pake ngejerit gitu dong pengang ini kuping" Viki sewot.


"Eh... maaf non habisnya saya beneran kaget dengan ucapan anda"


"Udah nggak usah di fikirin nggak jadi, aneh juga kenapa gue harus minta bantuan elu ya... padahal masih banyak laki-laki tampan dan sukses di luaran sana" Viki kembali ketus.


"Iya anda benar lebih baik jangan dengan saya non nanti anda menyesal sama seperti mantan istri saya"


"Man... tan istri? kamu pernah menikah? " tanya Viki ragu.


Suge hanya mengangguk saja dia hanya terdiam tak menjawab dengan kata-kata.


"Maaf bukan maksud gue ngingetin elu sama masa lalu elu, tapi kalo boleh tahu... "


"Dia minta cerai karena saya hanya seorang seniman yang penghasilannya tidak menentu" potong Suge saat Viki berbicara "saya tidak bisa memenuhi segala kebutuhannya segala sesuatu yang dia inginkan" jelas Suge saat dia tahu Viki akan bertanya kearah mana.


"Apa kau semiskin itu? " singgung Viki.


"Ya... begitulah non, mangkanya jangan sama saya, karena saya nggak akan sanggup buat memenuhi segala kebutuhan dan keinginan anda nantinya anda yang malah akan menyesal nantinya"


"Oberon" panggil Viki.


"Ya non" Suge menoleh ke arah Viki.


cup.


Viki langsung menyerang bibir Suge tanpa aba-aba lagi bahkan mereka sama-sama menikmati itu dengan dalam dan lama.


"Aku tak butuh harta yang ku butuhkan adalah pria yang setia yang sabar mendampingi ku karena sifat ku yang egois dan keras kepala, dan hanya kau yang sanggup bertahan dengan ku selama ini" ucap Viki lembut setelah melepaskan tautan bibir itu.


"Tapi non... "


"Tapi bila kau tak mau tak apa aku tak akan memaksa" ucap Viki tak semangat.


Viki langsung mengalihkan pandangannya dari Suge dia melihat ke arah kaca sebelah kirinya.


"Anda boleh menjadikan aku pelampiasan sebagai obat patah hati anda, selama anda butuh saya maka saya selalu ada untuk anda" ucap Suge.


Viki langsung menoleh kearah Suge. wajahnya menggambarkan ketidak sukaan dengan kata-kata Suge.


"Sebenci itukah kau pada ku hingga kau tak mau aku benar-benar mencintai mu hah?! " Viki marah.

__ADS_1


"Bukan begitu non,setidaknya bila hubungan ini tidak pakai hati kita tidak akan sakit banget saat suatu hari nanti kita harus berpisah" jelas Suge.


"Tertanya aku salah, kau ternyata sama saja dengan laki-laki lainnya, tidak tulus" Viki ketus.


"Aku tak ingin anda menyesal nona, aku ini hanya laki-laki miskin yang tak berharta bahkan...."


"SUDAH AKU BILANG YANG AKU BUTUH BUKAN HARTA! " bentak Viki.


Viki mendekat pada Suge dia lalu meraba dada bidang laki-laki itu.


"Yang kubutuhkan itu hati yang tulus Oberon, harta itu bisa di cari dengan cara kita bekerja sama" Viki menatap Suge dengan tatapan sendu.


"Jujur sebenarnya aku sudah menyukai mu sejak awal kita bertemu, aku lihat kau sangat berbeda dari laki-laki kebanyakan, kau sederhana dan sabar plis... Oberon plis... bantu aku tolong aku" Viki memohon.


mimpi apa gue semalem wanita cantik dan galak ini jatuh cinta sama gue.


"Baiklah aku akan membantu anda menyembuhkan hati anda yang terluka, bila suatu saat nanti anda bosan aku siap untuk pergi"


"Sesssttt jangan katakan itu, tetaplah disamping ku selamanya sayang... " bisik Viki.


cup.


Mereka bercumbu lagi, gadis galak itu seolah terhanyut dengan kelembutan sikap Suge hingga dia terus menerus menyetuh Suge.


Setelah pertautan itu selesai Viki makin. lengket dengan Suge dia masih saja mengelendot di lengan Suge meski Suge sedang menyetir, sesekali Viki membelai wajah laki-laki baik itu dan mengecup pipinya, Sedang Suge jadi gugup sendiri karena kalakuan manja dan agresif dari pacar barunya ini. hingga tanpa disadari mobil pun tiba di halaman rumah Viki, setelah sampai Viki tak lekas turun dia mengecup pipi Suge sebelum dia melepaskan seat belt.


Suge turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Viki, saat turun Viki berbisik di telinganya.


"I love you sayang, istirahatlah kau pasti lelah" bisiknya di telinga Suge.


"Iya non" Suge masih kaku.


"Panggil aku sayang... jangan nona lagi, kalau nggak akan aku hukum kamu" ancam Viki.


"Menghukum apa lagi non...eh sayang? " Suge bingung.


"Akan ku hukum kau untuk menggendong ku di kantor" ucap Viki asal.


astaga wanita ini benar-benar sangat di luar dugaan.


"Baiklah sayang... kau juga istirahat lah dan tidur yang nyenyak" ucap Suge.


"Sayang datanglah malam ini ke mimpi ku agar tidur ku lebih nyenyak"goda Viki.


Suge tersenyum karena kata-kata konyol dari Viki yang tidak masuk di akal menurut nya karena bagaimana orang bisa datang ke mimpi seseorang dengan cara disengaja begitu, tapi untuk mencari jalan aman Suge pun hanya mengiyakan saja.

__ADS_1


Viki sudah keluar dari dalam mobil dan mobil. di bawa oleh Suge selama sebulan ini sejak menjadi supir pribadi Viki Suge tak menggunakan motor tuanya lagi, tapi Viki memintanya membawa mobilnya agar dirinya bisa dengan cepat diantar dan dijemput oleh Suge.


Dan seolah masih belum merelakan Suge untuk pulang Viki masih berdiri di teras rumahnya dan menatap mobil yang di kendarai Suge meninggal kan halaman rumahnya. setelah itu barulah dia masuk. ke rumahnya dan berlari ke dalam kamarnya.dengan wajah yang riang gembira Viki yang sedang jatuh cinta lagi pun berdendang saat melangkah diatas anak tangga.


Hingga gadis cantik itu tak sadar kalau ayah dan ibunya memperhatikan nya dari ruang keluarga yang dia lewati.


"Ada apa dengan putri mu itu? " tanya ayahnya.


Dan ibunya hanya menggidikan bahunya saja.


Disisi lain Suge langsung menelpon sahabatnya, setelah dirinya sampai dirumah dirinya menceritakan semuanya pada Andrea.


"Wah.... hebat benar lu Ge... dapet tuan putri hahaha" ledek Andrea.


"Udah deh jangan ngeledek, jujur gue takut sama dia" jelas Suge.


"Takut apaan? dia beneran cinta sama elu Ge... dia Terima elu apa adanya" jelas Andrea.


"Bukan begitu Re... dia itu agresif banget gue takut si entong ga tahan ajah" jelas Suge.


"Buahahaha gila lu bener aduh.... kalo begitu ya cepetan di lamar ajah Ge biar si Entong bisa bersarang di sarang yang tepat" ledek Andrea.


"Dasar gila ngelamar pake apa gue ngaco.... dia itu anak orang kaya berapa gue harus kasih mahar gue ajah baru kerja" Suge frustasi.


"Hemmm elu kasbon ajah sama big bos hihi"


"Dasar gila lu mana dikasih gue kasbon sama tuan muda"


"Dikasih lah...Bryan orangnya baik kok, selama elunya bener kerja sama dia dia pasti kasih" jelas Andrea.


"Atau elu coba lamar dia dulu Ge kalo. reaksinya bagus elu pahitin dulu, elu bilang ke dia aku hanya bisa memberi mu cincin emas seberat 2gram untuk mahar pernikahan kita, apa kau mau? kalo dia mau elu nggak usah kasbon sama Bryan nanti gue bantu kok, buat biaya katering nya" Andrea memberikan semangat.


"Serius lu? " Suge antusias.


"Iya serius lah elu kan sahabat gue masa iya sahabat gue mau punya niat baik nggak gue dukung" jelas Andrea.


"Nanti bakalan gue coba dah ide elu, kalo berhasil siap-siap ya Re... hehehe"


"Iya... tenang ajah"


Sambungan telepon pun berakhir, Andrea sangat senang karena mendapatkan kabar bahagia dari sahabatnya ini.


Semoga dia memang jodoh yang tepat buat elu Ge... jangan kaya yang dulu dan jangan kaya gue juga.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2