Bryan (Cinta Lama)

Bryan (Cinta Lama)
Coco Pandan


__ADS_3

Adji mengantar Andrea ke sebuah mall karena wawancara akan dilakukan disana, sekaligus launcing buku novel Andrea yang telah berhasil di cetak.


Saat sedang mengadakan wawancara dan sesi tanda tangan, Andrea melihat pemandangan yang sangat langka, Bryan sedang berjalan dengan seorang gadis muda dengan penuh perhatian Bryan memegang tangan gadis itu saat berjalan kesebuah butik yang ada di mall tersebut.


Sepertinya itu gadis yang di maksud Yumi.


Andrea tersenyum saat melihat itu, Adji memperhatikan istrinya penuh senyum sejak tadi, sejak wawancara sampai sesi pembagian tanda tangan pun Andrea tak berhenti untuk tersenyum.


Sedangkan orang yang membuat Andrea tersenyum tidak menyadari kalau di mall yang dia kunjungi bersama seorang gadis muda itu sedang ada acara launcing buku novel seseorang yang selalu mengisi hatinya selama ini.


Bryan sedang asik memperhatikan Zira yang sedang mencoba berbagai dress dan pakaian untuk kesehariannya, entah kenapa saat ini di dalam fikirannya tak terbesit sama sekali nama Andrea, mungkin dia sudah melupakan Andrea sejak kehadiran Zira dalam hidupnya saat ini.


"Om... banyak sekali om belikan aku baju" ucap Zira polos.


"Ya... untuk kamu ganti sehari-hari, dan jangan pakai baju model seperti dulu lagi, kau lebih cocok dengan pakaian seperti ini" ucap Bryan sambil menunjuk tubuh Zira yang sudah memakai dress berwarna hitam putih.


"Benarkah om... " mata Zira terlihat berbinar.


Setelah selesai membayar semua belanjaannya, Bryan dan Zira pun keluar dari. butik.


"Om mall ini ramai sekali ya... hari ini" ucap Zira yang memperhatikan isi mall yang sedang ramai.


"Sepertinya ada acara mangkanya ramai" jelas Bryan santai.


Tapi saat Bryan berjalan kembali dengan Zira, dia melihat banner yang bergambar sebuah sampul buku novel dengan judul dan nama penulisnya.


"Andrea" gumamnya.


"Jadi dia sedang launcing bukunya hari ini" Bryan tersenyum saat mengetahui apa yang membuat mall ini ramai.


"Om... aku mau es krim om boleh kan" Zira menarik tangan Bryan hingga mereka menjauh dari tempat dimana Andrea sedang membagikan tanda tangan pada para penggemarnya.


"Iya... boleh kau mau es krim rasa apa? " tanya Bryan lembut.


"Hemmm aku mau ngerasain es krim rasa mangga, macha dan capucino om" jawab Zira polos.


"Hei... kenapa rasanya semuanya tidak singkron begitu nanti kamu sakit perut loh"omel Bryan.


" Aku penasaran om dengan rasa-rasa itu sebenarnya, aku kan dulu hanya bisa beli es krim dengan rasa yang biasa saja bukan rasa yang seperti di gambar itu"ucap Zira dengan polosnya dia memang tidak bisa membaca tapi dia tahu gambarnya.


"Zi... biar om pilihkan rasa untuk mu ya... dijamin kamu suka" ucap Bryan dengan percaya dirinya.

__ADS_1


"Rasa apa itu om? "


"Coco pandan with kelapa muda enak loh" ucap Bryan sambil menaik turunkan alisnya.


"Oh... bolehlah aku juga belum pernah merasakan rasa es krim seperti itu hehe" Zira sangat antusias.


Bryan tersenyum melihat keantusiasan gadis yang sangat malang ini, sebab apa yang di lakukannya bersama Bryan adalah sesuatu yang sangat baru untuk nya saat ini, semua keinginan nya seolah menjadi kenyataan saat dirinya bersama Bryan.


Mereka pun membeli es krim dan menikmatinya di meja toko es krim tersebut.


"Wah... ternyata om benar. es krim nya enak" ucapnya polos.


"enak kan... oia besok kamu sudah mulai belajar ya... nanti ibu flo yang akan mengajari mu belajar, kamu perhatikan ya semua pelajaran yang di berikan oleh ibu Flo" jelas Bryan.


"Siap om... hehe" ucapnya sambil memberi hormat seperti sedang upacara bendera saja.


Bryan tersenyum melihat itu.


"Oia om... kenapa sampai sekarang om belum menikah? katanya om sudah punya seseorang yang om cintai? " tanya Zira dia sangat penasaran sebenarnya dengan Bryan kenapa Bryan tak menikah padahal Bryan itu tampan dan kaya ditambah lagi Bryan itu baik hati dan tidak sombong.


"Sebab.... " Bryan memainkan sendok es krim diputarnya sendok tersebut di depan wajah Zira"kau tak perlu tahu urusan ku, dan fokuslah belajar agar kau pintar dan tidak dibohongi orang terus" ucap Bryan santai sambil mencolek hidung mancung kecil milik gadis itu.


"Huh... dasar... " Zira kesal.


Setelah menghabiskan es krim mereka pun pergi keluar dari toko es krim tersebut dan berjalan menuju area parkir mobil, tapi saat di area parkir mereka berdua bertemu dengan Andrea dan suaminya.


Andrea tersenyum pada Bryan saat berpapasan begitu pun Bryan mereka hanya saling senyum saja tanpa bertegur sapa, keduanya merasa tak pantas bertegur sapa disaat keduanya sedang bersama pasangan masing-masing.


Hingga mereka pun masuk kedalam mobil Masing-masing dan meninggalkan area parkir mall tersebut menuju rumah mereka masing-masing.


...🌞🌞🌞...


Mobil yang membawa Andrea dan Bryan pun. berjalan berlawanan arah.


Terlihat dari kaca mobil yang tertutup itu jalanan kota yang di setiap sisinya ditanami pepohonan besar dan nampak sangat tua, gedung-gedung tinggi yang dibuat untuk apartemen di kota ini pun menghiasi jalanan kota yang sangat ramai dengan berbagai kendaraan mulai dari motor, mobil, bus bahkan ada area khusus pesepeda.


Andrea melihat dari kaca mobilnya menikmati pemandangan kota yang ramai ini, begitu banyak perubahan yang terjadi setiap tahunnya di kota tempat tinggalnya ini, kota kelahiran dan kota yang membesarkannya, kita yang membuatnya merasakan berbagai pengalaman hidup di kota ini.


Pahit,manis dan getirnya sudah dirasakannya saat dirinya terlahir dan besar di kota tersebut.


Adji yang melihat istri sejak tadi hanya terdiam pun menegurnya.

__ADS_1


"Kenapa diam saja apa kau lelah sayang? " tanya Adji.


Andrea menoleh kearah suaminya dia tersenyum.


"Tidak aku tidak lelah aku hanya merasa begitu banyak perubahaan di kota ini mas... dulu kota ini tidak serapih ini, sekarang semuanya lebih tertata rapih dan juga teratur, setiap pengguna jalan memiliki jalurnya Masing-masing higga kecelakaan lalu lintas bisa di minimalisir" jelas Andrea.


"Iya kau benar dulu, hampir semua kendaraan bertumpuk di area yang sama hingga kemacetan dan kecelakaan pun sangat sering di alami oleh pengguna jalan, bahkan kadang orang bingung untuk menghindari kecelakaan dan kemacetan itu mereka harus menggunakan kendaran yang mana ya kan hehe"


"Iya sekarang sudah ada jalurnya Masing-masing ya... mas... dari bus higga sepeda pun sudah ada jalurnya" jelas Andrea.


Begitu pun cinta, meski cinta tapi bila Tuhan tak mentakdirkan kita untuk bersama sekeras apa pun kita menolaknya kita tak akan mampu melawan kehendaknya.


Sementara itu di mobil yang berbeda Bryan dan Zira yang sedang berjalan menuju kediaman Irawan pun hanya saling diam saja hingga Zira yang merasa bosan pun meminta Bryan memutar musik di mobilnya.


"Om putar musik dong... aku bosan sepi banget sih di mobil cuma berduaan" gerutunya.


Bryan pun tersenyum. tapi kemudian dia pun menyalakan musik dari ponselnya dan di hubungkan lewat bluetooth.


Musik pun mulai mengiringi perjalanan mereka berdua, musik yang berputar yang tadinya R and B jadi lagu cinta. tentang cinta yang tak bisa di miliki walau hati hanya mencintai seseorang tapi semesta seolah tak merestui hingga takdir tak bisa berpihak pada dua orang yang saling mencintai.


"Wah... lirik lagunya dalam banget ya... om... saling cinta namun tak bisa untuk bersama pasti rasanya sedih banget ya om" ucap Zira polos.


"Memangnya kamu pernah jatuh cinta? " tanya Bryan santai.


"Pernah tapi cinta ku tak berbalas karena kami beda kasta"


"Apa yang kamu maksud itu cowo yang kemarin membawa kamu ke restoran? " tanya Bryan.


"Bukan dia om dia itu hanya pacar ku tapi aku nggak suka dia, eh tapi kok om tahu aku di ajak Frans ke restoran? " Zira bingung dia masih belum ingat kalau Bryan adalah korban dari dirinya.


"Dasar bodoh apa kau benar-benar tidak ingat dengan ku? " tanya Bryan.


Zira hanya menggeleng saja.


Bryan menepikan mobilnya dan berhenti di sisi jalan.


"Lihat wajah ku baik-baik masih tidak ingat? " Bryan mendekatkan wajahnya ke hadapan wajah Zira.


Zira menatap wajah tampan nanti rupawan itu, dan tiba-tiba dirinya membelalakan matanya seolah ingat sesuatu.


Saat melihat reaksi Zira,Bryan langsung menjauhkan wajahnya dari wajah Zira dirinya tersenyum saat melihat wajah Zira yang berubah menjadi pucat.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2