
Andrea belum sadar dari pingsannya namun dia sudah di pindahkan ke ruang rawat pasien.
Adji menunggu Andrea di ruang rawat bersama anak-anaknya.
"Egghhh sssehhh" Andrea mulai sadarkan diri.
"Sayang... kamu sudah sadar? " tanya Adji.
"Ehm... kepala ku pusing banget mas... dimana ini? " tanya Andrea yang masih belum sadar benar.
"Di rumah sakit tadi tuan Bryan yang membawa mu kesini" jelas Adji.
"Bray... Bryan? " Andrea ragu.
"Hem... dia panik dan langsung gendong kamu dan bawa kamu kesini" jelas Adji.
"Heh.... " Andrea bingung.
"Iya Re... dia panik sekali bahkan dia tak perduli bila pakaian mahalnya bersimbah darah karena terkena darah mu" jelas Adji.
Andrea langsung duduk dari posisi tidurnya.
"Dia kan orangnya Re? " tanya Adji tiba-tiba.
"Maksud Mas apa? " Andrea tambah bingung.
"Dia kan orang yang selama ini kamu cintai? meski kita menikah hampir lima belas tahun tapi kau masih saja tetap mencintainya iya kan Re aku bener kan Re? " ucap Adji lirih.
Andrea menghela nafasnya dalam, mencoba menjelaskan pada suaminya perihal ini semua.
"Mas... itu hanya masa lalu" ucap Andrea pelan.
"Masa lalu yang tak pernah kamu lupa kan ya kan?! " ucap Adji lirih sakit sebenarnya sangat sakit hati Adji saat mengetahui hal ini.
Jujur sebenarnya dia sangat mencintai Andrea tapi cintanya tak pernah terbalas meski sudah belasan tahun menikah dengan nya.
"Sudahlah mas jangan bahasa ini lagi aku pusing" Andrea mencoba mengalihkan. pembicaraan.
"Bila kau bahagia dengannya kembalilah padanya" ucap Adji tiba-tiba.
"Tidak mungkin mas"
"Kenapa? "
"Karena sebentar lagi dia pun akan menikah dengan wanita lain, bila kita berpisah aku lebih memilih sendiri mas, mungkin ini memang sudah jalan takdir ku, menghabiskan masa tua sendirian" ucap Andrea.
__ADS_1
"Rea... " Adji langsung memeluk tubuh istrinya dan menangis di pelukan Andrea.
"Maafkan aku tapi akan aku buktikan kalau semua yang di berikan Yumi itu adalah kebohongan"
"Bila kau mau bekerja sama dengan ku, maka akan aku pertimbangkan lagi keputusan ku untuk mengakhiri hubungan kita ini mas"
"Bekerja sama apa maksud mu? " tanya Adji yang melonggarkan pelukannya.
"Ikitlah dalam rencana ku dan Antoni untuk menjebak Yumi" jelas Andrea.
Dan akhirnya Adji pun mau mengikuti rencana yang telah di rencanakan oleh Antoni dan Andrea untuk menjebak Yumi untuk mengungkap kebenaran yang sepertinya memang di buat-buat oleh wanita licik itu.
Sementara saat mobil yang sampai kediaman Irawan menurunkan tiga orang yang menaiki mobil mewah tersebut.
Ketiganya berjalan memasuki rumah dengan langkah masing-masing, para pelayanan terkejut saat melihat baju tuan mudanya bersimbah darah.
"Nggak perlu khawatir ini bukan darah ku tapi darah... " Bryan menghentikan kata-katanya.
"Darah wanita yang dicintai oleh kak Bryan" ucap Zira tiba-tiba sejak tadi gadis ini hanya terdiam di mobil tapi saat sampai rumah dia baru berbicara.
Zira berjalan mendahului Bryan yang terdiam saat mendengar Zira berbicara seperti itu.
"Zi... maafkan aku karena aku tadi... "
"Tidak usah minta maaf kak, aku tahu perasaan kakak memang tak akan pernah berubah padanya, sebaiknya kita batalkan saja pernikahan kita ini"ucap Zira lirih.
"Maafkan aku Zi... karena aku memang tak bisa membohongi hati ku ini"
Ke esokan harinya.
Bryan yang sudah bersiap untuk ke kantor bertemu kembali dengan Zira di meja makan bersama ayahnya.
Saat sedang menikmati sarapan pagi nya Bryan yang baru meneguk jus mangga tiba-tiba tersedak karena pernyataan Zira.
"Papih... aku akan kembali ke rumah orang tua ku saja, tidak baik kalau aku tinggal terus disini" ucap Zira pada Lexi.
"Kenapa kau harus kesana bukan kan sebentar lagi kalian akan menikah? " tanya Ayah Lexi.
"Dibatalkan saja papih aku tidak mau menikah dengan kak Bryan"
"Kenapa? apa Bryan menyakiti mu? " tanya ayah Lexi.
"Tidak papih tapi sebenarnya aku sudah menyukai orang lain" jelas Zira.
"Apa?!" ayah Lexi seolah tak percaya.
__ADS_1
"Huft gagal lagi aku punya menantu" gumam ayah Lexi.
Bryan pun pamit setelah melihat Milo sudah bersiap menjemputnya untuk berangkat ke kantor.
Zira pun pamit pada ayah Lexi untuk bersiap-siap pergi ke rumah orang tuanya nanti ada orang yang akan menjemput nya untuk mengantarkannya ke rumah orang tuanya.
Saat Lexi sedang sendirian dia meja makan karena kedua anaknya yang sudah pergi salah satu pelayan dan orang kepercayaan Lexi memberikan laporan tentang kejadian semalam di pesta pernikahan Suge.
Lexi langsung mengepalkan tangannya dengan sangat kuat hingga urat-urat di tangan tuanya itu terlihat sangat jelas.
"Siapkan mobil akan aku beri pelajaran pada anak bodoh itu" ucap Lexi dingin.
Aura mafianya keluar bila dirinya sedang marah seperti ini.
Sementara Zira yang sedang bersiap untuk pergi langsung di jaga oleh para penjaga di rumah dia tidak di perbolehkan pergi karena Lexi melarangnya, Lexi ingin memberikan pelajaran pada Bryan dahulu baru setelah itu dia akan menjelaskan pada Zira.
Tapi Zira tahu dia tidak bisa mengubah hati seseorang, dia tahu betul. Bryan begitu mencintai wanita yang dia lihat semalam, karena selama ini Zira belum pernah melihat Bryan yang sepanik semalam bahkan dia tidak perduli kalau wanita itu sudah bersuami atau tidak.
Lexi langsung meminta supir untuk membawanya ke kantor, dia tidak perduli di kantor Bryan ada meeting atau tidak dia benar-benar kesal dengan anak semata wayangnya itu.
"Dasar anak bodoh di kasih perawan malah milih calon janda bodoh benar-benar bodoh" maki Lexi di dalam mobil.
"Cinta memang buta tuan" ucap Bono saat menyetir.
"Tak perduli janda atau perawan bila hati yang berbicara sudah lain rasanya" lanjut nya.
"Diam kau jangan membela anak kurang ajar itu, sudah dewasa bahkan hampir mendekati tua masih saja fikirannya seperti anak remaja" omel Lexi.
"Tapi tuan muda memang mencintai wanita itu sejak usianya beranjak dewasa tuan, cinta dimasa itu memang sulit di lupakan tuan" jelas Bono lagi.
"Kata siapa bukti nya saja wanita itu bisa menikah dengan orang lain dan mempunyai anak kan? anak ku saja yang bodoh" omel Lexi.
Bono hanya menggaruk kepalanya saja karena tidak mungkin berdebat dengan tuan besarnya, karena yang ada bisa nyawa yang jadi taruhannya.
Mobil yang di bawa Milo pun tiba di depan kantor dan tak lama mobil yang membawa Lexi pun tiba disana.
Bryan turun dari mobil dan berjalan ke arah lift, tak lama ayahnya berjalan cepat ke arah lift saat lift terbuka dan Bryan ingin melangkah masuk ke dalam lift tiba-tiba.
Bugh.
Lexi memukul Bryan dan langsung mendorong nya masuk kedalam lift saat di dalam lift Lexi melanjutkan pukulannya Bryan tak bisa melawan karena ayahnya menyeranganya dengan membabi buta.
Sebagian karyawan yang lewat tadi sempat melihat adegan pukul-pukulan itu tapi tak ada yang berani bergosip karena itu berurusan langsung dengan sang penguasa perusahaan ini.
Lexi yang masih memakai pakaian santainya dirumah ke kantor dan memukuli anak semata wayang nya.
__ADS_1
Bersambung.