Bryan (Cinta Lama)

Bryan (Cinta Lama)
Zira Menghilang


__ADS_3

Bugh... bugh.... bugh....


"Akh... ayah kenapa sih?sakit ayah... aduh... " Bryan kebingungan sendiri saat ayahnya menyerangnya tiba-tiba dengan membabi buta.


"Dasar bodoh kau pria terbodoh di dunia ini Bryan... ayah kecewa pada mu sialan" omel ayah Lexi yang masih memukul wajah dan tubuh anaknya.


"Ayah kenapa? kecewa kenapa sih?! " Bryan masih bingung.


"Kau menolong wanita itu dan melupakan Zira semalam kan dasar bodoh" omel Ayah Lexi.


bugh... bugh...


"Aku menolong Andrea karena dia kecelakaan ayah, aku tidak sengaja meninggalkan Zira disana juga ada Milo yang menjaganya ayah" Bryan berusaha menjelaskan.


"Tapi disana juga ada suami wanita itu kan bodoh"


Bryan langsung terdiam saat ayah Lexi berkata seperti itu.


Darah segar keluar dari hidung dan ujung bibir Bryan karena pukulan ayahnya, Bryan terduduk lemas di lantai lift.


Ting...


lift sampai ke lantai tujuan. pintu lift bergeser Lexi langsung menarik kerah kemeja yang di gunakan anaknya dan menyeretnya ke ruangannya.


di lift sebelah Milo dan Bono juga keluar dari lift tersebut dan melihat Bryan yang mengikuti langkah ayahnya yang sedang di seret oleh ayahnya.


Mereka ingin menolong tuan muda mereka tapi apa daya kemarahan tuan besar mereka sekarang di luar kendali Lexi sedang murka pada anaknya.


Lexi membuka pintu ruangannya dan langsung melempar tubuh anaknya kedalam ruangan.


Bryan yang dilempar ayahnya tak bisa menyeimbangkan tubuhnya hingga dirinya terjatuh dan membentur sofa di ruangan tersebut.


"Sampai kapan Bryan sampai kapan kau mencintai wanita itu sampai kapan hah?! " bentak ayah Lexi.


"Dia sudah bersuami bahkan anak-anaknya sudah besar kenapa kau jadi sebodoh ini hah?! " bentak ayahnya lagi.

__ADS_1


Lexi yang berteriak. memarahi anaknya terdengar hingga keluar ruangan, untung saja di lantai tersebut hanya ada segelintir karyawan yang ruangannya ada di lantai yang sama dengan lantai petinggi perushaan.


"Tapi Andrea tidak bahagia dengan pernikahannya ayah" ucap Bryan lirih.


"Dia bahagia atau tidak bukan urusan mu Bryan" bentak ayah Lexi lagi.


"Itu menjadi urusan ku ayah! karena dulu aku meninggalkannya begitu saja tanpa penjelasan selama tiga tahun ayah, dia menunggu ku mungkin bila aku terus bersama nya saat itu, ayahnya tidak akan menjodohkannya dengan suaminya itu!" Bryan emosi dia luapkan emosinya di depan ayahnya saat ini.


"Kau... " ayah Lexi sudah mau memukul wajah anaknya lagi tapi terhenti ketika Bryan berbicara.


"Pukul aku ayah kalau perlu bunuh aku, maka cinta ini akan aku bawa sampai aku mati" tantang Bryan.


Lexi langsung melepaskan cengkaramnya dari kerah baju Bryan, wajah anaknya sudah babak belur tak karuan karena pukulan ayahnya.


"Dasar bodoh" ucap ayah Lexi yang sudah menurunkan nada bicaranya kembali ke nada normal.


Lexi berjalan lemas ke arah sofa dan duduk disana melihat anaknya dengan tatapan sendu.


"Oh... Tuhan kenapa anak ku harus sama persis dengan ku" keluhannya.


"Bryan ayah sudah tua ayah tak tahu usia ayah sampai kapan, ayah berharap kau bisa menikah dengan seorang wanita hingga saat ayah tiada ada yang menemani mu, ada orang lain yang selalu di sisi mu mendampingi mu dengan setia"


"Ayah.... jangan bicara seperti itu, aku bahagia meski aku sendirian, aku mempunyai banyak saudara ayah... tenang lah" Bryan menatap wajah ayahnya lekat.


Ayah Lexi mengacak rambut Bryan karena gemas, dia gemas karena anaknya ini sangat keras kepala sama persis seperti dirinya di kala muda, bahkan sampai setua ini pun sifat keras Kepalanya masih belum hilang.


kedua anak dan ayah itu pun duduk berdampingan Bono dan Milo memgintip ke dalam ruangan setelah tak terdengar lagi suara keributan dari dalam ruangan.


"Kenapa kalian mengintip seperti itu hah?! " bentak Lexi.


Bono dan Milo langsung terperanjat dan mengalihkan diri mereka dari pintu ruangan tersebut.


"Kita beruntung ayah karena ayah punya orang-orang yang setia pada ayah, dan ayah punya sahabat-sahabat yang selalu setia mendampingi ayah hingga mereka mau manjadi ibu ku dan paman ku"


"Kau benar... " ucap ayah Lexi.

__ADS_1


saat mereka sedang berbicara, tiba-tiba Milo mengetuk pintu ruangan Bryan menyuruh masuk, Milo masuk dan memberitahu kepada mereka berdua kalau Zira melarikan diri dari rumah, dia lolos dari penjagaan dirumah.


Lexi dan Bryan langsung berdiri bersamaan ketika mendengar berita tersebut.


"Gara-gara kamu anak itu jadi kabur dari rumah" omel ayah Lexi lagi sambil berjalan keluar ruangan dan menuju lift.


"Ayah tenang ayah Zira itu pasti pergi kerumah Mamihnya, dia tidak mungkin pergi ke rumah orang tuanya" jelas Bryan.


"Kenapa dia kesana? " Lexi nampak berfikir.


"Karena dia sudah menganggap Mamihnya itu ibu kandungnya sendiri, dan dia masih belum bisa menerima orang tua kandungnya" jelas Bryan.


"Ah... iya kau benar" Lexi langsung terlihat tenang.


Bryan lalu menyuruh orang untuk memantau rumah mamih Elsa, bila Zira memang berada disana Bryan dan ayah Lexi akan kesana, hanya untuk memastikan keberadaan Zira mereka tidak akan memaksa Zira untuk kembali kerumah mereka dan Lexi tak akan memaksa Zira untuk menjadi menantunya.


Sementara Zira yang sedang kabur dari rumah Lexi, berjalan sendirian dia berjalan tak kenal arah, entah langkah kakinya membawanya kemana yang jelas dia hanya mengikuti saja langkah kaki itu berjalan hingga dia berhenti di sebuah taman yang entah itu berada dimana.


Zira duduk di bangku taman yang menghadap ke arah air mancur di taman tersebut. pandangannya kosong, dia pun melamun dan menunjukan wajahnya di kedua telapak tangannya yang bertumpu pada pahanya.


"Dasar bodoh kau bodoh Zira, mana mungkin orang seperti Kak Bryan mau dengan mu, meski wajah mu mirip dengan mendiang ibunya tetap saja kau tak bisa menggantikan wanita yang selama ini bertahta di hatinya" gumam Zira.


Zira sendiri pun sebenarnya bingung apa yang di rasakan dalam. hati ya pada Bryan apakah itu cinta atau hanya sekedar rasa kagum, karena dirinya sebenarnya diam-diam mengagumi Bryan sejak awal pertemuan mereka di lampu merah.


"Siapa sih yang tidak suka pada kak Bryan, dia itu tampan, sukses, kaya,penyayang,ramah tidak sombong,pokoknya dia sempurna sebagai seorang pria, beruntungnya wanita yang di cintai olehnya" gumam nya lagi.


Di mobil Lexi mendapatkan laporan kalau Zira tak ada di rumah Mamihnya maupun di rumah orang tua kandungnya, Lexi langsung memberi tahu Bryan kalau Zira pergi dan belum di ketahui keberadaannya dimana.


"Ayah tenang ya... aku akan mencari dia tenang saja nanti aku kabari ayah bila akun sudha bertemu dengan nya" ucap Bryan berusaha menenangkan ayahnya yang sedang panik saat ini.


Bryan menyuruh Milo untuk menghendle semua pekerjaan hari ini sementara dirinya mencari keberadaan Zira.


kemana anak itu perginya.


batin Bryan yang langsung turun dari lantai ruangannya dan menuju area parkir.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2