
Sebuah taxi berhenti tepat di sebuah gedung bertingkat tinggi berlantai 5,di sebelahnya pun berdiri gedung tinggi yang sama.
Andrea turun dari taxi setelah dia membayarnya, wanita itu pun berjalan memasuki gedung.
langkahnya terhenti ketika seorang petugas keamanan menanyakan kepentingannya memasuki gedung tersebut.
"Maaf Bu... ada keperluan apa? " tanya satpam tersebut sopan.
"Ehm... saya ada janji bertemu dengan Tuan Mikel" ucap Andrea lembut.
Wanita dewasa yang memakai baju casual dan celana jeans tersebut memang terlihat sangat lembut dan baik, rambut hitam panjangnya dia biarkan tergerai, dan di dekapannya dirinya membawa setumpuk map berisi naskah yang akan dia serahkan pada pemimpin redaksi disini.
Saat Andrea sedang berbicara dengan satpam tersebut, sebuah mobil putih mewah datang lalu turunlah seorang pria dewasa dan tampan dari dalamnya dengan setelan jas resmi kantor berwarna hitam.
Pria dewasa itu pun melangkah dengan ponggahnya, memasuki pintu gedung yang Bersebelahan dengan gedung penerbitan.
"Oo iya bu silahkan anda langsung saja ke lantai lima, Tuan Mikel sudah menunggu anda" ucap satpam tersebut setelah menelpon sekretaris bagian redaksi.
Andrea pun tersenyum dan mengangguk sopan kepada satpam tersebut, dan berjalan memasuki lift disana.
Begitu pun dengan Bryan pria yang ada di gedung sebelah dia pun saat ini berada di dalam lift dan menuju lantai paling atas yaitu lantai 5 gedung tersebut.
Andrea di sambut oleh pemimpin redaksi dengan hangat, begitu pun Bryan disambut kliennya dengan penuh kehangatan karena Bryan adalah salah satu investor penting di perusahaan tersebut yang bekecimpung di bidang penerbitan dan juga media.
keduanya meeting di ruang masing-masing, namun Andrea selesai lebih dahulu, dia pun keluar dari gedung dan menunggu taxi di luar gedung.
Tak lama Bryan dan asistennya pun keluar dari gedung tersebut Bryan berdiri di temani oleh pimpinan perusahaan tersebut di pintu utama menunggu sang asisten yang mengambil mobil mereka.
Mobil putih mewah tersebut pun tiba di depan pintu utama, Bryan pun langsung masuk kedalam mobil tersebut dan duduk di kursi bagian belakang.
Mobil putih mewah tersebut pun keluar dari dalam area perkantoran, melintasi halte bus tempat dimana Andrea sedang menunggu taxinya.
Saat mobil melintas di depannya ponselnya berdering hingga Andrea harus melihat kedalam tasnya dan mengambil ponselnya, Bryan tak melihat wajah wanita yang sedang berdiri di depan halte tersebut, dia pun cuek dan memainkan ponselnya, dia ingin menelpon putri kesayangannya.
keduanya menelpon orang yang berbeda, Andrea menelpon guru Sena sedangkan Bryan menelpon ibu dari putri kesayangannya itu.
__ADS_1
keduanya pun bergegas menuju ketempat yang seharusnya mereka tujuan dengan segera.
Andrea pergi ke sekolah TK Sena dan Bryan pergi ke suatu tempat yang sudah dijanjikan oleh ibu putrinya.
Sesampainya Andrea di sekolah Sena, Andrea mengajak Sena untuk berbelanja dahulu di mini market langganan mereka, ada beberapa keperluan rumah tangga yang harus dibeli.
Sena pun meminta jajanan disana, dan saat telah selesai berbelanja dan membayar di kasir Andrea dan Sena pun keluar dari mini market tersebut.
Putri kesayangan Bryan meminta ice cream di mini market dekat dengan tempat mereka janjian yaitu taman bermain, Bryan pun menuruti putrinya dia menggandeng tangan mungil gadis berusia 5tahun itu ke mini market tersebut.
Andrea sibuk dengan barang bawaannya sedangakan Sena yang memang aktif berlari lebih dahulu, saat Sena berlari keluar dari mini market tersebut. bocah itu menabrak tubuh seseorang hingga terjatuh bahkan permen lolipop yang di pegangnya ikut jatuh hingga Sena pun menangis.
"Eh... anak baik, anak cantik jangan menangis ya... nanti om belikan lolipop yang baru lagi ya... " ucap Bryan lembut.
"Daddy aku juga mau lolipop" ucap gadis kecil yang di gandeng oleh Bryan.
"Oke kita beli yang banyak lolipop untuk putri daddy dan juga gadis kecil ini"
"Kau sendirian dimana ibu mu? " tanya Bryan pada Sena
Andrea berlari kearah anaknya yang masih terduduk di lantai tepat pintu masuk mini market.
"Sena... kenapa kau duduk di pintu nak" ucapnya.
Deg...
Jantung Bryan seolah ada yang memukul ketika mendengar suara seseorang yang sangat familiar baginya.
"Akhirnya aku menemukan mu lagi setelah 15 tahun lamanya Andrea" gumam Bryan.
Bryan berdiri dari posisi jongkok nya dan menatap Andrea dalam seolah rasa rindu yang selama ini tertahan akhirnya terobati juga.
Andrea pun seolah terpaku dia diam saat melihat Bryan berada di depannya saat ini.
"Daddy ayo kita beli lolipop dan ice cream" ajak putri kecil itu.
__ADS_1
Andrea melihat kearah putri kecil itu, mendengar panggilannya pada Bryan meyakinkan Andrea kalau dirinya memang bukanlah jodoh Bryan.
"Sena ayo berdiri sayang, ayo kita pulang" ajak Andrea.
"Nggak mau katanya om ini mau ganti permen lolipop ku yang jatuh ini Mah" rengek Sena.
"Ya sudah hayo kita beli permennya setelah itu kita pulang ya" ucap Andrea lembut, dia ingin segera meninggalkan tempat itu secepatnya karena boleh dibilang jantung nya saat ini berdetak di atas normal.
Andrea melangkah masuk kembali ke mini market tersebut, namun langkahnya terhenti saat Bryan memanggilnya.
"An... " sapa Bryan.
Andrea menoleh tapi kedua bocah itu menarik tangan keduanya, Sena menarik tangan Andrea sedangkan putrinya menarik tangan Bryan.
Hingga akhirnya mereka pun berpisah tanpa kata-kata.
Namun karena pertemuan itu, ada yang mengganggu hati mereka kembali, sesuatu yang sudah lama mati seolah berkembang lagi, namun keduanya menyadari kalau itu semua adalah tidak mungkin.
Nama Mu di hati ku tak Pernah Hilang oleh waktu meski kita saat ini sudah saling memiliki pendamping hidup,namun kehangatan sifat mu yang mengajari banyak pengalaman hidup tak pernah terlupa oleh ku Bryan.(Batin Andrea saat bertemu dengan mantan kekasihnya yang paling dia cintai selama ini).
keduanya melamun sejak pertemuan mereka dia mini market tadi siang.
ya Tuhan kenapa kau hadirkan dirinya kembali di hadapan ku Tuhan bila kami memang tak bisa bersatu.
Batin keduanya di tempat yang berbeda.
Andrea di dalam kamarnya sedangkan Bryan di ruangan kerjanya. walau di tempat yang berbeda namun fikiran mereka sama.
Keesokan harinya.
Malam hari saat Bryan sedang beristirahat di kamarnya dia menyetel televisi untuk menghilangkan rasa jenuhnya sekaligus rasa gelisah nya, karena hatinya masih kacau balau sejak pertemuan kemarin dengan Andrea di mini market.
Bryan memindah-mindahkan chanel TV, sampai akhirnya dia berhenti di chanel TV swasta yang menanyangkan acara wawancara dengan seseorang yang kemarin dia temui di mini market.
"Andrea... " gumamnya saat melihat wajah mantan kekasihnya itu di televisi.
__ADS_1
Bersambung.