Bryan (Cinta Lama)

Bryan (Cinta Lama)
Pesta Pernikahan


__ADS_3

Satu minggu kemudian.


Pesta pernikahan antara Viki dan Suge pun telah tiba, acara yang di adakan secara mewah karena pihak perempuan yang menginginkannya Bryan menjadi sukarelawan membiayai semua acara pesta ini.


Acara diadakan di aula hotel berbintang, dekorasi yang di inginkan Viki penuh dengan warna peach mulai dari bunga hingga tutup kursi dan pelaminan pun di hiasi nuansa warna pink peach.begitupun dengan gaun pengantin Viki dan juga Suge berwarna senanda dengan tema yang ada.


Andrea datang bersama anak dan suaminya dia hanya memakai dress panjang semata kaki dengan kerah Sabrina berwarna pink peach ke pesta tersebut dia tidak mau melewati acara berharga bagi sahabatnya ini.


"Selamat ya... Ge... semoga lekas di kasih momongan ya... " ucap Andrea yang memberikan selamat kepada Suge dan Viki di pelaminan.


"Iya Terima kasih Re... " ucap Suge sebenarnya dia sedih karena tahu rumah tangga sahabatnya ini sedang tidak baik-baik saja.


"Sayang... kenapa kok kamu kelihatannya sedih begitu sih ini kan hari bahagia kita" ucap Viki saat melihat raut wajah Suge berubah sendu saat Andrea mengucapkan selamat padanya dengan senyuman bahagia.


"Aku bahagia sayang hanya saja aku tidak bisa punya teman se konyol Andrea lagi hehe" ucap Suge.


"Apa aku kurang konyol dimata mu sayang? " tanya Viki dengan nada menggoda.


"Hehehe kau tidak konyol sayang kau itu menggairahkan hingga si entong selalu meronta bila aku dekat dengan mu hihi" bisik Suge dan itu kontan membuat Viki berwajah merah merona.


"Aish... elu pasti udah nggak sabar kan Ge dasar museum" ledek Andrea.


"Hehe tau ajah" Suge cengengesan.


Andrea turun dari panggung pelaminan bersama anak dan suaminya, saat dirinya turun dirinya berpapasan dengan Bryan dan Zira yang di ajaknya ke pesta tersebut.


Andrea hanya terseyum ramah dan sopan saja pada keduanya, Zira pun ikut tersenyum membalas senyum Andrea.


Saat mereka sedang menikmati hidangan yang tersaji di pesta tersebut anak Andrea yang bernama Sena malah berlarian dengan anak-anak seusianya padahal mereka tidak kenal tapi mereka sudah akrab.


Byur....


Sena yang berlarian menumpahkan minuman dan minuman tersebut mengenai jas putih milik Bryan.


"Ah... om maaf" Sena ketakutan karena dirinya takut Bryan marah padanya.


"Sena... " Andrea berlari ke dekat anaknya.


Andrea melihat jas putih Bryan terkena noda merah minuman.


"Ya... ampun Iyan... maafkan anak ku ya... jas mu jadi kotor" Andrea meminta maaf atas kelakuan anaknya.


"Sena bisa nggak sih kamu itu diam hem... lihat tuh akibat ulah mu baju om Iyan jadi kotor" omel Andrea.


"Maaf mamah aku nggak sengaja"

__ADS_1


"Ya kalau kamu diam kejadian seperti ini tidak akan terjadi Sena" omel Andrea.


"An... sudah lah namanya juga anak sehat jadi wajar kalau mereka aktif ya kan anak manis" Bryan mencolek pipi Sena tapi anak itu malah bersembunyi di belakang badan ibunya.


"Sayang... kenapa? " Adji mendekat pada mereka karena melihat sesuatu yang tidak beres.


"Anak mu menumpahkan minuman dan terkena jas pak Bryan" Andrea berbicara dengan nada kurang bersahabat pada suaminya.


Bryan melihat itu.


Ada apa dengan mereka.


"Oh... tuan muda maafkan anak saya dia pasti tidak sengaja" Adji meminta maaf pada Bryan.


"Eh... ya tidak apa-apa" ucap Bryan santai.


"Kakak apa mau segera pulang jas kakak kotor" ucap Zira semenjak dirinya di jodoh kan oleh Bryan Zira diminta Lexi untuk memanggil Bryan dengan sebutan kakak bukan om lagi.


"Ah... iya sebaiknya kita pulang ya Zi, An... aku duluan ya... " Bryan pamit pada Andrea.


Zira dan Adji melihat mereka berbicara seolah bukan pertama kali kenal, Adji memang tahu kalau Andrea menjadi salah satu Brand ambasador merek makanan di perusahaan Bryan tapi dia tidak menduga kalau mereka seakrab ini.


Dan saat Bryan dan Zira melangkah ingin keluar tiba-tiba Sena yang berdiri dekat lampu hias menabrak tiang lampu tersebut Andrea yang melihat itu langsung mendorong anaknya dan akhirnya Andrea lah yang tertimpa lampu tersebut hingga lampu tersebut pecah.


"Re... Andrea... " teriak Suge dan suaminya.


Langkah kaki Bryan terhenti ketika mendengar nama Andrea di teriakan oleh kedua laki-laki, Bryan menoleh kearah belakang dan dilihat nya banyak orang berkumpul.


Bryan langsung berlari ke arah kerumunan orang-orang tersebut dia menerobos kumunan orang-orang dan melihat Andrea yang sudah tergeletak tak berdaya dengan luka di dahinya.


"An... " Bryan menjerit dan langsung mendorong Adji tanpa dia sadari.


"An... sadarlah An.... Andrea... " Bryan yang panik langsung menggendong tubuh. Andrea yang sudah tidak sadar kan diri tanpa memperdulikan pandangan orang di sekitarnya.


Suge dan Milo yang melihat itu hanya menepuk dahi mereka karena tingkah laku tuan muda mereka.


Apakah itu wanita yang di maksud semua orang selama ini wanita yang di cintai kak Bryan.


Zira melihat Bryan sangat panik di pesta dan segera membawa tubuh Andrea dengan mobilnya sampai dia meninggalkan Zira sendirian dia sana.


Yang ada di fikiran Bryan adalah segera membawa Andrea ke rumah sakit.


Adji yang melihat kelakuan Bryan sangat terkejut dan dia pun baru menyadari kalau Bryan mempunyai rasa yang lebih pada istrinya.


Apa dia orangnya Rea yang selama ini ada di hati mu.

__ADS_1


Batin Adji.


"Mas.... susul Andrea kerumah sakit segera mungkin mobil tuan muda juga belum jauh" Suge membangunkan lamunan Adji.


Adji yang langsung sadar kalau. istrinya sedang kecelakaan langsung mengajak anak-anaknya menyusul mobil Bryan.


Milo yang melihat Zira di tinggal sendiri oleh Bryan pun akhirnya mengajak Zira mengejar Bryan kerumah sakit terdekat.


"Semoga nggak ada luka serius pada Andrea" gumam Suge saat melihat orang-orang pergi meningal kan. pestanya karena mengejar Andrea dan Bryan.


Sesampainya di rumah sakit Bryan langsung menggendong tubuh Andrea hingga bajunya yang berwarna putih itu bersimbah darah penuh bercak merah karena darah dari kepala Andrea yang menetas dan membasahi bajunya Bryan.


"An... bertahan lah aku tahu kamu kuat sayang" Bryan menaruh tubuh Andrea di bangsal di UGD perawat dan dokter jaga langsung menangani Andrea.


"Tolong selamatkan dia dok" ucap Bryan panik.


"Baik tuan akan kami usahakan yang terbaik untuk istri anda" ucap dokter tersebut.


Tak lama Adji, anak-anak Andrea, Milo dan juga Zira ikut tiba di rumah sakit.


"Tuan muda anda meninggal kan Zira sendirian" Milo mendekat pada Bryan.


"Ah... maaf aku lupa" Bryan nampak kacau.


Sebegitu cintanya kah kau pada wanita ini kak hingga kau tak sadar ada aku disana.


Batin Zira.


"Sebaiknya anda pulang bersama kami tuan muda karena disini sudah ada suaminya nona Andrea dan juga anak-anaknya" jelas Milo.


Bryan melihat sinis ke arah Adji.


Bryan berjalan mendekat pada Adji.


"Jaga dia baik-baik, bila terjadi sesuatu tolong hubungi aku" ucap Bryan dingin.


Bryan, Zira dan Milo mulai melangkah keluar tapi langkah mereka terhenti ketika Adji mengatakan sesuatu.


"Tuan Terima kasih karena menolong istri saya" ucap Adji.


Setelah itu Bryan, Zira dan Milo melanjutkan langkah mereka untuk beranjak keluar dari IGD.


Aku tahu dari tatapan mata mu kalau kau masih sangat mencintai istri ku tuan muda, sebegitu kuat nya kah cinta kalian berdua hingga tak menyadari apa yang kau lakukan tadi sangat berlebihan tuan muda.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2