
Bryan mengendari mobilnya menuju sebuah hotel dia tak mungkin membawa seorang gadis ke rumahnya karena bisa gempar seisi rumah dan bisa-bisa dia diminta oleh ayahnya langsung menikahi gadis yang dia bawa itu, padahal dia hanya menolong gadis itu dari perbuatan kejahatan seorang pria.
Bryan menyewa kamar di hotel tersebut dan membawa tubuh gadis itu ke kamar hotel dan meletakan nya di ranjang hotel tersebut, rambut yang berantakan masih menutupi. sebagian wajah gadis itu dan Bryan tidak menyingkirkannya, dia membiarkan keadaan gadis itu seperti itu apa adanya, dia tak mau di persalahkan apa lagi sampai di fitnah kalau dirinya lah yang berbuat jahat pada gadis itu.
Bryan melepas jas yang di gunakannya, dia lalu duduk di sofa yang berada di kamar tersebut, dirinya menyandarkan punggungnya di sandaran sofa single tersebut, rasa lelah setelah seharian beraktifitas dan juga bertemu dengan sahabat-sahabatnya membuatnya akhirnya tertidur di kamar hotel. dengan posisi terduduk.
Hingga malam yang semakin larut itu pun berganti fajar, gadis yang di bawa oleh Bryan ke kamar hotel itu pun bangun dari tidurnya semalam.
Gadis itu meregangkan semua otot-ototnya sebelum dia menyadari keberadaannya dimana.
"Eh... dimana ini owh.... kepala ku pusing sekali ck" gadis itu pun akhirnya terduduk perlahan di atas kasurnya dan melihat ke sekeliling kamar tersebut.
"Dimana ini" gumamnya.
Tapi saat matanya menyapu pandangan ke sekitar kamar hotel tersebut matanya tiba-tiba menangkap sosok pria dewasa sedang tertidur pulas di sofa.
Gadis itu pun turun dari ranjang dan mendekat pada Bryan, di perhatikannya wajah Bryan yang terlelap dia lalu mengibaskan tangan di depan wajah Bryan yang terlelap.
"Sepertinya orang ini tertidur dengan nyenyak" gumamnya.
Gadis itu merasakan tidak ada apa-apa dengan tubuhnya dia berfikir Bryan pasti bukan orang jahat dia ingat semalam dirinya di bawa oleh temannya memasuki restoran dan dia diberikan minuman setelah itu dirinya tak ingat apa-apa lagi.
"Anda pasti orang baik tuan hihi" Gadis itu tersenyum licik pada Bryan.
Gadis itu pun merapihkan rambutnya yang berantakan dan menguncirnya kebelakang, dan meninggalkan pesan di atas meja sofa untuk Bryan dia mengucapkan Terima kasih pada Bryan dan dia pun meninggalkan kamar hotel tersebut sendirian dengan langkah yang perlahan agar tidak mengganggu tidur Bryan.
Hingga mentari semakin tinggi dan sinarnya menerangi sebagian bumi Bryan masih terlelap di sofa di kamar hotel tersebut, dirinya terbangun saat suara ponselnya berdering.
Bryan mencoba membuka matanya yang masih berat dan meraih ponselnya yang berada di saku jasnya.
di lihatnya yang memanggilnya tak tahunya Milo.
"Hem... ada apa? " jawab Bryan malas.
"Tuan anda dimana? kata para pelayan anda tidak pulang semalam kerumah"
__ADS_1
"Hem... aku menginap di hotel, semalam aku... " Bryan baru menyadari ada sesuatu yang hilang di kamar hotel tersebut.
dia tak melihat tubuh gadis yang dia tolong semalam berada di atas kasur.
"Milo nanti aku telpon kau lagi, aku ada urusan sebentar" Bryan langsung mematikan saluran telpon tanpa mengunggu jawaban dari Milo.
"Kemana gadis itu pergi? " gumam Bryan dia pun akhirnya mencari-cari keberadaan gadis itu diseluruh kamar hotel yang dia tempati hingga dia memeriksa kamar mandi pun kosong.
"Apa dia sudah pergi" gumam Bryan yang lalu duduk kembali di sofa.
Saat dirinya duduk dirinya melihat secarik kertas dengan jajaran huruf yang rapih disana.
Om... Terima kasih sudah menolong ku semalam, dan maaf kalau aku merepotkan anda sekali lagi, anda pasti orang baik hingga anda pasti akan mengikhlaskan apa yang telah saya ambil dari anda, saya butuh untuk ongkos dan makan hari ini om... maaf ya... om... bila anda ikhlas Tuhan pasti akan menggantinya lebih besar 😁
bye om baik hati...
Bryan mengernyitkan dahinya saat membaca pesan yang di tulis gadis itu.
"Apa maksudnya dasar anak aneh" gumamnya.
Bryan memeriksa saku jasnya dan benar saja ada yang hilang dari saku jasnya yaitu dompetnya.
"Sial dasar gadis nakal kau fikir bisa lolos dari ku begitu saja" Bryan kesal.
dia lalu berjalan dengan langkah tergesa keluar dari kamar tersebut dan melaporkan tindakan pencurian kepada keamanan disana, Bryan pun tak segan langsung menelpon temannya yang seorang polisi untuk menyelidiki kasusnya ini.
"Aku ingin lihat CCTV di dekat kamar tempat aku menginap semalam" ucapnya dingin pada petugas keamanan disana.
"Bodohnya aku semalam aku tak melihat jelas wajahnya seperti apa" gumamnya.
Petugas keamanan itu pun membawa Bryan ke ruang CCTV hotel, disana Bryan meminta para petugas untuk memeriksa kejadian pagi ini di lorong kamar tempat dia menginap semalam.
Dan para petugas yang berjaga CCTV tersebut pun mememriksa rekaman beberapa jam yang lalu terutama memeriksa CCTV yang berada di lorong kamar tempat Bryan menginap semalam.
"Ada tuan ada gadis muda keluar dari kamar anda" ucap seorang petugas namun saat petugas tersebut ingin menunjukkan wajah gadis itu ponsel Bryan berdering.
__ADS_1
Bryan melihat layar ponselnya ternyata itu adalah ayahnya dia pun segera mengangkatnya, dan menunda melihat wajah gadis kurang ajar itu.
"Ya ayah... " jawab Bryan santai.
"Kata kapten Ciko kau kecurian? memangnya kau dimana kenapa kau ceroboh sekali Bryan" omel Ayah Lexi.
Heuh... pasti Ciko yang memberitahu ayah nih dasar pengadu.
Bryan kesal dalam hatinya.
"Iya ayah tenang saja ini hanya masalah kecil kok aku hanya kehilangan dompet ku saja" jawab Bryan santai.
"Apa?! dompet !? astaga Bryan kau kecopetan? kau ini kemana semalam hah hingga bisa kecopetan begitu hah dasar bodoh, ceroboh" omel ayah Lexi.
Bryan sudah malas mendengar omelan ayahnya ingin dia segera mengakhiri saluran telpon dari ayahnya namun tak berani di lakukannya karena bisa-bisa saat di rumah nanti kakinya bisa di sambut oleh timah panas yang akan menembus sampai tulangnya karena ayahnya murka.
Membayangkannya saja sudah membuat bulu kuduk nya merinding jadi dia lebih memilih diam dan berkata iya saja saat mendengar ayahnya mengomel di telpon.
"Sekarang kau pulang dan serahkan semuanya pada Ciko dasar bodoh kau ini, apa yang kau lakukan sih semalaman di luar rumah" omel Ayah Lexi.
"Iya ayah nanti aku akan segera pulang, setelah aku selesai dengan urusan ku disini" jelas Bryan sesabar mungkin.
Saluran telepon pun berakhir Bryan terlihat bernafas lega saat sudah tak mendengar omelan ayahnya.
Setelah itu dirinya melihat kearah petugas CCTV yang ada diruangan tersebut.
"Bagaimana apa kalian bisa melihat wajahnya dengan jelas sebab semalam aku tak memperhatikan wajah gadis kurang ajar itu dengan jelas" ucapnya kesal.
"Sudah tuan ini orangnya, hanya dia yang keluar dari dalam kamar anda dini hari tadi" ucap seorang petugas CCTV tersebut.
Bryan bukannya ingin membesar-besarkan masalah tapi dirinya hanya ingin memberikan pelajaran pada gadis itu, dirinya sudah menolongnya tapi orang yang di tolongnya malah mencuri darinya bukankah sebaiknya orang seperti itu harus di beri pelajaran agar jera, begitulah fikiran Bryan.
Petugas menunjukan dan menzoom wajah gadis itu ketika Bryan memperhatikan rekaman CCTV tersebut. tapi diluar dugaan Bryan terkejut sangat terkejut saat melihat wajah gadis tersebut.
"Ibu... " gumamnya.
__ADS_1
Bersambung.