Bryan (Cinta Lama)

Bryan (Cinta Lama)
Air Mata Andrea


__ADS_3

Milo datang ke ruangan Bryan, di lihatnya wajah Sang presedir muda itu sedang cemberut, bahkan hawa di ruangan itu pun terasa sesak dan panas, karena Sang presedir sedang bad mood, bahkan wajah Bryan sudah kusut bagaikan pakaian yang belum di setrika.


"Tuan muda ada apa memanggil ku? " tanya Milo.


"Kau cari tempat untuk pertemuan malam ini, katanya ayah ku sudah menemukan orang tua Zira dan dia ber niat untuk mempertemukan mereka" jelas Bryan.


"Baik tuan apa anda setuju bila pertemuan itu di adakan di restoran langganan anda di privat roomnya" tanya Milo.


"Terserah kau di pinggir jalan juga tidak apa-apa" Bryan sewot.


Milo yang tahu kondisi bosnya yang sedang tidak baik-baik saja hanya terdiam saja.


ada apa dengannya apa ada sesuatu yang di sampaikan tuan besar yang membuatnya jadi badan mood begini.


Milo jadi bertanya-tanya karena dia sama sekali tidak tahu pembicaraan yang tadi di bicarakan Lexi dan Bryan saat Lexi datang ke kantor tadi.


Malam pun tiba.


Lexi, Zira dan Bryan sudah bersiap menuju tempat yang telah di pesan oleh Milo tadi sore, Bryan yang kesal dengan rencana ayahnya tetap saja berwajah cemberut saat mereka menuju tempat tujuan.


"Om kenapa kok cemberut ajah? " tanya Zira.


"Nggak apa-apa"jawab Bryan singkat.


pokoknya aku nggak mau menikah akan aku tolak mentah-mentah wanita yang akan di kenalkan nanti oleh ayah.


sementara ayah Lexi yang sangat tahu isi hati anak nya itu hanya tersenyum saja, saat melihat wajah kusut itu tidak berubah juga sejak tadi.


sesampainya mobil di area parkir restoran mereka pun turun dan berjalan ke sebuah privat room yang biasa di pesan oleh Bryan untuk. pertemuan dengan kawan-kawannya.

__ADS_1


Dan saat sampai disana sudah ada sepasang suami istri yang sudah tiba lebih dahulu dari mereka. suami istri tersebut tersenyum pada mereka ketika mereka melangkah masuk ke privat room tersebut.


Siapa mereka.


batin Zira.


dia hanya tahu malam ini adalah pertemuan yang di adakan oleh Lexi dengan keluarga calon istri Bryan.


mana calon istrinya si om? sepertinya bukan wanita yang di sebelah tuan ini kan? apa mereka datang tidak dengan putri mereka?


Zira terus bertanya-tanya dalam hatinya.


Bryan dan Zira duduk bersebelahan, Bryan juga sedang berfikiran mana keluarga calon istrinya itu, kenapa hanya ada kedua orang tuanya Zira disini. begitulah fikiran Bryan.


Atau ayah tak jadi menjodohkan ku ya? 🤔 baguslah kalau begitu.


Mereka pun akhirnya saling berkenalan, dan Zira merasa ada yang aneh dengan tatapan sepasang suami-istri ini padanya.


"Zira... apa kau masih menyimpan kalung dengan bandul seperti ini nak? " tanya wanita yang ada di hadapan nya ini. dia menujukan sebuah kalung dengan badul yang tidak asing bagi Zira.


Mata Zira langsung terbelalak saat melihat kalung dan bandul yang tidak asing baginya.


Zira berdiri dari kursinya dengan mata berkaca-kaca Zira menatap kedua orang itu bergantian, tubuhnya gemetar dan dia pun langsung meninggalkan ruang tersebut tanpa berbicara.


"Zi... " Panggil Bryan.


"Bryan kejar dia" ucap Ayah Lexi tegas.


Bryan pun langsung keluar dari ruangan tersebut dan mengejar Zira keluar.

__ADS_1


Saat Bryan keluar berlari mengejar Zira, di sebuah meja yang ada di resto tersebut terdapat dua orang wanita yang sedang berseteru, Bryan tak memperhatikan siapa saja yang tamu yang datang malam itu ke restoran itu, dia hanya fokus pada Zira yang terlihat kecewa dan bersedih.


"Ini bukti kalau anak ku adalah anak mas Adji" Yumi memberikan selembar kertas berlogo sebuah lambang rumah sakit swasta.


Andrea membaca deretan huruf yang tertera di kertas tersebut, dadanya langsung sesak ketika melihat hasil, tes DNA yang mengatkan gen anak Yumi dengan gen Adji itu cocok, tapi Andrea mencoba menyembunyikan perasaannya yang. sangat hancur saat itu dengan senyuman dan kata-kata yang sudah dia atur sebiasnya agar dia tidak gemetar saat berbicara.


"Oke akan aku simpan ini, untuk bukti pada Mas Adji agar mengakui hubungannya dengan mu, karena selama ini dirinya tak mau mengakui hubungan kalian apa lagi sampai sejauh ini, oke Terima kasih sekarang aku jadi punya bukti perselingkuhan kalian, tapi sebelum itu akan aku beritahu kau sesuatu Yumi bukan hanya rumah tangga ku yang akan hancur tapi rumah tangga mu dengan Antoni juga akan mengalami hal yang sama "ucap Andrea yang berdiri dari kursinya dan menaikan dagunya dengan angkuh.


" Kau... jangan mengancam ku ya... aku bisa membuat anak-anak mu dalam bahaya Andrea bila kau berani memberikan semua bukti pada Antoni"ancam Yumi.


"Hahaha kau fikir aku akan takut dengan gertakan mu itu, heuh... aku tak takut Yumi, dan bila orang mu berhasil mencelakai mereka aku sudah punya bukti untuk memasukan mu ke penjara karena percapakan ini sudah aku rekam dan ini akan menjadi bukti kuat nanti"ucap Andrea panjang lebar.


"Sialan kau Andrea" maki Yumi dia. berdiri dari kursinya dan ingin menyerang Andrea untuk mengambil ponsel Andrea yang menyimpan bukti percakapan mereka.


Hingga terjadilah keributan di meja tersebut, karena Andrea punya basic bela diri sejak muda Andrea pun mampu melumpuhkan Yumi dengan mudah. Yumi jatuh tersungkur di lantai.


Keributan yang di timbulkan mereka berdua pun akhirnya memancing perhatian orang-orang yang sedang berkunjung kesana.


Andrea yang berhasil melumpuhkan Yumi berjalan meninggalkan Yumi yang tersungkur di lantai. dan berjalan keluar restoran tersebut, tapi saat dirinya melangkah keluar Andrea melihat pemandangan yang menyesakan hatinya, Andrea melihat Bryan sedang memeluk Zira di depan mobil yang terparkir di area parkir disana.


Bryan...


sesak hatinya sangat sesak seketika, setelah dia mendapatkan bukti perselingkuhan suaminya dengan Yumi yang menurut nya sudah sangat keterlaluan, dia harus menyaksikan pemandangan yang lebih menyesakkan lagi, melihat orang yang sangat dicintainya kini sudah tak bisa dia miliki lagi.


Andrea tersenyum getir berusaha menghibur dirinya sendiri.


Akhirnya kau menemukan wanita yang bisa membuka hati mu lagi Iyan... semoga kau selalu bahagaia Iyan... hiks...


Air mata Andrea akhirnya luruh juga air mata yang selama ini ditahan olehnya air mata yang tak di izinkannya keluar karena dia tak ingin dianggap lemah, tapi malam ini air mata itu sudah tak bisa tebendung lagi hingga meluncur dengan derasnya hingga membasahi pipinya.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2