
Gundukan besar bertaburan bunga dan berpatukan sebuah kayu yang di jadikan nisan, Andrea hanya menatap dengan tatapan kosong menatap gundukan yang di mana di dalamnya ada jasad sang suami ayah dari kedua anaknya.
Suge membawa kedua anak Andrea pulang lebih dahulu dan meninggalkan Andrea yang masih tetap ingin disana. Bryan yang ikut datang ke pemakaman Adji pun masih ikut berdiri di belakang Andrea.
"An... ayo kita pulang" ajak Bryan.
"Kau pulanglah aku masih ingin disini" ucap Andrea lirih.
pluk...
Bryan menepuk pundak Andrea.
Saat Bryan menepuk pundak wanita yang di cintainya itu pundak ituh bergetar hebat, Andrea menangis lagi.
"Sudah An... jangan menangis lagi ikhlaskan agar dia tenang disana" ucap Bryan lembut.
"Hiks... semua ini salah ku Iyan... andai aku tak mengajaknya saat itu semua ini pasti tak akan terjadi hiks... hiks"
Dada Bryan seolah teriris saat melihat wanita yang paling dicintainya itu menangis dan menyalahkan dirinya sendiri.
"An...mungkin ini sudah suratan takdir, tak ada yang abadi di dunia ini An kecuali cinta yang dibawa sampai mati" ucap Bryan.
Andrea menoleh ke arah belakangnya dirinya menatap laki-laki yang selalu mengisi hatinya.
"Pulang lah Bryan jangan khawatirkan aku, aku tidak akan berbuat nekat kok, masih ada dua anak ku yang membutuhkan ku tak mungkin aku berbuat nekat" ucap Andrea dengan nada normal.
"Kau yakin itu? "tanya Bryan.
Andrea tersenyum dan mengangguk.
" Baiklah hubungi aku An bila terjadi sesuatu atau kau memerlukan bantuan"
__ADS_1
Andrea hanya mengangguk saja.
Dan dengan berat hati Bryan pun beranjak meninggalkan Andrea sendirian, Bryan tak ingin memaksa Andrea karena dia memang tidak berhak untuk memaksakan kehendaknya pada seseorang yang hanya masa lalunya.
Mungkin aku adalah masa lalu mu An... tapi dapatkah sekarang aku menjadi masa depan mu.
Batin Bryan saat dirinya melihat Andrea dari kaca mobilnya.
Setelah Andrea merasa lelah dia pun memutuskan pulang ke rumah nya karena anak-anak nya menunggunya disana dan juga sahabatnya yang selalu setia mendampinginya meski Suge telah menikah.
...🌞🌞🌞...
Hari terus berlalu tak terasa. sudah dua bulan sudah sejak kematian Adji, Yumi yang telah mendapatkan hukuman dirinya langsung dijebloskan kepenjara dan langsung diceraikan juga oleh Antoni tanpa harta, hak asuh anak mereka jatuh ke tangan Antoni karena Antoni telah melakukan tes DNA sejak kejadian itu.dan Anak itu ternyata memang anak kandung Antoni.
Yumi yang masih tidak Terima kalau dirinya masuk ke penjara dan diceraikan oleh Antoni terus memaki Antoni dan Andrea saat di balik jeruji besi tersebut.
"Dasar gila kau seharusnya tidak masuk kesini tapi ke rumah sakit jiwa" teriak teman satu sel Yumi.
"Haha sudah lama tanagan ku ini tidak menghabisi orang seperti dirimu hahaha" ucap tahanan itu sambil mencekik. leher Yuki hingga kaki Yumi sampai melayang di udara.
Yumi meronta dan meminta pertolongan tapi. tak ada yang menolongnya hingga Yumi pun kehabisan nafas dan mati. di tangan wanita itu.
"Akh... dia mati cepat sekali" ucap wanita itu dengan santainya seolah menghilangkan nyawa seseorang itu sama seperti dirinya mematikan seekor nyamuk yang hinggap di kulit nya. tanpa dosa sama sekali.
prok... prok... prok...
"Kerja bagus Helena... aku suka cara kerja mu kawan" ucap seorang pria dari balik sel.
"Ck... kau ini mana bayaran ku" ucap Helena sang pembunuh berdarah dingin itu.
Wanita cantik dan seksi itu siapa yang menyangka kalau dirinya adalah seorang pembunuh berdarah dingin, dia adalah seorang pembunuh bayaran.
__ADS_1
Antoni langsung memberi isyarat pada anak buahnya yang menyamar menjadi polisi untuk mengeluarkan Helena dari balik. jeruji besi tersebut.
Antoni yang sudah merasa muak dengan mantan istrinya itu memilih membunuh Yumi dengan membayar pembunuh bayaran dan memasukan anak buahnya untuk menyamar menjadi seorang polisi demi mempermudah jalannya, dia pun mematikan semua CCTV disana sehingga tak ada bukti tentang kematian Yumi, bahkan semua anggota yang berjaga disana semuanya dibuat tertidur agar rencananya berjalan sempurna.
"Bawa mayat wanita sialan itu keluar dari sini dan buang di lautan agar tubuhnya habis dimakan oleh ikan" ucap Antoni dingin.
Anak-anak buahnya Antoni pun menuruti. perintah bosnya, membawa mayat Yumi dan akan membuangnya ke lautan.
Antoni dan Helena berjalan bersamaan memasuki mobil Antoni dan saat di dalam mobil Antoni memberikan sekoper kecil uang untuk Helena.
"Apa kau akan mendekati wanita itu setelah ini? " tanya Helena yang tahu betul cerita kehidupan Antoni.
"Hem... karena dia itu berbeda dari kebanyakan wanita yang selalu aku temui, dia itu setia dan sulit di dekati bahkan saat kekasih sialan nya itu pergi pun dia masih setia menunggunya dan tidak melirik ku sama sekali meski aku sudah menunjukan kekuasaan ku padanya dia tetap tidak berubah fikiran, unik kan"ucap Antoni menyeringai licik.
"Dasar kau ini. kau suka wanita setia tapi kenapa memperistri wanita tukang selingkuh seperti mantan istri mu itu bodoh" oceh Helena.
"Sialan kau mengatai aku bodoh waktu itu aku tertarik. dengannya karena dia itu lucu seperti kucing ku fikir dia akan setia tapi ternyata astaga... " Antoni menggeleng kan kepalanya pelan.
"Dan aku baru tahu dia menikah dengan ku bukan karena dia mencintai ku tapi karena ingin membuktikan pada wanita yang aku cintai itu kalau dia bisa mendapatkan ku, tapi rencananya ternyata gagal karena Andrea tidak terpengaruh dengan apa yang telah dia lakukan, bukan kah sangat unik wanita yang aku puja selama ini kawan... "
Helena hanya menggeleng kepala saja mendengar ocehan sahabatnya itu, karena dia sebenarnya sangat tahu kalau sahabatnya ini hanya terobsesi dengan seorang wanita bernama Andrea.
Antonio Gazeva sebenarnya adalah seorang mafia dia menjadi CEO di perusahaan ayahnya hanya untuk menyembunyikan identitas sebenarnya, oleh karena itu diri nya sangat mengenal Bryan yang seorang anak mantan mafia namun kekuasaan Lexi tidak mudah di tumbangkan namanya dan sepak terjang seorang Lexi tidak bisa di remehkan karena masih banyak orang-orang setia yang menjadi pengikutnya bahkan para mafia yang lain juga ikut mendukung dan bergabung dengan kelompok Lexi.
"Tapi rival mu bukan orang biasa kawan... " Helena mendengus.
"Hah... Bryan dia itu hanya laki-laki lemah Helen... dia bisa begitu karena berada di belakang ayahnya dia itu sangat payah" cibir Antoni.
"Kata siapa dia itu payah Hem... aku pernah menyaksikannya beraksi saat sepuluh tahun yang lalu saat ada orang yang ingin mengganggu wanita tersebut, mata hitamnya itu sangat menakutkan namun aku suka hahaha" ucap Helena.
Helena juga sebenarnya menyukai Bryan namun sebatas rasa suka dan kagum semata bukan rasa cinta.
__ADS_1
Bersambung.