
Di kala itu disaat usia kita masih baru beranjak dewasa di bulan februari awal pertama kita bertemu entah kau masih mengingat itu atau tidak tapi aku selalu mengingat setiap detik yang pernah kita lalui bersama.
Cara mu mencintai ku memang lain dari pada orang lain, cara mu mendekati ku tak sama seperti kebanyakan orang yang ingin mendapatkan cinta dan kasih ku, cara yang lucu yang tak pernah aku temui pada setiap laki-laki yang pernah ingin hadir dalam hidup ku.
Hingga saat itu tiba di bulan April kau menyatakan cinta pada ku, aku yang baru pertama kali merasa di cintai dan mencintai seolah menjadi wanita paling bahagia saat tahu bahwa kau dan aku saling mencintai.
Rasa Sayang dan cinta itu entah kenapa tak lekang oleh waktu, belasan tahun nama mu masih saja melekat di dalam hati ini,ingin lupa ? ingin tapi seolah semesta tak mengijinkannya, aku pun heran kenapa Tuhan menyematkan nama mu di hati ku selama ini, getaran itu selalu ada setiap kali aku mendengar seseorang yang bernama sama dengan mu walau aku itu bukan lah diri mu, terkadang aku tertawa sendiri mentertawai kebodohan ku yang seolah tergila-gila akan diri mu.
Telinga ku seolah mejadi sensitif bila ada orang yang menyebutkan nama mu dan jantung ku seolah ada yang menekan hingga terasa ada yang menggelitik di dada saat mendengar nama mu, padahal hanya nama mu saja yang aku dengar dari mulut orang lain yang mungkin kita pun tak kenal orang itu tapi itu membuat ku tersenyum dan seolah mengobati rasa rindu ku pada mu bila rindu ini sedang melanda.
Saat kau menghilang tiba-tiba tanpa kabar dan pesan hati ini sedih.dan kecewa tapi entah kenapa hati ini masih percaya pada mu hingga aku terus menanti mu hingga akhirnya kau datang di saat waktu yang tidak tepat lagi, tangis ku akhirnya pecah saat itu juga, padahal saat melihat mu muncul tiba-tiba di hadapan ku, ingin rasanya ku peluk dirimu dan tak ingin aku lepas kan tapi, sayang nya kau datang disaat tidak tepat hingga semua rindu ku harus aku kubur dalam-dalam dan aku hanya bisa menangis karena harus menyakiti mu di kala seharusnya kita melepaskan rasa rindu kita.
Maaf hanya kata itu yang ingin aku sampaikan pada mu sayang... maaf karena aku telah menyakiti hati mu di saat rindu itu seharusnya menjadi indah di saat kau kembali tapi... sayangnya kau datang kurang cepat hingga aku harus menyakiti mu dan menyakiti diri sendiri.
Bryan nama itulah yang selalu ada di hati ini, menjadi si pemilik hati, meski raga ku di miliki orang lain namun tak bisa aku pungkiri kau lah pemilik hati ku.
...🌞🌞🌞...
Belasan tahun aku tak mencoba untuk membuka hati ini lagi, sejak pertama kali nama mu mencuri hati ku, mencuri perhatian ku, meski banyak yang ingin mencoba hadir dalam hidup ku namun aku seolah tak menyadari itu tidak aku memang tak menginginkan dan tak menginginkan siapa pun masuk kembali mengisi hati ini dan menggantikan mu.
Aku sadar aku salah mungkin bila dulu aku datang lebih cepat mungkin kau tak akan menjadi milik orang lain, dan terus bersama ku hingga maut memisahkan kita.
Namun semesta seolah berpihak lagi kepada ku, Tuhan mempertemukan kita kembali setelah belasan tahun meski kau telah menggandeng seorang anak di tangan mu, tapi entah kenapa itu sama sekali tak melunturkan rasa cinta ku pada mu Andrea I love yu so much.
I always love you honey, kembalilah pada ku lagi dan kita jalani masa tua bersama hingga maut memisahkan kita.
itulah isi hati Andrea dan Bryan yang seolah sedang berbicara dari hati kehati ditempat berbeda.
Langit malam menjadi saksi kata hati mereka berdua yang sama-sama berbicara di hati mereka sambil menatap langit malam yang bertabur kan bintang di langit bahkan rembulan pun tersenyum saat menyaksikan dua insan yang menjadi belahan jiwa.
__ADS_1
Tok... tok...
suara pintu terdengar Bryan lalu membuka pintu kamar nya dan meninggalkan balkon kamar nya, saat kepala pelayan menyampaikan pesan kalau tuan besar ingin bertemu dengannya di kamar nya.
Bryan berjalan ke arah kamar ayahnya, namun. Bryan heran karena di depan dan dalam kamar begitu banyak orang bahkan ada dokter Ricard juga disana.
Bryan panik saat melihat itu hingga dia setengah berlari masuk ke kamar ayahnya, dan benar saja ayah Lexi sedang terbaring lemas di ranjangnya.
"Ayah... paman ayah kenapa? " tanya Bryan cemas pada dokter Ricard.
"Bryan.... " panggil ayah Lexi dengan suara lemas.
"Ayah... ayah kenapa yah? " Bryan langsung duduk di sisi ranjang kiri dekat dengan kepala ayahnya.
Ayah Lexi tersenyum dan membelai wajah anaknya, bibir ayah Lexi sudah nampak pucat.
"Kenapa tidak ada yang memberi tahu pada ku kalau ayah sakit hah?! " Bryan marah pada semua orang yang ada di kamar itu.
"Ayah... kenapa ayah tega pada ku ayah, aku anak ayah seharusnya ayah bilang pada ku seharusnya aku yang dahulu tahu kalau ayah sakit" ucap Bryan lirih.
"Sudah-sudah jangan bersedih seperti itu nanti ketampanan mu hilang bodoh" Ayah Lexi masih sempat-sempatnya mengomeli anak semata wayangnya.
"Ayah" Bryan langsung memeluk tangan ayahnya yang sudah terasa dingin Bryan terisak saat itu juga.
Semua orang yang ada di kamar itu pun ikut menitikan air mata mereka, melihat tuan besar mereka sedang sekarat di kamarnya sendiri.
"Bryan maafkan ayah nak karena ayah telah memisahkan mu dengan cinta mu" tangan Ayah Lexi yang satu lagi membelai kepala anaknya yang menunduk memeluk tangan ayahnya.
"Sekarang raihlah cinta mu kembali, jangan menyerah untuk mendapatkannya kembali nak, ayah tahu kalian masih saling mencintai, mau kan kau memaafkan ayah? " tanya ayah Lexi lirih.
__ADS_1
"Aku tidak memaafkan ayah karena ayah tidak salah ayah, seharusnya aku yang minta maaf pada ayah karena aku selalu menyalahkan ayah maafkan aku ayah maafkan Bryan" Bryan terisak.
"Hei... sayang... " ucap Ayah Lexi menatap ke sisi kanan nya seolah melihat seseorang disana padahal disana tak ada seorang pun.
"Kau sudah tak sabar ingin mengajak ku bersama mu ya hehe" ayah Lexi tertawa pada bagian kosong di sebelah kanan nya.
Bryan panik.
"Ayah... ayah bicara dengan siapa ayah" tanya Bryan panik.
"Ibu mu dia sudah tak sabar mengajak ayah bersama nya"Ayah Lexi masih menatap bagian kosong di sebelah kanannya dan tersenyum.
" Ayah... "ucap Bryan lirih.
" Sayang lihat kan anak kita sudah dewasa, dia sama tampannya kan dengan ku hehe, sekarang dia sudah menemukan cintanya hingga aku bisa tenang meninggalkan nya dan pergi bersama mu sayang"ucap ayah Lexi pada posisi yang sama.
"Ayah... hiks... ayah... " Bryan lirih dan tak lama tangan ayah Lexi yang di pegang Bryan terjatuh dengan lemas.
"AYAH... AYAH... AYAH....... " teriak Bryan hingga suaranya memenuhi kamar tersebut.
dokter Ricard langsung memeriksa tubuh Lexi detak jantung dan denyut nadi, dokter Ricard menghela nafas berat dan menggeleng.
"Selamat jalan tuan" ucap Dokter Ricard lirih.
"Ayah.... hiks... ayah.... hiks...hiks.... " Bryan menagis tersedu.
Bryan menyatukan tangan ayahnya di atas perutnya.
"Terima kasih karena kau sudah membesarkan ku hingga saat ini ayah, berbahagialah kau disana dengan cinta mu yaitu ibu kandung ku Kimberly" ucap Bryan pada ayahnya.
__ADS_1
Bryan lalu tersenyum pada sudut kamar saat melihat bayangan ayah dan ibunya tersenyum padanya sambil berpegangan tangan.
Bersambung.