Buah Hati Mama

Buah Hati Mama
Bab 10


__ADS_3

5 jam berlalu usai persalinan, Aku yang terlihat sudah lebih kuat dan tidak kelihatan pucat lagi sudah di perbolehkan pulang dengan bidan. Namun sebelum nya, bidan sudah mengecek ada atau tidak pendarahan di tubuh ku, atau masalah lain nya.


"Tapi buk bidan, saya agak sedikit pusing?." Tanya Dewi.


"Tidak apa-apa buk, itu hal yang wajar. Ibu sudah boleh pulang ya!, nanti saya kasih resep vitamin buat ibu." Jawab buk bidan.


Aku pun semakin senang, karna semua baik-baik saja. mas Anton pun dengan sigap membantu aku memakai kan korset agar aku lebih nyaman saat berjalan nanti.


"Jangan lupa, nanti jalan nya pelan-pelan aja ya buk. Soal nya luka di rahim nya masih belum sembuh, dan apa lagi ibu mendapat kan jahitan. Dan di jaga makan nya duluh." Ucap buk bidan.


Sayang nya kami hanya melakukan nya berdua saja, mama mertua ku sudah pasti tidak akan menjemput aku, terlebih lagi dia masih menggunakan kursi roda karna sakit di kaki nya belum sembuh.


Sedangkan dari keluarga ku, sudah pasti tidak akan datang, apa lagi ibu ku sudah lama meninggal. Dan mereka sangat jauh dari tempat ku tinggal sekarang.


Semoga nanti aku bisa merawat dan menjaga anak ku seorang diri, yang terpenting sekarang aku sangat-sangat bahagia.


Setelah mas Anton sudah siap membereskan barang bawaan kami yang sudah di letak kan ke dalam mobil. Baru dia mengambil kan kursi roda, agar aku lebih nyaman membawa putri kecil kami yang sangat imut untuk menuju ke parkiran.


"Sini saya bantu buk." Ucap salah satu suster yang menghampirin kami.


Setidak nya kami sedikit lega, Karna putri kecil kami lebih nyaman di bawak dengan Suster, dari pada ikut saya menggunakan kursi roda.


Suster pun memberi anak ku kembali, saat aku sudah ada di dalam mobil. Dengan perlahan aku sambut putri kecil ku yang masih terlihat sangat merah dan tertidur.


*


*

__ADS_1


*


*


"Assalamualaikum.... Sudah sampai di rumah kita putri kecil ku, ini rumah bunda dan ayah. Sekarang menjadi rumah ade juga." Ucap Anton sambil meletakan putri kecil nya di atas kasur.


Sedangkan aku yang berjalan sangat pelan masih tertinggal di belakang. Sesampainya di kasur, dengan sangat perlahan aku meluruskan kedua kaki ku. Rasanya masih terasa nyeri di bagian ********, mungkin karna jahitan yang sangat baru.


"Hati-hati sayang." Ucap mas Anton yang membantu aku untuk meluruskan kedua kaki ku.


"Terima kasih mas." Ucap ku,melihat mas Anton yang betul-betul mengingin kan kehadiran seorang anak.


Ku lihat putri kecil ku yang tidur sangat lelap, rasanya hati ini tenang sekali melihat nya tertidur. Walaupun aku tau, nantinya apapun akan aku lakukan hanya seorang diri, dan untung saja ada mas Anton yang sedikit banyak nya membantu aku, sebelum dia habis masa cuti kerja nya.


Se'lebih nya aku lebih banyak share ke google tentang merawat ibu nifas dan bayi yang baru saja lahir. Maklum saja, aku sudah lama di tinggal ibu ku meninggal sejak kecil, sedangkan ayah ku sudah menikah lagi dan menetap di luar kota.


Tidak terasa sudah lewat 3 hari aku melahirkan, 3 hari itu pula aku masih belom ada keluar dari kamar, segalah sesuatu mas Anton yang mengerjakan. Dan besok mas Anton sudah mulai masuk kerja, yang arti nya aku harus melakukan semuanya sendiri.


"Aku gak bisa baring seperti ini terus mas!. Lagian sudah agak mendingan dan gak terlalu sakit lagi, apa lagi besok kamu harus sudah masuk kantor." Jawab Dewi yang berdiri perlahan melihat putri kecil nya tertidur nyenyak di dalam ayunan.


Sedangkan selama 3 hari aku lahiran, mama mertua ku sama sekali tidak pernah melihat anak ku, apa lagi melihat aku. Benar-benar dia menepati omongan yang sering kali dia lontarkan. Rasa nya hati ini sangat sedih, bisa-bisa nya anak ku yang masih sangat kecil pun di benci dengan oma nya sendiri.


Kali ini aku bersyukur sekali ada mas Anton yang membantu segalah nya, mencuci, memasak, bahkan dia senang setiap kali menggantikan popok putri kecil kami.


Walaupun terkadang aku slalu mendengar dari kamar, ocehan mertua ku yang slalu saja marah dengan mas Anton.


................

__ADS_1


"Ya ampun. Anton, jam segini kamu uda bangun. Suruh bangun tu istri kamu, jangan bermalas-malas. Duluh mama lahir kan kamu gak sampe segitu nya budaki papa kamu." Ucap mertua ku dengan keras agar aku mendengar ucapan nya.


Anton pun tidak memperdulih kan ocehan mama nya, karna dia tau nanti saat dia pergi kerja pasti Dewi sangat kerepotan. Dan jam pun sudah menunjukan pukul 6:30, sebelum Anton berangkat kerja, Anton sudah mempersiapkan semuanya, dari memasak nasi dan lauk untuk Dewi makan, bahkan air hangat untuk Dewi mandi.


"Aku pergi kerja duluh ya sayang. Kamu gak usa ngerjain apapun, cukup jaga anak nya aja." Ucap mas Anton yang mencium pipi mungil anak nya.


................


"Ooeekkk....Ooeekkk....Ooeekkk...."


Terdengar suara putri kecil ku menangis, aku yang langsung buru-buru untuk menenangkan putri kecil ku yang sedang menangis, namun tidak juga diam.


Sedang kan mama mertua ku berpura-pura tidak mendengarkan tangisan bayi ku. Tidak ada niat nya sedikit pun untuk membantu aku, yang baru saja menjadi seorang ibu yang belom banyak tau tentang bagai mana mengurus bayi yang baru saja lahir.


Rasa nya aku ingin menangis saja, dan menyerah, melihat putri kecil ku yang belum juga terdiam.


"Cup...Cup... Cup...


"Diam dong sayang..., kangen ya sama ayah?. Ucap aku yang mencoba menenangkan nya sembari menggendong nya.


Aku mulai panik, melihat putri kecil ku yang semakin menangis tak kunjung diam." Apa kamu lapar ya nak?. Atau mungkin Asi ibu kurang untuk putri kecil ibu." Ucap ku dalam hati.


Langsung saja ku buat kan susu formula yang sebelum nya sudah di belik dengan mas Anton, selesai aku dingin kan sedikit, langsung ku beri kepada putri kecil ku, dan saat itu juga putri kecil ku terdiam, sedikit demi sedikit mata nya terpejam dan putri kecil ku pun tidur dengan lelap.


"Ya ampun ternyata anak ibu masih haus ya!?. Ucap aku yang terlihat senang melihat nya sudah tertidur, dan aku bisa bersih-bersih rumah.


Bersambung.....

__ADS_1


Jangan lupa vote, come to, dan klik favorite


peluk cium dari penulis 🤗😘😘😍😍😍


__ADS_2