Buah Hati Mama

Buah Hati Mama
Bab 22


__ADS_3

Anton keluar dari kamar sudah dengan keadaan yang rapi, Dewi memandang suami nya dari atas hingga ke bawah, tanpa ia sadari selama ini suami nya sangat tampan dan memiliki badan yang kekar, sampai Anton berhenti di hadapan nya, Dewi masih saja melamun dengan kain serbet di tangan nya.


"Sayang, sayang!" Anton menggoyang kan bahu istri nya.


"Ah, ia mas!" Dewi tersadar dari lamunan nya.


"Kamu kenapa? Masih memikirkan hal yang semalam?. Jangan berpikir yang aneh-aneh, yakin aku cuma punya kamu dan putri kecil kita." Dengan mencium kening Dewi.


Melihat kemesraan anak dan menantu nya, ia menjadi malu sendiri dan mencoba menggoda anak dan menantu nya.


"Iya la, kamu kan bukan punya mama lagi?" Sambung mama nya yang duduk di kursi makan.


Dengan berjalan menggandeng Dewi, Anton menghampiri mama nya, dan memeluk mama nya dan Dewi.


"Mama jangan cemburu dong?! Kalian bertiga adalah anugrah tuhan yang terindah buat Anton." Ucap Anton yang sangat menyayangi mereka.


"Uda, uda. Kenapa jadi melow begini si?! Sekarang ayok makan. tegas mama nya.


Anton pun buru-buru memakan makanan yang sudah di ambil kan Istri nya, karna dia harus cepat masuk kantor.


......................


Saat Anton menyetir. Telpon nya berdering, namun dia tidak memperdulihkan telpon yang terus-terusan berdering, seperti ada yang sangat perlu di sampai kan, Namun Anton tidak memperdulihkan nya, ia tetap fokus untuk menyetir.


Anton pun terhenti di lampu merah. Sebenar nya ia penasaran juga dengan siapa yang menelpon nya berulang-ulang seperti itu, dia pun mengambil telpon genggam nya yang ada di dalam saku nya.


"No baru! Siapa ya?" Sesaat dia berfikir.


Tanpa di sadari, lampu merah yang berubah warnah, membuat Anton di klakson terus menerus dengan pengguna jalan yang lain. Membuat fikiran Anton buyar.


Anton pun bergegas menyalakan mesin mobil nya, dan melanjut kan perjalanan nya kekantor, yang sudah tidak seberapa jauh lagi.


Tepat pukul 8. Anton sampai ke kantor nya, ia memakirkan mobil nya tepat di sebelah mobil Gunawan yang ternyata sudah sampai duluan.


Anton memasuki kantor tanpa melihat kanan dan kiri nya, hanya tertuju pada layar di telpon genggam nya yang ada di tangan kiri nya, tanpa sengaja ia menabrak salah satu OB yang sedang membawa air minum.


"Brukkk."


"Pyarrrr."


Terdengar sangat keras suara pecahan gelas, bukan hanya satu, tapi ada beberapa gelas di atas nampan yang OB itu bawak.

__ADS_1


"Auuhh." Keluh OB itu.


Anton sejenak terdiam, tanpa membantu membangun kan OB wanita itu yang terjatuh. Pecahan kaca di mana-mana dan terlihat kopi yang sudah berserakan mengotori lantai kantor, dan para karyawan lain tercengang melihat tontonan di pagi hari, bahkan ada yang menertawakan Anton.


"Waduh.....! Baru juga pagi aku uda apes." Dengan memegang kepalanya. Dan baru tersadar dari lamunan nya.


"Eh maaf mbak, saya tidak sengaja." Ucap Anton yang langsung menaru tas nya di lantai dan membangun kan OB tersebut.


Anton pun langsung bergegas mengambil serokan dan sapu untuk membersihkan pecahan kaca.


"Uda gak usa pak, biar saya saja." Ucap OB, yang mengambil serokan dan sapu dari tangan Anton.


"Uda gak apa mbak, lagian ini salah saya yang tidak lihat-lihat." Jawab Anton.


"Uda pak, beneran gak apa. Biar aja saya yang membersihkan nya." Ucap OB itu lagi.


Tapi saat OB itu akan mengambil kembali serokan dan sapu dari tangan Anton. Ada tangan yang menghalangi tangan OB itu. Sedangkan karyawan yang tadi nya menonton seketika mereka kembali ketempat masing-masing.


"Biar kan saja Bpk ini yang akan membersihkan pecahan kaca dan kotoran kopi ini." Yang ternyata dia adalah pimpinan baru kantor ini, pantas saja semua karyawan langsung kembali ketempat nya masing-masing.


"Ta... Tapi buk." Ucap gugup si OB.


Anton hanya tertunduk tanpa mengeluarkan sepatah kata apapun dari mulut nya.


"Baik buk" Ucap OB yang kembali ke pantry.


Buk Hany berlalu meninggal kan Anton yang akan menyelesaikan tanggung jawab atas kesalahan nya.


"Sial-sial, mimpi apa aku semalam. sampai di marahi bos besar." Ucap nya dalam hati.


Anton pun dengan cepat membersihkan kaca yang berserakan di lantai kantor. Sedangkan Gunawan yang baru saja melintas dan tidak mengetahui kejadian sebelum nya, dengan asik dia tertawa terbahak-bahak.


"Ton! Uda jadi OB rupanya kamu sekarang? Hahahaha....." Gunawan yang sibuk meledek Anton yang lagi sangat kesal.


"Kenapa kamu tertawa?." Ucap buk Hany yang menghampiri Gunawan yang langsung terdiam.


Sedang kan karyawan yang lain, pelan-pelan mereka menertawakan kelakuan Gunawan yang diam seketika tanpa menoleh ke arah pimpinan nya.


...................


"Sial banget hari ini. Ah!." Kesal Anton yang membanting tas nya di meja kerja.

__ADS_1


"Upss...! Tenang pak Anton, dunia tidak berhenti begitu saja." Sambung Gunawan yang baru saja masuk ke ruangan nya. "Coba kamu cerita, sebenarnya kenapa tadi sampai kamu bisa jadi OB sesaat." Ucap Gunawan lagi.


Singkat cerita, Anton langsung menceritakan panjang lebar kenapa dia bisa di marahi oleh bos.


"Gitu la kurang lebih awal mulanya."Ucap Anton yang masih kesal dan malu.


"Jadi gara-gara telpon genggam ini?." Jawab Gunawan.


"Kalau nanti tau, siapa pemilik no ini, awas aja!" Ucap Anton.


Mereka ber dua pun mengakhiri obrolan tentang kejadian tadi.


"Ngomong-ngomong pimpinan baru kita galak banget ya." Ujar Gunawan.


"Dia bukan galak, tapi disiplin." Jawab Anton, yang mengeluarkan berkas-berkas yang harus di kerjakan.


Anton langsung mengusir Gunawan yang ada di ruang kerja nya, karna dia ingin konsentrasi untuk mengerjakan tugas dari Adelia.


......................


Jam istirahat kantor pun tiba, Anton membereskan mejanya dan langsung keluar ruangan. terlihat Gunawan pun sudah keluar dari ruangan nya. Anton sekarang lebih banyak menghabis waktu makan siang nya di kantor, karna dia berpikir, mama nya sudah begitu akrab dengan istri nya.


"Kamu gak pulang Ton?" Tanya Gunawan yang berjalan bersampingan dengan Anton.


"Enggak la, Lagian mama ku uda mulai akrab sejak lahirnya putri kami. Memang benar kata orang, kehadiran seorang anak bisa mencairkan suasana menjadi lebih baik." Ucap Anton.


Gunawan yang belom pun menikah, hanya bisa menganggukkan kepalanya saja.


"Aku kalau soal begituan, no coment la." Jawab Gunawan.


"Makanya cepat nikah." Ujar Anton.


ke asyikan mengobrol sambil berjalan, tanpa terasa mereka sudah sampai di kantin belakang kantor. Suasana di kantin saat itu sangat ramai, apa lagi memasuki pertengahan bulan, para karyawan banyak yang berhutang pada orang kantin. Tak terkecuali Anton dan Gunawan. Dan seperti biasa mereka pun memesan makanan dan segelas teh dingin untuk masing-masing orang.


...****************...


Bersambung.....


Jangan cuma di baca aja🤭, tinggal kan komen nya juga, agar saya lebih semangat lagi untuk menulis.🤗


Klik vote, lake nya juga ya😘😍

__ADS_1


__ADS_2