Buah Hati Mama

Buah Hati Mama
Bab 14


__ADS_3

"Uda jam segini kenapa mas Anton belom pulang juga ya?, mana di luar hujan nya deras. Semoga aja mas Anton gak kenapa-napa." Ujar Dewi sembari menggendong Nayla.


Terdengar ketukan pintu dari luar kamar Dewi, Dewi pun merasa senang karna dia berpikir suami nya uda pulang kerumah.


"Mas....." Ucapan Dewi pun terhenti, saat yang dia lihat depan pintu bukan mas Anton, melainkan mertua nya yang sedang menggunakan sweater yang sangat tebal.


"Ini mama. Bukan Anton." Kata mertua nya, yang langsung nyelonong masuk kedalam kamar Dewi.


"Kenapa mama?.


"Wi. Tolong kerokin mama la, 'kali ini aja saya minta bantuan ke kamu, kalau gak mendesak gak akan saya mau di sentuh sama kamu. tau..!." Ucap mertua Dewi yang selalu mau menang sendiri soal bicara.


Dewi pun membaringkan putri kecil nya yang sudah tertidur ke atas kasur. Di ambil nya minyak urut dan 1 uang logam untuk mengeroki mertuanya. Dewi merasakan tubuh mertua nya yang panas.


"Mama demam ni?." Kata Dewi.


"Uda kamu gak usa banyak omong. Apa yang saya suruh aja kamu kerjakan." saut mertua nya dengan emosi.


Emang dasar mertua bawel, uda sakit pun masih aja egois.


...................


"Kamu tunggu aja di dalam mobil, biar aku yang perbaiki." Ucap Anton.


Mendengar ucapan Anton, Sofia sangat senang, berarti Anton masih perhatian dengan nya.


"Terus kamu gimana?." Tanya Sofia yang mendekati Anton.


"Uda, masuk aja. aku bisa, lagian uda gerimis ni.


"Ya udah." Sofia pun masuk kedalam mobil.


Terlihat Sofia yang tersenyum, dan rencana dia berhasil untuk mengikuti Anton saat mau pergi meeting tadi siang.


Flashback...


Sofia yang berencana mengajak Anton untuk makan siang, pergi ke kantor Anton. Namun tanpa sengaja, saat Sofia sampai di kantor Anton, Sofia mendengarkan perbincangan antara Anton dan atasan nya. Dan di situ Sofia memiliki rencana untuk mengikuti Anton.


Jadi semua nya bukan tanpa sengaja.


Flashback off.....


Hujan turun dengan begitu deras nya. Melihat Anton yang sudah basah, Sofia bergegas turun dari mobil untuk memayungkan Anton.


"Kamu masuk aja. Lagian aku uda basah kuyup." Ucap Anton.


"Aku gak bisa tinggalin kamu seperti ini."


"Uda biasa aku seperti ini, uda sana masuk. Nanti kami sakit." Ucap Anton.


Sofia pun berlalu pergi masuk kedalam mobil kembali. Di dalam mobil Sofia termenung dan sangat bahagia, karna dia tau kalau sebenar nya Anton pasti masih memiliki perasaan dengan Sofia.


Tanpa sadar, Anton yang sudah selesai pun langsung mengetuk pintu mobil Sofia.


"Tok tok tok."

__ADS_1


Sofia langsung membukakan kaca mobil nya.


"Coba kamu nyalakan, pasti uda bisa." Ucap Anton.


Saat Sofia menyalakan mobil nya, ternyata sudah bisa, Namun sepertinya Sofia tidak ingin cepat-cepat mobil nya kembali nyala.


"Akhir nya nyala juga." Kata Sofia walaupun dia tidak menyukai nya.


"Syukur la, jadi aku bisa pulang." Jawab Anton.


Sofia mencoba menghalangi Anton agar tidak cepat-cepat kembali kerumah nya, tapi sepertinya hal itu tidak mungkin, karna Anton sudah sangat rinduh dengan anak kesayangan nya.


"Ton...!, teriak Sofia dari dalam mobil.


"Kenapa?." Jawab Anton, yang sambil menghusap-husap mata nya yang terasa perih karna air hujan.


"Kita ngopi duluh yuk?, sekalian cari baju ganti buat kamu." Ajak Sofia.


Namun Anton tidak menerima ajakan Sofia. Anton pun berlalu pergi dengan melambai kan tangan nya ke arah Sofia.


Anton yang melihat jam sudah pukul 10 langsung tancap gas, meninggal kan Sofia yang masih tetap berada di tempat ini.


"Kali ini kamu bisa menolak ajakan aku Ton. Tapi tidak untuk lain kali. bahkan kamu sendiri yang nantinya mengejar-ngejar ku kembali." Kata Sofia yang sangat kesal dengan Anton.


......................


"Uda jam segini mas Anton juga belom pulang." Ucap aku yang menunggu di sofa.


Jam menunjukan pukul 12 malam, tapi belum juga ada tanda-tanda kepulangan mas Anton. Sedang kan mertua ku sudah tertidur setelah aku kerokin.


Karna terlalu lama aku menunggu mas Anton, akhir nya aku pun tertidur di sofa.


"Assalamualaikum....."


Tok... tok... tok..


Tidak ada jawaban sama sekali, Anton yang baru saja sampai rumah, dengan keadaan masih basah kuyup, mencoba berulang kali mengetuk pintu.


"Aku kan ada kunci serep." Teringat Anton dan langsung kembali ke dalam mobil mencari kunci rumah.


"Paling malas aku cari-cari seperti ini."


Dengan keadaan basah dan badan menggigil karena kedinginan, Anton berharap dia cepat mendapat kan kunci itu.


"Nah... ini dia." Anton pun bergegas membuka pintu.


Dengan perlahan Anton berjalan, karna takut membangun kan orang dalam rumah nya, yang pasti mereka sudah tertidur.


"Astaghfirullah....


Anton yang terkejut melihat Dewi yang ada di Sofa, sampai-sampai dia terpeleset, membuat Dewi yang tertidur di Sofa pun langsung terbangun.


"Uda pulang kamu mas?. Ya ampun kenapa bisa basah begini?, kamu kan naik mobil." Tanya Dewi.


"Nanti duluh jelasin nya Wi!.

__ADS_1


Anton yang kedinginan, tidak sempat menjelas kan, dia pun buru-buru kekamar mandi belakang. Sedang kan Dewi mengambil kan handuk dan baju buat suami nya.


"Terima kasih sayang." Ucap Anton yang meminum segelas teh hangat yang sudah di buat kan Dewi. "eehhmmm.....,baru terasa hangat sayang." Ucap nya lagi.


Dewi pun menunggu penjelasan dari mas Anton.


"Kenapa sayang?, kenapa pandang kamu seperti itu?." Tanya Anton.


"Ya kenapa bisa selarut ini kamu pulang nya?. Aku khawatir"


Anton pun menjelas kan, bahwa tadi di jalan dia menemukan nenek yang sedang butuh pertolongan, dan tidak mungkin Anton tidak memberi pertolongan, karna cucu nya sedang sakit, dan tidak ada kendaraan satu pun yang lewat.


Anton terpaksa berbohong agar Dewi tidak cemburu dan tidak banyak pertanyaan, lagi pula hal itu tidak di rencanakan hanya kebetulan pikir nya.


"Iya aku percaya sama kamu sayang." Jawab Dewi


"Dan sekarang kenapa kamu bisa tidur di sofa?."


"Tadi nya aku gak bisa tidur, karna kepikiran kamu. Makanya aku keluar kamar, duduk di sofa tanpa sadar sudah tertidur." Jawab Dewi yang bersandar di bahu Anton.


"Jadi anak kita kamu tinggalin sendirian di dalam kamar?"


"Ada mama tu!!." Jawab Dewi.


Dewi pun menjelaskan kenapa mama nya bisa sampai tertidur di kamar mereka, karna sesuatu yang langkah kalau mama nya bisa sampai satu ruangan dengan Dewi, kalau tidak dalam keadaan yang mendesak.


...................


Pagi yang sangat cerah, dengan pemandangan yang langkah, bahkan mungkin tidak bisa terulang.


Anton yang baru saja bangun dari tidur nya, langsung ingin menjumpai putri kecil nya, di kamar mereka. Sejak semalam Anton tidur di ruang tamu, Karna mama nya tertidur di kamar nya.


Sedangkan Dewi lagi sibuk di dapur, membuat kan bubur untuk mertuanya, kali ini mertuanya benar-benar tidak berdaya. Jangan kan untuk mengomel, bangun pun dia sudah lemas.


"Sayang.... Ayo!, kamu lihat ini." Ucap Anton yang menarik tangan Dewi untuk melihat kedalam kamar mereka.


"Rasanya damai sekali kan mas?, kalau mama seperti ini terus.


"Maksud kamu...?, mama harus sakit terus gitu?." Tanya Anton yang kaget dengan kata-kata Dewi.


"Bukan begitu maksut ku, kalau lihat mama bisa sedekat itu dengan Nayla, itu maksut ku." Jawab Dewi.


Mama Anton masih terlihat terkulai lemas di atas tempat tidur, yang sesekali memandang cucu nya yang hampir mirip dengan nya." Apa aku salah, uda berlaku tidak adil dengan cucu ku sendiri , bagai mana pun dia darah daging anak ku sendiri, yang berarti mengalir darah ku juga, dan dia masih belom memahami kebencian saya dengan ibu nya." Ucap mama Anton, seraya mengelus kening Nayla yang ada tepat di samping nya.


putri kecil Anton dan Dewi, seperti mengerti kalau dia sedang di jaga oma nya, dia tidak rewel bahkan tidur nya terlihat nyenyak.


Sedangkan Dewi menyelesaikan pekerjaan nya di dapur, di bantu dengan Anton yang tidak masuk kerja hari ini, karena beralasan kurang enak badan.


......................


Bersambung....


Mohon jangan lupa vote, like dan komen nya ya suka atau tidak suka.


Mohon maaf kalau masih banyak kata-kata yang kurang berkenan.

__ADS_1


Salam hangat dari jauh😘😍🤗🤗


__ADS_2