Buah Hati Mama

Buah Hati Mama
Bab 7


__ADS_3

Di lain sisi, Sofia yang sudah mulai berani datang ke kantor Anton, membuat Anton tidak nyaman dengan ke hadiran nya, apa lagi pakaian Sofia yang terlalu mencolok dan terlihat vulgar.


"Kan uda aku bilang, kalau kamu mau jumpa aku jangan di tempat kerja aku Sofia." Ucap Anton yang merasa tak nyaman dengan kehadiran Sofia.


Sofia yang tak menghiraukan omongan Anton, dia terus saja membuka satu demi persatu rantang yang sudah di bawa nya sejak tadi pagi. Dan berjalan menuju Anton yang sedang berdiri. "Mas. Masih ingat kan, makanan yang paling kamu suka kalau sudah aku yang masakin." Ucap Sofia lembut di telinga Anton, mencoba menggoda Anton.


Sofia yang kini posisi nya semakin dekat dengan Anton bahkan tanpa jarak, membuat Anton tidak bisa berkutik, Anton hanya diam dan menahan nafas nya, apa lagi melihat baju Sofia yang di kenakan nya membuat terlihat jelas belahan dada nya yang membusung tinggi dan sangat kenyal.


Saat Anton hampir saja lepas kendali, terdengar ketukan pintu dari arah luar ruangan, membuat Anton melepas kan tangan Sofia yang merangkul pinggang Anton.


"Kreekk" ( suara membuka pintu )


"Ehem!, maaf apa aku udah mengganggu waktu kalian?" tanya Gunawan, sembari mengambil berkas yang tertinggal di atas meja Anton.


Anton yang kelihatan salah tingkah dan merasa gugup, membuat Gunawan meledek nya. "Kenapa kelihatan gugup gitu Ton?." Kayak kepergok lagi selingkuh aja kamu Ton." ucap Gunawan.


"Bisa aja kamu!. Ayok sini, kita makan bareng. Kebetulan Sofia banyak bawak makanan ni." Ucap Anton yang mencoba mengalihkan omongan Gunawan.


Gunawan yang kebetulan lapar dan belom makan siang, langsung duduk dan menikmati makanan yang ada di atas meja. Sofia hanya bisa memandang dengan wajah yang kesal, karna kesempatan untuk berduaan dan merebut hati Anton lagi-lagi gagal, karna kedatangan Gunawan yang tidak di harap kan.


................


Dengan mata sembab Dewi melihat jam dinding yang sudah menunjukan pukul 2:30 WIB Dewi pun terlihat panik, dan langsung keluar kamar untuk melihat suami nya. Tapi apa yang dia dapat." Seperti nya mas Anton tidak pulang lagi untuk makan siang." Ucap nya sembari melihat makanan yang masih tertata rapi. " Kalau pun aku tertidur, pastinya makanan ini sudah habis di makan mas Anton." Ucap Dewi dalam hati.


"Kenapa uda 3 hari ini papa kamu tidak pulang untuk makan siang ya nak?. " Ucap dewi sembari mengelus perut buncit nya.

__ADS_1


Mertua yang melihat Dewi, yang lagi gelisah pun menghampiri dan meledek nya, yang pasti dengan kata-kata sadis nya.


"Haemm!!. Mungkin aja anak aku sudah ada perempuan lain yang lebih menarik dari pada kamu kampungan, dekil. Aku pun heran, kok bisa ya!, Anton bisa tertarik dengan perempuan macem kamu ini." Kata mertua nya yang lagi-lagi mengeluarkan kata-kata yang tak enak yang membuat hati Dewi sakit dengan ucapan nya.


Namun kali ini Dewi coba diam, dan tidak mau melayani omongan mertua nya yang selalu saja menghina nya dan menyudut kan dia. Dewi pun langsung kembali kekamar nya untuk mengambil telpon genggam nya.


Berulang-ulang Dewi menelpon Anton, tapi tidak ada jawaban sama sekali. Dewi pun mulai putus asa, dan berfikir tentang perkataan mertua nya yang tadi di ucap kan. Apa lagi dalam tiga hari ini Dewi seperti melihat perubahan dari suami nya itu, slalu tidak memberi kabar. Padahal mas Anton paling tidak bisa kalau tidak menelpon aku untuk menanyakan kabar, sejak kehamilan aku ini.


Dewi pun berpikir untuk menelpon teman sekantor suaminya. "Apa aku tlpon Gunawan, teman satu kantor nya mas Anton. Tapi kan aku gak ada no tlpon nya!?, Aku coba tlpon mas Anton sekali lagi, kalau juga gak di angkat lebih baik aku kekantor mas Anton aja." Ucap Dewi.


Perasaan Dewi mulai kacau, berulang-ulang iya menelpon pun tidak ada jawaban dari suami nya. apa lagi perkataan Mama mertua nya membuat Dewi semakin curiga dengan tingkah laku mas Anton yang berubah.


Dewi pun memutus kan untuk kekantor suami nya, walaupun mas Anton sudah melarang nya untuk tidak keluar rumah, karna keadaan perut nya yang sudah sangat membesar. Tapi Dewi ingin membuktikan kalau yang di omongin mertua nya dan dipikiran nya itu semua salah. Dewi berharap itu tidak benar.


.................


Tapi Sofia berharap secepat nya Gunawan menghabis kan makanan nya dan pergi dari ruangan Anton dengan segera agar dia bisa berdua dengan Anton.


"Habis kan aja semua nya Gun!, aku lihat kamu sangat lapar." Ucap Anton yang sekali-kali melirik ke arah Sofia yang begitu menggoda dengan berpakaian seperti itu.


Tapi Anton baru tersadar, saat melihat jam di dinding yang menunjukan pukul 3:45 WIB. Anton pun terlihat terburu-buru ke wastafel untuk membersihkan tangan nya. Dan langsung mencari telpon genggam nya. Benar saja!, terlihat 15 panggilan tak terjawab dari istri nya, yang membuat dia sangat khawatir.


"Mau kemana kamu Ton?." Tanya Gunawan yang masih asik dengan makanan nya.


Sofia pun bingung kenapa Anton tiba-tiba panik seperti itu, dan meninggal kan makanan nya.

__ADS_1


"Sebentar!!. Lanjut aja terus." Jawab Anton yang terburu-buru mencoba menelpon Dewi kembali dari luar ruangan.


Berulang-ulang Anton menelpon, tapi belom juga Dewi mengangkat nya. Anton yang mulai cemas kalau Dewi bakalan nyamperin nya ke kantor, mana lagi ada Sofia di ruang kerjanya.


"Halo...!!!."


Sesaat Anton merasa senang, karna Dewi sudah mengangkat tlpon dari nya.


"Sayang maaf, aku ada meeting gak bisa angkat telpon kamu." Ucap Anton yang mencoba memberi alasan.


"Iya sayang gak apa!. Aku uda di depan kantor kamu ni." Jawab Dewi, yang baru saja turun dari angkot.


Anton pun merasa bingung dengan keadaan ini, dan dia harus sembunyikan Sofia di tempat yang lain, agar Dewi tidak melihat nya. Apa lagi Dewi sudah mulai curiga dengan kehadiran Sofia di rumah kami, dan sekarang Sofia ada di tempat kerja ku. pasti nya Dewi berpikir aku sudah berselingkuh.


Anton pun mencoba berfikir dan mondar mandir di luar ruangan,dan terlihat dari dalam ruangan yang di batasi hanya dengan kaca tembus pandang, membuat Gunawan dan Sofia memperhatikan nya.


"Kenapa itu Anton?." Ucap Gunawan yang masih terbengong melihat tingkah laku Anton.


...**********...


Bersambung.....


Hai....Maaf ya kalau masih banyak kata-kata dan pribahasa yang kurang bagus.


Jangan lupa like,komen dan vote nya yaπŸ€—πŸ˜

__ADS_1


salam hangat dari penulisπŸ˜πŸ˜πŸ™πŸ˜˜πŸ˜˜


__ADS_2