
Hari demi hari, bulan demi bulan pun berlalu, Nayla yang duluh masih di gendong ibu nya kini sudah masuk sekolah, Nayla tumbuh menjadi anak yang cantik dan memiliki aklhak yang baik. Nayla yang baru masuk sekolah di kelas 1 menjadi pribadi yang periang dan tidak kekurangan kasih sayang pun dari ibu dan oma nya yang selalu berusaha memberikan yang terbaik buat nya, sedang kan kasih sayang dari seorang ayah ia dapat kan dari seorang Gunawan yang selalu setiap saat ada saat Nayla membutuh kan.
Lambaian dari arah luar pintu gerbang sekolah membuat Nayla berlari dan mendekati wanita yang sudah menunggu nya di luar gerbang yang tidak lain adalah Dewi ibu nya.
"Ibu......" Teriak Nay! yang langsung memeluk ibu nya.
"Jangan lari-lari begitu dong, nanti kalau kamu jatuh gimana? bisa nangis ibu nanti kalau kamu kenapa-napa" Ucap Dewi yang menyambut pelukan anak nya.
"Habis Nayla pengen cepat-cepat peluk ibu si" Dengan tersenyum Nayla menatap ibu nya yang mencium kening nya.
Aku yang begitu sangat menyayangi Nayla, dan berjanji tidak akan mencari pengganti papa baru buat Nayla, namun aku selalu berpikir apa benar keputusan aku saat ini, apa nanti aku akan sanggup menjadi orang tua tunggal untuk Nayla saat dia beranjak menjadi remaja. "Ya allah! Seandainya kamu masih di sini mas?! melihat anak kita tumbuh menjadi anak yang baik, anak yang periang dan selalu mandiri." pikiran ku buyar seketika saat Nayla menarik tangan ku untuk masuk kedalam mobil.
"Ayok buk! Nay kepanasan ni." Ucap Nayla dengan manja.
Dewi pun tersenyum dan melupakan hal yang membuat nya sedih di hadapan Nayla. mereka pun melanjut kan perjalanan untuk mengantar Nayla, karena Dewi harus kembali lagi kekantor nya.
Sesampai nya di rumah, aku melihat mertua sudah duduk di kursi rotan kesayangan nya dengan memegang tongkat besi di tangan kanan nya, menunggu kehadiran cucu kesayangan nya pulang dari sekolah. mertua ku tak sesehat duluh, sejak kepergian mas Anton ia semakin lama tidak merawat diri nya sendiri, sedangkan dia selalu menyibukkan diri nya untuk selalu bersama Nayla, mungkin hanya dengan cara itu mertua ku tidak selalu teringat dengan anak kesayangan nya yang sudah pergi meninggal kan kami. Nayla pun langsung membuka pintu mobil dan berlari ke oma nya untuk sekedar mencium dan menuntun oma nya untuk masuk kedalam, terkadang hati ku sangat sedih melihat adegan seperti itu,tapi kenyataan aku harus kuat untuk menutupi semua rasa hancur nya hati ku yang sebenar nya.
"Kan Nayla uda bilang, oma jangan tunggu Nayla di luar!" Ucap Nayla yang menuntun oma nya, yang tersenyum melihat cucu nya yang sudah sedewasa itu pemikiran nya.
__ADS_1
"Uda.... uda, oma bisa jalan sendiri! Nanti Nayla capek tuntun oma!" Ujar oma nya yang menggenggam tangan cucu nya.
"nggak apa oma, Nayla kan sayang oma. Bukan begitu sayang?!" Sambung Dewi yang mengantar anak nya sampai ke dalam. "Dewi balik kantor lagi ya mah?! Dan buat anak ibu, jangan buat oma cemas juga capek ya?! kasihan oma." Ucap nya lagi.
"Iya ibu. ibu jangan lupa ajak papa Gunawan pulang ya." Dewi tersentak dan selalu tidak bisa memberi jawaban atas pertanyaan anak nya itu.
"Bay sayang!" Memberikan kecupan pada Nayla dan Dewi langsung pergi meninggal kan mertua dan anak nya.
......................
Terlihat seorang wanita sedang menunggu pria yang terbaring menggunakan selang oksigen dan beberapa selang di dada nya, terdengar suara detak jantung di monitor membuat suasana hening terasa menegangkan, wanita itu memegang tangan pria tersebut, dengan sesekali memberikan ciuman di jemari nya. Wanita itu adalah Sofia, dan ternyata lelaki yang terbaring menggunakan banyak selang itu adalah Anton yang ternyata selamat dari kecelakaan.
Flash black...
Di perjalanan dekat dengan jurang yang curang, Sofia dan beberapa orang lelaki tengah sibuk menebar paku dan sedikit oli, Sofia yang mengetahui Anton akan melewati jalan tersebut langsung membuat siasat kecelakaan Anton yang ternyata ia otak dalam kejadian tersebut. Dan naas bagi Anton, setelah ban nya mengalami kebocoran ia seketika tidak bisa mengendalikan laju mobil nya karna jalan disaat itu sangat licin dan pada saat itu hujan turun dengan deras nya, di tambah sedikit oli yang tersebar di bahu jalan membuat mobil Anton mengalami kecelakaan tunggal dan akhir nya masuk ke dalam jurang. Namun saat kejadian itu terjadi Sofia dan orang bayaran nya masih tetap disitu mengamati kecelakaan Anton, dan seketika berusaha mengeluarkan Anton dari dalam mobil, yang pada saat itu mobil nya belom terlalu melesat jauh di dasar jurang.
Anton yang di selamat kan oleh Sofia, akibat rencana busuk nya, mengalami luka yang sangat serius di bagian kepalanya, membuat diri nya mengalami koma. Dan akhir nya Sofia memutuskan untuk merawat Anton, karena dia yakin bahwa Anton akan siuman dengan cepat. Tapi perkiraan nya sangat jauh, dokter memberi pernyataan ia akan koma dalam waktu yang tidak bisa di prediksikan.
Flash back off
__ADS_1
"6 tahun yang lalu kamu begitu sangat menggoda ku Anton, sampai aku ingin memiliki kamu lagi. Tapi kamu tegah mempermalukan aku di hadapan orang banyak, bahkan mama kamu mencampakkan aku seenak nya, setelah ia mulai membaik dengan Dewi istri kamu itu. Tapi kenapa aku yang sudah bisa memiliki kamu, namun kamu masih tetap terbaring seperti mayat begini." Ucap Sofia yang kesal dengan Anton.
Namun saat Sofia menjatuhkan tangan Anton ke sisi ranjang, tiba-tiba jari-jari Anton seketika merespon menggerakkan satu persatu jari nya. Sofia yang melihat hal itu merasa kaget dan masih tidak percaya, selama 6 tahun ia baru melihat Anton menggerakkan diri nya, walaupun hanya jari-jari nya, berarti ada kemungkinan cepat atau lambat Anton akan segera siuman dari koma nya. Dengan cepat Sofia memberi tau dokter atas hal ini.
"Dok.... dokter...! Teriak Sofia dari balik pintu kamar rawat Anton, yang kebetulan bersebelahan dengan ruang dokter.
Tidak lama kemudian dokter dan asisten nya berjalan menuju kamar Anton, untuk melihat apa yang sudah terjadi.
"Ada apa buk?!" Tanya dokter yang berdiri di hadapan nya.
"Coba dokter cek suami saya! tadi dia menggerakkan jari-jari nya dok!" Seraya menunjuk ke arah jari Anton.
"Benar dok! Tangan pak Anton sudah merespon." Jawab asisten nya yang langsung mendekat ke tepi ranjang.
Dokter langsung bergegas memeriksa Anton, dan langsung memberikan suntikan agar Anton cepat siuman.
...****************...
Bersambung....
__ADS_1