Buah Hati Mama

Buah Hati Mama
Bab 32


__ADS_3

Hari yang begitu cerah di temani angin yang begitu sejuk menghembus di pagi hari, menemani minggu pagi ku dan anak perempuan ku yang bermain di halaman rumah. Mertua ku yang sedang duduk di kursi rotan depan rumah, hanya memandang kami dengan sesekali melempar kan senyuman hangat nya ke arah aku dan cucu satu-satu nya.


satu tahun setengah sudah sejak kepergian mas Anton meninggal kan kami semua. Aku masih menemani kesedihan ku yang masih lama belum bisa mengiklhas kan kepergian suami ku, yang masih terlalu aku pendam. Kini putri kecil kami Nayla sudah berumur 18 bulan dia bertumbuh menjadi sosok anak yang cantik dan aktif, ke dua mata nya selalu mengingat kan aku pada mas Anton yang persis menyerupai mata mas Anton.


Sedang kan mertua ku tetap tinggal bersama ku, dan dia la yang setia selalu menemani aku dan Nayla, dia juga yang selalu menjaga Nayla saat aku mencari nafkah setelah mas Anton di nyatakan meninggal dunia.


Bagi ku tak mudah menjaga anak sendiri tanpa ada nya sosok suami yang mendampingi, aku harus merelakan hari-hari untuk tidak melihat pertumbuhan Nayla, karna aku harus mencari nafkah untuk kebutuhan anak dan rumah. Tidak jarang saat aku pulang Nayla sudah tertidur lelap bersama oma nya yang selalu menjaga dan sangat menyayangi nya.


Dan untung saja, Gunawan teman mas Anton selalu setia menanyakan kabar Nayla dan mertua ku, dan dia juga selalu membantu kami saat kami memerlukan bantuan seorang lelaki. Dan dia juga yang mengusul kan pada pimpinan mas Anton untuk merekomendasikan aku menggantikan pekerjaan mas Anton, walaupun awal nya aku sangat berat akan meninggal kan Nayla dengan waktu yang sangat lama, namun aku harus berpikir untuk masa depan Nayla, maka aku putus kan untuk menerimanya.


Flash back.


Kedatangan pak polisi kerumah setelah 4 hari kecelakaan suami ku, membuat aku sangat terpuruk dengan semua pemberitaan suami ku, yang pasti tidak akan selamat, melihat kondisi jurang yang sangat terjal, Ucap pak polisi yang datang kerumah. Dan pada saat itu, suami ku pun di nyatakan tewas dalam kecelakaan.


Para warga mendirikan tenda di depan teras rumah ku dan karangan bunga berjejer di halaman sampai di tepi jalan. Parah pelayat pun berdatangan setelah di umum kan di masjid bahwa suami ku telah meninggal dunia, tanpa ada nya jenazah mas Anton, namun para pelayat begitu ramai berdatangan. Di saat itu rasanya dunia ku begitu hancur, rasanya jiwa ini tidak tau harus bagai mana. Dan sesekali aku melihat wajah polos Nayla yang masih berumur 3 bulan, bagai mana aku akan menjaga nya, bagai mana aku bisa membahagiakan nya, itu yang selalu ada di pikiran ku saat ini tanpa ada suami di samping ku.


Seminggu sudah setelah putusan kalau mas Anton sudah meninggal dunia. Aku sadar, aku tidak boleh larut dalam kesedihan,terus menerus. Ada Nayla dan mertua ku yang harus aku bahagiakan, sekarang aku hanya punya mereka berdua, namun aku binggung harus bagai mana, apa yang akan aku kerjakan untuk memenuhi kebutuhan kami. Saat aku lagi berpikir apa yang akan aku kerjakan setelah ini, terdengar suara mengucap kan salam dan beberapa kali ketukan pintu dari luar. Dan tidak lama kemudian aku mendengar suara mertua ku yang sedang berbicara dengan beberapa orang di ruang tamu.


"Wi.... Dewi" Panggil mertua ku dengan mengetuk pintu.

__ADS_1


"Iya mah!" Jawab Dewi yang berjalan membuka pintu kamar nya.


"Itu ada nak Gunawan dan bos nya di ruang tamu! ibu mau buat kan minum duluh buat mereka ya?!" Ucap mertuanya yang berlalu pergi.


Dewi langsung mengambil Nayla dari ranjang dan menggendong nya, untuk di bawak menjumpai tamu yang datang karena kebetulan Nayla tidak tidur. Sesampai nya di ruang tamu, Dewi langsung memberi senyuman dan memberi salam pada mereka.


"Ada apa ya buk?!" Dengan rasa heran Dewi bertanya.


"Maaf ya buk! kami menggangu waktu istirahat ibu. Maksut kedatangan kami kemari ingin memberi bingkisan ini buat keluarga ibu, mohon diterima buk." buk Hany menyodorkan amplop yang berisi uang. "Semoga bermanfaat buat keluarga ibu. Dan satu lagi, perusahaan ingin membalas rasa bersalah kami pada keluarga ibu, kalau ibu berminat bekerja di perusahaan kami dengan senang hati kami akan menerima nya." Ucap buk Hany.


"Wi.... Hidup kamu, mertua dan anak kamu terus berjalan, kamu harus berpikir untuk kedepan nya. bukan niat kami melarang kamu untuk tidak bersedih, tapi coba kamu pikirkan untuk Nayla yang semakin lama ia bertumbuh menjadi besar, banyak kebutuhan yang nanti kamu perlukan." Sambung Gunawan.


"Kami gak memaksa ibu untuk bekerja sekarang, kalau nanti ibu sudah dalam kondisi tenang dan lebih baik lagi, pintu perusahaan kami selalu terbuka untuk ibu." Ucap buk Hany.


"Buk, nak Anton! silakan di minum duluh." Ucap mertua Dewi yang tidak lama datang membawa nampan berisi minuman.


"Iya buk" Jawab buk Hany.


Ada kurang lebih 2 jam mereka saling mengobrol dan berbagi pendapat, lebih tepat nya merayu Dewi untuk mengikuti ajakan mereka, demi dia dan anak nya juga, dan pada akhir nya Dewi menyetujui ajakan buk Hany.

__ADS_1


"Baik la buk! saya akan terima ajakan ibu, demi anak dan mertua yang sudah saya anggap mama saya sendiri. Apa lagi kami cuma bertiga, siapa kalau bukan saya yang bekerja." Ucap Dewi yang pada akhir nya memutuskan untuk gabung di perusahaan suami nya.


Buk Hany dan Gunawan pun tersenyum bahagia, mereka melakukan itu semata-mata karna sangat bersalah atas ke jadian yang menimpah Anton, yang mengakibat kan ia kehilangan nyawa. dan melihat anak nya yang masih sangat kecil. Setelah semua beres, buk Hany dan Gunawan berpamitan untuk kembali ke kantor.


"Kami ber dua mohon izin ya buk! Buat buk Dewi, terserah anda, kapan anda siap untuk bekerja kami akan terima." Ucap buk Hany memberi semangat pada Dewi.


"Ya buk, terima kasih banyak atas semua nya buk." Jawab mam dan Dewi.


Mereka ber dua pun berjalan menuju mobil dan beranjak pergi dari kediaman Dewi.


Setelah mereka pergi, Dewi menatap anak nya dan mertuanya seakan-akan belum rela untuk meninggal kan mereka berdua. Tapi semua demi kebaikan Nayla, Dewi dan mama nya. Agar kehidupan mereka tetap berjalan.


Flash back off


Bersambung.......


Untuk sekedar mengingat kan jangan lupa untuk meninggal kan jejak ya teman-teman🙏🤗😍😘


Salam dari penulis🤗

__ADS_1


__ADS_2