
Anton yang langsung berbalik, dan menatap dewi yang berada di samping nya.
Tiba-tiba sang mama memanggil Anton. Sofia yang duduk bersebelahan dengan mama Anton hanya tersenyum-senyum tipis." Akhir nya aku bisa juga bertemu mas Anton, tanpa aku harus repot-repot mengejar nya lagi." Itu yang ada di fikiran busuk Sofia.
"Anton mau ganti pakaian dulu ma!." Jawab Anton, yang ingin menghindari ajakan mamanya, karna tidak ingin membuat hati Dewi terluka, apa lagi saat ini Dewi sedang mengandung. Terlebih lagi Dewi belum mengetahui kalau dia yang bernama Sofia, wanita yang sudah meninggalkan aku duluh.
"Nanti aja, ayok makan dulu.. Sofia uda repot-repot bawak makanan ini lo." Ajak mama nya yang mengingin kan Anton makan bareng mereka.
Anton pun tidak bisa menolak atau memberi alasan apapun lagi. Dia menatap wajah istri nya yang sepertinya tidak tau apa-apa. Dan Anton langsung merangkul Dewi dan mengajak nya ke meja makan juga.
Melihat Anton yang begitu perhatian dengan Dewi, Sofia menjadi kesal dan cemburu. Sofia memang mantan Anton, yang sudah meninggalkan nya lama keluar negeri, demi menggapai cita-citanya menjadi model ternama. Kini Sofia kembali hanya ingin merusak rumah tangga Anton dan Dewi, agar bisa merebut Anton kembali.
"Kamu juga harus makan sayang." Ucap Anton kepada Dewi, seraya meletakan piring yang baru saja di beri dengan Sofia untuk nya.
Tapi lagi-lagi membuat mama nya Anton menjadi murka, karna kesal melihat Anton yang memberikan piring pemberian Sofia untuk nya.
"Kamu itu ya Dewi!, jadi istri itu gak usah manja, jangan karna kamu hamil jadi kamu bisa manja-manja seperti itu, kan bisa kamu ambil piring sendiri ke dapur." Ungkap mama mertuanya yang memang tidak menyukai Dewi.
Anton yang melihat Dewi di perlakukan seperti itu rasa nya ingin marah, namun dia tau betul dengan sifat mama nya,yang semakin di lawan semakin menjadi. Dia hanya bisa diam, dan sekali-kali menguatkan dengan menggenggam tangan Dewi.
Suasana hening sejenak sa'at mereka sedang menyantap makanan yang di bawa oleh Sofia. Bahkan tak henti-henti nya mama Anton memuji kepintaran Sofia dalam hal memasak apapun di hadapan Dewi. Dewi hanya bisa terdiam dan seraya melihat mata mas Anton yang sekali-kali kepergok sedang melirik Sofia yang sangat centil.
__ADS_1
"Kamu itu Dewi!, harus lebih banyak belajar tentang memasak dengan Sofia. Jangan tau nya masak itu-itu melulu." Ucap mertua yang merendah kan nya.
"Dewi gak kala pintar nya kok ma!. Masakan Dewi jauh lebih nikmat. Kalau Dewi masak itu-itu melulu, karna Anton yang suruh." Sambung Anton yang sedikit mencoba membela istrinya.
Mama Anton hanya bisa terdiam, sesekali mengerutkan alis nya, saat Anton berbicara seperti itu.
Dewi hanya bisa diam, dan dia tidak menyangka kalau mas Anton bisa berbicara seperti itu.
Selang beberapa menit, Sofia yang duduk pas di hadapan mas Anton, mulai menanyakan mas Anton, seperti tau banyak hal tentang mas Anton.
"Kamu masih kerja di tempat yang dulu ya mas?" Tanya Sofia yang terlihat genit.
Anton hanya mengangguk kecil, sembari menikmatin masakan Sofia." Masakan Sofia memang dari dulu tidak ada tandingan nya, memang dia sangat pintar dalam hal memasak. Dan sekarang dia kelihatan semakin cantik dan sexsi." Ucap Anton dalam hati. "Hus....!. Apa coba yang ku fikir kan." Sejenak Anton teringat istri nya yang berada di sebelah nya.
..............
Hari terus berlalu, Anton yang terlihat bahagia karna kehamilan istrinya yang sudah menginjak 8 bulan, berarti satu bulan lagi dia bakalan menjadi seorang ayah, yang selama ini Anton mimpi-mimpikan.
Namun sejak 2 bulan yang lalu, diam-diam Anton sering kali berjumpa dengan Sofia, tanpa diketahui Dewi. Namun yang pasti itu semua bukan rencana Anton, melainkan rencana mama nya dan Sofia sendiri yang ingin Dewi berpisah dengan Anton.
"Berapa hari ini kenapa aku ngerasa kalau mas Anton agak sedikit aneh ya?." Ucap Dewi sembari membuat susu hamil untuk anak yang da di dalam kandungan nya.
__ADS_1
Memang perasaan seorang istri kuat, terlebih lagi kepada suami nya, terlalu banyak perasaan dan pertanyaan-pertanyaan di benak Dewi, yang terkadang membuat otak Dewi semakin lama semakin sakit untuk memikirkan semua itu. Sampai-sampai Dewi yang berjalan dengan memegang segelas susu hangat, tanpa sengaja terjatuh berserakan di lantai.
"Memang dasar menantu sialan kamu!. Makanya kalau jalan pake mata kamu, mau berapa gelas, dan mau berapa piring setiap hari kamu pecahin begini." Ucap mama mertua yang terlihat kaget dengan jatuh nya gelas yang di bawa Dewi.
"Maaf Ma...!. Dewi beneran gak sengaja, Dewi gak ngelihat ada mama di situ." Jawab dewi yang terlihat sangat pucat dan membersihkan kaca-kaca yang berserakan.
"Besok-besok kalau jalan pakai mata." Ucap mertua nya, dengan melayangkan satu tamparan di pipi Dewi.
Plaakkk....!!!
Terdengar bunyi tamparan yang sangat keras, membuat Dewi yang terlihat menahan sakit, Dewi yang langsung memegang pipi nya yang merah, akibat satu tamparan yang melesat ke pipi mulus nya dan mengeluarkan sedikit darah di pinggir sebelah kanan bibir Dewi.
"Auwww....!!. Dewi yang merintih kesakitan, akibat ulah mertuanya. Berusaha menahan tangis, namun tanpa Dewi sadari, air mata nya sudah jatuh .
"Kamu bisa manja di hadapan anak saya, tapi tidak dengan saya. Dengar kamu...!!.Ucap mama mertua Dewi, sembari mengetok kepala Dewi dan berlalu pergi meninggal kan Dewi begitu saja.
Dewi terlihat duduk dan sedikit menunduk kan kepalanya, sembari menahan sakit bukan di fisik nya, namun di jiwa nya yang teramat terluka akibat perlakuan mertuanya yang begitu keji.
"Maafin mama nak, kamu harus ikut terluka, karna nenek kamu tidak menyukai mama kamu." Ucap dewi sembari mengelus pelan perut buncit nya.
Di kamar Dewi merenungi hidup nya yang begitu amat menyedihkan, berharap mertua nya dapat menyayangi nya sepenuh hati dan akan berubah saat anak yang ia kandung nanti lahir.
__ADS_1
Sesaat Dewi mengingat pesan Dokter. "Kamu tidak boleh terlalu banyakl yang dipikirkan." Dewi pun perlahan berbaring di atas ranjang, menghapus air mata di pipi nya dan mencoba memejamkan matanya, agar terlupa kejadian yang membuat dia bersedih. Dan sesekali Dewi memegang bibir kiri bawah yang dirasa sedikit perih akibat tamparan mertua nya.
Bersambung........