Buah Hati Mama

Buah Hati Mama
Bab 26


__ADS_3

Anton yang tepat berada depan pintu ruang meeting, dia berusaha menenangkan diri, dan mengatur nafas nya sedikit perlahan-lahan, yang terengah-engah akibat berlari.


Dengan spontan Anton memasuki ruangan tanpa mengetuk pintu.


"Maaf, saya terlambat." Ucap nya.


Semua mata tertuju padanya, terlihat semua orang sudah duduk di kursi mereka masing-masing. Nasib baik masih berada di tangan Anton, ternyata kepala pimpinan belum sampai keruang meeting, dengan cepat dia duduk di sebelah Gunawan, yang dari awal sudah Gunawan siap kan untuk teman nya itu.


"Dari mana aja kamu si Ton?!." Tanya Gunawan yang berbicara dengan pelan.


"Uda, nanti kita bahas!." Jawab Anton.


Selang berapa menit Anton duduk, kepala pimpinan pun memasuki ruangan.


Buk Hany memasuki ruang rapat dengan langkah yang sangat lembut namun penuh dengan semangat. Buk Hany berjalan lurus dengan menggunakan dress brokat putih, yang semakin menambah ke anggunan nya, suara setiap ketukan sepatu hells menambah suasana seperti menegangkan. Ia berjalan tanpa menatap arah kiri dan kanan. Namun kali ini buk Hany bukan hanya sendiri, melainkan ada seorang pemuda yang sangat gagah berada di samping nya.


"Baiklah, kita mulai saja meeting kita kali ini. Saya akan memperkenal kan owner kita yang baru. Beliau adalah pak Nicolas Hatmaja yang akan membantu kita untuk meluncur kan produk kita yang baru sekaligus menjadi model nya.


"Perkenalkan saya Nicolas Hatmaja, cukup panggil saya Nico saja. Saya sebagai owner dan sekaligus model produk itu sendiri." Ucap Nico memperkenalkan diri nya, dan memberi kan senyuman kepada parah anggota rapat. "Tentu nya akan membantu sepenuhnya buk Hany." Ucap nya lagi.


Para anggota meeting pun menerima kedatangan nya dengan baik, dan mereka kembali fokus pada masing-masing berkas mereka.


Sedang kan Nico sedang fokus dengan buk Hany tentang masalah penandatanganan kontrak kerja sama mereka. Buk Hany membuka setiap lembaran demi lembaran dan membacanya dengan seksama.


Buk Hany yang duduk bersebelahan dengan Nico yang seperti nya sangat serasi, membuat laki-laki yang ada di ruang rapat merasa iri, bisa berdampingan dengan wanita yang sangat menarik seperti buk Hany.


"Baiklah buk Hany, saya setuju dengan persyaratan kerja sama kita. Semoga kerja sama kita semua bisa berjalan dengan selancar-lancar nya dan di terima baik dengan para konsumen. Dan semogah saya tidak mengecewakan perusahaan kalian." Ucap Nico yang mengulurkan tangan nya pada buk Hany dan para anggota rapat lain nya.


"Saya juga berterima, pak Nico sudah meluangkan waktu untuk datang ke perusahaan kami ini. Dan semogah kerja sama kita bisa seterusnya terjalin." Ucap buk Hany yang membalas senyuman pak nico.


"ok buk. Saya undur diri terlebih dahulu ya. Jika nanti ada hal yang ingin ditanyakan atau di sampaikan, silakan saja buk Hany hubungi sekretaris saya langsung." Pamit Nico dengan buk Hany dan anggota meeting lain nya.

__ADS_1


Nico pun berlalu pergi dari ruangan meeting, dan meninggal kan bau harum.


Meeting pun berjalan dengan baik, buk Hany pun langsung menutup meeting nya, setelah beberapa jam, akhir nya mereka di perbolehkan keluar untuk kembali keruangan mereka masing-masing.


Seperti biasa, Anton selalu berbarengan dengan Gunawan untuk keruangan mereka yang kebetulan bersebelahan.


"Bagai mana mobil mu Wan?!" Tanya Anton.


"Uda tadi di bawak sama orang ke bengkel. Nanti antar aku ke bengkel ya?!." Ucap Gunawan.


"Ok." balas Anton yang masuk kedalam ruangan nya.


Tapi setelah Anton masuk kedalam ruangan, dia tidak fokus untuk bekerja, dia memutuskan untuk keruangan Gunawan.


Tok... tok... tok...


"Masuk." Ucap Gunawan, yang terkejut saat yang masuk ternyata Anton, yang tak biasanya dia keruangan Gunawan. "Ah! kamu rupanya." Ucap Gunawan lagi.


"Lagi gak mood ni aku." Ujar Anton.


"Bukan itu." Jawab Anton.


Di pertengahan obrolan Anton dan Gunawan, tiba-tiba terdengar suara ponsel Gunawan yang berdering. Gunawan langsung meletakkan pena nya di atas meja, dan bergegas melihat layar ponsel nya.


"Huussss! Ibu ku tlpon, sebentar." Anton yang yang langsung terdiam saat Gunawan menyuruh nya untuk diam sejenak. "Halo buk!" Ucap Gunawan.


"Kapan kamu balik kampung?! Apa gak kangen sama ibu juga bapak mu ini." Ucap ibunya yang langsung memarahi nya.


"Akhir bulan nanti Gunawan balik ke kampung, ya buk!." Jawab nya cepat, agar ibu nya senang. "Gunawan lagi sibuk ni buk, nanti Gunawan telpon balik ibu ya?." Sambung nya lagi.


"Ya sudah. Tapi kalau kamu gak pulang juga, biar bapak yang datang tempat kamu nanti. Awas aja ya!." Ancam ibu nya, langsung mematikan tlpon nya.

__ADS_1


Anton dan Gunawan pun melanjut kan obrolan mereka kembali. sampai waktu jam istirahat kantor tiba.


..................


Siang ini cuaca sangat mendung, dan angin begitu kencang. Dewi di teras rumah nya yang sedang menggendong Nayla seperti sangat cemas, Nayla yang sedari tadi menangis terus menerus membuat Dewi sangat panik, apa lagi mertua nya belom juga kembali kerumah .


"Cup.... cup... cup, sayang?! Jangan menangis anak ibu yang baik hati." Dengan mengayun-ayunkan di gendongan nya, Dewi terus menciumi Nayla yang masih belum juga terdiam.


Dewi yang bingung harus bagai mana, dia pun memberanikan diri untuk menelpon suaminya.


Tut.... Tut.... Tut....


Namun berulang-ulang Dewi menelpon, tetap tidak di angkat dengan suami nya.


"Kenapa kamu sayang nya ibu, Nay minta apa?." Ucap Dewi, dia pun kembali ke dapur untuk mengambil susu yang tadi sebelum nya sudah di buat, namun anak nya tidak mau meminum nya.


"Anak ibu, anak yang baik kan? ayok minum susu nya." Ucap Dewi. Dan benar saja, anak nya langsung terdiam, dan terlihat anak nya sangat haus, perlahan Nayla tertidur di gendongan nya. Dan Dewi tidak ingin meletakkan anak nya di ranjang.


Hujan pun turun dengan deras nya,Dewi yang masih menggendong Nayla rasanya enggan sekali dia meninggal kan anak nya untuk mengangkat pakaian yang sedang dia jemur tadi, di biarkan nya pakaian itu di luar terkena air hujan.


Suara gelegar geledek dan petir di tambah angin yang begitu kencang, membuat Dewi sedikit cemas. Dewi langsung membawa anak nya masuk kedalam kamar dan meletakkan Nayla yang tertidur sangat lelap sedangkan ibu nya sedang ketakutan dengan suasana di luar, yang begitu sangat mengeri kan.


Saat Dewi lagi takut dan cemas, terdengar ucapan "Assalamualaikum" Dari luar rumah. Dewi memberanikan diri untuk melihat siapa yang datang, Dewi pun mengintip dari cela kain gorden, dilihat nya sosok wanita seperti Sofia. dan di lihat nya lagi dengan membuka gorden sedikit lebih lebar, dan ternyata memang Sofia. "Mau apa Sofia ke rumah ku, dengan suasana hujan seperti ini" Ucap ku dalam hati.


......................


Bersambung.....


Jangan lupa


⬇️

__ADS_1


Like,komen dan vote nya ya.🙏😘


Jangan malu-malu untuk komen ya kak, agar aku semangat dan bisa lebih terbangun lagi semangat saya😘😍🤗


__ADS_2