Buah Hati Mama

Buah Hati Mama
Bab 30


__ADS_3

Hari ini Anton mendapat kan tugas keluar kota untuk beberapa hari dari kantor nya. rasanya ia inggin menolak perintah atasan nya, tapi apalah daya ia hanya bawahan. yang harus menerima segalah perintah bos untuk segalah urusan pekerjaan.


Sesampai nya di rumah, Anton seperti biasa selalu cepat-cepat membersihkan kan diri nya, agar bisa menggendong putri kecil nya yang semakin lama semakin pintar dan menggemaskan, sedangkan Dewi dan mama nya asik bercanda di dapur mempersiapkan makan malam. namun melihat itu semua membuat Anton sedikit berkurang rasa kekhawatiran nya untuk meninggal kan istri nya seorang diri di rumah, karna hubungan Dewi sekarang dan mama nya sudah sangat membaik.


Disaat makan malam Anton memberanikan diri meminta izin pada istri nya untuk melakukan pekerjaan kantor beberapa hari di luar kota. Namun saat Anton melihat, suasana makan malam yang sangat nyaman dia pun memutus kan tidak memberi tau sekarang.


Beberapa saat semua sudah terlihat selesai menyantap hidangan makan malam nya, dan Dewi sedang memberikan susu formula pada Nayla yang sedari tadi merengek. Sedang kan mama duduk di sofa memperhatikan Dewi dan cucu nya.


"Sayang! aku mau bicara." Anton yang merasa tidak tegah meninggal kan istri dan anak nya.


"Iya mas, ngomong aja!" Jawab Dewi yang sibuk memberi susu.


"Besok sore, aku dapat tugas kerjaan di luar kota untuk beberapa hari." Ucap Anton yang dengan datar gaya berbicara nya.


Sejenak Dewi terdiam dan mata nya tertuju pada Anton, dengan sorot mata yang seperti biasa-biasa saja dan mengerut kan kedua alis nya.


"Ya ampun mas! kamu minta izin mau keluar kota masalah kerjaan aja sampai setegang itu raut wajah kamu. Ya pasti aku izin kan la. Emang kalau aku gak izin kan, kamu tetap akan pergi kan?!" Jawab Dewi.


"Aku pikir kamu bakalan marah." Kata Anton yang senyum-senyum.


"Kalau kamu minta izin nikah lagi baru aku marah." Ledek Dewi. "Lagian kan ada mama, ya kan ma?!" Ucap Dewi kembali.


"Iya Ton! Kamu pun lucu pakai tanyak lagi." Sambung mama nya.


Anton sangat bersyukur memiliki istri yang sangat pengertian seperti Dewi, Dan selalu mengerti saat Anton sedang susah sekali pun. Belum tentu kalau Anton nikah dengan Sofia akan sabar dan mengerti seperti Dewi.


.................


Keesokan hari nya. Pukul 3 sore, Anton sudah bersiap-siap mengemas barang dan di masukan kedalam bagasi mobil, setelah selesai memasukan barang-barang nya, dia pun langsung berpamitan pada istri dan mama nya yang ada di teras rumah untuk melihat Anton pergi. Anton berulang-ulang mencium anak kesayangan nya, seperti tidak tegah untuk meninggal kan anak nya untuk pergi.


"Sayang....?! baik-baik ya dirumah. ingat jangan nakal dan jangan membuat mama kamu begadang, soal nya papa gak ada papa dirumah ya?!" Ucap Anton yang sedih meninggal kan anak nya.

__ADS_1


"Iya papa....! Nayla gak bakalan buat ibu sedih, janji!" Jawab Dewi yang seolah-olah anak nya yang berbicara.


Anton langsung berpamitan pada mama nya dan istri nya, dan langsung masuk kedalam mobil untuk berangkat. Anton membuka kaca mobil nya dan melambai kan tangan ke arah mama dan istri juga anak nya, Ada rasa sedih yang teramat di dalam lubuk hati Anton, harus berpisah dengan buah hati nya yang baru saja menginjak 4 bulan. Namun dia tetap harus pergi dan melanjut kan perjalanan agar tidak terlalu malam di jalan.


*


*


*


*


"Ma uda jam segini mas Anton kenapa belum kasih kabar ya? apa dia belum sampai?!" Dewi yang terlihat khawatir akan suami nya.


"Anton berangkat kan jam 3, dia ke tempat tujuan kurang lebih 7 atau 8 jam gitu, baru telat 1 jam." Jawab mertua nya agar Dewi tidak berpikir yang aneh-aneh.


Dewi yang malam ini tidak enak hati, dia terus-terusan selalu melihat jam yang ada di dinding kamar nya yang sudah menunjukan pukul 2 dini hari. Karena tidak seperti biasanya, Dewi sekhawatir ini kalau Anton pergi keluar kota, kali ini seperti berbeda.


Berulang-ulang Dewi mengetok pintu kamar mertua nya, untuk sekedar berbagi cerita atau kegundahan nya saat ini.


Tidak lama pintu kamar terbuka, mertua nya yang sedang mengucek-ucek mata nya karna sudah tertidur, dan langsung memakai kaca mata.


"Belum tidur juga kamu Wi?!" Tanya mama nya yang seperti nya sangat lelah.


"Dewi gak bisa tidur. Uda jam 2 pagi lo ma! Mas Anto belum juga kabarin kerumah." Ucap Dewi.


Mata mertua nya pun langsung mengarah ke jarum jam di dinding, dia pun baru menyadari seharus nya Anton sudah mengabarkan diri nya kalau sudah sampai di tujuan. Apa karna Anton terlalu lelah sampai tidak memberi kabar, Tapi anak nya tidak pernah, tidak memberi kabar walaupun ia merasa lelah.


"Uda coba kamu hubungi?!" Tanya mertua nya, yang mulai khawatir dengan keadaan anak nya.


Tidak berapa lama, Ada suara ketukan pintu dari arah luar rumah. Dewi dan mertuanya saling berpandangan, dan takut untuk melihat siapa yang di luar sedang mengetok pintu di jam segini.

__ADS_1


"Siapa ya ma?!" Tanya Dewi yang mulai penasaran.


"Mama juga gak tau Wi! Coba kamu lihat deh." Perintah mertuanya.


Dewi yang takut pun mencoba memberanikan diri untuk mengintip melalui gorden jendela nya. Dan dia melihat tiga orang lelaki berjaket kulit hitam dengan badan yang tinggi besar, tapi tidak kelihatan seperti penjahat. Dewi pun memberanikan diri nya untuk membukakan pintu.


Ceklekkkk.....


"Selamat malam menjelang subuh buk!. Maaf sudah mengganggu jam istirahat anda." Ucap tiga orang yang ada di hadapan nya.


"Iya pak, Maaf bapak ini siapa ya?" Tanya Dewi kembali.


Mertua nya yang mendengar suara orang mengobrol langsung mendatangi Dewi dan ketiga lelaki tersebut.


"Ada apa ini?!" Mertua nya yang baru datang pun mendadak panik.


"Kami dari kepolosian ingin memastikan apa benar saudara yang bernama Anton Kusuma , ini rumah nya." Dengan menunjukan dompet Anton kepada keluarganya.


Dewi terdiam dan bertanya-tanya di hati nya, kenapa ada dompet mas Anton pada pak police ini, apa mas Anton menjatuhkan nya, atau bagai mana.


"Maaf buk! Benar ini milik suami ibu?" Tanya lagi police tersebut.


"Benar pak! ini milik anak saya, kenapa ada sama bpk ini ya?!" Sambung mertua Dewi dengan mengambil nya dari tangan bpk polisi tersebut.


"Kedatangan kami kerumah ibu, hanya ingin memberi tau pada pihak keluarga bahwa pemilik dompet tersebut telah mengalami kecelakaan tunggal, dan mobil nya masuk kedalam jurang, dan saat ini beliau belum juga di ketemukan." Ucap pak polisi.


"Bagai mana kelanjutan nya? Apakah Anton akan di ketemukan atau tidak ?."


Jangan lupa tinggal kan jejak setelah membaca yaπŸ€—πŸ˜Š


Like, komen, voteπŸ™πŸ˜

__ADS_1


__ADS_2