
Sofia langsung berjalan ke arah lorong ruangan Anton yang ada di sebelah kanan dari ruangan Gunawan, tapi yang terlihat ruangan Anton kosong dan Ruangan Gunawan juga tidak ada orang.
"Kemana mereka." Ucap Sofia yang masih tetap berdiri di pojokan.
Tidak lama kemudian salah satu resepsionis menanyakan maksud dan tujuan Sofia, yang terlihat mencurigakan.
"Sedang apa anda disini?." Tanya resepsionis, yang kebetulan lewat di depan Sofia.
Sofia pun mengatakan maksud dan tujuan nya datang kekantor ini kepada resepsionis di depan nya.
"Pak Anton nya kemana ya?." Tanya Sofia.
"Anda siapa nya pak Anton ya?." Tanya resepsionis tersebut.
"Saya sepupu nya, kebetulan saya lewat jadi saya mampir." Ucap Sofia.
Resepsionis itu pun memberi tau kalau pak Anton hari ini Izin tidak masuk kantor di karenakan kurang enak badan.
Setelah pembicaraan mereka selesai, Sofia pun langsung keluar dari kantor Anton, yang tanpa sengaja bertemu dengan Gunawan.
"Ngapain kamu Sofia?." Tanya Gunawan.
Gunawan yang seperti mencurigai gerak-gerik nya Sofia, yang sepertinya ada maksud lain dengan Anton.
"Kebetulan lewat aja, jadi mampir sebentar kirain!." Jawab Sofia dengan berjalan langsung ke arah parkiran.
"Emang dasar perempuan gatal. Uda tau laki-laki uda punya istri, masih juga gangguin. Kan ada aku yang singel." Ucap Gunawan yang berlalu pergi masuk kedalam kantor.
.................
"Orang tua ini pun di telpon gak di angkat-angkat." Ucap Sofia yang sedang menyetir dalam keadaan pelan.
Sofia langsung berfikir untuk langsung kerumah Anton saja. Sebelum nya dia pergi ke toko perlengkapan anak, untuk memberi kado buat anak Anton, jadi Sofia punya alasan kerumah nya untuk memberikan bingkisan itu.
( Emang dasar pelakor selalu gak punya malu dan selalu punya ide-ide busuk untuk mengincar mangsa nya )
.................
"Aku siap kan bubur buat mama duluh ya mas?." Ucap Dewi yang sedang duduk di ruang tv bersama putri kecil nya juga mas Anton.
"Iya sayang....!." Jawab Anton.
Terlihat Anton yang sedang asik mengajak bicara putri kecil nya, walaupun dia tau kalau putri kecil nya belum mengerti.
"Ini putri kecil kesayangan ayah ya....!?. hulu...hulu...hulu....., nanti uda besar jadi anak yang baik budi ya?." Ucap Anton sembari tersenyum-senyum.
Sedang kan di kamar Dewi yang terlihat menyuapi mertua nya dengan penuh perhatian, walaupun mertua nya selalu berbuat kasar dengan nya.
"Dewi....!."
"Iya ma?." Jawab Dewi yang tersenyum tipis.
__ADS_1
Namun belum pun sempat mertua nya berbicara lagi, terdengar dering telpon dari atas meja rias Dewi.
"Sebentar ya ma, Dewi lihat siapa yang telpon." Ucap nya dengan lembut.
Dewi pun langsung memanggil suami nya. Gunawan teman sekantor mas Anton ternyata yang menelpon.
Setelah memberikan telpon, Dewi kembali masuk ke kamar.
"Tadi mama mau ngomong apa?." tanya Dewi.
"Gak jadi. Cepat la kamu suapi nya, lelet banget pun." mertua ku yang kembali ketus, baru juga semenit berbicara lembut.
Di sisi lain, Anton yang menerima telpon dari Gunawan, di buat kaget dengan ucapan Gunawan.
"Iya beneran, pasti dia itu kerumah kamu!, jangan-jangan kalian ada main ya?." Ucap Gunawan yang membuat panik Anton.
"Jaga ucapan mu. Nanti di dengar istri ku di pikir dia beneran, bisa berabe." Jawab Anton.
Anton pun cepat-cepat menyudahi pembicaraan dengan Gunawan melalui telpon.
"GAWAT!! gimana ni, kalau nanti Sofia kemari, terus dia bahas atau keceplosan masalah pertemuan yang tanpa sengaja kemarin malam. Aku kan udah berbohong dengan Dewi." Ucap Anton yang mulai panik.
"Kenapa mas?.
Dewi yang tiba-tiba sudah ada di samping putri kami, membuat Anton tersentak dari rasa panik nya.
"Apa nya kenapa?." Tanya Anton.
"Gak ada masalah apa-apa. Tanya kabar aja dia." Jawab Anton.
Perlahan Anton menjauh dari Dewi yang sedang menjaga putri kami di ruang tv, Anton berpikir bagai mana dia harus memberi tau Sofia, kalau nanti dia kerumah nya jangan membahas sedikit pun pertemuan nya bahkan sampai membantu nya di tengah hujan yang deras, hingga membuat diri nya basah kuyup.
"Sayang!. Aku merokok sebentar ya di depan!?." Ucap Anton memberi alasan.
"Iya sayang.
Sesekali mata Anton melihat sekeliling area depan rumah nya, memastikan kedatangan Sofia yang sedang di tunggu dengan nya.
Hampir 15 menit Anton menunggu, tapi Sofia belom juga kelihatan.
Saat Anton akan berbalik masuk, terlihat mobil Sofia baru saja datang, dan terhenti di pinggir pagar rumah nya.
Dari jauh terlihat Sofia tersenyum pada ku. Rasa nya aku ingin cepat-cepat menarik nya dan membisikan sesuatu yang harus di rahasia kan dia dari Dewi.
"Hai mas..!
"Ussttt....!!. Ada yang ingin aku bicarakan pada mu." Ucap Anton.
"Auhkkk." Sofia terkejut saat Anton menarik nya dengan kencang.
"Ada apa sih?."
__ADS_1
Anton menjelaskan niat nya untuk apa dia sampai menarik Sofia.
Dan jelas saja Sofia setuju dengan permintaan Anton, tapi dengan 1 syarat, dan syarat ini jangan sampai gagal seperti kemarin.
"Emang kamu mau apa dari aku." Ucap Anton yang uda tidak banyak waktu lg.
"Mas....mas..., belum siap ya kamu merokok nya?." Teriak Dewi dari dalam.
"Sudah ni, sebentar sayang." Jawab Anton.
Anton pun dengan buru-buru, memenuhi persyaratan apa saja, karna Dewi sudah memanggil nya.
Anton pun kembali ke dalam rumah, dan Sofia mengikuti dari belakang.
"Kok bisa ada Sofia?." Tanya Dewi, kenapa bisa berbarengan.
"Kebetulan waktu aku mau masuk, tiba-tiba dia uda datang aja." jawab Anton.
Sofia langsung memberikan paper bag yang ada di tangan nya kepada Sofia.
"Ini ada hadiah buat Nayla Wi." Ucap Sofia.
"Enggak usa repot-repot Sofia." Jawab Dewi, harus merasa senang atau cemburu.
"Enggak apa la. memang niat ku kemari untuk kasih hadiah ini ke anak kamu."
"oww...!, Kamu gak tau apa, kalau mama sakit?." Tanya Dewi.
Sofia memang tidak mengetahui sama sekali kalau mama nya Anton sedang sakit.
"Pantas saja, aku telpon gak di angkat-angkat." Ucap Sofia dengan nada pelan.
"Kenapa?."
"Ha... Gak apa!." Jawab Sofia.
Dewi mengantar Sofia ke kamar untuk melihat mertua nya, sedang kan Anton tetap di ruang tv menunggu anak nya yang tidur.
"Bukan nya ini kamar kamu?." Tanya Sofia.
"Semalam mama itu minta di kerokkin. Tapi karna lemas, akhir nya mama ketiduran ya sampai sekarang, badan nya masih panas dan gak mau pindah." Jawab Dewi.
Tapi saat masuk kamar, mertua nya terlihat tidur sangat lelap. Sofia pun tidak ingin mengganggu dan permisi untuk pulang cepat.
Gak seperti biasa nya, Sofia yang suka berlama-lama di rumah ku demi mencari perhatian mas Anton, baru kali ini aku lihat dia ingin sekali cepat-cepat pulang.
Sambil berjalan keluar rumah Dewi,Sofia mengedip kan mata kepada Anton, pertanda dengan perjanjian nya.
"Bey...!, aku pulang ya." Ucap Sofia.
"Ya, terima kasih kado nya." Balas Dewi yang langsung menutup pintu rumah nya, untuk beristirahat.
__ADS_1
Bersambung.....