
Anton yang terbengong pun dikagetkan dengan kedatangan Sofia dan anak nya yang menghampiri nya ke toilet.
"Sayang, sayang!" panggil Sofia yang berulang kali memangil Anton dan menepuk pundak nya. "Kamu kenapa?! apa yang kamu lihat sampai kamu terbengong seperti ini?!" Tanya Sofia kembali.
"Kenapa aku?, aku gak kenapa-napa kok." Jawab Anton yang langsung berjalan untuk keluar.
Melihat tingkah Anton yang seperti ada sesuatu yang tidak ingin ia kata kan, Sofia pun merasa was was dan fikiran nya mulai kacau kembali.
"Ya uda ayok kita pergi, sini sayang papa gendong kamu!" Ajak Anton kepada anak nya yang hanya terdiam melihat kejadian ini.
Anton pun langsung berjalan menuju luar restauran, dan kebetulan Gunawan, Dewi dan Nayla sudah tidak ada di tempat duduk mereka. Sebalik nya Sofia yang di fikiran nya hanya takut kalau sampai Anton bakalan mengingat kehidupan nya yang duluh lagi.
"Beneran kamu tidak kenapa-napa sayang?! perasaan aku seperti nya kamu melihat sesuatu tadi, sampai kamu bisa terpaku seperti itu." Tanya kembali Sofia saat mereka menuju luar mall.
Anton yang mulai mengetahui sifat Sofia pun langsung berpura-pura seolah-olah kalau tadi dia hanya pusing dan seperti ingin jatuh, makanya ia terdiam sejenak. Dan Anton langsung merangkul Sofia agar Sofia tidak terus-terusan bertanya kepadanya.
"Kamu gak percaya sama suami kamu sendiri?! kamu takut ya aku lihat cewe lain selain kamu?!" Canda Anton yang mencoba mendingin kan suasana.
Melihat tingkah laku Anton ke pada Sofia, Sofia pun langsung terbuai dengan rayuan nya, bahkan ia pun mulai genit kembali pada Anton, walaupun sebenarnya Anton tidak suka melakukan ini.
"Lihat tu papa kamu, sebenarnya ia sayang sama mama kamu ini, tapi gengsi nya terlalu tinggi." Ucap Sofia.
Mereka pun langsung menuju ketempat dimana mobil mereka di parkir. Namun dari arah kejauhan Anton seperti melihat anak kecil yang ia temui tadi masuk ke dalam mobil yang berada di sebrang tempat parkir mereka. Namun karna suasana hari yang sudah petang ia hanya melihat samar-samar, namun Anton melihat plat mobil dengan jelas saat yang bersamaan ada lampu mobil lain menyorot dari arah belakang.
Sofia pun langsung masuk kedalam mobil, dan di ikuti Anton dan anak nya.
"Malam ini kita makan di mana ya sayang?!" Tanya Sofia kepada Anton.
"Seharusnya kamu bertanya kepada ank kita lo sayang, ibu-ibu lain pasti bertanya pada anak nya, tempat makanan yang mereka senangi. Bukan begitu na!" Jawab Anton yang selalu aneh dengan Sofia yang seperti tidak menganggap ada anak nya.
__ADS_1
"Benar dong pah, pasti mama tanya nya ke papa, kan papa sudah lama tidak keluar rumah pasti ada tempat papa yang ingin papa kunjungi atau ada makanan yang papa sukai, buka. begitu ma?!" Sambung Nayla palsu mencoba mencairkan susana.
Sofia yang mendengar omongan Nayla palsu pun sangat senang, ia berfikir kalau dia tidak salah pilih orang untuk menjadi anak buah nya, dan apa lagi anak seumuran dia sudah bisa bersandiwara dengan sangat baik. Dalam hati Nayla palsu hanya uang, pasti kalau dia menjalankan tugas ini hari dengan baik ia akan banyak mendapat kan bonus dari tante jahat alias Sofia.
"Anak kamu aja ngerti, masak kamu gak ngerti." Ucap Sofia.
"Gini aja, sekarang anak papa suka nya makan dimana?, biar papa sama mama yang nurutin permintaan kamu." Jawab Anton.
*
*
*
*
"Kenapa kamu tadi lama sekali nak di toilet nya nak?" Tanya Dewi kepada Nayla.
"Kan uda mama bilang apa?! besok-besok kamu tu jangan bandel, kalau di temenin itu mau." Ucap keras Dewi kepada Nayla.
"Uda uda, ngapain kamu marah, yang penting Nayla tidak kenapa-napa. Uda ya sayang, besok kamu jangan terlalu akrab dengan orang dewasa yang belum kamu kenal. mama marah seperti ini karma ia sayang dengan kamu, kami sayang kamu ya nak." Sambung Gunawan.
Papa sambung Nayla alias Gunawan memang sangat menyayangi Nayla sejak masih bayi, tidak di heran kan lagi kalau Nayla selalu di dimanja, bahkan Gunawan sama sekali tidak pernah berbicara bernada tinggi dengan anak sambung nya itu, beda dengan Dewi yang selalu memarahi Nayla, walau pun sikap Dewi kasar kepada Nayla namun Dewi sangat menyayangi anak nya itu. Dewi hanya takut yang berlebihan terhadap anak nya.
*
*
*
__ADS_1
*
Mobil Sofia tampak berhenti di salah satu rumah makan tidak jauh dari mall yang mereka singgahi tadi, terlihat Anton berjalan bergandengan dengan anak palsu nya, sedang kan Sofia tampak mengikuti dari belakang.
Sesampai nya di dalam rumah makan mereka langsung memanggil salah satu pelayan untuk memesan makanan, namun tampah diduga pelayan tersebut tampak mengenal Anton dan seperti nya Anton bukan orang asing yang baru beberapa kali ia kenal.
"Baik buk, saya ulangi lagi ya pesanan ibu dan bpk Anton. Untuk makanan nya nasi goreng ayam tidak pedas, mie goreng seafood, ayam bakar kaliwang, dan buat minum nya 3 air mineral. Benar buk." Ucap pelayan tersebut.
Namun Anton pun mulai merasa aneh, dan seperti nya ia tidak salah mendengar kalau pelayan tersebut memanggil nama nya.
"Ia." Jawab Sofia yang melihat eskpresi wajah Anton, dan ia berharap kalau Anton tidak mendengar ucapan pelayan tadi.
"Selamat menunggu buk." Ucap kembali pelayan tersebut sambil beranjak pergi.
Sikap Anton pun sekarang mencoba untuk tetap tenang, karna ia sudah memahami Sofia bagai mana, ia hanya menunggu waktu yang tepat sebenar nya apa yang selama ini terjadi pada nya, semua tampak janggal yang ia rasakan. Sejak pertemuan nya tadi dengan anak yang bernama Nayla juga ia pun mulai seperti ada sesuatu yang di sembunyikan dengan Sofia selama ini.
"Anak papa gak mau es cream?" Tanya Anton.
"Enggak pa, Nay cuma pengen nasi goreng nya saja." Jawab Nayla palsu
"Mama pesan buat kamu ya sayang." Sambung Sofia yang membelai rambut anak palsu nya, seolah-olah ia sangat menyayangi nya.
Tidak lama mereka mengobrol, datang pesanan mereka, mereka pun langsung menyantap makanan yang sudah di hidangkan dengan pelayan tersebut.
Setelah mereka menghabiskan makanan yang di atas meja, mereka bertiga pun langsung meninggal kan rumah makan tersebut untuk kembali kerumah dan beristirahat. Sedangkan Anton sedang memikirkan siasat bagai mana ia bisa kembali ke rumah makan tersebut tanpa Sofia, untuk mengetahui bagai mana pelayan tersebut bisa mengenal nya.
...****************...
BERSAMBUNG....
__ADS_1
Jangan lupa like,komen dan vote nya ya teman-teman🤗😍. Maaf kalau baru muncul kembali🙏