
Setelah Gunawan sampai di masjid. tempat dimana yang akan di langsungkan nya ijab kabul, Dewi pun langsung menyusul untuk memasuki masjid diiringi anak dan mertua nya yang mendampingi nya.
Sesampai nya di tempat ijab kabul, Dewi langsung duduk di samping Gunawan yang membuat Gunawan semakin gugup tak karuan melihat kecantikan Dewi yang belum pernah ia lihat, karna Dewi selama ini hanya berdandan sesimpel mungkin saat kekantor, melihat Dewi yang saat ini akan menjadi istri nya dengan sangat cantik menambah Gunawan salah tingkah.
"Mari kita mulai ijab kabul nya" Ucap penghulu.
Dewi menggunakan wali hakim yang sudah di sediakan dan sudah izin dengan ayah nya yang berhalangan untuk hadir menjadi wali nikah nya.
Setelah wali hakim selesai mengucap kan ijab kabul, Gunawan langsung membalas dengan suara lantang dan lancar walaupun sedikit gugup.
"Saya terima nikah nya Dewi bin Abdullah emas tersebut di bayar tunai" Ucap Gunawan dengan tarikan satu nafas tegas dan lantang.
"Gimana saksi sah" Saut penghulu.
"SAH" Di saut para saksi dan tamu undangan.
Setelah selesai ijab kabul, Dewi di suruh mencium tangan Gunawan yang sudah menjadi sah suaminya.
"Silakan mempelai wanita mencium tangan suami nya" Perintah penghulu. Dengan rasa yang masih belum menyangkah kalau ia sekarang sudah benar-benar menjadi istri Gunawan, dengan rasa gemetar Dewi mencium tangan Gunawan.
Dan para tamu undangan pun langsung memberikan ucapan selamat pada mereka ber dua.
Satu persatu tamu undangan memberi salam dan ucapan selamat kepada Dewi dan Gunawan.
"Terima kasih ya kalian sudah menyempatkan hadir ke acara bahagia kami." Ucap Dewi kepada tamu undangan.
"Sekarang papa sudah menjadi papa sungguhan Nayla kan pah?!" Tanya Nayla yang langsung menghampiri Gunawan.
"Dari duluh kan memang papa nya Nayla?" Jawab Gunawan yang langsung memeluk Nayla.
"Akhir nya acarnya sudah selesai juga." Sambung Dewi yang mulai kepanasan.
__ADS_1
Parah tamu pun langsung di persilakan untuk makan dan minum yang sudah di sediakan di kediaman Dewi.
"Malam ini kamu nginab di sini kan?!" Tanya mertua Dewi.
"Enggak mah, Gunawan pulang aja." Jawab Gunawan melirik ke arah Dewi yang berharap di tahan dengan Dewi untuk tetap tinggal.
Namun Dewi hanya diam, seolah-olah menyetujui ucapan Gunawan.
" Ya sudah kalau begitu, yang penting besok kamu jangan telat untuk pergi ketempat resepsi." Saut mertua Dewi.
"Sudah pasti tidak la mah, itu kan hari spesial buat Gunawan." Jawab Gunawan.
"Hati-hati kamu di perjalanan." Sambung Dewi yang memberikan senyuman malu-malu nya. Dewi kali ini benar-benar berdebar dan merasa malu, bagai mana tidak! orang yang selama ini membantu nya dalam segalah hal sudah menjadi suami dalam hitungan detik.
***
"Kenapa kamu senyum wi!?" Tanya mertua nya
"Kamu jangan pikir yang aneh-aneh, lagian Gunawan sudah sah menjadi suami kamu. Bahkan dia sangat baik pada Nayla." Ucap mertua nya yang selalu mendukung menantu nya untuk menikahkan nya pada Gunawan.
Setelah beberapa menit mereka mengobrol, akhir nya mereka memutuskan untuk beristirahat dan lebih awal untuk tidur malam ini, karna esok mereka harus sudah bangun pagi untuk mengadakan resepsi pernikahan Dewi dan Gunawan. Sedangkan Nayla sudah terlelap tidur dari sehabis magrib tadi.
****
Keesokan hari nya, cuaca yang begitu cerah seperti mendukung resepsi pernikahan Dewi dan Gunawan yang di selenggarakan di hotel, walaupun mereka menggelar resepsi pernikahan di hotel, namun Dewi ingin sesederhana mungkin. Dewi, mertua dan anak nya terlihat sedang berias dengan penatarias. Tidak hanya Dewi dan mertua nya saja yang terlihat sedang di rias, namun keluarga inti dari mertua nya pun terlihat sudah hadir dan menunggu giliran untuk di rias.
Sedangkan Dewi dan Gunawan di tuntun kesebuah kamar, dan membuat Nayla cemburu karna ia tidak di ajak untuk ikut bersama ibu nya. Namun Dewi meminta agar anak nya agar di bawak juga. Dewi dan Gunawan di minta untuk berganti pakaian di kamar khusus yang sudah di dekor dengan begitu indah, sedangkan Nayla sendiri, sedang di rias sebelum MUA merias ibu dan papa sambung nya.
"Maaf nyonya, apa sudah bisa saya merias nyonya." Tanya MUA pada Dewi yang terlihat sudah berganti baju.
"Iya kita mulai sekarang saja." Jawab Dewi dengan lembut.
__ADS_1
mereka pun langsung mendandani wajah Dewi, tapi sebelum MUA mulai merias ia membersihkan riasan Dewi yang sebelum nya. Namun saat Dewi menyadari bahwa sebenar nya ia sangat lapar dan lemas, karna dari semalam belum ada yang masuk dari perut nya.
"Nyonya lapar?!" tanya MUA yang mendengar
suara perut Dewi yang keroncongan. "Saya rasa kalau untuk waktu 20 menit masih bisa nyonya." Kata perias kembali.
"Ya sudah kalau begitu saya makan duluh ya?!" Jawab Dewi dengan memberikan senyuman.
"Kalau begitu kami keluar sebentar, nanti sekitaran 15 menit kami kembali lagi ke kamar nyonya." Setelah berkata seperti itu, para MUA segera keluar dari kamar.
"Wan, tolong dong pesankan makanan aku lapar banget ni." Kata Dewi kepada Gunawan yang sedang berbincang pada Nayla.
"Kamu lapar?!" Tanya Gunawan dengan tersenyum melihat Dewi yang kelaparan saat akan di rias. Dewi pun mengangguk kecil seraya memberi isyarat. Gunawan langsung menelpon layanan kamar dan memesan makanan buat istri nya. Setelah memesan makanan Gunawan dan Nayla berjalan ke arah ibu nya yang sudah kelaparan.
"Lihat ibu kamu, ternyata dia kelaparan."Ledek Gunawan dan Nayla anak nya yang tersenyum kecil.
"Heuummm..... Jadi aku gak boleh lapar ya." Ucap manja Dewi yang langsung manyun.
Melihat seperti itu, rasanya Gunawan ingin sekali mencium bibir Dewi yang manyun, tapi tertahan karena ada Nayla anak mereka. Rasa nya Gunawan ingin cepat-cepat malam saja agar bisa berduaan dengan Dewi.
"Kenapa kamu melamun" Tanya Dewi yang melihat Gunawan tersenyum-senyum dengan memandang nya.
"Kamu kelihatan cantik kalau sedang manja begitu." Jawab Gunawan yang tanpa sengaja ia ucap kan, dan membuat Dewi malu-malu, Nayla melihat mereka saling bertatapan langsung memberi ledekan.
"Ciiee... papa sama ibu." Dengan menunjuk kedua orang tua nya Nayla tertawa.
Saat Dewi menggelitik perut anak nya, terdengar suara ketukan pintu kamar, Gunawan langsung melangkah ke arah pintu untuk membukakan pintu kamarnya, ternyata ada seorang pelayan membawakan makanan, pelayan pun segera masuk dan menata makanan di atas meja, setelah semua kelihatan beres , pelayan tersebut langsung keluar dari kamar mereka.
Dewi pun langsung memakan makanan nya yang sudah di letakan di atas meja dengan buru-buru, sedangan kan Nayla meminum susu yang sudah di pesan dengan makanan Dewi. Melihat ibu dan anak yang sangat lahap Gunawan hanya memberi senyuman kepada mereka.
...****************...
__ADS_1
Bersambung....