
Tok...Tok...Tok...
Terdengar ketukan pintu, Anton yang sudah tau pasti itu istri nya yang sudah sampai. Selang berapa saat, Dewi pun masuk keruangan kerja Anton, dengan mata yang seperti mencari-cari sesuatu, sambil berjalan ke arah Anton yang sudah berdiri untuk memeluk dewi.
"Kan aku uda bilang, jangan keluar rumah lagi. Nanti kalau terjadi apa-apa dengan kamu dan anak kita bagai mana?." Tanya Anton yang berpura-pura bodoh, tentu saja untuk mengalikan kecurigaan Dewi.
"Kamu ganti parfum mas?." Ucap dewi, yang mencium parfum suami nya yang beda.
Seketika membuat Anton terkejut dengan pertanyaan Dewi istri nya." Tadi kan aku meeting. Pasti nya ada wanita nya juga, mungkin menempel saat tadi." Jawab Anton dengan santai nya.
Dewi yang masih belom percaya, memutus kan untuk tetap menunggu suami nya pulang, agar hati nya menjadi tenang. Dan Anton pun menyetujuinya.
Anton pun sesaat merasa aman, kelihatan nya Dewi mulai percaya dengan kata-kata aku. Untung aja Sofia cepat-cepat aku suruh bawak ke ruangan nya Gunawan, kalau tidak bisa hancur semuanya.
Flashback...
"WAN!, ajak Sofia keruang kerja kamu duluh, istri ku uda ada di depan kantor kita." Ucap Anton yang buru-buru membantu merakit rantang yang di bawak Sofia.
Sofia yang terlihat kesal, acara nya bukan hanya di ganggu dengan Gunawan, tapi sekarang uda datang Dewi yang di benci itu." Aku gak mau pergi." Ucap Sofia, yang mau tetap di ruangan Anton.
Anton memohon kepada Sofia agar dia mau ikut dengan Gunawan ke ruangan nya. Dan akhirnya Sofia pun menyetujui dengan persyaratan.
Flashback off
*****
Namun ketenangan Anton tidak bertahan berapa lama, Dewi yang melihat sisa nasi yang tercecer di lantai dan meja yang terlihat agak sedikit kotor, membuat kecurigaan Dewi semakin nyata. Untung saja di perjalanan tadi Dewi sempat membeli makan siang buat suami nya dan dia pun ingin menguji kejujuran suaminya.
"Kebetulan, tadi aku sempat berhenti belikan makan siang buat kamu mas. Pastinya kamu gak sempat makan karna sibuk meeting kan?." Tanya Dewi yang ingin memancing suami nya yang akan menjawab apa.
Anton lagi-lagi terdiam dan memikirkan pertanyaan Dewi. Dewi menatap Anton dengan mengerut kan keningnya, seolah-olah ingin jawaban cepat yang keluar dari mulut aku.
"Be..belum sayang!." Jawab Anton, walaupun ia sudah sangat kenyang.
Anton pun langsung memakan Nasi bungkus yang di bawakan Dewi, meskipun perut nya sudah sangat kenyang dan rasa nya tidak sanggup lagi untuk menghabiskan nya.
Sedang kan Dewi yang menunggu suami nya selesai makan,duduk di sofa sambil membaca novel yang berada di rak buku. Terlihat Anton yang sudah selesai makan untuk yang ke dua kali nya dan pergi mencuci tangan nya di wastafel." Rasa nya mau berjalan pun susah karna kekenyangan." Ujar Anton dalam hati nya.
__ADS_1
"Mari kita pulang sayang!. Ajak Anton, yang melihat Dewi lagi menghayati cerita di dalam novel tersebut.
Novel yang di baca Dewi pun langsung di kembalikan ke rak buku ruang kerja suami nya." Kalau kamu suka, ambil saja sayang!, kan bisa nanti di baca dirumah." Ucap Anton, yang mengambil novel itu kembali.
Di perjalanan, Anton terus menggenggam erat tangan Dewi sepanjang perjalanan pulang. Anton memperhatikan tangan dan kaki istri nya yang mulai membengkak dan bentuk tubuh nya sudah sangat membesar.
"Aku uda gak cantik lagi ya mas?." Ucap Dewi.
"Kenapa kamu tiba-tiba bicara seperti itu!?." Jawab Anton yang fokus menyetir mobil, dan saat dia melirik ke arah Dewi, terlihat Dewi menetes kan air mata nya. Langsung aja Anton mengambil jalur kiri dan berhenti.
Anton langsung mendekatkan wajah nya ke Dewi, Dan tangan Anton langsung memegang pipi Dewi yang masih mengeluarkan air mata." Aku kan uda janji slalu bersama kamu." Ucap Anton meyakinkan Dewi.
"Kalau ada wanita lain di hati mu, bagai mana?." Ungkap Dewi yang menatap tajam ke arah Anton.
"Apa yang kmu fikirin, uda jangan nangis lagi. Kasihan anak kita yang lagi di dalam mama nya." Jawab Anton yang lagi-lagi memotong pembicaraan.
Dewi pun yakin, kalau suaminya tidak berkata jujur padanya. Dan Dewi memutus kan untuk diam dan tidak berbicara lagi, karna dia tau suami nya lagi berdusta.
......................
Setelah dari kantor suaminya, Dewi sekarang lebih banyak diam dan dia sekarang tau kalau suaminya sudah sering berbohong kepada dia. Untung saja Dewi seorang istri yang penyabar dan tulus, dalam menghadapi masalah rumah tangga nya.
.
.
.
.
Terdengar suara seperti orang terjatuh dan teriakan dari arah dapur membuat Anton yang baru saja tidur terbangun karna suara teriakan dari arah dapur.Seketika Anton pun beranjak dari tempat tidur nya, dan berlari kecil ke arah dapur.
Aku pun di buat kaget, terlihat mama sudah terjatuh di dekat pintu kamar mandi yang ada di dapur." Ya ampun ma!." Langsung saja aku menggendong mama ke kamar, yang seperti nya kaki mama terkilir. Dan aku bersyukur ternyata bukan Dewi yang jatuh.
"Dewi...Dewi...!!"
Teriak Anton yang memanggil Dewi, namun tak ada jawaban dari istrinya.
__ADS_1
"Sebentar ya ma, aku ambil kan kotak P 3 K." Ucap Anton, sembari mendudukkan mama nya di tepi ranjang.
"Lihat seperti apa istri kesayangan kamu itu!?, bisa-bisa nya, kamu panggil pun gak dengar dia. Apa lagi lihat mama kamu jatuh seperti ini, mungkin didalam hati nya mensyukuri mama." Ucap mama Anton yang meringis menahan sakit dikakinya.
Aku yang tidak ingin mendengarkan ocehan mama, berlalu pergi keluar kamar untuk mencari Dewi dan mengambil P3 K.
Dewi yang kaget, tiba-tiba ada yang melepas handset nya langsung menoleh ke arah belakang.
"Rupanya kamu mas!, ada apa?." Ucap dewi yang meletakan novel nya di atas meja. Mata Dewi yang melirik ke arah kotak P3 K, langsung bertanya "Siapa yang sakit mas?." Ucap Dewi.
"Makanya kamu tu jangan pakai handset, jadi ada apapun gak dengar." Jawab Anton yang berlalu pergi meninggal kan Dewi.
Dewi langsung berdiri mengikuti langkah Anton yang ternyata masuk kekamar mertua ku." Kenapa dengan mertua ku ya?." Pikirnya dalam hati." Dewi merasa ragu untuk ikut masuk kedalam kamar mertua nya itu. Tapi bagai mana pun pasti ibu lagi terluka, sampai mas Anton membawakan kotak P3 K.
Aku melihat mama mertua ku yang bersandar di pinggir ranjang dengan kaki yang sedikit membiru, sedangkan mas Anton tampak mengoles kan minyak urut ke pergelangan kaki mama.
"Mama kenapa?. tanyak Dewi, yang melangkah kan kaki nya mendekati suami nya." Sini mas, biar aku aja yang mengoles minyak urut nya." Ucap Dewi yang langsung duduk dekat suami nya.
"Gak usah sok peduli kamu. Saya tau, senang kan kamu lihat saya seperti ini?." Ujar mama mertua dengan nada tinggi.
"Tapi beneran Dewi memang gak tau, kenapa mama sampai bisa seperti ini. Uda!, biar Dewi yang merawat mama aja mas." Ucap aku yang mengambil minyak urut dari tangan suami ku, dan mana tau setelah ini mama bisa menyayangi aku.
Mama mertua ku, langsung menolak permintaan ku. Dan lebih membuat aku terkejut lagi, mama malaan meminta mas Anton untuk menghubungi Sofia dan untuk mengajak nya kerumah ini.
"Aku yang menantu mama. Bukan Sofia...!. Kenapa harus Sofia...Sofia...dan Sofia lagi." Ucap aku yang uda teramat kesal dengan mau nya mama mertua aku.
"Uda berani - berani nya kamu bentak saya!. Dasar perempuan gak berguna." Ucap mama mertua, sembari menahan sakit di kaki nya.
Tapi Anton hanya bisa diam saja, sambil menatap istri nya yang terlihat sedih.
Aku yang merasa kesal dengan mama mertua langsung keluar dari kamar nya, se'lebih lagi melihat suami ku yang hanya bisa diam kalau mama nya slalu marahin ku.
"Kenapa gak bisa mama mencoba suka dengan Dewi sedikit saja!. Bagai mana pun anak yang di kandung Dewi itu darah daging ku ma, yang berarti itu cucu mama." Ujar Anton yang sambil mengurut mama nya, mencoba membujuk mama nya yang keras kepala.
Tapi tetap saja tidak membuat mama nya Anton terbuka sedikit pun hati nya, malaan dia semakin kekeh untuk menjodohkan Anton dengan Sofia.
...********...
__ADS_1
Bersambung........