Buah Hati Mama

Buah Hati Mama
Bab 13


__ADS_3

Cuaca siang ini sangat terik, jam pun sudah menunjukan pukul 1 siang.


Krinnggg.... Krinnggg... Kringgggg..


Terdengar suara telpon rumah berdering.


"Dewi...!" Suara ibu mertua ku yang sangat keras memanggil aku.


Aku cepat-cepat menghampirin mertua ku, yang terlihat duduk di sofa santai kesayangan ku, dengan membaca koran menggunakan kaca mata tebal nya.


"Iya ada apa ma?." Ucap aku.


"Kamu gak dengar apa!, ada telpon. Apa kamu uda tuli..!!" Ucap mertua ku, yang tidak memandang ku sama sekali, hanya melihat koran yang sedang ia baca.


"Padahal mertua ku sangat dekat dengan telpon rumah yang lagi berdering, kenapa harus panggil aku juga." pikir ku dalam hati.


"Ya hallo...."


"Sayang...!, ini aku mas Anton. Aku hari ini ada meeting di luar kota, mungkin pulang nya agak sedikit malam.


pikiran ku langsung kemana-mana saat mas Anton mengatakan telat pulang, apa lagi harus ke luar kota.


"Memang harus kamu ya mas..?, yang harus keluar kota." Tanya aku, berharap orang lain yang harus pergi.


"Ya sayang, aku mewakili pimpinan yang tidak bisa datang. ya sudah ya!, jaga anak kita tu." Ucap mas Anton yang langsung mematikan tlpon nya.


Aku pun baru tersadar setelah mas Anton mematikan telpon nya, kenapa mas Anton tidak menggunakan tlpon genggam nya untuk menelpon aku.


"Jangan-jangan Anton pergi dengan wanita lain tu." Saut mertua ku, yang slalu saja suka membuat aku tambah cemas.


Aku berjalan masuk kedalam kamar tanpa menggubris omongan mertua ku yang selalu begitu ucapan nya.


Rasa nya hati ku ini gak tenang, apa lagi setelah kemarin malam habis makan bersama Sofia." Apa mas Anton pergi dengan Sofia ya?." pikir ku yang tidak karuan.


"Oeekkk.... Oeekkk... Oeekkk....


Disaat seperti ini pun anak ku menangis, yang membuat bertambah kacau pikiran aku.


"Ya nak...."

__ADS_1


Cepat-cepat aku menghampiri putri kecil ku.


"Kamu ngompol ya...?, Aduh.... Kasihan anak ibu uda basah semua ya baju nya."


Aku yang menggantikan popok putri kecil ku pun slalu terniang-niang dengan mas Anton yang benar-benar pergi meeting atau tidak.


"Selepas ini, aku harus menelpon ke kantor


Setelah mengganti pakaian putri kecil ku, aku langsung menelpon bagian resepsionis, untuk membuktikan kalau mas Anton benar meeting atau tidak.


Tidak butuh waktu lama, sekali aku menelpon sudah di angkat dengan bagian resepsionis nya.


"Halo, selamat siang!, ada yang bisa kami bantu?."


"Siang kembali. Saya mau tanyak pak Anton nya. Apa beliau ada di kantor?." tanya aku yabg berpura-pura tidak mengetahui keberadaan mas Anton.


"Maaf, ini dengan siapa ya. Kami tidak bisa memberikan informasi tentang pekerja di perusahan kami buk." Jawab salah satu resepsionis.


"Tapi saya istri nya, mbak?" Jawab Dewi.


Resepsionis itu pun meminta maaf, karna tidak tau kalau itu istri dari Anton.


"Benarkah?. Maaf buk, kami tidak tau kalau ibu istri dari pak Anton."


"Terima kasih ya mbak atas informasi ny, maaf sudah mengganggu waktu nya." Ucap ku.


"Terima kasih kembali buk."


Mereka pun saling menutup telpon nya. Sedangkan Dewi menyesal uda berpikir buruk pada suaminya.


"Ya allah, jahat sekali pikiran ku. ternyata benar mas Anton ada meeting di luar kota." Ucap ku sendirian.


Dewi menyesali kecurigaan yang berlebihan kepada suami nya. Sekarang hati Dewi terasa lebih tenang, dan bisa lebih fokus untuk buah hati nya saja.


.................


Kulihat mertua ku sedang membuat air jahe di dapur, saat aku ingin membuat air panas untuk ku masukkan ke dalam teremos. Tapi langkah ku terhenti sejenak, aku yang tak ingin satu tempat dengan mertua ku,lebih baik aku mengalah untuk menunggu nya selesai.


Karna terlalu lama, aku memutus kan untuk langsung memanaskan air.

__ADS_1


"Anton belum pulang?." Tanya mertua ku yang sedang memotong-motong jahe.


"Ya, belum ma.


"palingan lagi sama perempuan lain dia. Habis lihat kamu yang seperti ini mana selera si Anton." Ujar mertua ku yang slalu saja senang membuat aku tersulut emosi.


"Tadi Dewi uda tlpon ke kantor mas Anton, kata nya emang benar mas Anton ada meeting." Dengan tersenyum tipis.


"Ngapain kamu senyum-senyum!. Ngejek saya kamu?." Kata mertua ku yang terlihat marah.


Karna malu dengan omongan nya, seperti biasa mertua ku selalu mencari kesalahan ku, yang tidak akan pernah ada habis nya.


"Makanya kamu lihat itu anak ku. Kerja sampai malam-malam begini. Terus kamu yang habisin uang nya." Ucap mertua ku.


"Emang Dewi ada belik apa?." Tanya aku.


"Kamu itu kebanyakan gaya. Susu itu mahal, mau berapa banyak kamu belik susu buat anak kamu. Makanya kamu itu makan sayur rebusan, biar air ***** kamu itu banyak. Tau nya kamu ini ngabisin uang anak aku aja .


Aku geram sekali dengan ocehan mertua ku itu, kalau ku layani gak akan ada habisnya. ingin sekali aku menjawab semua ocehan mertua ku itu, tapi aku teringat putri kecil ku yang sendirian di dalam kamar. Dan sekali lagi aku mencoba untuk sabar dan pergi meninggal kan mertua ku.


...................


Jam sudah menunjukan pukul 8 malam, Anton yang perjalanan, mengemudikan mobil agak sedikit kencang, karena dia ingin cepat-cepat sampai kerumah untuk bertemu dengan putri kesayangan nya.


Namun di pertengah perjalanan, Anton seperti melihat mobil yang tidak asing lagi, yang sedang terlihat mogok di bahu jalan.


Benar saja, ternyata mobil itu milik Sofia, terlihat Sofia yang sedang berdiri seperti sedang kebingungan.


Entah kebetulan,entah bagai mana. Anton bisa tanpa sengaja bertemu Sofia di jalan yang dia lalui.


Anton menepikan mobil nya, tepat di samping Sofia berdiri.


"Hai..., Sofia!!." Tegur Anton yang membuka kaca mobil nya. " Kenapa mobil kamu?." Tanya Anton lagi, sembari membuka pintu mobil dan keluar.


"Ini, mobil aku mogok. Aku gak tau kok bisa begini, kebetulan sekali ada kamu lewat!, tolong dong?." Ucap Sofia.


Angin yang pada malam itu sangat kencang, yang seperti nya hujan akan mulai turun, membuat Anton sangat bimbang antara ingin pulang cepat atau membantu Sofia. tapi dia pun tidak mungkin meninggal kan seorang wanita yang perlu bantuan, apa lagi dalam keadaan malam seperti ini dan hujan akan mulai turun.


Bersambung.....

__ADS_1


Jangan lupa dukungan nya ya para sahabat. Jangan lupa juga like, vote, komen, dan mohon klik favorite dari pembaca adalah semangat dari penulis.


peluk cium dari penulis🤗🤗🤗🤗


__ADS_2