
"Ya ampun Wi! pelan dong makan nya, nanti kamu tersedak lo?!" Ucap Gunawan yang tak di hiraukan Dewi yang terlihat sangat lapar.
"Aku lapar banget, semalam aku gak sempat makan." Ucap Dewi dengan mulut dengan penuh makanan.
"Ya, tapi pelan-pelan dong" Saut Gunawan.
Nayla hanya asik dengan susu dan cake coklat kesukaan nya.
"Ini lagi anak papa, pagi-pagi sudah makan yang manis-manis." Ucap Gunawan yang melihat putri nya memakan makanan nya dengan keenakan.
Tidak lama kemudian, setelah mereka selesai makan, terdengar kembali suara ketukan pintu dan ternyata para perias sudah kembali untuk merias Dewi.
Setelah beberapa menit didandani Dewi terlihat sangat cantik, Gunawan yang melihat istri yang baru di nikahin 1 hari kemarin pun masih terus di buat kagum dengan kecantikan istri nya hari ini.
"Ibu cantik banget" Teriak Nayla dengan suara polos nya. "Iya kan pah?! ibu cantik banget hari ini!." Ucap kembali Nayla yang menggenggam tangan Gunawan.
Mendengar ucapan anak nya Dewi seperti malu-malu menahan senyuman nya di hadapan Gunawan yang dari tadi sudah memandang Dewi dengan tatapan seperti ingin menerkam nya.
*
*
*
Tepat jam delapan malam, Gunawan,Dewi dan anak baru saja terlihat keluar dan langsung menyapa para tamu yang sudah datang. Dewi menggunakan gaun berwarnah merah selaras dengan anak nya yang memakai gaun merah juga, sedangkan Kan Gunawan menggunakan jas hitam dan dasi berwarna senada dengan jas milik nya.
Terlihat di hadiri tamu dari berbagai kalangan, semua terlihat hadir dan merasakan kebahagiaan Dewi dan Gunawan saat ini.
Pesta yang di adakan sangat sederhana, walaupun sangat sederhana namun tetap terlihat mewah dengan bunga-bunga yang terlihat menghiasi di setiap sudut-sudut ruangan.
Resepsi selalu menjadi hal yang di tunggu-tunggu setelah ijab kabul di lakukan, terlebih lagi buat Dewi yang menjadi ratu sehari dengan menggunakan gaun dan berdandan seperti ratu.
Bahkan penata rias sangat mengagumi kecantikan Dewi yang terlihat begitu berbeda dari aslinya.
Dengan perlahan Dewi dan Gunawan memasuki ruang resepsi pernikahan, sorot kamera langsung tertuju pada mereka berdua, dan para tamu memberikan senyuman kepada pengantin baru tersebut.
__ADS_1
"Perhatian untuk semua parah tamu undangan, selanjut nya kita akan mempersilakan untuk kedua mempelai untuk berdansa." Ucap mc yang memandu acara resepsi Dewi dan Gunawan.
Sontak saja Dewi yang mendengar mc itu berbicara terlihat kaget dan mata nya langsung tertuju pada Gunawan yang langsung memegang tangan nya untuk berdansa.
"Wan, apa-apaan ini?!" Bisik Dewi ke telinga Gunawan.
"Aku pun gak tau, kenapa ada acara dansa." Jawab Gunawan yang bingung.
Dari arah ujung terlihat Nayla putri Dewi tersenyum-senyum seorang diri.
"Kan gini biar romantis lo ibu." Ucap nya seorang diri, yang ternyata ini semua ulah Nayla.
Parah tamu undangan bersorak agar pasangan pengantin baru cepat berdansa di podium. Sedangkan Dewi langsung menatap dengan mata yang tajam ke arah seseorang yang dia percaya untuk mengatur semuanya.
Gunawan yang sudah sah menjadi suami nya langsung menarik dengan lembut tangan Dewi yang terasa sangat dingin, terlihat jelas dari wajah nya kalau Dewi saat ini sangat malu. Dewi pun tidak bisa berkata apapun, akhir nya ia pasrah dengan keadaan ini semua.
Gunawan pun menganggap peristiwa ini sebagai momen penting yang tidak bisa ia lupakan, untuk pertama kali nya ia memeluk seorang wanita yang benar-benar ia cintai.
Dengan sigap Gunawan meletakkan tangan nya di pinggang Dewi yang membuat Dewi langsung menahan napas nya karna sudah terlalu dekat berhadapan Dengan Gunawan.
Jantung Dewi berdetak sangat kencang, dan rasanya ingin sekali mengakhiri dansa ini segera.
"Beneran aku gak tau apa-apa soal ini, tapi aku sangat beruntung, hari ini pernikahan kita sangat berkesan." Jawab Gunawan dengan tersenyum.
Dewi yang mendengar jawaban Gunawan langsung merubah wajah nya menjadi sedikit merengut.
Setelah beberapa saat Dewi bisa menarik napas lega, terdengar tepukan tangan dari para tamu undangan yang hadir, pertanda kalau dansa sudah berakhir.
"Akhir nya." Ucap Dewi.
Lagi-lagi suara mc bergema kembali membacakan acara selanjut nya.
Lagi dan lagi Dewi di buat kaget dengan pembicaraan mc kalau Gunawan akan mencium pengantin wanita.
Teriakan para tamu undangan yang seolah-olah mendukung mc tersebut membuat Dewi menatap Gunawan dengan tatapan yang tajam dan mengerutkan alis nya.
__ADS_1
Cium.... Cium..... Cium...
Teriak tamu undangan.
Lagi-lagi Dewi hanya bisa pasrah dan menerima ciuman dari Gunawan yang langsung mendarat di kening Dewi.
"Sehabis ini kejutan apa lagi dari mc bodoh itu." Ucap Dewi di hati.
Pesta pun berlangsung tanpa kendala, dan malam pun semakin larut dan tamu undangan satu persatu sudah terlihat pulang meninggal kan pesta. Dewi yang terlihat sangat lelah mengatur nafas nya dan duduk di kursi pengantin yang sudah di sediakan, sejak tadi Dewi dan Gunawan sibuk menjamu tamu yang datang.
"Dan sekarang kita menuju acara terakhir dengan pelemparan bunga dari pengantin wanita." Terdengar suara mc kembali bergema.
Lagi-lagi Dewi terlihat kesal dengan perintah mc yang selalu memberi perintah kepada Dewi yang sedang terlihat lelah.
"Ya buat pengantin kita silakan berdiri ya?!" Ucap kembali mc.
Gunawan langsung membantu Dewi untuk berdiri ia tau bahwa istri nya sudah sangat lelah. Setelah Dewi dan Gunawan berdiri membelakangi para tamu undangan yang datang, mereka pun langasung bersama-sama untuk melemparkan bunga.
"1 2 3, ya lempar...." Teriak mc.
Ternyata ada seseorang wanita yang sangat Dewi kenal sudah berhasil menangkap bunga lemparan nya, Dengan sorot mata yang tajam dan ditambah rasa terkejut nya membuat Dewi terdiam, bahkan bukan hanya Dewi, Gunawan yang melihat wanita itu pun terkeju. Bagai mana tidak wanita itu Sofia yang sudah lama tidak ada kabar tiba-tiba muncul di hadapan mereka berdua.
Dengan perlahan Sofia menghampiri mereka, dan memberi ucapan selamat kepada Dewi dan Gunawan.
"Selamat ya! akhir nya kamu lepaskan Anton." Ucap Sofia.
"Iya, sama-sama." Balas Dewi yang terlihat sangat kaku.
"Kamu Sofia?!" Tanya Gunawan.
Gunawan terlihat masih bengong, kenapa Sofia yang sudah lama tidak ada kabar bisa-bisa hadir di pesta Dewi dan Gunawan.
"Masih ingat aku kan?! Tentu nya masih la ya!" Jawab Sofia.
Sehabis memberikan selamat kepada Dewi dan Gunawan, Sofia langsung beranjak pergi dan meninggal kan Pesta pernikahan Dewi dan Gunawan.
__ADS_1
...****************...
Bersambung....