Buah Hati Mama

Buah Hati Mama
Bab 16


__ADS_3

Malam ini rasa nya tenaga ku hampir terkuras habis. Benar saja, selama mertua ku yang bawel ini sakit rasanya badan ku hampir seperti di pukuli, mana lagi aku baru 3 minggu lahiran, yang seharus nya masih tidak boleh terlalu banyak beraktifitas. Dan putri kecil ku masih harus aku jaga, belum lagi pekerjaan rumah.


"Anton bawak mama kerumah sakit aja ya?."


"Kamu kan tau, mama paling gak suka yang namanya rumah sakit. Kalau kamu gak mau urus mama, ya uda antar saja mama pulang.


Aku yang mencoba memberi tau maksut mas Anton bukan seperti yang di pikirkan mertua nya pun, jadi bermasalah.


"Bukan begitu maksut mas Anton ma!." Sambung Dewi.


"Diam kamu!. Pasti kamu kan yang suruh Anton untuk antar kerumah sakit?.


"Ya uda kalau ibu gak mau. Nanti mama di infus aja di rumah, biar ada tenaga nya." Ucap Anton.


Anton dan Dewi pun keluar dari kamar, setelah membantu mama nya kembali kekamar nya sendiri. Dewi rasanya kasihan, kalau melihat mertuanya sakit seperti itu, tapi setidak nya tidak ada ocehan dan makian kasar yang keluar dari mulut mertua nya.


"Mas kamu gak kerja?."


"Nanti sayang, agak siangan." Jawab Anton yang tidur di samping Nayla.


"Kalau kamu capek atau masih kurang sehat, minta izin aja lagi." Kata Dewi yang membereskan pakaian.


Anton hanya diam dan memejamkan mata nya, sambil berpikir persyaratan yang rasa nya tidak mau dia jalani dari Sofia.


"Tolong jaga Nay ya mas!?, aku mau ke dapur untuk masak.


Dewi pun beranjak dari kamar nya, berjalan menuju dapur untuk melakukan pekerjaan nya yang sehari-hari dia kerjakan.


*


*


*


Drettt..... Drettt....


Suara telpon genggam Anton yang ada di tangan nya bergetar, menanda kan ada pesan dari tlpon nya yang masuk.


Dan cepat-cepat Anton membuka isi pesan yang terlihat dari nomor yang tidak dia kenal. Seketika Anton mengerut kan mata nya melihat isi pesan yang baru saja masuk.


"Aku mau persyaratan nya, kita siang bersama di rumah ku. Aku harap ini persyaratan yang mudah dan tidak kamu ingkari lagi. oke sayang!!." Ternyata benar saja, pesan itu dari Sofia.


"Pasti dia merencanakan sesuatu buat aku." Ucap Anton.


Rasanya Anton tidak ingin melakukan persyaratan yang di minta oleh Sofia, tapi dia berfikir kalau nanti Sofia akan membocorkan kebohongan nya pada Dewi.


......................


Dan waktu nya untuk menyuapi mertuaku, setelah semua pekerjaan rumah sudah selesai. Dan Nayla sudah ku mandikan yang saat ini sedang di ayun dengan mas Anton sebelum dia berangkat ke kantor.

__ADS_1


"Ma..." Panggil dewi dengan mengelus-elus bahu mertua nya.


Mertua nya pun langsung tersentak kaget dengan ke hadiran Dewi di tepi ranjang nya.


"Kamu ya buat mama terkejut aja, kamu mau saya cepat-cepat mati ya.


Dewi mencoba untuk sabar menghadapi mertua nya, meski sakit tetap saja bawel.


"Ini Dewi bawakan sarapan, biar mama bisa minum obat nya.


Mertua nya hanya memandang Dewi, tapi tidak dengan tatapan yang tajam.


"Dewi suapi ya?."


"Saya bisa makan sendiri, tanpa bantuan kamu.


Dewi tetap memaksa mertua nya untuk di suapi, walau dia mendapat penolakan.


Dan akhir nya dengan susa paya Dewi membujuk, akhir nya mertua nya pun mengalah.


"Sebenar nya, kamu anak yang baik, juga rajin. Tapi status sosial kamu yang membuat aku tidak bisa terima." Ucap mertua nya dalam hati.


Suara Anton yang memanggil, sangat terdengar dari kamar mertua ku. Dewi pun bergegas keluar dari kamar mertua nya untuk menemui suaminya yang sudah akan pergi kekantor.


"Sebentar ya ma, kelihatan nya mas Anton mau berangkat ke kantor. Saat kembali nanti, Dewi bukakan obat nya.


"Gak usa, saya bisa sendiri. Kamu urus aja suami kamu, lagian kasihan anak kamu di tinggal sendiri." Ucap mertua nya.


"Nayla sudah tidur. Aku berangkat ya!." Ucap Anton mencium kening istrinya.


"Iya mas, hati-hati ya." Jawab Dewi sembari mencium tangan suami nya.


...................


Anton yang sudah merencanakan, sebelum nya dia sudah menghapus no yang ada di tlpon genggam Dewi, yang berhubungan dengan tempat kerjanya. Sesuatu kebohongan yang akan di tutupi Anton dengan kebohongan terus menerus, yang akan slalu berkelanjutan.


Tepat pukul 1. Anton sudah berdiri di pagar rumah Sofia, hati nya berkecamuk saat melihat kursi yang ada di taman masih seperti duluh, saat dia sering memadu kasih dengan Sofia.


Teringat jelas bagai mana duluh Sofia sangat ingin slalu di manja dan bersandar di bahu nya. Dan tak di sangkah sekarang Anton sudah ada di depan rumah Sofia lagi.


"Apaan si aku." Ucap Anton yang tersadar dari lamunan nya.


"Aku di sini karena janji ku, dan gak akan ada lagi perasaan itu. Apa lagi sekarang aku sudah cukup bahagia, memiliki istri seperti Dewi dan anak yang sangat lucu." Kata Anton yang masih saja tetap berdiri di pagar


Saat Anton tersadar dari lamunan nya, saat itu la Sofia sudah berdiri di depan pintu rumah nya.


Seketika mata Anton terbuka lebar saat melihat Sofia menggunakan baju span yang mengikuti lekuk tubuh indah nya.


Pria mana yang melihat pemandangan sangat seksi tidak bergairah badan nya. Begitu juga Anton, baru melihat Sofia dari jauh rasanya tubuh ingin bergetar.

__ADS_1


"Hai mas!. Ayok sini masuk." Panggil Sofia dengan melambaikan tangan ny.


Anton berjalan perlahan, seperti memikirkan sesuatu apa yang akan terjadi nanti.


"Aku uda siap kan menu yang sangat spesial untuk kamu." Ucap Sofia yang menggandeng tangan Anton yang masih terlihat kaku.


Sofia pun menuju ruangan makan, yang terlihat sudah tertata sangat rapi di hiasi lilin yang menambah keromantisan.


"Ayok duduk mas."


"Kenapa banyak sekali makanan nya." Ucap Anton yang terlihat masih kaku.


"Harus banyak dong, ini kan hari spesial buat aku dan kamu." Ucap genit Sofia yang mencubit pipi Anton.


"Aku ambil kan nasi nya ya?.


Sofia membungkuk kan badan nya sedikit, tepat di samping Anton duduk, membuat terlihat jelas belahan dadanya yang sangat indah dan menonjol, membuat Anton tidak bisa berkedip melihat nya.


"Kenapa mas?."


"Kamu sangat cantik." Ucap Anton yang tanpa sadar." Maaf bukan itu maksut ku." Ucap nya kembali.


"Uda kamu gak usa gugup gitu dong, santai aja." Jawab Sofia.


Mereka pun duduk saling berhadapan, Sofia yang sesekali mengibas kan rambut panjang nya membuat Anton semakin rasa nya tak karuan.


"auwww...." Suara seksi Sofia lagi-lagi membuat Anton menahan sesuatu yang hampir tidak bisa tertahan.


"Kenapa Kamu?." Tanya Anton.


"Kalung aku copot, tolong dong mas." Ucap Sofia yang dari awal sudah ia rencana kan.


Anton pun berdiri dan berjalan ke belakang Sofia yang sedang duduk. Tangan nya terasa dingin dan gemetar saat menyilakan rambut panjang Sofia kedepan, dan aroma tubuh Sofia terasa jelas membuat yang mencium nya akan terbuai.


Saat tangan Anton sudah di belakang leher Sofia, sedang menyematkan kalungnya, Sofia memegang tangan Anton kedepan, Anton pun menelan air liur nya, napas nya seperti ingin memburu sesuatu yang ada di depan nya.


"Sofia....." Ucap Anton pelan.


"Kenapa mas?." Sofia yang berdiri, tepat sejajar dengan Anton yang mulai menghela kan napas panjang nya.


Sofia meraih tangan Anton, dan meletakkan nya tepat di lekukan pinggang nya.


"Apa kamu tidak suka ma?."


"Maaf So... Sofia. Kita tidak boleh sedekat ini.


Sofia semakin terus mempermainkan rencana nya, yang ingin membuat Anton terbuai dalam dekapan hangat nya, sampai tidak akan bisa lupa dengan nya.


...****************...

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2