Buah Hati Mama

Buah Hati Mama
Bab 20


__ADS_3

Sofia duduk terdiam di bawah pohon yang rindang yang ada di depan kantor Anton. Sesekali ia mengamati setiap orang yang lalu lalang masuk kedalam kantor.


"Jam makan siang hampir selesai, kenapa Anton belom juga kembali ya?." Ucap nya seorang diri.


Dari sisi lain, Gunawan dan Anton masih saja duduk di cafe, demi menghindari Sofia yang semakin lama menjijikan.


"Sampai kapan kita disini?. Jam makan siang hampir habis, bisa-bisa dapat omelan kita." Ucap Gunawan yang rasanya uda tidak betah berada di cafe tersebut.


"Entah la, mungkin aku akan bersembunyi di sini selamanya, sampai Sofia tidak ada di situ lagi." Jawab Anton kesal kepada Sofia, yang selalu saja meneror nya.


Terlihat dari jauh Sofia seperti menerima telepon yang kelihatan nya sangat penting. Setelah menutup telepon Sofia pergi ke mobil nya dan langsung tancap gas dari kantor Anton.


"Akhirnya pergi juga itu si kupu-kupu malam." Ujar Gunawan.


Anton yang mendengar perkataan Gunawan hanya bisa tersenyum.


Dengan cepat mereka berdua menuju ke dalam kantor, dengan rasa was-was kalau saja mereka ketahuan terlambat.


Saat mereka berdua baru saja masuk dalam kantor, lagi-lagi Adelia menghampiri Anton dan Gunawan yang berada di depan lift, dengan membawa berkas yang menumpuk di tangan nya.


"Ini ya tugas kalian." Ucap Adelia.


Spontan Gunawan terkejut dengan Adelia yang memberi berkas yang menumpuk itu ke tangan Gunawan.


Auwwwhh.....


"Pelan-pelan dong!. Jadi wanita kok enggak ada lembut nya." Ucap Gunawan.


"Emang masalah buat loh."


"wkwkkwk...." Anton hanya bisa tertawa melihat mereka ber dua.


"Selamat lembur..." Ucap Adelia yang pergi dengan melambai kan tangan nya.


Anton Dan Gunawan baru sadar kalau ini akhir bulan, biasanya setiap akhir bulan Anton dan Gunawan mempunyai tugas tambahan, untuk merekap semua gaji karyawan.


"Yang kaya gini paling malas. Mereka yang terima gaji, kita yang lembur." Ujar Gunawan.


"Uda la, itu memang nasib kita. Lagian aku harus lebih giat lagi kerja ni, bila perlu setiap malam dapat lembur!." Jawab Anton.


"Ya kamu enak ada yang buat semangat kerja, la aku ni?." Ucap Gunawan.


"Ngomong melulu, ayok kerja." Anton langsung menarik tangan Gunawan masuk ke dalam lift.


*


*


*

__ADS_1


*


Jam sudah menunjukan pukul 7 malam. Terlihat Anton dan Gunawan fokus melihat satu persatu berkas yang sangat menumpuk, tidak lupa di temani 2 gelas kopi panas yang baru saja di antar OB.


Suasana di dalam ruangan sangat hening, terdengar suara dering telepon dari dalam tas Anton, yang membuat suasana menjadi agak sedikit terganggu.


Dreetttt.... Dreettt.... Dreetttt...


"Ton!. Kamu tuli ya?, telepon genggam kamu itu bunyi." Ucap Gunawan.


"Pasti Dewi ni. Aku lupa kasih tau ke dia kalau lembur." Anton cepat-cepat beranjak dari tempat duduk nya menuju ke meja untuk mengambil telepon genggam nya yang ada di tas.


A :"Halo sayang!. Maaf aku lupa kasih kabar ke kamu, Lembur aku hari ini, biasa la akhir bulan.


D :"Aku pikir kamu kenapa-napa, biasanya kalau lembur pasti kamu telepon aku. Sama siapa itu kamu?"


A :"Biasa sama Gunawan."


"Jangan takut Wi, pokok nya suami mu aman sama ku." Teriak Gunawan.


D :" Ya uda lanjut la."


A :" Tunggu duluh, anak kita gak rewel kan?."


D :" Gak sayang, dia sama mama terus dari tadi.


Setelah menyelesaikan pembicaraan, langsung Anton dan Dewi mematikan telepon nya.


......................


"Waduh, uda hampir jam 10 Ton." ucap Gunawan.


"Tinggal sedikit lagi ni, tanggung kalau kita bawak pulang." Jawab Anton.


Saat mereka lagi serius mengerjakan tugas, terdengar langkahan demi langkahan sepatu wanita yang mengarah pada ruangan mereka. Membuat mereka menghentikan pekerjaan, dan saling memandang satu sama lain.


"Permisi."


Terdengar Suara wanita yang begitu lembut, yang sudah membuka pintu ruangan Anton dan Gunawan. Dan seketika mereka langsung berdiri dan membungkuk kan badan sedikit sembari memberi hormat.


"Ya buk." Jawab mereka serempak.


Ternyata pemimpin baru perusahaan buk Hany Baskoro.


"Ini saya bawakan nasi goreng dan minuman, pasti kalian lapar kan?." Ucap buk Hany. "Dan satu lagi, di luar jam kerja kalian tidak perlu memberi hormat seperti tadi, apa lagi memanggil saya dengan sebutan buk. kalian paham kan?." Ucap nya lagi, sambil berjalan menuju keluar ruangan.


Gunawan dan Anton hanya terdiam dan menunduk kan wajah nya sedikit.


"Baik si, tapi jutek banget bos kita yang baru ini." Ucap Gunawan.

__ADS_1


Gunawan yang gak sabar, langsung membuka bungkusan yang di bawakan oleh buk Hany tadi, saat ia ingin menyantap nya, Anton dengan sigap menarik bungkusan yang uda hampir di buka oleh Gunawan.


"Giliran makan aja, gak ingat kamu dengan jam. Selesai kan ini duluh baru kita makan." Ucap Anton yang menyimpan bungkusan tersebut.


Gunawan pun hanya bisa menggigit jari, makanan yang mau di makan selagi panas uda di simpan Anton.


Mereka berfikir Buk Hany sangat baik dan perhatian pada mereka, padahal di ruangan lain banyak yang lembur seperti mereka yang mereka tidak ketahui.


"Pasti buk Hany bangga sama kita ya Ton?." Ujar Gunawan.


Anton Hanya bisa menggelengkan kepalanya saja. Yang dia pikir sekarang cepat menyelesaikan pekerjaan nya, dan langsung untuk pulang.


"yeaaahhhh... Akhir nya selesai juga. Hampir mau patah rasanya tangan ku ini." Ujar Anton yang kegirangan.


"Uda macam dapat lotre kamu ya Ton. Uda mana nasgor nya, uda lapar aku ini." Tanya Gunawan.


" Makanya cepet nikah biar punya anak, jadi tau rasanya bagai mana satu hari gak ketemu." Sembari memberi satu bungkus nasgor.


Setelah ini mereka pun langsung membereskan berkas yang kelihatan berserakan di atas meja, dan mengumpul nya menjadi satu.


Tepat pukul 12 malam.


Mereka menyelusuri setiap lorong ruangan yang terlihat sangat sunyi dan suasana hening. Dan saat mereka turun dari lift melewati ruangan bagian adminitrasi, mereka pun di buat terkejut, ternyata bukan hanya mereka yang lembur tapi hampir sebagian kantor.


Anton pun tertawa, teringat ucapan mereka kalau buk Hany perhatian dengan mereka.


"Aku pikir buk Hany baik dan perhatian sama kita, rupanya bukan hanya kita saja. Ahahaha." Ucap Gunawan sambil tertawa.


Mereka berdua pun saling bertatapan dan tersenyum, sudah salah sangkah.


..................


Dewi yang setia menunggu suami nya pulang, terlihat masih di depan tv yang menyala.


"Kamu belum tidur Wi?. tanya mertuanya.


"Belum ma. Tunggu mas Anton, katanya sebentar lagi sampai rumah.


"Besok kalau Anton lembur, kasih aja kunci serep, jadi kamu bisa lebih awal untuk istirahat." Ucap mertua nya yang berjalan masuk kedalam kamar dengan segelas air putih.


"Iya ma.


Terpampang jelas raut wajah Dewi yang senang dengan perhatian mertuanya, walaupun ucapan nya ketus. Dan dewi berharap, bukan hanya sementara mertua nya seperti ini.


......................


Bersambung.....


Maaf ya kali masih banyak kata kata yang salah dan cerita yang berbelit-belit.

__ADS_1


Salam kenal 🤗😘😍 pendatang baru.


__ADS_2