Buah Hati Mama

Buah Hati Mama
Bab 23


__ADS_3

Sudah lebih dari 5 menit. Makanan yang di pesan tidak kunjung datang kemeja Anton dan Gunawan, Sedangkan perut mereka sudah mulai meronta-ronta.


"Hemmmm, kalau tau gini mending kita cari makan di luar aja." Ucap Gunawan yang sudah tidak tahan karna lapar.


"Biasa la, nama nya juga ngutang ya harus sabar." Jawab Anton.


Tidak lama pembicaraan mereka habis, seorang pelayan membawakan pesanan mereka.


"Maaf pak, lama nunggu nya." Ucap pelayan.


"Hampir aja kami pergi mas." Jawab Gunawan yang langsung mengambil sepiring nasi di nampan pelayan tersebut.


Dan pelayan itu memberikan pesanan kepada Anton yang kelihatan santai tapi menahan lapar juga. Setelah memberi pesanan, pelayan itu pun langsung kembali ke tempat nya.


Anton dan Gunawan cepat-cepat menghabis kan makanan nya. Karna hanya tinggal beberapa menit lagi jam istirahat telah usai. Namun keadaan kantin masih sangat ramai jadi mereka ber dua tidak terlalu memikirkan nya.


"Sial, betul-betul hari yang sial." Ucap Anton.


Anton melihat arah pintu masuk kantin, Sofia yang berjalan menuju meja mereka. Banyak mata yang tertuju pada Sofia yang menggunakan baju span yang sangat ketat dan hampir mengikuti lekukan tubuh nya.


"Pantas aja kamu bilang sial, ternyata ada si kupu-kupu." ucap Gunawan.


Tanpa rasa malu dan risi, Sofia berjalan layak nya seorang model yang lagi berlenggak lenggok di dalam kantin, padahal suasana sedang sangat ramai.


Anton merasa sangat malu, saat Sofia terhenti di tempat dimana Anton duduk. Anton pun hanya dia tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. dalam hati nya melihat Sofia yang seperti ini.


"Berapa kali aku telpon kenapa gak kamu jawab Ton?!" Tanya Sofia yang sangat dekat duduk nya dengan Anton.


Namun Anton hanya diam, menahan rasa malu yang luar biasa, dia tidak menyangka kalau Sofia senekat ini sampai ke kantin untuk menjumpai nya. Mata para lelaki lain hanya memandang Sofia yang menggunakan baju sampai memperlihat kan lekukan tubuh nya, membuat Gunawan merasa risi.


"Ini kantor Sofia, bukan club." Ucap Gunawan yang risi melihat semua orang menatap mereka.


Tapi Sofia tidak menggubris sama sekali ucapan Gunawan, dia hanya fokus ke pada Anton, yang dari tadi tidak ingin menatap nya. Laki-laki man yang tidak akan terbius dengan seorang wanita yang seperti Sofia.


"Wah kelihatan nya bakalan ada madu ni." Teriak salah satu teman sekantor mereka.


Anton yang tidak tahan dengan omongan-omongan yang ada di sekitar nya, memutus kan untuk beranjak dari kantin. Dia pun berdiri dan langsung pergi di ikuti dengan Gunawan dari belakang. Namun Sofia terus saja mengikuti Anton, ntah apa mau nya.


Akhir nya terdengar juga alaram yang menandakan jam istirahat telah usai. Anton merasa lebih aman dan sesampai nya di depan lobi jalan nya terhenti. Anton yang mulai kesal dengan tingkah laku Sofia langsung melontar kan kekesalan nya pada Sofia yang masih saja membuntuti Anton.

__ADS_1


Saat Anton membalikkan badan. Sofia melihat tatapan Anton yang sangat marah. Namun saat Anton akan mengeluarkan uneg-unegnya, dia melihat buk Hany yang berjalan di belakang Sofia dan terhenti tepat di samping Sofia berdiri.


"Permisi. Maaf kelihatan nya anda bukan salah satu karyawan di kantor ini, bukan?!." Tanya buk Hany dengan tutur sapa yang sangat wibawa.


Sofia memandang buk Hany dengan sorotan mata tajam, yang seperti tidak menyukai kehadiran buk Hany. Bahkan Sofia tidak mengetahui kalau buk Hany adalah bos besar kantor ini.


"Wah! bakalan ada perang panas ni, antara wanita cantik berkelas dan wanita cantik ...." Ucap Gunawan bernada pelan, yang berdiri di samping Anton.


"Kalau saya bukan karyawan, terus kenapa? Ada ya larangan nya?! Atau kantor ini memang tidak memperlakukan tamu dengan sopan?!." Jawab Sofia dengan lantang


Mendengar ucapan Sofia, Buk Hany tampak santai membalas ucapan Sofia yang sangat tidak sopan dengan pemimpin perusahaan.


"Maaf nona! kantor kami selalu melayani tamu nya dengan sangat, sangat baik. tapi kami bisa tidak baik dengan tamu yang tidak memiliki etika, sopan santun bahkan berpakaian yang tidak semestinya." Tegas buk Hany.


Semua karyawan yang kebetulan ada di lobi sangat mengagumi tutur kata buk Hany yang sangat elegan.


"Anton sini kamu!" Panggil buk Hany.


Anton berjalan dengan sangat gugup dan menundukkan kepalanya, rasanya ingin sekali waktu terhenti saat ini juga.


"Saya mau tanya ke kamu, apa kamu ada kepentingan atau kamu yang mengundang wanita ini ke kantor?." Tanya buk Hany.


"Heuumm... Anda bisa dengar kan?! Pak Anton tidak ada berkepentingan dengan anda." Ucap buk Hany.


"Anton...!" Teriak Sofia.


"Kamu sudah bisa kembali keruangan kamu, melanjut kan pekerjaan kamu Anton." Perintah buk Hany.


Anton dan Gunawan pun langsung berbalik arah, namun Gunawan yang terlihat kesal melontar kan kata-kata " Syukuri kamu!" yang langsung meninggal kan lobi.


Sofia hanya bisa terdiam, dan terlihat dari raut wajah yang sangat kesal karna sudah dipermalukan seperti ini.


"Pintu keluar ada di sana nona, kalau anda ingin keluar silakan! Atau satpam yang akan menjemput kamu dari sini?." Perintah buk Hany.


Sofia dengan sorot mata yang tajam menatap buk Hany, langsung melangkah pergi keluar kantor. Sedang kan buk Hany, kembali keruangan nya, dan memanggil sekretaris nya untuk memberi tau Anton agar keruangan nya segera.


"Del. Tolong kamu panggil pak Anton! suruh dia keruangan saya segera." Perintah buk Hany.


Adel yang menerima perintah langsung menelpon Anton menggunakan telpon kantor yang terhubung ke setiap ruangan karyawan.

__ADS_1


.


.


.


.


Sedangkan di ruangan Anton masih ada Gunawan yang masih sibuk membahas masalah yang terjadi tadi.


"Betul-betul hari apes mu Ton! Mimpi apa semalam kamu? jangan-jangan belom mandi wajib, makanya dari pagi uda dapat sial terus." Ejek Gunawan.


"Lihat teman nya kenak musibah bukan nya prihatin, malaan di buat candaan." Jawab Anton yang masih kesal dengan Sofia.


"Tapi beruntung juga kamu di selamat kan dengan buk Hany. Kelihatan nya peraturan di kantor uda mulai ketat, selama di pimpin dengan buk Hany ya?." Ujar Gunawan.


"Kamu bilang untung?! jangan-jangan sebentar lagi aku di panggil keruangan nya." Jawab Anton.


Di sela-sela perbincangan mereka, telpon kantor di meja kerja Anton berdering.


Kriinggg..... Kriinggg.... Kriinggg


Anton masih ragu mengangkat telpon itu, dia yakin pasti itu telpon panggilan nya untuk keruang buk Hany.


"Mampus la aku!" Ucap Anton yang mulai khawatir.


"Lebih baik kamu angkat aja Ton. Dari pada nanti kamu tambah kenak omel." Nasehat Gunawan.


Aku yang dengan gugup langsung mengangkat telpon, yang aku yakin pasti dari buk Hany.


A:"Halo!"


A 2:"Lama bener kamu angkat telpon nya!. Di suruh keruangan buk Hany tu kamu." Ucap Adelia, belom pun sempat Anton menjawab nya, Adelia langsung menutup telpon nya.


"Baru juga kita bicarakan. Uda kamu pasrah aja la lagian bukan kamu yang suruh Sofia untuk datang ke sini." Ucap Gunawan.


Lagi-lagi Anton hanya terdiam, dan mempersiapkan diri nya untuk berhadapan dengan pimpinan perusahaan. Apapun yang terjadi nanti, mungkin itu balasan kesalahan sudah berbohong pada istri nya.


...**************...

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2