
Laki mana, yang tidak tergoda kalau terus-terusan melihat wanita seperti Sofia, yang selalu berpenampilan sangat seksi seperti itu dan selalu mencoba memberi perhatian.
.................
"Wah...pasti enak ni Sofia. Mama emang paling suka dengan masakan kamu!. Kenapa gak kamu aja duluh yang jadi menantu mama coba?. Ucap mama Anton, seraya memandang makanan yang sudah tertata rapi di atas meja makan.
Sofia hanya tersenyum dan sesekali melirik ke arah kamar nya Anton.
"Kelihatan nya mas Anton sudah pulang mah!." Kata Sofia.
Mama Anton yang membenar kan, langsung pergi menuju kamar anak nya.
Tok... Tok.... Tok....
"Anton...!!!, kamu sudah pulang kan?. Ayok makan." Teriak kecil mama Anton yang masih berdiri di depan kamar. "Anton....!!!, Sofia dan mama uda masaki kesukaan kamu tu." Kembali mama Anton teriak,dan kali ini lebih kencang.
Dari dalam kamar, Anton rasa nya ingin keluar karna lapar, dan ingin sekali makan masakan Sofia. Tapi tak enak dengan Dewi yang memandang nya terus-terusan, seolah-olah tidak memberi kesempatan buat Anton untuk keluar kamar.
Dewi pun berdiri dan membuka pintu kamar nya.
"Mana Anton?." Ucap mertuanya, yang tidak sengaja melihat bayi mereka yang ada di atas kasur.
Sejenak mertua nya terdiam, memandang cucu nya yang begitu lucu dan cantik." ya ampun, cucu ku. Dia sangat lucu." Dalam hati mertua nya berkata.
Memang sejak dewi melahirkan, hingga sekarang mama nya tidak pernah sedikit pun melihat bagai mana rupa cucu nya.
"Sebentar lagi mas Anton keluar kok ma!." Jawab Dewi, yang ingin melihat ketulusan suami nya, kalau dia berhadapan dengan Sofia. Dan seketika membuat mertua nya tersentak dengan suara Dewi.
"Ya sudah kalau begitu." Ucap mertua ku, yang selalu ketus nada nya, kalau dengan ku.
Saat dewi memperbolehkan Anton untuk ikut makan malam dengan mereka, Anton pun tidak lupa untuk mengajak Dewi ikut bersama nya. Karna dia tau setelah ini pasti ada perdebatan antara dia dan Dewi.
......................
"Tangan ku yang baru saja mengambil piring, sudah mendapat kan sorot mata yang tajam dari mertua ku, dan Sofia memandang sinis. Seperti tidak suka dengan kehadiran ku.
"Ngapain kamu ikutan makan?." Ucap mertua.
Sofia yang mencari muka di depan mas Anton, berpura-pura baik kepada ku.
__ADS_1
"Gak apa lo ma. biar kan Dewi ikut makan, bagai mana pun ini kan rumah nya." Kata Sofia, yang sok akrab, dan mengambil kan nasi ke piring yang ada di hadapan ku." Ini sayur ku buat kan khusus buat kamu, agar Asi kamu banyak."
Tanpa segan, Sofia mengambil piring mas Anton untuk di ambil kan nasi dan lauk nya, bahkan menuangkan minuman kedalam gelas mas Anton, layak nya seorang istri melayani suaminya.
Rasa nya aku sangat kesal dengan mas Anton, tidak menghalangi Sofia yang seperti itu." Di layani makan terima-terima aja, hanya diam. Apa lagi di layani di kasur.heummm...!." Pikir ku dalam hati.
Apa lagi lihat mertua ku, yang rasa nya senang bisa melihat Sofia bisa akrab seperti itu dengan mas Anton.
Rasa nya aku gak kuat harus melihat pemandangan seperti ini di rumah aku sendiri. mas Anton pun seperti terbawa suasana . Ku akui Sofia memang pintar memasak, apa lagi dia cantik dan seksi.
"Aku masuk kamar duluan mas, kasihan anak nya gak ada yang jagain." Ucap aku.
"Nanti aja, aku kan belom siap makan. Lagian kalau anak kita nangis, pasti terdengar dari sini." Jawab mas Anton yang melarang aku untuk pergi duluan.
"Biar aja kalau Dewi mau masuk, kasihan anak kamu sendirian. Kamu tungguin aja anak kamu sana!." Kata mertua ku yang berharap aku cepat-cepat pergi.
.................
Dewi mondar-mandir di dalam kamar sambil menggendong anak nya, menunggu suami nya yang sudah 1 jam belum juga masuk kamar.
Tak berapa lama, terdengar suara pintu yang di buka.
Aku menoleh ke arah pintu, dan melihat mas Anton yang baru saja masuk tersenyum melihat aku yang sedang cemberut, dia pun mencoba mencium kening ku.
Aku menatap mas Anton yang penuh dengan pertanyaan, kenapa dia bisa terlalu lama untuk kembali kekamar.
"Kenapa?".
mas Anton coba bertanya, kenapa aku menatap dia seperti itu.
"Apa nya yang kenapa?. Seharusnya aku yang bertanya, kenapa kamu lama masuk nya?." Tanya aku kembali.
"Kamu cemburu?".
Tatapan mas Anton yang terlalu dekat membuat aku luluh dengan semua kecurigaan dan kecemburuan ku.
"Jangan tanyak aku cemburu atau tidak mas?. Karena aku tau, kamu pasti tau jawabannya!."
Mas Anton pun menjelas kan kenapa dia bisa lama di meja makan. Tapi tidak semudah itu aku bisa percaya penuh dengan omongan mas Anton. Gak ada istri yang tidak curiga dengan suami yang duduk satu meja makan dengan mantan pacar nya, apa lagi ada mertua ku yang seperti nya sangat mendukung kedekatan suami ku dan Sofia.
__ADS_1
"Uda pulang mantan kamu?." Ucap Dewi.
"Kan kamu marah..., uda pulang dia dari tadi sayang. Dari tadi aku lama itu, ngobrol dengan mama." Jawab Anton yang mendekati putri kecil nya.
Aku yang lelah, dengan memikirkan mas Anton, mencoba, membaringkan tubuh ku sejenak, sebelum anak ku terbangun untuk memberikan asi.
Sedang kan mas Anton bergantian menjaga putri kecil kami, selagi aku beristirahat.
*
*
*
*
Keesokan pagi...
Seperti biasa, aku di sibukkan dengan pekerjaan yang sama. Sedangkan mas Anton, pergi kekantor dengan terburu-buru.
Begitu mas Anton pergi, aku langsung memandang dari jendela kamar, sampai mas Anton tak kelihatan lagi, baru aku ke dapur untuk memasak dan bersih-bersih. Sedang kan putri kecil ku, aku tidur kan terlebih dahulu.
"Wah...., banyak sekali pakaian kotor nya!. "Ucap ku seorang diri.
Rasa nya badan ini seperti ingin patah, malam nya di buat tidak bisa tidur dengan Nayla, pagi nya harus ngerjain tugas rumah yang begitu menumpuk.
Belum pun juga selesai, aku mendengar tangisan putri kecil ku.
"Seperti nya Nayla bangun."
Aku pun cepat-cepat untuk menolong putry kecil ku, saat aku melihat, aku tidak menyangka apa yang ada di hadapan aku benar atau salah. Mertua ku sudah ada di kamar ku, dan seperti menenang kan Nayla yg lagi rewel.
Dengan perlahan aku mundur sikit demi sedikit agar tidak menganggu mertua ku yang asik dengan cucu nya.
"Apa benar yang ku lihat?." Ucap Dewi
Nayla seperti nya tertidur di pangkuan oma nya, apa mungkin mama secepat ini menerima kehadiran cucu nya. Atau mungkin ada siasat lain yang ada di fikiran nya.
Bersambung........
__ADS_1