Buah Hati Mama

Buah Hati Mama
episode 43


__ADS_3

Terlihat dari raut wajah Anton begitu sangat bahagia walaupun di hati nya tersimpan begitu banyak pertanyaan yang ada di dalam benak nya, namun Anton tidak ingin berfikir terus menerus sesuatu yang membuat nya menggangu fikiran nya.


Didalam mobil Anton terus menerus memandang putri nya dari kaca spion mobil yang ada di hadapan nya, sedangkan Sofia yang sedang menyetir terus saja mengamati Nayla palsu yang kelihatan mulai mengikuti permainan yang sudah di atur Sofia.


"Sayang...!? kenapa kamu melamun?." Tanya Sofia yang melihat Anton lebih banyak terdiam. "Kamu kan sudah jumpa dengan anak kita, apa kamu tidak bahagia kita bisa berkumpul lagi seperti ini!?." Tanya lagi Sofia kepada Anton.


"Kenapa kamu bilang begitu, sudah tentu aku sangat bahagia bisa berkumpul lagi seperti ini. Hanya saja aku belum menyesuaikan dengan keadaan ini aja." Jawab Anton yang terlihat tersenyum dengan putri nya yang sedang duduk di belakang.


Sejenak mereka saling terdiam, dan Sofia mulai konsentrasi menyetir mobil, sedangkan Nayla terlihat asik dengan telepon genggam nya, sedangkan Anton mengamati setiap jalan yang di lalui nya seperti tidak asing bagi nya.


*****


"Kemana kita hari ini?" Tanya Gunawan yang sedang asik menyantap makanan pertama kali dari tangan istri nya.


"Asik..... pasti papa mau ajak jalan-jalan ya!?" Teriak Nayla yang kegirangan .


"Iya dong, ini hari kan hari nya anak kesayangan papa" Balas Gunawan yang terlihat sangat menyayangi Nayla.


"Memang kalian gak capek-capek apa tiap hari keluar terus, minggu gak minggu pun kalian pasti keluar kan?!" Sambung Dewi yang terlihat mengambil kan nasi buat mama nya Anton.


Gunawan dan Nayla seperti tidak menghiraukan Dewi berbicara, mereka hanya sibuk menyantap makanan yang sudah di hidangkan di atas meja. Sedangkan mertua Dewi ibu dari Anton hanya tersenyum melihat tingkah cucu nya yang semakin hari semakin dewasa.


*****

__ADS_1


"Akhir nya sampai juga." Ucap Sofia yang terlihat melempangkan kedua kaki nya. "Besok-besok kamu harus belajar lagi buat nyetir mobil sayang!?." Ucap Sofia lagi kepada Anton yang masih belum punya keberanian untuk menyetir mobil.


Mendengar ucapan Sofia, Anton hanya diam dan langsung turun dari mobil dan membuka pintu belakang mobil dan mengajak Nayla untuk turun juga. Sofia terlihat kesal melihat perilaku Anton yang terus-terusan bersikap dingin terhadap nya, padahal segalah upaya untuk meyakinkan Anton akan semua cerita kebohongan tentang masa lalu nya sudah dilakukan. Akan tetapi Sofia yang sudah terlanjur menghabis kan uang yang sangat banyak untuk hal ini, ia pun tidak ingin menyia-nyia kan semua nya.


"Apa kamu ingat duluh kita sering sekali datang ketempat ini, dan ini salah satu tempat favorite kamu lo!" Ucap Sofia yang langsung menggenggam tangan Anton dan bersandar di bahu nya.


"Apaan kamu si kamu! kamu lihat dong anak kita, seharus nya kamu gandeng anak kita kalau kamu ibu yang baik, bukan malaan kamu lendet-lendet


aku seperti ini." Ucap Anton yang risi dengan perilaku Sofia.


Lagi-lagi Sofia di buat kesal dengan sikap Anton yang selalu kasar dengan nya. Namun kali ini Sofia tidak tinggal diam, terlalu banyak cara untuk menarik perhatian Anton yang masih saja cuek dengan nya.


"Pa...! jangan marahin mama terus, mama kan sayang dengan papa." Sambung Nayla palsu yang teramat cerdik.


Mendengar ucapan gadis kecil bayaran itu, Sofia mulai berlaga sedih dan berpura-pura marah. Tentu saja Anton yang mendengar ucapan anak nya mulai terharu," Apa sikap aku keterlaluan dengan Sofia? atau aku mencoba menyayanginya seperti dia menyayangi aku. lagian selama bertahun-tahun dia selalu setia merawat dan menjaga aku saat aku koma, sudah seharus nya aku harus membalas semua nya ke Sofia." Dalam hati Anton berucap.


Sedang kan Nayla bayaran merasa senang karna kerjaan nya ini hari sangat bagus.


"Maafin aku ya sayang, maklumi aku belom terbiasa akan semua ini, aku janji mulai sekarang ini, aku akan bersikap lebih lembut dan perhatian dengan kamu." Kata Anton yang duduk bersimpuh di hadapan Sofia.


"Bener itu ucapan kamu?." Tanya Sofia yang merasa bahagia.


"Iya aku janji." Jawab Anton dan mengajak Sofia untuk melanjutkan jalan-jalan mereka.

__ADS_1


"Ayok kita tempat anak kita, kasihan lihat dia main sendiri seperti itu." Ucap Sofia yang mulai bahagia hatinya.


Anton dan Sofia pun melangkah menuju tempat anak nya yang tengah asik bermain di tempat permainan di salah satu mall yang sering di datangi Sofia duluh.


Dan kini Anton mulai membiasakan membuka diri pada Sofia demi membahagiakan anak yang ia fikir anak kandung nya, bagai mana pun Anton hanya teringat duluh ia seperti memiliki anak yang sangat ia damba kan, bahkan di ingatan nya kenangan itu seperti sangat bahagia, walaupun di ingatan nya tidak begitu tergambar bagai mana wajah putri nya dan sosok wanita yang dia anggap wanita itu bukan sosok Sofia, namun Anton tidak bisa berfikir terlalu dalam lagi yang bisa membuat kepala nya pusing terasa ingin mati.


******


" Ah.... disini nak ada restauran yang stik nya sangat lezat, kamu kan sama kesukaan nya seperti papa." Ucap Gunawan yang melempar senyuman kepada Dewi yang terlihat jutek.


"Beneran pa?!" Jawab Nayla dengan senang nya.


Gunawan dan Nayla pun saling bergandengan layak nya pasangan yang sedang bahagia, sedang kan Dewi hanya mengikuti langkah mereka dari belakang dengan wajah jutek nya. Melihat wajah Dewi yang seperti itu Gunawan sangat Geram rasanya ingin sekali mencium bibir Dewi yang sekarang sudah menjadi istri nya.


"Ma..... Cepetan dikit dong jalan nya." Teriak Nayla yang tidak sabar segera sampai di restoran yang ada di dalam mall tersebut.


"Kelihatan nya mama kamu pengen papa gendong tu." Ledek Gunawan yang menghampiri Dewi untuk menjahili nya.


Nayla pun tidak tinggal diam, ia langsung mendekati mama nya berbarengan dengan Gunawan yang akan menghibur mama nya. karna keisengan Gunawan dan anak nya Nayla membuat Dewi tersenyum. Tidak berapa lama mereka jalan, sudah sampai di tempat tujuan mereka. Nayla yang sangat penasaran pun langsung memilih tempat duduk yang sesuai ia mau.


"Pa, ma, disini aja ya kita duduk nya Nayla suka duduk disini bisa lihat ke taman bermain langsung." Ucap Nayla yang langsung duduk di tempat duduk.


"Lihat tu anak kamu, sama sekali sifat nya dengan kamu." Kata Dewi yang langsung duduk di kursi yang sudah di tarik anak nya untuk duduk mama nya.

__ADS_1


...****************...


Bersambung........


__ADS_2