Buah Hati Mama

Buah Hati Mama
episode 46


__ADS_3

Suara burung terdengar berkicau bersautan dari arah jendela kamar Nayla. Terlihat Nayla masih terlelap di balik selimut kesayangan dari papa Gunawan, akibat semalam pulang hampir larut Nayla pun sampai tidak mendengar suara jam beker nya yang berbunyi sejak tadi, bahkan suara burung pun tidak membuat ia terbangun.


"Nay..... Nayla....."


Terdengar suara keras memanggil Nayla dari arah luar kamar berusaha membangun kan Nayla yang masih nyenyak.


"Pasti ni belom bangun anak perempuan ini, uda jam berapa coba apa dia tidak sekolah?!" Ucap mama nya sendiri sambil melangkah ke dalam kamar anak nya.


Belom pun Dewi sampai ke depan kamar Nayla, ia sudah di hentikan langkah nya dengan Gunawan yang sudah terlihat rapi dengan pakaian kerja nya.


"Tunggu duluh, biar aku aja yang bangun kan anak kita." Kata Gunawan yang seperti tau apa yang akan terjadi.


"Ah... ini ni yang buat anak nya jadi manja seperti ini, kamu ni selalu manjain dia jadi nya dia sifat nya uda pintar seperti ini." Ucap Dewi.


"Wi, jangan keras-keras suaranya, mama kan lagi sakit takut nya nanti terganggu. Lagian kalau ku perhatikan yang berubah itu bukan nya anak kita, tapi kamu." Kata Gunawan yang langsung berjalan menuju kamar anak nya.


"Ehmm.... Kalau aku fikir bener juga kata Gunawan, kenapa aku jadi pemarah ya?!." Ucap Dewi sendirian saat ia di tinggal dengan Gunawan.


Dewi pun berlalu pergi ke kamar mertua nya, ibu dari mas Anton, kini ia tengah sakit dan hanya bisa terbaring di ranjang, sudah hampir sepekan mama dari Anton sakit, seperti biasa sebelum Dewi meninggal kan mertua nya ia selalu mempersiapkan segalah sesuatu yang mertua nya butuh kan, Dewi sangat telaten merawat mertua nya yang sudah ia anggap ibu sendiri.


"Ma, ini Dewi siap kan terus ya obat nya mama untuk siang, makan siang dan minum sudah Dewi siap kan juga, doain Dewi hari ini pulang cepat agar bisa bawak mana kerumah sakit." Ucap Dewi sambil mencium kening mertua nya.


Terlihat dari wajah mertua nya berkaca-kaca melihat menantu yang duluh ia benci malaan merawat ia layak nya orang tua nya sendiri, bahkan tidak sedikit pun Dewi mengeluh di hadapan mertua nya, yang Dewi fikir kan hanya berbakti kepada orang tua dari almarhum suaminya, apa lagi Dewi sudah dari kecil ibu kandung Dewi meninggal dunia,


"Dewi.... Maafin mama." Ucap mertua nya.


"Maaf buat apa ma?! Jangan bahas yang sudah berlalu ma, Dewi gak mau dengar. Sekarang Dewi mau mama nurut Dewi untuk tidak telat makan dan minum obat nya. kalau ada apa-apa hubungi Dewi terus." Jawab Dewi dengan nada yang sangat lembut.


Mertua nya pun langsung diam mendengar ucapan menantu nya yang begitu sangat peduli dan sayang dengan nya, walaupun anak nya sudah tidak bersama nya.

__ADS_1


"Dewi pergi kerja duluh ya ma!, Dewi sayang mama. Jangan fikir yang macam-macam, sekarang mama harus fokus untuk sembuh ya?!. Ucap Dewi dengan mengelus rambut mertua nya.


Setelah semua terlihat beres, Dewi langsung beranjak dari kamar mertua nya, sedangkan mertua nya langsung beristirahat kembali sambil menunggu cucu nya pulang sekolah.


Saat Dewi keluar dari kamar mertua nya, ia melihat anak dan suami nya sudah menunggu nya di ruang tamu dan memandang nya penuh dengan keanehan, yang membuat Dewi seperti tidak nyaman dan berfikir ada apa dengan diri nya, sampai anak dan suami nya seperti itu saat melihat nya.


"Eum kenapa kalian seperti itu lihat mama, kenapa Nay?! Kamu lagi mas!." Tanya Dewi yang penuh dengan kecurigaan saat hendak berjalan menuju tempat mereka berdua berdiri.


Namun mendengar pertanyaan Dewi mereka berdua hanya diam dan langsung bergandengan tangan keluar untuk menuju mobil, sedangkan Dewi yang tepat berada di belakang mereka asik melihat diri nya ada yang aneh atau tidak, mengapa suami dan anak nya memandang penuh dengan kecurigaan.


"Ma, ini hari Nay mau duduk di samping papa. mama duduk di belakang aja." Ucap Nayla bernada jutek.


Dewi hanya menuruti perintah anak nya saja, mungkin dia masih marah soal kemarin dan tadi pagi fikir nya. Di dalam mobil Gunawan hanya diam tidak seperti biasa nya selalu ada saja bahan yang untuk di bicara kan, namun kali ini berbeda suasana di dalam mobil sangat hening sampai tempat sekolah Nayla pun mereka hanya diam.


"Uda sampai, sini papa cium duluh. Belajar yang rajin ya, ingat janji kita." Kata Gunawan sebelum anak nya masuk ke dalam sekolah.


Dewi pun langsung turun dari mobil, dan saat membuka pintu mobil Nayla langsung berlari ke dalam sekolah tanpa memberi salam kepada Dewi.


Namun Gunawan pun hanya diam mendengar omongan Dewi, membuat Dewi semakin bingung dengan sikap mereka berdua. Mereka pun melanjutkan perjalanan kembali ke kantor mereka, namun sampai di tempat kantor pun Gunawan hanya diam, dan berbicara seperlunya.


"Nanti kalau aku lembur, kamu pulang aja dulu. Kelihatan nya hari ini aku tidak bisa pulang cepat." Kata Gunawan.


"Terus nanti kamu pulang dengan siapa." Tanya Dewi.


"Gampang itu." Jawab Gunawan dengan singkat, dan berlalu pergi saat sudah selesai memakirkan mobil nya.


Dewi yang bingung dengan sikap anak dan suami nya ini hari pun tidak terlalu memikirkan nya, yang di fikiran nya hanya mungkin mereka marah dengan sikap Dewi yang selama ini terlalu keras dan tidak seperti duluh yang selalu penuh dengan kesabaran dan kelembutan.


"Uda lah, mungkin mereka seperti ini karna lagi marah. Nanti aku coba minta maaf ke Nayla saja, pasti ia memaafkan." Ucap Dewi saat berjalan masuk kedalam kantor.

__ADS_1


*


*


*


*


Sedangkan di kediaman Sofia terlihat meja makan sudah terhidang berbagai menu sarapan dan buah yang masih sangat segar, memang dalam menata dan menghidangkan sesuatu Sofia sangat teliti dan tidak pelit sama sekali, dia orang sangat royal namun sifat egois ingin menang sendiri dan harus mendapat kan sesuatu yang dia ingin kan harus berhasil walaupun bagai mana cara nya.


Terlihat Anton menuruni anak tangga satu persatu dan sudah di sambut dengan senyuman Sofia yang sudah menunggu di ruang makan, Anton pun membalas senyuman Sofia dengan sangat lembut.


"Sayang." Ucap Sofia yang merangkul Anton saat tepat di hadapan nya.


Anton pun membalas rangkulan Sofia dengan mencium kening nya, yang membuat Sofia sangat senang.


"Kamu yang nyiapin ini semua ya sayang?!" Tanya Anton yang langsung duduk saat Sofia sudah melepas kan rangkulan nya.


"Ya dong sayang, tadi aku masak di bantu dengan bibi." Jawab Sofia yang menuangkan segelas air putih.


"Nayla belum bangun." Tanya Anton kembali.


"Belom sayang. Uda biar aja, mungkin dia lelah semalam." jawab Sofia.


Mereka pun langsung menyantap makanan yang sudah di hidangkan di atas meja tanpa Nayla. Karena Anton pun tidak ingin mengganggu tidur anak nya. Setelah mereka selesai menyantap makanan, Sofia langsung membereskan meja makan di bantu dengan bibi yang bekerja dirumah nya, sedangkan Anton pergi keruang tengah membaca koran.


...****************...


Bersambung......

__ADS_1


Jangan lupa like,vote dan komen nya ya teman-teman😘


Salam rindu dari jauh🤗😍


__ADS_2