
Sebenar nya Aku takut saat akan membuka pintu, tapi karna aku lihat di luar angin dan hujan sangat kencang di tambah lagi dengan suara petir, terpaksa aku membukakan pintu, dan aku membuka pintu hanya sedikit karena angin sangat kencang. Aku mempersilakan masuk Sofia yang seperti sudah kedinginan.
"Hai, Sof! Silakan masuk." Ucap Dewi.
Sofia masuk kedalam rumah dan kali ini ada yang berbeda dengan nya. Kali ini Sofia menggunakan baju tidak seperti biasa nya yang terbuka dan memperlihatkan bentuk tubuh nya. "Apa karena hujan ya?." Pikir ku.
"Maaf Dewi, aku datang saat hujan-hujan seperti ini. Tadi kebetulan aku akan lewat rumah kamu, jadi aku putuskan membelikan mama martabak manis kesukaan nya." Ujar Sofia.
"Begitu ya?! Tapi mama lagi tidak di rumah, sudah 2 hari mama pergi dengan adik nya." Dewi yang menjelas kan kalau mertuanya tidak lagi di tempat.
Dewi langsung mempersilakkan Sofia untuk duduk di sofa ruang tamu yang tertata sangat rapi dengan warnah dinding putih menambah ke indahan dan kenyamanan tamu yang akan bertamu.
"Silakan duduk! sampai lupa kan aku mempersilakan duduk kamu." Basah-basi Dewi yang mengajak Sofia untuk duduk.
"Pantas saja sepi, ternyata mama tidak ada. Anak kamu mana?" Tanya Sofia yang mengeluarkan bingkisan dari paper bag yang sedang dia bawak. "Ini martabak nya." Sambil menyodorkan nya pada Dewi.
"Nayla lagi tidur di kamar." Jawab Dewi.
Dewi dan Sofia pun sedikit sudah terlihat akrab, walaupun sesekali mereka terdiam dan tidak tau apa yang ingin di bicarakan. Hujan masih turun sangat deras dan jam sudah menunjukan pukul 2 siang, namun seperti sudah pukul 6 sore, karna mendung yang semakin gelap.
Akhir nya tidak lama berselang, Sofia sudah mulai jenuh dan berpamitan untuk pulang, dan aku dengan cepat mempersilakan Sofia untuk pulang, walaupun aku sudah sedikit mencair dengan obrolan nya, tidak menutup kemungkinan aku sedikit tetap menaru kecurigaan pada diri nya.
"Ya sudah, kalau begitu aku permisi pulang duluh." Ucap Sofia yang rasanya ingin ditahan dahulu karna hujan.
"Ya. Maaf la gak aku suguhkan apa-apa, habis kamu tidak mau." mencoba basa-basi kepada Sofia.
Sofia pun meninggal kan rumah Dewi dengan berlari ke arah mobil, karena hujan masih sangat lebat,dan Dewi langsung menutup pintu rumah nya.
__ADS_1
...************...
Seperti biasa Dewi mempersiapkan masakan dan membersihkan rumah, dan Nayla pun sudah di tidurkan, selesai diberi susu. Jadi saat suami nya akan pulang kantor, semua akan terlihat rapi dan bersih.
Di luar, hujan masih sangat lebat. Dewi sengaja memakai baju tidur yang terlihat tipis, supaya suami nya akan tergoda saat pulang kerja nanti. Sejak Dewi melahirkan kemarin, sampai sudah mau berjalan 3 bulan, mereka belum sama sekali melakukan hubungan suami istri, karena Dewi belum mempunyai keberanian untuk berhubungan suami istri.
Dan terdengar ketukan pintu yang sangat kencang, dan seperti terburu-buru. Dewi segera melangkahkan kaki nya menuju pintu depan, dan ternyata mas Anton sudah berdiri dengan keadaan takut, karena dia memang memiliki ketakutan akan suara yang keras.
"Ya ampun mas!" Ucap Dewi yang hanya di lewati begitu saja dengan suami nya, karena ketakutan.
Dewi pun cepat-cepat mengambil kan teh hangat yang sudah di buat kan nya tadi. Perlahan suami nya mulai tenang dan mata nya terpanah melihat Dewi yang sudah lama tidak seseksi saat ini. Anton yang duduk di sofa langsung menarik tangan Dewi .
"Aauuwww." Teriak manja Dewi. Membuat Anton semakin ingin mencium nya.
"Aahmmm... Dingin sayang!" Ucap Anton yang mencium istri nya.
"Lantas kamu tidak mau? kamu jijik ya sayang?." Ucap Anton perlahan membelai rambut Dewi yang sangat harum.
"Mau kok sayang. Kamu kan suami ku." Jawab Dewi yang mulai pasrah dengan setiap belaian suami nya.
Mereka berdua pun larut dalam dingin nya suasana yang mulai beranjak malam. Dan sampai akhir nya mereka berdua menuju kenikmatan yang sudah lama terpendam. Karena baru pertama kali nya lagi Dewi berhubungan badan dengan suami nya, setelah dia lahiran, namun tidak untuk Anton, yang sudah pernah melakukan pada Sofia.
"Sayang terima kasih ya?" Untuk hari ini." Ucap Anton.
"Itu kan uda kewajiban aku sebagai seorang istri mas." Jawab Dewi dengan menunjukan senyuman nya. "Nanti kalau aku gak kasih kewajiban buat kamu, takut nya kamu main perempuan di belakang aku." Ucap pan Dewi membuat Anton sangat terkejut.
"Pikiran kamu jauh banget, gak sampai la aku ada niat seperti itu.
__ADS_1
"Siapa yang tau, setiap lelaki pasti ada batas kesabaran nya, dan gak ada lelaki yang gak tergiur lihat wanita seksi di luaran sana. Apa lagi lihat aku di rumah, uda seperti inem! yang selalu di gulung rambut nya bahkan terkadang habis mandi gak bersolek, lama-lama pasti bosan kamu lihat aku seperti itu."Tegas Dewi.
Sesaat Anton merenung dan apa yang di bilang istri nya itu memang benar. Selama Dewi melahirkan dia lebih suka menggulung rambut nya, bahkan memakai bedak pun tidak.
"Mas... mas! Kenapa kamu melamun. Benarkan yang aku bilang.
"Ngapain kita bahas yang gak penting sayang, kita kan habis bermesraan." Anton mencoba memberhentikan obrolan yang membuat dia terpojok. "Sebaik nya aku mandi, terus kita makan malam ya?! Malam minggu ini kita makan malam di luar kalau mama sudah balik kerumah." Ucap Anton yang beranjak dari sofa menuju kedalam kamar.
Dewi langsung menyusul suami nya ke dalam kamar, setelah dia membereskan sofa yang sedikit berantakan.
..................
Keesokan harinya, Dewi yang menggendong anak nya terlihat di teras depan rumah, dia habis saja melihat suami nya untuk berangkat kekantor.
"Bey papa!" Ucap Dewi sambil memegang tangan buah hati nya untuk melambaikan pada papa nya yang akan berangkat kerja.
Anton pun membalas lambaian tangan istri dan anak nya. Belom pun masuk mobil, Anton melihat ibu nya yang memasuki pekarangan rumah nya.
"Ma!" Menyalami mama nya yang baru saja sampai. "Kenapa gak telpon Anton, biar Anton jemput mama." Tanya Anton lagi.
"Ngapain. mama bisa sendiri, lagian sekarang banyak taksi atau Grab tinggal pesan aja."Jawab ibu nya yang membawa bingkisan banyak di tangan nya.
"Mas! kamu ambil tu barang bawaan mama." Perintah Dewi.
Anton langsung mengambil barang yang terlihat sangat berat, yang membuat mama nya sedikit kesusahan berjalan. Dewi yang tau pasti mertuanya sangat lelah, dia berjalan menuju dapur untuk mengambil minuman buat mertua nya. Sedangkan Anton yang selesai meletakkan barang kepunyaan mama nya, berpamitan untuk pergi kerja.
...****************...
__ADS_1
Bersambung.......