
Tok... Tok.... Tok....
"Silakan masuk" Saut dari dalam ruangan.
Anton yang di panggil dengan pimpinan nya, membuat dia gemetar saat akan memasuki ruangan pimpinan nya, sejenak Anton berdiri di luar pintu, dia merasa belum sangat siap untuk berhadapan langsung dengan bos nya untuk saat ini.
"Anton. Masuk saja, saya tau itu kamu!." Ucap buk Hany.
Dengan perlahan Anton membuka pintu, dan dia berjalan menuju buk Hany yang sedang terlihat sibuk di meja kerja nya. Sesampai nya di hadapan buk Hany, Anton masih saja berdiri hanya terdiam dan terpaku melihat buk Hany yang sedang fokus dengan kerjaan nya.
kurang lebih ada 1 menit Anton masih tetap saja berdiri, sampai buk Hany memerintahkan nya untuk duduk.
"Silakan duduk." Ucap buk Hany yang menutup berkas yang ada di hadapan nya. " Kamu pasti tau jelas kenapa saya panggil kamu untuk menghadap dengan saya." Ucap buk Hany lagi.
Anton masih saja terdiam, dia bahkan tidak berani untuk mengeluarkan sepatah kata pun, apa lagi untuk memandang lawan bicara nya.
"Jauh sebelum saya menjadi pimpinan kalian, kantor ini sudah mengeluarkan peraturan tidak ada yang boleh berselingkuh dengan teman sekantor. Ya teman sekantor!. Saya tau kamu sudah berkeluarga, bahkan baru berapa bulan kamu memiliki anak setelah 8 tahun kamu menikah, bukan begitu pak Anton?." Tanya buk Hany.
"Ya buk." dengan nada yang sangat pelan Anton menjawab pertanyaan buk Hany.
"Tapi sekarang kamu berselingkuh bukan dengan teman satu kantor. Tapi dengan wanita lain di luar, itu tetap tidak saya benar kan. Apa lagi wanita itu sampai menghampiri kamu disini. Dan sebenar nya itu semua bukan urusan saya si!" Ucap buk Hany.
Anton hanya terdiam dan tetap menekuk kan kepalanya, tanpa mempunyai keberanian.
"Coba kamu jawab! Kenapa dan perlu apa wanita itu mendatangi kamu dengan memakai baju yang sangat-sangat tidak sopan seperti itu. Sekali lagi, saya tidak membenarkan kantor yang papa saya bangun tercoreng nanti nya." Tanya buk Hany yang tetap kelihatan lembut cara bicaranya, walaupun mereka seumuran.
"Maaf buk, tapi wanita itu bukan selingkuhan saya, dan saya berulang kali mencoba menghindar tapi dia tetap mengejar saya. Dan saya tidak ada niat untuk mencoreng tempat di mana saya mencari nafkah, apa lagi saya sangat mencintai pekerjaan saya ini buk." Jawab Anton yang terlihat tegas, walaupun di hati nya sangat berdebar.
"Sekarang saya berbicara bukan sebagai bos kamu, anggap saya teman kamu. Saya tidak mau orang yang bekerja sama saya nantinya akan hancur kehidupan nya, cuma karena kehadiran wanita lain, tidak ada yang nama nya selingkuh itu di benarkan, atau mencari kebenaran sendiri, wanita tidak akan mengejar karna sesuatu hal, dan cuma kamu yang mengetahui itu." Ucap buk Hany.
__ADS_1
Anton pun berpikir, apa yang di ucapkan bos nya ada hal yang benar. Dan aku menyadari kekhilafan sesaat bisa menghancurkan segalah nya. Anton pun merenungi kesalahan nya yang terbuai dengan ke haluan dunia.
"Saya tau, kamu orang yang baik dan profesional. jangan kamu memandang wanita dari rupanya dan bodi yang seksi, itu semua tidak akan abadi. Kalau istri kamu bisa bertahan dan menerima kekurangan kamu, seharus nya kamu dapat memahami, mengapa sampai saat ini dia tetap ada bersama kamu. Mungkin itu saja pesan saya.
"Maaf buk sekali lagi, kalau hari ini saya selalu membuat kekacauan. Dan apa yang ibu katakan ini hari, tidak akan pernah saya lupakan." Ucap Anton dengan wajah yang lebih tenang.
"Silakan kembali keruangan kamu. Maaf sudah mengganggu waktu kamu." Ujar buk Hany.
"Terimakasih buat nasehat dan kritikan ibu, saya akan ingat selalu nasehat ibu." Jawab Anton.
Anton pun berjalan kembali keruangan nya. Dengan
Hati yang sekarang lebih tenang, karena apa yang dia bayangkan tentang buk Hany tidak seperti yang di bayang kan nya.
Belom pun sempat Anton memasuki ruangan nya, dia sudah di kejar dengan Gunawan, yang ingin tau apa yang di bicara kan buk Hany dengan dia.
Anton hanya berjalan terus untuk memasuki ruangan nya, dengan berlagak menunjukkan raut wajah yang sedih. Melihat wajah teman nya yang seperti itu, Gunawan merasa bersimpati, kalau-kalau teman nya akan di PHK dari kantor ini.
"Kenapa kamu? apa kamu di marahin? atau jangan-jangan kamu di keluarkan dari kantor?" Gunawan yang terlalu banyak pertanyaan, namun belom juga mendapat kan jawaban sedikit pun dari Anton, semakin buat dia penasaran. "Emang dasar betina gatal, gara-gara dia teman aku seperti ini." Dengan mengelus-elus pundak Anton mencoba menguat kan teman nya.
"Ternyata seperhatian itu kamu dengan aku ya sayang." Ledek Anton yang langsung tertawa.
Gunawan di buat heran dengan perilaku Anton, bukan nya dia sedih atau bagai mana, tapi dia mala menunjukan sifat bahagia.
"Kamu gak apa-apa kan Ton? Buk Hany ada bilang apa sama kamu, uda jangan bercanda ah, aku serius ni." Tanya Gunawan yang masih saja penasaran.
Anton pun menceritakan semua pada Gunawan, apa yang sebenarnya terjadi disaat Anton berada di dalam ruangan buk Hany.
"Salut aku sama pimpinan kita, beliau emang seperti pak Baskoro. Walaupun kelihatan sangat disiplin ternyata buk Hany memiliki sifat yang pemaaf." Ucap Gunawan.
__ADS_1
Singkat cerita, Gunawan dan Anton pun keluar dari ruangan, terlihat karyawan yang lain masih sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing. Hanya tinggal beberapa menit lagi jam kantor selesai. Anton cepat-cepat mengambil ponsel nya menghubungi istri nya untuk menanyakan, mau di bawakan apa saat dia pulang kantor.
A:"Halo sayang!" panggil Anton.
D:"Ya mas?!" Jawab Dewi.
Namun Anton mendengar suara anak nya yang sedang menangis, dia pun terlihat panik karna tidak biasanya dia mendengar Nayla menangis sekencang itu.
A:"Kenapa putri kita?!" Tanya Anton yang panik.
D:"Gak kenapa-napa mas! Dia cuma kesal, karena kelamaan kasih susu." Jawab Dewi.
A:"Mas pikir kenapa-napa sama Nayla. O, iya! kamu mau mas bawakan apa nanti?." Tanya Anton.
D:"Terserah. Apa aja boleh mas!." Jawab Dewi.
Mereka pun mengakhiri telpon nya. Dan Anton yang terlihat masih duduk di kursi depan kantor, langsung memutus kan untuk beranjak menuju parkiran mobil.
Setibanya di parkiran, Anton melihat Gunawan yang masih berada di parkiran, padahal dia sudah beranjak dari tadi. Anton pun menghampiri nya.
"Tok... Tok..." Anton mengetok kaca mobil nya.
Gunawan pun membuka kaca mobil nya dengan cepat.
"Syukur la kamu belum pulang. Gak tau kenapa ni mobil!" Ucap Gunawan.
Gunawan pun membuka pintu mobil nya dan langsung turun menemui Anton yang sudah berdiri di luar mobil milik Gunawan, Gunawan langsung meminta bantuan teman nya itu, karna dia tau kalau Anton ahli dalam otomotif.
...*************...
__ADS_1