
Hari ini, hari dimana di tunggu-tunggu dengan Dewi dan keluarganya. Kami dalam perjalanan ke panti asuhan yang sudah mama pilih kan untuk kami kunjungi.
Kedatangan Anton dan keluarganya bukan cuma sekedar berkunjung, namun dia membayar janji atas syukuran buah hati nya, yang sudah beranjak tiga bulan untuk memberi santunan kepada pihak panti asuhan tersebut.
Sesampai nya di panti, Keluarga Anton sangat di sambut baik dengan ibu kepala panti dan para anak-anak panti, Yang sudah menunggu kedatangan mereka, yang sebelum nya sudah mereka kabari terlebih dahulu.
keluarga Anton berkeliling menyelusuri sekitar panti di temani dengan ibu panti, mereka melihat begitu banyak anak kecil yang sedang bermain, bahkan tidak jarang mendengar suara bayi yang mungkin seumuran dengan putri mereka. Dewi melihat ini semua rasanya hati nya begitu simpati, banyak anak- anak yang masih perlu perhatian dan kasih sayang orang tua nya, harus menghadapi kehidupan seperti ini.
Jam menunjukan waktu nya untuk makan siang, makanan yang sudah di bawak dengan keluarga Anton langsung saja di bagikan kepada anak-anak panti asuhan. Di bawah pohon yang begitu besar dan rindang, mereka semua menyantap makanan bersama, dan para pekerja di panti pun ikut makan bersama. Dan alhamdullilah, cuaca pun ikut mendukung aktifitas keluarga Anton, dengan cuaca yang begitu cerah, tidak begitu panas di tambah angin yang menambah segar nya hari ini.
Usai acara makan bersama, keluarga Anton yang sudah memberikan bingkisan dan santunan beberapa jumlah uang, mereka pun berpamitan untuk pulang pada semua penghuni yang ada di panti, dan Dewi berjanji, insyaallah dia akan kembali lagi suatu saat nanti.
Anak-anak panti memberi salam dan senyuman bahagia atas pemberian keluarga Anton pada panti asuhan ini.
"Makasih pak/buk, apa yang bapak ibu beri untuk kami, sangat besar manfaat nya buat panti ini." Ucap kepala panti.
"Sama-sama buk! memang sudah sepantas nya kami untuk berbagi pada yang membutuh kan, apa lagi kami sudah melihat sendiri, begitu banyak anak-anak yang membutuhkan uluran tangan." Jawab Anton yang langsung berpamitan, karna dia harus kembali ke kantor nya.
"Ya pak. Allah yang balas semua kebaikan bapak dan ibu." Ucap kepala panti.
"Cukup doakan anak saya dan keluarga saya, selalu di beri kesehatan ya buk." Sambung Dewi. Dan mereka pun beranjak pergi.
Anak-anak panti asuhan pun melambaikan tangan nya saat mobil Anton beranjak pergi dari panti.
.
__ADS_1
.
.
.
Saat mereka sudah sampai di depan pintu pagar rumah mereka. Didalam mobil, Anton melihat seorang wanita yang sedang duduk di kursi teras rumah mereka, dan Anton tau jelas kalau wanita itu adalah Sofia "Mau apa perempuan itu datang kerumah ku." Ucap Anton dalam hati.
Setelah turun dari mobil, Sofia yang melihat mama Anton langsung menghampiri dan memeluk, namun seperti ada yang berbeda dari sebelum nya, yang duluh terlihat sangat senang atas kedatangan Sofia, namun sekarang mama Anton bersikap biasa- biasa saja. Sofia pun merasakan hal itu.
"Mama dari mana?" Tanya Sofia yang melepas kan pelukan nya.
"Mama dari panti Sofia! Kamu kok tiba-tiba uda sampai sini aja?!" pertanyaan mama Anton membuat Sofia heran, karna tidak seperti biasa nya perilaku mama Anton terhadap nya seperti ini.
Dewi langsung mempersilakan masuk Sofia yang mungkin sudah menunggu lama saat kami pulang. Sedangkan Anton memilih masuk kedalam rumah terlebih dahulu dengan mendorong stroller anak nya, dan mereka berjalan di belakang Anton.
"Ow iya! Ada acara apa di panti ma?!." Tanya Sofia yang sudah duduk di sofa depan.
"Buat syukuran nya Nayla di panti asuhan, supaya lebih berkah Sofia!." Jawab mama Anton.
"Bagus itu ma. Kenapa gak kasih tau Sofia, kan bisa Sofia bantuin mama." Ucap Sofia yang mengeluarkan sesuatu di paper bag nya. "Ini Sofia bawak oleh-oleh buat mama juga kamu Wi." Ucap Sofia kembali.
"Makasih Sofia. Kamu repot-repot aja la, selalu membawakan sesuatu kalau kerumah." Ujar Dewi yang menyodor kan minuman yang dari tadi sudah di buat nya .
Sofia pun hanya tersenyum, dia masih heran dengan sikap mama Anton yang begitu dingin dengan nya, sedangkan dengan Dewi sudah terlihat baik, bahkan sangat baik. "Apa yang sebenar nya terjadi ya?! saat aku sudah lama tidak main kerumah ini. Pasti ada sesuatu yang terjadi, sampai mama nya mas Anton bisa berubah drastis sifat nya ke Dewi." pikir nya dalam hati.
__ADS_1
"Sayang!" Panggil Anton yang berjalan menuju Dewi dan merangkul pundak nya. "Uda dulu, kamu sebaik nya masuk kekamar, kasihan tu Nayla, uda pengen kamu kelon ni." Ucap Anton yang seperti tidak menyukai kehadiran Sofia.
"Mama juga capek badan nya, uda pengen rebahan." Sambung mama nya Anton yang secara tidak langsung mengusir Sofia. "Sebaik nya kamu besok datang lagi Sofia, mama uda capek ni." Ucap nya lagi.
Belom pun Sofia menjawab omongan mama nya Anton, mama nya sudah berjalan menuju kamar nya dan menutup pintu.
Namun Dewi kali ini sungguh kasihan dengan Sofia yang seperti nya, dia merasa kalau kehadiran nya disini tidak di ingin kan.
"Sayang! aku balik kantor dulu, kalau kelamaan izin nya gak enak aku sama buk Hany." Ucap Anton.
Dengan mencium kening Dewi di depan Sofia, Anton pun langsung keluar rumah dan beranjak pergi. Sofia yang melihat hal itu sangat kesal dan ingin sekali melakukan sesuatu hal yang membuat keluarga ini hancur berantakan.
"Maaf Sofia, mungkin mama lagi capek atau gak enak badan nya." Ujar Dewi.
"Iya gak apa kok, lagian aku pun harus siap-siap berkemas." Jawab Sofia, dan langsung keluar dari rumah Anton.
..................
Di perjalanan, Sofia yang masih teringat akan perlakuan mama Anton yang begitu dingin terhadap nya membuat dia terlihat memunyungkan bibir dan mengeruk kan kedua alis nya, sedang kan mata nya memancar kan kebencian yang sangat dalam."Tunggu aja balasan aku ya! untuk kalian semua. Enak aja kamu orang tua bangka, buang aku seperti sampah." Ucap Sofia di dalam mobil.
Sedangkan Anton. Hari ini ia sangat senang, sudah menyelesaikan janjinya kepada putri tercinta nya. Ia masuk kedalam kantor dengan tersenyum, menggambarkan perasaan nya yang saat ini sedang berbahagia, di tangan nya terlihat membawa bungkusan yang terbilang banyak, dan di ikuti pak satpam di belakang nya, juga membawa beberapa bungkusan yang berisi nasi kotak, yang akan di bagi kan pada karyawan kantor. Karena iya ingin teman di kantor nya bisa merasakan kebahagiaan nya juga.
...****************...
Bersambung.....
__ADS_1