Buah Hati Mama

Buah Hati Mama
Bab 17


__ADS_3

"Aku yakin kamu pasti juga merindu kan belaian kan mas?." Ucap Sofia yang memeluk Anton dengan erat.


"Uuuhhhh...."


Bisikan Sofia yang menggelitik Anton, rasanya membuat hasrat nya semakin memuncak." Kamu membuat aku rasanya ingin lepas kendali Sofia!." Ucap Anton dalam hati.


Anton merasakan setiap lekukan tubuh Sofia yang eksotis seperti menggetar kan sekujur tubuh nya, pelukan hangat membuat Anton terbuai dengan semua permainan Sofia.


"Kenapa kamu diam saja mas?."


"Aku...aku... gak bisa seperti ini So.. Sofia."


Sofia tidak menggubris setiap kata yang keluar dari mulut Anton, dia hanya ingin Anton masuk kedalam perangkap nya dan tidak bisa lepas lagi.


Seluruh tubuh Anton mulai panas, birahi hasrat yang selama ini dia tahan karna kondisi istri yang tidak memungkin kan untuk melayani nya menjadi kian membesar.


Anton pun yang sudah hampir hilang kendali, dan pada akhir nya tidak bisa menahan gelora hasrat yang ada di dalam tubuh nya. Anton seperti pemburu yang haus dengan mangsanya.


"Kamu membuat aku lupa akan segalah nya Sofia." Ucap Anton, Dengan terus mendekat nya.


Namun tiba-tiba, saat Sofia ingin lebih mendekat, tiba² terdengar suara ketukan pintu dari luar.


Tok.... tok ...tok....


"Siapa si, ganggu kesenangan orang aja." Ucap Sofia dalam hati nya.


"Lebih baik aku pulang aja Sofia, lagian aku uda tepati janji aku untuk kerumah kamu kan?." kata Anton sembari beranjak dari tempat duduk nya.


"gak bisa seperti itu la, belum juga kamu makan masakan aku,. Kamu duduk duluh, aku kedepan sebentar,lihat siapa yang datang." Ucap Sofia yang berjalan ke pintu depan.


Sofia pun membuka pintu melihat siapa yang datang berkunjung.


"Maaf mbak, dengan mbak Sofia ya?. Tanya seorang lelaki yang seperti nya tukang ojek.


"Ya, saya. Mas Antar pesanan saya yang dari butik Rahma ya?."


"Iya mbak. Ini ya sudah sampai di tangan mbak nya.


Setelah Selesai transaksi, tukang ojek itu pun pergi. Sedang kan Sofia kembali ke meja makan, yang seperti nya Anton sudah mulai bosan.


"Lama ya mas?." Tanya Sofia yang kembali duduk di samping Anton.

__ADS_1


Anton hanya terdiam, dan sesekali melirik ke arah Sofi yang begitu cantik.


"Kenapa kamu pandangi aku seperti itu?." Ucap Sofia yang terlihat mulai genit.


"Aku heran aja, entah perasaan aku aja atau gimana ya?, seperti nya kamu ini lagi berusaha mengejar aku." Tanya Anton, membuat Sofia tersenyum.


"Kalau emang iya, terus gimana?." Ucap nya seperti menantang pertanyaan Anton.


Anton mulai terdiam karna tersudutkan dengan jawaban Sofia yang begitu spontan.


Sofia terus-terusan menggoda Anton dengan segalah rayuan nya, yang membuat Anton terkadang mulai terbawah suasana yang di buat Sofia.


"Aku tau kamu merinduhkan belaian seorang wanita kan?, karna Dewi sekarang lagi masa pemulihan. Aku bisa berikan itu untuk kamu mas!." Jawab Sofia.


Anton mulai terbawa Suasana yang di mainkan dengan Sofia. Bahkan tanpa sadar atau tidak mereka melakukan hubungan yang seharus nya tidak Anton lakukan, yang bisa membuat rumah tangga nya hancur.


"Trimakasih mas buat hari ini, kamu membuat aku tidak bisa lupa akan hari ini." Ucap Sofia.


Lagi-lagi Anton hanya bisa terdiam, yang sudah melakukan perbuatan yang sangat hina, bahkan menjijikan.


......................


Anton yang kelelahan tertidur di samping Sofia yang juga ikut tertidur, hanya selang berapa menit, Anton tersentak dan tersadar apa yang di buat nya itu adalah kesalahan terbesar. Ia pun bergegas memakai pakaian nya kembali yang terlihat lusuh.


"Aku harus cepat-cepat pulang." Ucap Anton yang berlalu pergi meninggal kan Sofia yang masih belum menggunakan apapun.


Sofia yang sejak awal hanya berpura-pura memejamkan mata pun perlahan membuka kedua matanya. Saat Anton beranjak pulang dari rumah nya.


"Kamu uda masuk kedalam perangkap ku Anton." Ucap Sofia.


................


Di perjalanan pulang, Anton tak habis-habis nya membayangkan hal yang dia lakukan bersama Sofia. Yang membuat ia merasa sangat bersalah dengan istri nya Dewi.


"Aku harus membeli sesuatu untuk Dewi dan putri kecil ku." Ucap Anton yang merasa perbuatan nya sangat mengecewakan Dewi.


Anton pun berhenti di toko bunga, dan membeli bunga lili kesukaan sang istri, sedang kan putri kecil nya di belikan gelang kaki yang sangat indah.


Setelah semua nya sudah beres, Anton pun kembali ke mobil untuk segera pulang.


...................

__ADS_1


"Apa Anton belum pulang ya wi!?." Tanya mertua nya, yang terlihat sudah lebih membaik.


"Kenapa mama keluar kamar?. Kalau mau apa-apa bilang ke Dewi, biar Dewi yang ambil kan.


"Saya uda agak mendingan. Kamu belum menjawab pertanyaan saya, Anton belum pulang?." Tanya mertuanya, dengan suara tidak seperti biasa nya.


"Belum ma. Mungkin lembur, soal nya tadi mas Anton agak siang pergi nya.


Mertua nya pun langsung kembali kekamar nya, tanpa menjawab atau menitip pesan buat anak nya.


Dewi pun kembali ke sofa kesayangan nya untuk memberi ASI buat Nayla yang sejak tadi udah uring-uringan karena haus. Sekitar 15 menit Nayla menyusu, dan kini ia terlelap tidur di pangkuan Dewi. Dewi yang mulai mengantuk mencoba menahan mata yang rasa nya ingin terpejam saja.


Saat Dewi mulai tidak tahan dengan kedua mata nya, yang rasa nya ingin terpejam. Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar rumah.


Tok.... Tok.... tok....


Dewi pun terjaga saat ia baru saja ingin memejamkan matanya.


"Iya sebentar." Ucap Dewi yang langsung meletakkan putri kecil nya di Sofa.


"Kreekkkk....."


Saat Dewi membukakan pintu, Dewi terkejut, ada seorang lelaki membawa buket bunga lili besar dihadapannya dan menutupi wajah lelaki tersebut. Namun saat Dewi melihat sepatu kulit yang digunakan lelaki itu, seketika Dewi sangat mengenalinya.


"Mas Anton..., itu kamu kan sayang?." Ucap Dewi yang sesekali memalingkan wajah nya.


"Dear...!!!, surprise... " Anton yang berusaha mengejutkan Dewi, namun Dewi cepat-cepat menutup mulut Anton menggunakan tangan yang terasa sekali minyak angin.


"Apaan si kamu wi!?."


"Bukan nya senang. malaan aku kamu bekap." Ucap Anton dengan wajah memelas.


Dewi pun memperjelas kenapa ia menutup mulut suami nya, karena Dewi yang takut mengganggu tidur anak nya yang ada di ruang tv, Anton pun sangat-sangat memaklumi. Dan mereka langsung masuk ke dalam rumah.


......................


Bersambung.....


Kasihan sekali si Dewi, di beri bunga karena sang suami melakukan kesalahan yang besar tanpa Dewi mengetahuinya😔.


Jangan lupa like, vote dan gift nya ya sahabat😍😘

__ADS_1


Dan tolong komen nya agar saya lebih semangat🤗


__ADS_2