Buah Hati Mama

Buah Hati Mama
Bab 11


__ADS_3

"Dewi...!, coba sini kamu lihat, pakaian kotor itu uda menumpuk, jangan Anton juga kamu suruh cuci itu pakaian, dia pulang kerja capek. Mending sekarang ada mesin cuci, duluh saya masih pakai tangan dan tidak manja seperti kamu." Ucap ketus mama mertua ku, yang kelihatan kaki nya sudah mulai membaik.


Dewi hanya bisa terdiam, mendengar ocehan mertuanya yang slalu saja memojokkan dirinya dan slalu mencari-cari kesalahan nya.


Kali ini aku tidak mau mendengarkan kata-kata mertua ku, dan lebih baik aku fokus dengan pemulihan paska melahirkan ku duluh. Dan aku berlalu pergi meninggal kan mertua ku, yang sejak tadi slalu menasehati tanpa membantu ku.


"Dasar menantu tidak ada sopan santun nya. Di nasehati malaan pergi. " Ucap mertua, yang kesal karna aku tinggal kan begitu saja.


................


"Tok... Tok... Tok...."


Terdengar ketokan pintu dari luar, menandakan ada orang yang sedang ingin masuk kedalam rumah.


Terlihat mama mertua yang berjalan menuju pintu, wajah nya seperti memancar kan kebahagiaan saat dia akan membuka kan pintu, seperti tau siapa yang akan datang.


"Mama rinduh sekali lo nak Sofia. Kenapa lama betul kerumah mama?." Ucap mertua ku, sambil berpelukan dan cium pipi kiri dan kanan.


Dari dalam kamar Dewi seperti mendengar samar² suara dua orang yang saling mengobrol, Dewi bertanya-tanya," kira-kira siapa tamu yang datang siang-siang begini?." Ucap nya, yang sedang menggantikan popok putri kecil nya.


Dewi pun membuka pintu kamar sedikit dan mengintip nya. "Ternyata Sofia yang datang, kenapa harus nongol lagi sih, padahal uda 2 minggu tidak kelihatan batang hidung nya. heuumm..!." Ucap Dewi seorang diri di kamar.


*


*


*


*


"2 minggu yang lalu,Sofia banyak pemotretan ma. Maaf ya!, Sofia gak sempat jenguk mama kemarin." Jawab Sofia yang terlihat mata nya mencari sesuatu.


Mertua ku dan Sofia seperti biasa, mereka saling mengobrol dan tertawa lepas. Membuat anak ku terkadang terkejut mendengar kan suara mereka yang keras.


Aku keluar dari kamar, mencoba memberi tau kepada mertua kalau cucu nya sedang tidur.


"Ma..., tolong jangan keras-keras suaranya, anak Dewi tidur terkejut-kejut dia." Ucap Dewi yang menghampirin mertua dan Sofia di ruang tv.

__ADS_1


"Itu urusan kamu, bukan urusan kami. Kalau kamu gak suka, kamu yang keluar sana!!." Jawab mertua nya yang menyambung lagi pembicaraan mereka.


Aku yang mendengar jawaban mama mertua ku seperti itu, rasa nya ingin marah dan ingin mengusir mereka ber dua dari rumah ku. Selama mertua ku ada di rumah ini, rasanya hidup ku bagai menumpang dan tidak bebas dirumah ku sendiri. Aku pun langsung menutup pintu kamar dan mencoba menahan ketidak sabaran ku.


..............


Sofia yang baru mengetahui kalau Dewi sudah lahiran, langsung memiliki rencana jahat yang ada di fikiran nya.


"Kapan si Dewi itu lahiran ma?." tanya Sofia.


"Kurang lebih hampir 2 minggu la. Ngapain juga kamu tanyak perempuan itu." Jawab mama Anton.


Sofia pun hanya tersenyum tipis, mendengar jawaban mama nya Anton.


Kalau perempuan habis lahiran, biasanya belom bisa untuk berhubungan suami istri. Di saat seperti ini Sofia mempunyai rencana licik." Aku harus mencoba mendekati mas Anton, pasti dia mengingin kan sosok perempuan pengganti yang perlu dia belai." Ucap Sofia dalam hati.


"Ma..., Sofia pulang ya?. Uda jam segini, gak enak kan Sofia lama-lama disini, apa lagi sebentar lagi mas Anton pulang." Ucap Sofia yang ingin mama nya Anton menahan dia untuk tidak pulang.


"Terus kenapa kalau Anton pulang?. Kalau gak kita masak, terus nanti malam kita makan bersama. bagai mana?." Tanya mama Anton yang berharap Sofia bisa mendekati Anton.


Sofia pun langsung mengiyakan ajakan mama Anton.


.................


"Assalamualaikum.....


"Sayang...."


Terdengar suara Anton yang baru saja pulang dari kantor. Anton pun langsung masuk kedalam rumah, karna pintu depan tidak di tutup. Anton pun merasakan aroma masakan yang mungkin sangat lezat dari bau nya. Tapi dia lebih rinduh melihat putri kecilnya, yang pasti sedang tidur di kamar.


"Mana ni putri kecil papa yang cantik." Anton pun langsung masuk kedalam kamar. Saat Anton ingin mencium.


"E... e.... e...., jangan mas!. Kamu kan baru pulang, belom bersih-bersih, pamali lo kata orang tua." Kata Dewi yang berusaha menarik suami nya untuk kekamar mandi yang ada di dalam kamar nya.


Anton pun menurut apa kata istri nya, walaupun dia harus menahan sedikit rasa rinduh kepada anak nya.


"Kamu cantik sekali hari ini wi...!." Kata Anton yang ingin merangkul Dewi di kamar mandi.

__ADS_1


Dengan spontan aku menolak mas Anton sampai hampir terjatuh. Karna aku kaget dengan mas Anton yang mengecup leher ku. Bagai mana tidak kaget, aku teringat kalau belom boleh berhubungan suami istri sebelom 44 hari dari masa nifas.


"Kenapa sayang?. Kamu gak mau?." Tanya Anton yang beranjak bangun.


"Kamu lupa atau tidak ingat mas, kita kan pernah bahas masalah ini. Saat aku baru lahiran aku belom bisa berhubungan suami istri." Jawab Dewi.


Anton pun teringat tentang hal itu. Aku yang tadi nya di kamar mandi bersama mas Anton, langsung cepat-cepat keluar sebelum mas Anton hilang kesabaran.


Anton yang baru saja selesai mandi, langsung menjumpai putri kecil nya yang lagi tertidur di box bayi. Terlihat dia sangat merinduhkan putri kecil nya yang di beri nama Nayla.


"Aku fikir kamu yang masak di dapur Wi!." Ucap Anton, yang sedang duduk di samping anak nya.


Sesaat aku terdiam saat mas Anton bertanya, karna aku tidak ingin memberi tau kalau ada Sofia di rumah ini, jadi ku biar kan mas Anton mengganggu Nayla yang terlihat terlelap tidur.


Namun yang pasti, mama mertua pasti sebentar lagi akan memanggil mas Anton untuk di ajak makan bersama. Ku beranikan untuk bertanya dengan mas Anton yang terlihat sedang fokus dengan Nayla.


"Aku heran, kenapa Sofia slalu saja ingin berlama-lama dirumah kita." Ucap Dewi.


"Kenapa tiba-tiba kamu bicara Sofia, sayang?." Jawab Anton yang langsung berdiri mendekati aku." Walaupun ada Sofia sekaligus di sini, aku gak akan tergoda lagi, apa lagi kamu uda berikan aku anak yang lucu seperti Nayla."


"Maksud kamu dengan tergoda lagi?. Dewi yang heran dengan ucapan suaminya.


Anton mulai binggung dengan pertanyaan Dewi, pasti kalau aku berkata jujur dengan Dewi, pasti dia sangat marah. Kalau mengetahui bahwa Sofia mantan yang sudah meninggal kan dia. "Aku pun pakai salah bicara." Ujar Anton di dalam hati.


"Jawab mas?." Dewi yang serius menunggu jawaban suami nya.


"Janji kamu gak akan marah." Tanya Anton.


Dewi pun mengangguk kecil, memberikan isyarat.


"Dia mantan aku, yang duluh pernah aku ceritakan. Tapi sekarang dia bukan apa-apa ku lagi, kamu harus percaya ya sayang." Ucap Anton mencium kening Dewi.


Mata Dewi yang menatap tajam ke arah Anton, seperti tidak percaya sepenuh nya dengan suami nya itu.


"Kenapa menatap aku seperti itu?. Sebenar nya itu hal yang tidak perlu aku cerita kan lagi, hanya membuat fikiran kamu pasti tambah kacau. Sekarang di hati aku cuma ada kamu dan anak kita. Jelas!!!." Anton berusaha meyakinkan Dewi yang masih terlihat curiga.


..................

__ADS_1


Bersambung........


__ADS_2