Buah Hati Mama

Buah Hati Mama
Bab 42


__ADS_3

"Ini rumah siapa?" Tanya Anton yang memberhentikan mobil nya setelah Sofia memberi perintah.


Anton yang tampak bingung, bahkan ia tidak mempunyai bayangan sama sekali tentang rumah yang ia kunjungi saat ini.


"Kamu tidak ingat?!" Jawab Sofia berpura-pura untuk mengingat kan kepada Anton akan rumah ini. "Anak kita ada disini sekarang, dirumah mama ku.


Mereka berdua langsung melangkah menuju depan pintu rumah besar itu. Anton melihat sekeliling pekarangan rumah yang sangat sepi, tidak terlihat satpam yang menjaga pintu gerbang layak nya kebanyakan rumah besar lain nya, Namun Anton tidak ingin berfikir berlebihan tentang itu semua, dia sekarang hanya ingin cepat-cepat berjumpa dengan putri yang selalu ada di mimpinya sebagai anak nya, walau dalam mimpi selalu hanya melihat balik tubuh nya tapi dia berharap ia bisa mengenali anak nya dan pasti ada kontak batin tersendiri.


Ting tong..... Ting tong.....


Suara bel yang keras membuat seketika pintu rumah terbuka dengan cepat. Anton melihat seorang wanita paruh baya sudah berdiri di hadapan nya, dan seketika Sofia pun langsung memeluk wanita paruh baya tersebut dan memanggil nya mama.


"Mah...! Ingat kan apa yang saya suruh?!" Ucap Sofia yang memeluk dan membisikan kata-kata pelan ke telinga wanita paru baya tersebut.


Anton hanya terdiam dan membisu, ia tak ingat sedikitpun kalau ia memiliki mertua seperti ini. Ketika Sofia masih dalam pelukan wanita paruh baya tersebut tiba-tiba tangan Anton sudah di genggam dengan jari-jari kecil yang ia rasakan.


"Papa...!" Seorang anak memegang tangan Anton dan menempelkan pipi lembut nya ke tangan Anton.


Anton yang terkejut langsung terdiam kembali dan memandang anak yang ada di hadapan nya. lagi-lagi Anton tidak merasakan apapun di hati nya, namun dia berusaha untuk akan mengingat semuanya.


"Kamu...?!" Dengan sedikit jongkok Anton mengelus dan membelai rambut anak yang ada di hadapan nya.


"Ini anak kita Ton!" Sofia mencoba membuat Anton percaya.


"Ini benar anak papa?! papa kangen kamu nak?! maafin papa ya sudah tidak menjaga kamu beberapa tahun ini, sampai kamu sudah tumbuh besar seperti ini." Ucap Anton yang memeluk anak tersebut.


Wanita paruh baya tersebut langsung mengalihkan perbincangan mereka, sebelum lebih banyak lagi yang di tanya kepada Nayla palsu dan membuat Nayla palau tidak mengerti.


"Kenapa aku seperti tidak ada kontak batin pada anak ini ya, seharus nya saat aku peluk anak ini aku sangat bahagia bahkan sedih, tapi di hati ku sekarang hanya biasa² saja." Kata Anton dalam hati saat memasuki rumah mertuanya.


"Kenapa kamu melamun sayang?" Tanya Sofia yang melihat kecurigaan di raut wajah Anton.

__ADS_1


"Nggak kenapa-napa, Cuma ngerasa bersalah saja aku sudah meninggalkan anak kita bersama mama kamu." Jawab Anton yang tidak mau membuat Sofia kecewa dengan sifat nya.


Mereka ber empat pun langsung berjalan menuju ruang tamu, sedangkan Nayla palsu selalu berada di samping Anton dan selalu menggenggam tangan Anton.


"Kenapa dirumah yang sebesar ini, aku gak lihat sama sekali pelayan?! Apa ibu sanggup mengerjakan rumah sendirian apa lagi ada Nayla yang harus mama jaga." Ucap Anton yang sedikit curiga dengan keadaan ini.


"Oww.... kemana pembantu mama semuanya ma?!" Tanya Sofia dengan sedikit memberi isyarat kepada mama palsu nya.


Namun dengan perlahan dan santai tidak memberi kecurigaan, si mama palsu menjawab pertanyaan Anton.


"para pekerja semua lagi libur karna ini hari minggu, mama selalu memberi waktu luang atau istirahat di hari minggu, kasihan kan harus slalu kita suruh kerja." Jawab mama palsu.


Anton pun mempercayai perkataan mama palsu tersebut dan tidak membahas soal pembantu lagi. sekarang ia fokus kepada anak yang ada di samping nya sekarang, yang sejak tadi terus memeluk nya dan mendekati nya terus, rasanya ia tidak memiliki perasaan apapun seperti di dalam mimpi dan fikiran nya yang sangat dekat dengan anak nya itu.


*


*


*


*


"Sayang, kelihatan nya kamu sangat bahagia?!" Ucap ibu nya dengan mencubit hidung Nayla yang berdiri dengan boneka panda nya.


"Tentu dong buk!" akhirnya Nay bisa punya papa yang utuh, ibu yang baik dan nenek yang sangat baik." Jawab Nay dengan memeluk ibu nya.


Dewi tersenyum bahagia melihat putri kecil nya sangat bahagia atas pernikahan nya dengan Gunawan yang sejak dari kecil sudah memberi kasih sayang nya kepada putri nya.


"Ya dong, papa kan emang papa nya Nayla, jadi harus dekat dengan Nayla terus." Sambung Gunawan yang sudah rapi dengan kaos santai nya.


"Papa ganteng sekali." Ucap Nayla yang berlari ke arah Gunawan.

__ADS_1


Gunawan pun hanya tersenyum mendengar ucapan anak sambung nya yang mendekati nya. Setelah mereka memeriksa barang bawaan yang sudah cukup kelihatan sempurna pun langsung mereka melanjutkan perjalanan untuk ke kebun binatang yang Nayla senangi.


"Ayok masuk" Perintah Dewi yang membukakan pintu mobil untuk mama nya.


Nayla pun langsung masuk ke bagian depan tepat samping Gunawan yang akan menyetir mobil.


"Kenapa kamu di situ Nay?! Sini dekat oma saja." Ucap oma nya.


"Uda gak apa mah, lagian ini kan hari spesial nya Nayla." Jawab Gunawan.


Dewi yang melihat anak nya sangat dekat dengan Gunawan sebenarnya sangat senang, namun ia sedih karena Nayla melupakan papa kandung nya yang sangat menyayangi ny, bahkan kalau ia masih hidup akan menyayangi Nayla lebih dari nyawanya sendiri, namun Dewi tidak mau terlihat sedih bahkan semakin lama larut dalam kesedihan akan selalu mengenang sosok suami nya duluh, dan ia pun memutuskan untuk menerima Gunawan seutuh nya sebagai suami nya sekarang.


Mereka pun langsung melanjutkan perjalanan ke kota sebelah untuk berkunjung ke kebun binatang biasa Nayla kunjungi dengan para guru nya di sekolah.


Di perjalanan Nayla terus bernyanyi dan menunjukan kegembiraan nya.


Mama mertua Dewi mama dari Anton sangat bahagia melihat cucu kesayangan nya sebahagia saat ini, walaupun ia tau kalau Nayla melupakan anak nya sebagai papa biologis dari nya sendiri.


*


*


*


*


"Bagai mana kalau kita ajak Nayla ke kebun binatang mas?" Tanya Sofia ke pada Anton.


"Benar juga tu usulan kamu." Jawab Anton yang menyetujui ucapan Sofia.


Sofia pun langsung mengajak Nayla untuk ke kamarnya untuk berkemas-kemas, tidak lupa Sofia pun memperingati si Nayla palsu agar tidak terlalu banyak bicara dan berbicara seadanya saja. Sedangkan mama palsu nya tetap dirumah tidak ikut dengan mereka yang akan membawa si Nayla palsu jalan-jalan.

__ADS_1


...****************...


Bersambung...


__ADS_2