
Dewi dan mertua nya sedang duduk di ruang tv dan termasuk Nayla yang lagi asik menggerakkan kaki dan tangan nya, bahkan sekarang Nayla sudah mengeluarkan suara saat sedang berinteraksi dengan nya.
Aku yang masih belum percaya, kehadiran buah hati ku membuat suasana semakin menjadi lebih baik, aku dan mertua kini sering sekali menghabiskan watu bersama, bahkan tidak jarang mertua selalu memberi aku nasehat dan memberi aku semangat menjadi seorang ibu. Dulu rasanya saat mertuaku akan datang kerumah ku, hati ku mulai tak karuan, bahkan aku mengingin kan dia tidak pernah hadir kerumah ku. Tapi sekarang sebalik nya, rasanya aku gak mau jauh dari mertua ku.
Aku dan mertua, sekarang lagi berdiskusi merencanakan panti asuhan mana yang akan kami datangi nanti, untuk membagi kebahagiaan kami pada mereka yang membutuhkan.
"Panti yang ada di jalan Sudirman pun bisa Wi! kalau mama lihat, banyak anak-anak yang masih sangat membutuhkan uluran tangan kita." Usul mertua nya yang sedang memangku Nayla.
"Boleh juga tu ma! Nanti Dewi tanya ke mas Anton kapan baik nya kita kesana." Jawab Dewi.
"Kalau menurut mama, lebih cepat lebih bagus. Apa lagi kita ambil Hari jumat kan lebih berkah." Ucap mama nya.
Aku pun menyetujui usulan mertua ku, sekarang ntah kenapa, apa yang ingin aku buat rasanya gak sempurna kalau tidak di ketahui oleh mertua ku. Padahal dulu kami seperti ada jarak yang tidak bisa bersatu bahkan harus di pisah kan.
..................
Pukul 5 sore.
Hari ini aku pulang lebih awal dari kantor, memang sudah dari duluh kalau hari sabtu malam minggu kantor pasti memulangkan karyawan nya lebih awal dari pada hari-hari biasanya.
Dan aku berencana malam ini akan mengajak Keluarga kecil ku untuk bermalam mingguan di luar. Sudah lama juga Dewi tidak keluar rumah, dia hanya sibuk ngurusin anak kami saja, dari pagi hingga petang, bahkan tidak jarang ia harus begadang. Kebetulan mama juga sudah pulang dari rumah tante.
"Nanti malam Anton mau ajak mama dan Dewi keluar, kita makan malam di restauran yang ada di dalam mall itu ya?. Soal nya uda lama juga kita gak pernah makan malam lagi di luar." Ucap Anton.
__ADS_1
Kebetulan Anton sudah memboking salah satu tempat di restoran tersebut, untuk membawa keluarga kecil nya.
Pukul 8 malam
Malam ini Dewi sudah siap, dengan memakai dress hitam yang seksi tapi masih terlihat sopan, sedangkan mama nya seperti biasa nya beliau selalu berdandan dengan sangat rapi, dan putri kecil kami sangat cantik malam ini dia sangat tenang seperti tau akan jalan-jalan. Aku sendiri hanya menggunakan kaos agar terlihat lebih mudah dan tampan😊.
Mereka pun langsung pergi untuk menuju restauran yang tidak begitu jauh dari rumah mereka, kebetulan rumah Dewi dan Anton berada di pusat kota.
Sesampainya di restauran, Dewi dan mertuanya di buat kagum dengan restauran yang begitu mewah dan sangat rapi, tersusun bunga-bunga di setiap sudut balkon nya. Dewi yang berjalan menuju dengan mendorong stroller masih terlihat sangat anggun, sedang kan mertuanya membawakan tas baby kepunyaan Nayla. Sedangkan Anton memakai kaos putih yang tetap terlihat sangat berkelas karna tekstur tubuh nya yang sangat memungkin kan.
Dewi dan mertua nya menatap tak percaya melihat tatanan yang di atas meja restauran yang sudah mereka pesan. Banyak menu makanan sudah tersedia di atas meja dengan susunan yang begitu indah, sampai tidak tegah untuk merusak nya.
Tapi yang membuat Dewi terharu dan takjub bukan hanya melihat semua yang di atas meja, melainkan ada tulisan "I love keluarga kecil ku" Dan terlihat buket bunga yang bertuliskan "Terima kasih istri ku" Melihat itu Dewi menetes kan air mata nya. Sedang kan mama Anton melihat hal itu, baru mengetahui seberapa usaha beliau duluh untuk memisahkan anak nya tidak akan terjadi, dia melihat Anton dan Dewi sangat saling menyayangi.
"Sayang... Eh sayang! Cukup ya?! kita kemari itu untuk bersenang-senang bukan untuk bersedih." Dengan menghapus air mata di pipi istri nya.
Dewi pun menghentikan tangisan nya, dia begitu sangat terharu dengan apa yang ada di hadapan dia sekarang.
"Terima kasih mas! Makasih juga mama! berapa hari ini Dewi merasa sangat senang, dan semogah allah selalu memberikan kesenangan dan kesehatan ini untuk kita ya?." Ucap Dewi yang memeluk mertuanya.
Anton pun menarik kursi mama nya, kemudian menarik kursi kepunyaan Dewi dan memberikan buket bunga lili kesukaan Dewi tadi yang ada di atas meja. Dewi pun mencium buket bunga tersebut " Terima kasih mas, aku sangat menyukai nya!."
"Buat putri kecil papa yang kerjaan nya masih tidur aja, papa berikan kecupan spesial buat anak papa ya!." Anton pun memberi kecupan yang mendarat di pipi tembem milik anak nya dengan sangat perlahan , agar tidak terbangun.
__ADS_1
Makanan yang sudah di hidangkan di atas meja sejak tadi langsung saja akan mereka makan. Kami langsung duduk dan menyantap makanan yang terlihat sangat lezat. Benar saja, terbukti tak ada tersisa sedikit pun makanan yang sudah di hidangkan oleh pelayan restoran tadi.
Dan setelah semua nya selesai makan, kami memutuskan untuk rehat sejenak sebelum kembali ke rumah. Namun tidak berapa lama, seorang koki datang menghampiri kami.
"Selamat malam bapak/ibu!" Tegur sang koki.
"Ya malam kembali!" Jawab mereka.
"Terimakasih atas kunjungan bpk mau pun ibu, sudah memilih restoran kami untuk tempat makan malam bapak/ibu. Bagai mana dengan pelayanan dan makanan di restoran kami buk?" Tanya sang koki.
"Sangat memuaskan pak, mama dan istri saya sangat menyukai masakan dan interior restoran ini." Jawab Anton dengan senyuman.
"Terimakasih kalau bpk/ibu menyukai nya. Dan kami memiliki souvenir untuk keluarga bpk." koki tersebut memberikan sebuah kotak berbungkus kado kepada Anton. "Maaf kalau mengganggu waktu bpk! terimakasih dan saya kembali duluh ya pak?!." Ucap nya lagi dengan berlalu pergi.
"Sama-sama." Balas Anton.
Pukul 10 malam.
Mereka pun menuju ke mobil yang di parkir tidak jauh dari pintu masuk mall. Dan langsung saja mereka kembali kerumah untuk beristirahat. Nayla yang sejak pergi sampai pulang Hanya tertidur, hanya terbangun saat ingin menyusu saja. Dewi terlihat bahagia dari raut wajah nya,memang hampir tiga bulan ini dia hanya sibuk mengurus anak nya saja di rumah, tanpa terpikir untuk berjalan-jalan atau sekedar menghibur diri nya.
...****************...
Bersambung......
__ADS_1