
Waktu terus berlalu, tidak terasa sudah beberapa jam Sofia dan Anton ada di ruang bermain bersama anak bayaran Sofia. Sedangkan Gunawan dan Dewi juga Nayla sedang menikmati makanan yang sudah mereka pesan, terlihat dari raut wajah Nayla yang sangat bahagia. Selama ini Nayla memang mendambahkan keluarga yang lengkap dengan hadir nya seorang papa di hidup nya, walaupun terbilang terlalu kecil untuk mengerti keadaan yang selama ini ia rasakan, namun selama ini Nayla sudah cukup mengerti dan bersikap layak nya orang dewasa untuk mengartikan kehidupannya selama ini, tapi bagai mana pun ia hanya seorang anak kecil dan menginginkan keluarga yang lengkap.
Tidak berapa lama saat mereka menikmati hidangan di atas meja, Nayla terlihat meletakan sendok nya di atas piring makan nya, yang membuat Gunawan langsung bertanya dengan anak sambung nya tersebut.
"Kenapa nak, makanan nya tidak enak ya?!." Tanya Gunawan kepada Nayla.
"Enak kok pa, Nayla cuma ingin kekamar kecil. Mau pipis." Jawab Nayla.
"Ayok, mama temani." Sambung Dewi yang langsung beranjak dari tempat duduk nya.
"Gak usa ma. Nayla bisa sendiri, lagian toilet nya kan gak jauh." Jawab Nayla yang ingin membuat mama dan papa nya lebih romantis lagi saat ia tinggal ke toilet nanti.
Namun Dewi tetap ingin menemani anak nya untuk ke toilet, Dewi masih berfikir kalau anak nya terlalu kecil untuk ke toilet sendirian. Nayla pun langsung menolak mama nya untuk menemani nya ke toilet.
"Iis..... Mama, kan uda Nay bilang, kalau Nayla bisa pergi sendiri, pokok nya Nayla gak mau ditemani sama mama.
Nayla tetap saja berkeras ingin pergi ke toilet sendiri, ia ingin sekali membuat mama papa nya lebih romantis lagi saat nanti ia tinggal, Nayla memang terbilang sangat masih kecil untuk punya fikiran agar mama papa nya tidak terpisahkan, yang ia fikir hanya memiliki keluarga utuh kembali, tidak seperti duluh yang ia tau papa dan mama nya hidup terpisah, bahkan dia berfikir Gunawan adalah memang papa kandungnya, walaupun sudah berulang kali Dewi mama nya menjelaskan bahwa Gunawan bukan papa kandung nya. Dan Nayla sadari saat ini Gunawan la yang selama ini ada untuk nya.
Nayla pun berjalan menuju ke toilet yang ada di dalam restauran tersebut, Nayla pun tidak di biarkan sendiri dengan mama nya, ia tetap ditemani salah satu pelayan restauran. Rencana Nayla saat ini sudah berhasil untuk membuat mama papa nya hanya berduaan saja, ia pun tersenyum dengan lebar saat memasuki toilet.
"Kakak pergi saja, Nayla bisa sendiri kok." Ucap Nayla pada pelayan wanita yang menemani nya.
"Tapi dek nanti mama kamu bisa marahin kakak lo, kalau kaka biarkan kamu sendiri di toilet ini." Jawab pelayan restauran tersebut dengan nada sangat rendah.
Nayla yang keras kepala pun tetap tidak mau di temani, karena ia merasa ia bisa melakukan nya sendiri. Nayla tetap saja memaksa pelayan itu untuk pergi, ia tidak mau merepotkan orang lain untuk kepentingan nya.
__ADS_1
"Gak apa kak, lagian toilet nya masih didalam restauran ini juga kan, terus kakak nya pasti harus melayani tamu." Ucap Nayla kembali.
Pelayan itu pun berjalan keluar dan meninggal kan Nayla yang akan memasuki toilet wanita.
*****
"Sayang aku kebelet ni, dimana ada toilet." Tanya Anton kepada Sofia.
"Dimana ya?, setau aku agak jauh'an deh. tapi ada yang lebih dekat." Jawab Sofia yang melihat sepertinya Anton sudah tidak tahan lagi.
"Ia dimana, cepetan dong." Tanya Anton.
"Di restauran sebrang itu, kamu pergi saja kesitu. perluh aku temani." Jawab Sofia yang menunjuk ke arah restauran tersebut.
Dengan sangat tergesah-gesah Anton langsung pergi ke arah restauran yang di maksut Sofia.
Anton pun memasuki restauran yang dimana ada Gunawan dan Dewi sedang berada di restauran tersebut. Tidak disangka Anton melewati meja tempat dimana Gunawan dan Dewi sedang makan, namun Dewi dan Gunawan tidak melihat Anton yang sedang melewati mereka, karna duduk mereka membelakangi Anton yang sedang berjalan.
Sesampai nya di toilet, Anton tidak melihat tanda toilet wanita atau pun lelaki, ia langsung main masuk saja ke toilet wanita karna ia sangat kebelet. Dan kebetulan toilet lagi tidak ada orang lain kecuali Nayla yang ada berada di dalam salah satu toilet tersebut.
"Aahh..... Akhir nya." Ucap Anton.
Mendengar ada suara lelaki, Nayla langsung curiga dan ia berfikir ia yang salah masuk kedalam toilet cowok. Nayla pun langsung keluar. Dengan saat yang bersamaan Anton pun keluar dari toilet.
"Aaakkggg...." Teriak keduanya.
__ADS_1
"Hai anak kecil, kamu kenapa ada di sini." Tanya Anton yang terkejut melihat anak perempuan ada di toilet yang sama dengan nya.
" Ya om, kenapa ada di sini." Ucap Nayla.
Mereka berdua pun langsung keluar melihat sebenarnya toilet wanita atau lelaki. Dan benar saja saat mereka melihat Nayla langsung tertawa.
"Hahah..... kan bener om ini yang salah. Om nya sih yang uda kabur matanya." Ucap Nayla dengan garang nya.
"ya iya, om yang salah, habis om nya ke buru-buru sih." Jawab Anton dengan mengeluarkan permen dari saku nya.
"Kata mama gak boleh menerima pemberian orang yang belom kita kenal om.
"Ya uda kalau gitu kita kenalan duluh aja, lagian om gak jahat kok. Dan om punya anak seumuran dengan kamu juga lo, sekarang dia lagi bermain dengan mama nya di mall ini juga." Anton mencoba menjelaskan kepada Nayla yang tidak lain anak nya sendiri. "Panggil aja om Anton ya." Anton menjulurkan tangan nya ke Nayla.
Nayla masih sangat ragu untuk menyambut tangan Anton yang sudah ada di hadapan nya. Namun Anton pun selalu meyakinkan nya, kalau semua orang itu tidak jahat seperti yang ada di dalam fikiran nya.
"Nayla om, nama aku Nayla." Jawab Nayla yang akhirnya menyambut tangan Anton.
Anton pun sangat terkejut, bagai mana mungkin semua kebetulan. Dan saat ia menggenggam tangan anak kecil itu, ia merasakan sesuatu yang sangat damai dan rasanya ingin sekali memeluk anak kecil ini, namun saat ia ingin memeluk anak kecil tersebut Nayla langsung berlari pergi dan tidak lupa mengambil permen yang di pegang Anton.
"Bey... om, Nayla pergi duluh, mama papa sudah tunggu Nayla." Ucap Nayla yang berlari meninggal kan Anton yang masih bengong.
Anton masih tetap saja berdiri di tempat dimana ia dengan Nayla berjabatan tangan, ia seperti merasakan sesuatu yang berbeda, seperti sangat dekat dengan anak tersebut, tapi ia binggung kenapa fikiran nya menjadi kacau seperti ini.
...****************...
__ADS_1
Bersambung....